Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 99


__ADS_3

Mereka pun menikmati makan siang dengan lahapnya.


“ Frank...besok jadi kalian berangkat??” tanya ibu Frank pada putranya.


“ Iya buk...aku sudah pesan tiketnya...” jawab Frank.


Stella heran, dengan pertanyaan ibu Frank.


“ Ibu tahu kami akan berangkat...??” tanya Stella bingung.


“ Iya...kemarin Frank bilang sama ibu...ibu kira kamu udah tahu...” jawab Ibu Frank.


Stella sedikit terkejut, karena dia baru tahu tadi saat kakek Hermawan memberitahukannya, berarti hal ini sudah di rencankan Frank dari jauh hari tanpa memberitahukannya pada Stella.


Stella menatap dalam pada Frank. Stella tak menyangka Frank akan melakukan hal ini pada dirinya. Sudah banyak hal yang di lakukan Frank padanya semenjak dia berada di ambang kematian hingga saat ini.


“ Apakah kau benar- benar mencintaiku??? Seberapa dalam cintamu padaku hingga berbagai hal kau lakukan untukku...??” gumam Stella di dalam hati.


Ibu Frank melihat Stella yang menatap dalam pada putranya, dia yakin suatu saat nanti Stella akan menyukai putranya dan Dia juga beharap agar Stella bersedia menjadi menantunya.


Ibu Frank sudah menceritakan semuanya tentang Stella, Ibu Frank tak pernah mempermasalhkan hal itu, yang dia tahu setiap manusia pasti bisa berubah menjadi lebih baik, menilai seseorang tak boleh dari masa lalunya.


“ Nambah ya Stell...” ujar ibu Frank yang melihat Stella masih saja menatap dalam pada putranya.


“ eh... iya buk...” ucap Stella tersadar dari lamunannya pada Frank.


Stella pun melanjutkan makannya hingga selesai. Setelah Frank selesai makan, dia pun menatap pada Stella, sebenarnya dia tahu Stella menatapnya dalam namun dia pura-pura tak mengetahuinya.


“ Semua ini aku lakukan karena aku telah jatuh cinta pada mu...” gumam Frank di dalam hati.


Keesokan Harinya, Stella dan Frank telah siap untuk berangkat ke Singapura, Frank sudah berpesan pada Stella cukup memabwa barang-barang yang penting saja, sehingga Stella tak kerepotsan dengan barang bawaannya nanti.


“ Buk... kami berangkat dulu...” ucap Frank menyalami tangan ibunya di ikuti oleh Stella.


“ Iya nak...kalian hati-hati ya...semoga operasinya berhasil seratus persen...” ujar ibu Frank.


Frank dan Stella pun mulai melangkah ke luar rumah, di sana telah parkir sebuah taxi online yang akan mengantarkan mereka ke Bandara.


Sepanjang perjalanan mereka tak banyak bicara. Frank fokus menatap jalanan ke depan sedangkan Stella menatap ke luar jendela hingga akhirnya mereka sampai juga di Bandara. Mereka turun dari taxi tak lupa Frank membayar ongkos taxi dan menggenggam tangan Stella dengan erat, Stella menatap pada tangan Frank yang memegangnya dengan Erat, lalu dia pun membalas genggaman Frank. Frank menyadari hal itu dan tersenyum bahagia.

__ADS_1


Mereka telah masuk ke dalam Bandara dan kini tengah berada di ruang tunggu menunggu keberangkatan sekitar 5 menit lagi.


“ Terima kasih...” Bisik Stella pada Frank yang di dengar dengan jelas oleh Frank. Frank hanya tersenyum membalas ucapan dari Stella.


Pengumuman keberangkatan pun terdengar dari pengeras suara, mereka pun berdiri memasuki pesawat, Frank mempersilahkan Stella duduk di samping jendela dan dia duduk di samping Stella. Pesawat pun lepas landas, Stella merebahkan kepalanya di pundak Frank.


Frank yang melihat sikap Stella merasa senang, dan berharap agar Stella mulai mencintai dirinya. Frank akan mendampingi Stella hingga kapan pun. Dan situasi apa pun. Frank membiarkan Stella terlelap di pundaknya.


Setelah lebih kurang 2 jam penerbangan, pesawat pun mendarat di Singapura. Mereka turun dari pesawat dan langsung keluar dari Bandara, di parkiran bandara seorang bawahan Frank telah menunggunya dan siap akan mengantarkan Frank langsung ke rumah sakit.


Frank telah berjanji dengan dokter kecantikan yang merupakan sahabatnya sewaktu kuliah dulu, dia akan langsung menemui Laura di ruangannya.


Saat Mereka masuk ke dalam rumah sakit, Frank menanyakan letak ruangan Dr. Laura, seorang perawat bersedia mengantar kan mereka ke ruangan Laura yang terletak di lantai 5.


Tok..tok...tok... ( si perawat mengetuk pintu ruangan Laura)


“ Yes..please come in...(siloahkan masuk)” sahut laura dari dalam ruangannya. Si perawat pun masuk ke dalam ruangan Laura.


“ doctor...a friend of yours is looking for you ( dokter...ada teman anda yang mencarimu...) “ ujar si perawat memberitahukan ke datangan Frank.


Laura pun menyuruh perawat untuk membawa Frank masuk ke dalam ruangannya.


“ Hei Frank... apa kabar???” sapa Laura sangat ramah.


“Ini wanita yang kau ceritakan padaku...?” tanya Laura lalu menghampiri Stella.


“ Hai...apa kabar....???” sapa Laura dan langsung memeluk Stella.


“ baik...” ucap Stella masih canggung.


“ aku ini sahabat Frank waktu kuliah...namaku Laura ” Laura memperkenalkan dirinya.


“ Stella...” ujar Stella menanggapi ucapan Stella.


“ Silahkan duduk...” ujar Laura mempersilahkan tamunya untuk duduk.


“ begini Frank...kita harus periksa kondisi kesehatan Stella dulu....setelah itu baru kita bisa menjadwalkan waktu operasi....” ujar Laura langsung, dia sudah tahu apa tujuan Frank membawa Stella ke rumah sakit tempat dia bekerja.


“ oke...” sahut Frank setuju.

__ADS_1


“ Stell....silahkan naik ke atas brangkar...” ujar Laura ramah menyuruh Stella untuk naik ke atas brangkar agar dia bisa memeriksa kesehatan Stella.


Stella pun berdiri dan melangkah menuju brangkar yang tersedia di ruangan Laura. Lalu Laura pun mulai memeriksa kondisi kesehatan Stella agar dia bisa menjadwalkan waktu operasi untuk teman dari sahabatnya Frank.


Setelah Laura memeriksa kesehatan Stella, Laura menyuruh Stella untuk duduk kembali di samping Frank.


“ mhm...Frank... Stella...setelah aku periksa...operasi bisa kita laksanakan esok Hari” jelas Laura pada Frank dan Stella.


“ Baiklah...kami akan melakukannya...lebih cepat lebih baik....” ujar Frank bahagia.


“ sebelum operasi ada beberapa prosedur yang di selesaikan...!” ujar Laura sambil memperlihatkan alur yang harus di lewati oleh Frank.


“ Baiklah...aku akan menyelesaikan beberapa prosedur ini,...terima kasih ya Ra...” ucqap Frank lalu dia pun berdiri dari duduknya dan mengajak Stella meninggalkan ruangan Laura.


Mereka pun melangkah keluar dari rumah sakit. Frank mengajak Stella ke hotel yang tak begitu jauh dari rumah sakit.


Frank memesan dua kamar tidur yang bersebelahan buat mereka, kini mereka telah berada di depan kamar mereka.


“ Masuklah...jangan keluar jika aku belum datang...dan jika ada perlu apa-apa kamu bisa menghubungi ku langsung...” ujar Frank sekaligus perintah bagi Stella yang tidak boleh menoinggalkan hotel.


“ Iya...aku akan istirahat...kamu mau kemana??” tanya Stella yang khawatir di tinggal sendiri di hotel itu.


“ Aku akan mengurus segala sesuatu persiapan untuk operasi besok...” jawab Frank jujur.


“ Owh...aku tunggu kamu disini...tapi jangan terlalu lama...” pinta Stella sebelum Frank pergi kembali ke rumah sakit.


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...

__ADS_1


# Vote...


# dan hadiah


__ADS_2