Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 79


__ADS_3

Saat ini Fathiya mulai sibuk dengan kegiatannya, karena Fathiya khawatir meninggalkan Mawar sendirian di rumah, Fathiya selalu mengantarkan Mawar ke rumah Alita agar mamanya tak bosan sendirian di rumah.


Di rumah Alita, mawar dan mamanya Sakti bisa saling tukar fikiran sambil memperhatikan cucu satu-satunya yang di asuh oleh pengasuhnya.


Hari ini Fathiya baru saja keluar dari rumah sakit setelah melaksanakan beberapa kali operasi hari ini, akhirnya dia pun bisa pulang ke rumah.


Fathiya berjalan menuju parkiran mengambil mobilnya, lalu dia pun melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah sakit.


Di perjalanan pulang, Fathiya melihat Alex suaminya masuk ke dalam sebuah cafe bersama seorang wanita.


Hatinya sangat hancur melihat hal itu, walaupun proses perceraiannya akan berlangsung namun rasa sakit di khianati terus melukai hatinya.


Saat Alex masuk ke dalam cafe, Fathiya melihat samar-samar wajah wanita yang bersama Alex.


Fathiya merasa sangat mengenal wanita yang berada di samping Alex.


"Tidak mungkin dia berada di sini sekarang..." bathin Fathiya terus memastikan penglihatannya.


Saat Fathiya terus menatap ke arah cafe.


PRANK...(suara benturan)


Fathiya tak sengaja memabrak mobil yang berada tepat di depannya.


Fathiya menghentikan mobilnya, begitu juga dengan mobil yang baru saja di tabraknya.


Fathiya keluar dari mobilnya, dia juga melihat seorang pria keluar dari mobilnya.


Fathiya menghampiri pria itu hendak meminta maaf atas kesalahannya.


" Ma...maaf tuan..." ucap Fathiya penuh dengan rasa penyesalan.


Pria itu membuka kaca matanya, katena dia merasa kenal dwngan wanita yang telah menabrak mobilnya.


"Kau...??" ucap Fathiya tak menyangka pemilik mobil yang baru saja di tabraknya adalah asisten sekaligus sahabat adik iparnya.


"Maafkan aku...aku tak sengaja menabrak mobilmu..." ujar Fathiya penuh merasa bersalah.


"Kamu...??" Ridho mengingat bahwa Fathiya adalah kakaknya Zahra.


"Iya...aku Fathiya kakaknya Zahra.


"Sekali lagi aku minta maaf... ayo kita bawa mobilmu ke bengkel...aku akan beryanggung jawab..." ucap Fathiya.


"Nggak usah...lagian aku juga salah mendadak pelan karenaa....." Ridho melihat ke arah cafe mencari wanita yang dia rasa ada kaitannya dengan kejadian yang menimpa Zahra.


"Karenaa apa???" Fathiya pun menoleh ke cafe.


Namun Alex dan wanita itu tak lagi berada di cafe itu.


"Lho mereka kemana???" gumam Ridho.


"Mhm...mereka siapa???" Fathiya bertanya setelah mendengar gumaman Ridho.

__ADS_1


"Eh...tidak ada..." jawab Ridho ketika sadar dia telah kehilangan wanita yang mencurigakan.


"Mhm...aku juga minta maaf ya..." ujar Ridho sambil tersenyum.


"Bagaimana kalau kita ke bengkel dulu...biar aku ganti rugi..." ajak Fathiya.


"Nggak usah..." tolak Ridho.


"Tapi...aku...merasa bersalah..." gumam Fathiya.


"Kalau gitu...temani aku minum kopi sebentar di cafe itu..." ajak Ridho sambil menunjuk ke cafe tempat dia melihat seorang wanita yang mencurigakan tadi.


Ridho berharap wanita iti masih berada di cafe tadi.


"Baiklah..." ujar Fathiya setuju.


Mereka pun melangkah beriringan menuju cafe, saat Fathiya hendak masuk ke dalam cafe dengan Ridho, Alex menghampirinya.


"Fathiya...!!" bentak Alex pada Fathiya membiat langkahnya terhenti.


"Apa yang kamu lakukan dengan pria ini...???" tanya Alex sinis.


"Itu bukan urusanmu..." jawab Fathiya tegas.


"Aku ini masih suamimu..aku berhak mengurusimu..." bantah Alex.


"Hah...?? apa kamu bilang...?? kamu suamiku??? suami yang tak tahu diri dan berselingkuh..." ejek Fathiya.


Alex merasa kesal dengan ucapan Fathiya dia pun melayangkan tangannya hendak menampar Fathiya.


"Jangan berani main tangan dengan wanita...!!!" ucap Ridho datar lalu menghempaskan tangan Alex.


"Jangan ikut campur dengan urusanku..." ujar Alex geram melihat Ridho.


"Semua yang berhubungan dengannya termasuk urusanku...karena dia adalah kekasihku..." ujar Ridho lalu memarik tangan Fathiya untuk masuk ke dalam cafe.


Di dalam cafe mereka mencari tempat yang sepi, Ridho ingin Fathiya menenangkan diri, setelah pertengkaran dirinya dan suaminya.


Fathiya merasa malu pada Ridho akan masalah pernikahannya yang kandas di tengah jalan.


" Maafkan aku ya...aku berkata seperti tadiiii..." Ridho tak lagi melanjutkan ucapannya.


"nggak apa-apa.....terima kasih kamu sudah membantuku..." ucap Fathiya merasa sungkan pada Ridho.


"Nggak apa-apa...!!" ucap Fathiya.


Tak berapa lama seorang pelayan datang menghampiri menanyakan pesanan mereka.


Ridho dan Fathiya pun memesan minuman dan cemilan ringan.


"Tunggu sebentar ya tuan...nona..." ujar pelayan itu.


Ridho dan Fathiya memjawab dengan anggukkan dan senyuman.

__ADS_1


"Mhm...bagaimana dengan informasi terkini tentang Zahra???" tanya Fathiya pada Ridho.


Fathiya tahu betul bahwa Ridho lah yang bertanggung jawab mencari Zahra.


"Sampai saat ini aku belum bisa mengetahui keberadaan Zahra...namun ada seseorang yang mencurigakan..." ujar Ridho.


"Siapa...???" tanya Fathiya penasaran.


"Mhm...tapi berjanjilah untuk tidak bertindak apa-apa sebelum aku bisa membuktikan dia dalang di balik semua ini..." pinta Ridho pada Fathiya.


Fathiya mengangguk setuju dengan ucapan Ridho.


Ridho pun memgambil tabletnya lalu membuka benwrapa rekaman video CCTV yang di dapatnya saat beberapa peristiwa yang menimpa Zahra.


Fathiya membuka video itu dan menyaksikan seorang wanita yang di tunjuk Ridho tersenyum sinis menatap pada seorang pria yang hendak menikam Zahra.


Fathiya tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Lalu Ridho pun memperlihatkan video CCTV sebuah sepeda motor yang hendak memabrak Zahra di kampus, Ridho pun menunjukkan wajah wanita yang sama berada di tempat kejadian di kampus dan di mall.


Begitu juga saat Ridho membuka file video rekaman CCTV peristiwa kecelakaan yang terjadi di perempatan jalan, di sana wanita yang sama juga tertangkap kamera sedang melihat peristiwa itu dari dalam mobilnya tak jauh dari tempat perkara.


Fathiya seakan tak percaya saat melihat wajah wanita yang di kenalnya tega berniat jahat pada adiknya.


"Ada apa ???" tanya Ridho heran saat melihat ekspressi Fathiya.


Fathiya hanya memggelengkan kepala masih syok saat melihat kenyataan yang di dapatnya.


"Tenanglah...kita belum bisa pastikan wanita ini dalang di balik semua kejadian yang menimpa Zahra..." tegas Ridho agar Fathiya tak langsung percaya dengan apa yang telah dia tonton.


Fathiya pun mencoba menenangkan dirinya, dia memegang dadanya masih tak percaya.


Dalam keadaan Fathiya yang syok, seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka. Dia meletakkan minuman dan cemilan yang di pesan Zahra dan Ridho di atas meja.


"Silahkan nona...tuan..." ucap pelayan lalu dia pun pergi meninggalkan mereka berdua disana masih sibuk dengan pikiran masing-masing.


Ridho terus memperhatikan ekspressi Fathiya yang terlihat mengenal wanita yang di dalam video rekaman CCTV itu.


"Apakah kamu mengenal wanita itu...??" tanya Ridho penasaran.


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...

__ADS_1


# Vote...


# dan hadiah


__ADS_2