Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 83


__ADS_3

Saat Hermawan masuk ke rumah itu, para pengawal dan anak buahnya memberi hormat padanya.


"Frank...Dimana wanita itu???" tanya Hermawan.


"Disini tuan...." ucap si Pria yang di panggil Frank itu.


Frank mengajak Hermawan masuk ke dalam kamar tempat Stella berada.


Stella tampak lemah karena dia tak ingin memakan makanan yang di berikan oleh pelayan tadi.


"Hei..." panggil Frank membuat Stella terbangun dan menatap seorang pria tua yang kini berada di hadapannya.


"Kakek..." lirih Stella kaget saat mengetahui yang membawanya ke tempat itu adalah Hermawan.


Hermawan teringat siapa Stella saat Stella memanggil dirinya kakek, Hermawan sangat mengenali wanita itu. Wanita yang selalu datang ke rumahnya bersama Mawar


"Ya...ini aku...kakeknya Faiz..." ucap Hermawan tegas.


Stella sangat mengenali keluarga Hermawan dan kekuatan Hermawan. Dia sadar bahwa Hermawan bisa melakukan apa saja pada dirinya.


"Kenapa kakek membawa aku kesini???" Stella berusaha berpura-pura tak mengetahui apa-apa.


" Aku tahu semua yang sudah kamu lakukan, kau ingin masuk penjara atau memberitahukan kebenarannya padaku...??" tawar Hermawan.


"Apa maksud kakek...??" tanya Stella.


"Sudahlah...kau tak perlu bersandiwara..." ujar Hermawan.


"Apa tujuanmu ingin membunuh Zahra???" tanya Hermawan secara langsung.


"Mhm..." gumam Stella tak bisa lagi mengelak, dia ketahuan berniat hendak membunuh Zahra.


"Katakan padaku semuanya atau...kau akan ku masukkan ke penjara..." ancam Hermawan.


"Ma...maafkan aku kek...aku akan mengungkapkan semuanya..." jawab Stella.


"Aku ingin membunuh Zahra karena Zahra telah merusak semua rencanaku..."


"Karena kehadiran dirinya, kasih sayang ibuk Mawar yang awalnya menyayangiku seketika berbagi pada dirinya..."


"Karena kehadirannya juga rencanaku untuk menjadi anaknya yang hilang hancur berantakan..."


"Agar kasih sayang Mawar kembali seperti dulu makanya aku ingin membunuhnya..." tutur Stella mengakui kesalahannya.


"Aku yakin kau tak sendiri..." ujar Hermawan.


Stella pun mengakui semuanya, dia melakukan tindakannya karena dia hanya iri pada kebahagiaan yang di dapat Zahra.

__ADS_1


Rencana Stella ingin menjadi anak Mawar agar dapat mewarisi harta kekayaan Mawar, dia yang bekerja sama dengan Alex karena Alex yang membenci Faiz yang telah mempermalukan adik dan Ayahnya Setiawan.


Alex ingin menghancurkan Faiz dan saat Alex mengetahui Zahra adalah adik dari Fathiya dia pun bersemangat untuk membunuh Zahra, agar Fathiya bersedih kehilangan adiknya. Rasa benci Alex pada Fathiya karena semua aset yang mereka miliki selama menikah di pindah alihkan atas nama Fathiya.


Alex juga sangat membenci Faiz karena saat kuliah di Paris bersama Fathiya, Faiz selalu menjadi pria yang di bangga-banggakan oleh Fathiya.


Setelah Hermawan tahu alasan Stella ingin membunuh Zahra, Hermawan menggeleng-gelengkan kepala karena tak menyangka alasan yang di miliki Stella hanya sekedar sakit hati dan harta.


"Jika kau menginginkan harta...akan ku berikan beberapa asetku padamu...tapi bekerja sama lah dengan kami untuk membuktikan kejahatan Alex...." Hermawan mengajak Stella bernego.


Stella yang hanya menginginkan harta, dan rasa sakit hatinya tak terlalu penting baginya, akhirnya mau bekerja sama dengan Hermawan.


"Tapi kek...aku minta tolong...agar semua yang aku lakukan tak di ketahui oleh keluarga buk Mawar..." pinta Stella.


"Baiklah..." ujar Hermawan.


Hermawan pun keluar dari kamar itu, dia berbicara dengan Frank lalu pergi meninggalkan rumah itu.


*******


Di Villa milik Hermawan.


Hermawan baru saja pulang dari rumah tempat Stella di eksekusi, dia mendapati Faiz tengah makan malam dengan Zahra.


"Kakek sudah makan???" tanya Zahra penuh perhatian.


"Belum nak..." jawab Hermawan.


Zahra mengambilkan makanan untuk kakek Hermawan, dengan telaten mengambilkan makanan sehat untuk Kakek di usianya.


Setelah itu Zahra pun memberikannya pada kakek, dan menuangkan segelas air putih di samping kakek.


"Makasih ya nak..." ucap kakek Hermawan.


Zahra memang sangat perhatian pada keluarga Faiz, berhubung saat ini kakek tak di dampingi nenek makanya Zahra turun tangan unyuk melayani kakek.


Mereka pun menyantap makanan yang ada di piring masing-masing.


Setelah menghabiskan makan malam, Kakek pun berdehem, pertanda meminta Zahra dan Faiz tak beranjak dari tempatnya.


"Faiz...kamu harus balik malam ini juga ke Jakarta, Zahra akan tetap beradadi sini demi keselamatannya dan juga keselamatan dirimu..."


"Kakek harap semua masalah ini dapat terpecahkan secepatnya agar kalian bisa menjalani hari-hari kalian sebagaimana mestinya..." tutur Kakek Hermawan.


"Baik kek..." jawab Faiz.


"Bersiap-siaplah..." perintah kakek Hermawan.

__ADS_1


"Ya kek...." Faiz pun minta izin untuk bersiap-siap berangkat pulang ke Kakarta.


Zahra dan Faiz melangkah menuju kamar, di dalam kamar Zahra langsung memeluk tubuh suaminya.


"Mas...aku masih sangat merindukanmu..." tutur Zahra jujur.


Faiz menangkupkan tanganya di wajah Zahra.


"Kamu sabar ya Ra...ini ujian dalam rumah tangga kita..."


"Kita harus tegar menjalani semua ini..." ucap Faiz.


"iya mas...." lirih Zahra.


Zahra pun mengemasi pakaian Faiz, dan beberapa keperluan lainnya.


"Kalau kamu rindu aku...kita bisa Video call..." Ujar Faiz.


"Iya mas...." lirih Zahra.


Lalu mereka pun keluar dari kamar, Zahra mengantarkan Faiz hingga teras.


Di teras Kakek dan Zahra melepas kepergian Faiz.


Tampak jelas rasa sedih di wajah Zahra, kakek Hermawan merangkul Zahra untyk menghiburnya.


"Bersabarlah...beri waktu untuk kakek menyelesaikan masalah ini..." ujar Kakek Hermawan.


"Iya kek...terima kasih atas bantuan kakek..."ucap Zahra.


"Ya udah kita masuk yukk...udah malam..." ajak Hermawan


Zahra pun melangkah masuk je dalam villa lalu dia pun berlalu menuju kamarnya untuk beristirahat.


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...

__ADS_1


# Vote...


# dan hadiah


__ADS_2