
Pagi ini Fathiya bangun lebih awal, setelah membersihkan tubuhnya, Fathiya langsung melangkah ke dapur untuk memasak.
Jam 7.00 pagi Fathiya telah menyelesaikan pekerjaannya di dapur.
Zahra melangkah menuju kamar mamanya untuk mengajak mamanya sarapan pagi sebelum berangkat ke rumah sakit.
Mereka pun sarapan di ruang makan, Fathiya sengaja menbeli rumah yang sederhana agar dia tidak kesusahan dalam membersihkan rumahnya.
Sesudah sarapan, Fathiya mengambil ponselnya. Dia pun menghubungi Stella.
"Hallo..." Ucap Fathiya saat panggilan tersambung.
"Hallo kak..." ucap Stella di seberang sana.
"Kamu dimana Stell???" Tanya Fathiya
"Aku lagi di Bandung kak..." jawab Stella.
"Stell...aku butuh bantuan kamu... Bisa gak kamu kembali menjaga ibuk ??" tanya Fathiya memohon.
"Mhm...baiklah kak...tapi aku bisa berangkat besok dari sini... Aku masih ada urusan disini kak..." jawab Stella.
"Ya udah...besok aku jemput kamu di terminal ya...kira-kira jam berapa???" tanya Fathiya pada Stella.
"Jam 11 siang kak..." jawab Stella.
"Oke..." sahut Fathiya, lalu dia pun mengakhiri panggilannya dengan Stella.
"Kamu nelpon Stella Ya???" tanya Mawar saat Fathiya telah mematikan ponselnya. Mawar tak sengaja mendengar pembicaraan Fathiya dengan Stella.
"Iya ma...Yaya cuma ingin ada yang jagain mama 24 jam...menurut Yaya cuma Stella yang bisa jagain mama..." jawab Fathiya.
"Terserah kamu...mama nurut sama kamu aja..." ucap Mawar.
"Yukk Kita berangkat ma..." ajak Fathiya.
Mereka pun keluar dari rumah lalu masuk ke dalam mobil Fathiya, sebelum ke rumah sakit seperti biasa Fathiya mengantarkan Mawar ke rumah Alita.
Tak berapa lama mobil melaju, kini mereka telah berada di depan rumah Alita.
Fathiya dan Mawar turun dari mobil. Lalu melangkah masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum..." ucap Mawar dan Fathiya sebelum masuk ke rumah Alita.
"Wa'alaikumsalam..." jawab Alita dari dalam rumah.
Alita keluar dari ruang makan denga penampilan yang sudah siap untuk berangkat ke kampus, begitu juga dengan Sakti suami Alita.
"Mama sama mbak Yaya udah sarapan??? " tanya Alita.
"Udah sayang..." jawab Mawar.
"Oh...eh mbak...mau kerumah sakit sekarang???" tanya Alita.
"Iya...jam 9 ada kadwal operasi...emangnya kenapa Ta??" tanya Fathiya heran tak seperti biasa adiknya bertanya seerti itu.
"Gak apa-apa...kalau gitu yuuukk berangkat..." ajak Alita.
__ADS_1
"Ma...kami berangkat ya..." Fathiya dan Alita menyalami dan mencium punggung tangan mamanya.
Begitu juga dengan Sakti ikut menyalami dan menciim punggung tangan mertuanya.
"Kami berangkat dulu ya ma..." ucap Sakti.
Mereka pun melangkah keluar dari rumah, saat di teras, Alita menarik tangan Fathiya.
"Mbak...kemarin aku liat Stella sama mas Alex..." bisik Alita, dia tak ingin mamanya mendengarkan pembicaraan mereka.
"Serius kamu Ta...??" Fathiya tak percaya.
"Iya mbak..." jawab Alita.
"Berarti kemarin aku gak salah lihat Stella bersama mas Alex..." gumam Fathiya di dalam hati.
"Mbak...mbak kenapa??" Alita bingung saat melihat Fathiya menganggguk-angguk tak jelas.
"Eh...gak apa-apa dek...yuk kita berangkat..." ajak Fathiya.
Fathiya pun melangkah menuju mobilnya, sedangkan Alita melangkah menyju mobilnya disana Sakti telah berada di dalam mobil.
Fathiya melajukan mobilnya menuju rumah sakita, Sakti melajukan mobilnya menuju Universita Indonesia.
"Ngomongin apa sama mbak Yaya...??" tanya Sakti kepada istrinya, karena sempat menunggu istrinya masuk mobil.
" Itu lho mas...yang kita lihat kemarin..." jawab Alita.
"Mhm..." gumam Alex, dia tak banyak ikut campur masalah keluarga istrinya.
Sakti memang cuek dalam masalah keluarga Alita, namun jika suatu madalah telah di tumpukan padanya...Dia akan mengurusnya dengan sebaik-baiknya.
Keesokan harinya...
Jam 10.30 Fathiya melihat jam di tangannya.
"Waktunya jemput Stella..." gumam Fathiya.
Dia pun keluar dari ruangannya, dia melangkah masuk ke ruangan di sampingnya.
"Sin...gue harus jemput Stella...nanti kalau ada pasien gue tolong bantuin dulu ya..." pinta Fathiya pada sahabatnya.
"Oke...hati-hati ya..." ucap Sinta.
Fathiya pun keluar dari rumah sakita, dia melangkah menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.
Jam 11.00 Fathiya telah berada di terminal bus, tempat biasanya Fathiya berjumpa Stella jika Stella pergi ke rumah temannya di Bandung.
Tak berapa lama Fathiya menunggu, sebuah bus dari Bandung tampak masuk ke dlama terminal bus.
Bus tersebut berhenti, Fathiya memperhatikan setiap penumpang yang turun dari bis.
Fathiya melihat Stella turun dari bis. Dia pun melambaikan tangannya berpura-pura dia tak mengetahui apa pun tentang Stella.
Stella juga membalas lambaian tangan dari Fathiya. Dia pun melangkah menghampiri Fathiya, namun tiba-tiba sebuah mobil grandmax hitam melintas di depan Stella hingga Fathiya tak dapat melihat Stella.
Tak berapa lama mobil grandmax itu pun beranjak pergi, namun setelah mobil itu pergi Stella tak lagi berada di sana hanya tinggal koper bawaan Stella yang tertinggal di tempat dia berdiri sebelum menghilang.
__ADS_1
Fathiya yakin Stella berada di dalam mobil grand max hitam itu, Fathiya langsung masuk ke dalam mobil lalu berusaha nengejar mobil grand max yang di yakininya telah membawa Stella.
Fathiya langsung menghubungi Ridho, dia memberitahukan apa yang baru saja terjadi.
Fathiya pun memberitahukan posisinya saat ini, Rdho menyuruh Fathiya untuk terus menghidupkan jaringan GPS nya.
Ridho yang masih berada di ruangannya di sekolah, langsing meminta izin pada Adrian untuk mengurus sesuatu.
Setelah itu dia pun keluar menuju parkiran untuk mengambil mobilnya, Ridho berusaha menyusul lokasi Fathiya saat ini.
Sedangkan Fathiya kini berada di perempatan jalan, jalanan yang macet membuatnya terjebak di lampu merah, sedangkan mobil yang membawa Stella tak lagi dapat di kejarnya.
"Shiiit..." umpat Fathiya.
Fathiya pun memarkirkan mobilnya di pinggiran jalan yang tampak sepi, Dia menyesali keteledorannya tak sanggup mengejar Stella.
Yang di ingatnya hanya no polisi mobil tersebut.
Fathiya mengambil ponselnya hendak menghubungi Ridho, namun mobil Ridho telah berada di depan mobilnya.
Tampak Ridbuo keluar dari mobilnya menghampiri mobil Fathiya.
Fathiya pun keluar dari mobilnya.
"Maaf...aku kehilangan jejak mereka..." lirih Fathiya saat Ridbio telah berada tepat di hadapannya.
"Kenapa bisa...???" tanya Ridgoo sedikit kecewa.
"Aku terjebak di lampu merah..." jawab Fathiya.
"Ya sudah...gak Apa-apa...?kita harus cari tahu siapa yang menculik Stella..." tegas Ridho.
Fathiya hanya memgangguk menyesal.
"Ya sudah...kita minta rekaman CCTV yang ada di terminal..." Ajak Ridho, Fathiya hendak masuk ke dalam mobilnya.
"Pakai mobilku saja..." ajak Ridho menarik tangan Fathiya.
Fathiya terdiam saat Ridho menggenggam tangannya dia hanya melangkah nengikuti masuk ke dalam mobil Ridho.
Ridho pun melajukan mobilnya menuju terminal untuk memecahkan masalah ini.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
__ADS_1
# dan hadiah