Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 42


__ADS_3

Hari ini Zahra dan Faiz akan berangkat menuju Paris untuk berlibur. Zahra sangat bersemangat dengan keberangkatan mereka. Sebelum berangkat, Zahra fan Faiz sarapan bersama dengan Adrian dan Rahayu serta mang Uddin dan Fatimah.


Saat sarapan semua mata tertuju pada Zahra, ada yang berbeda pada Zahra, mungkin dalam satu bulan ini nafsu makan Zahra meningkat, Dan kali ini terlihat jelas dengan cara Zahra yang makan begitu lahapnya dan dengan porsi yang banyak.


"Kenapa semuanya melihatku seperti itu...???"Tanya Zahra heran saat semua mata yang ada di ruang makan itu tertuju padanya.


"Tidak apa-apa sayang ..." Jawab Rahayu pelan, dia tak ingin menantunya merasa tidak enak dengan tatapan mereka tadi.


"Ara juga bingung...akhir-akhir ini Ara pengennya makan terus...dan bawaannya selalu lapar...mungkin karena Ara sangat bahagia kadi nafsu makan Ara bertambah..." ucap Zahra memberi alasan dengan sikap anehnya yang semakin banyak makan.


"Gak apa-apa nak...yang penying kamu sehat dan selalu bahagia..." tambah Adtian yang bahagia melihat Zahra saat ini mulai bahagia hidup bersama Faiz.


Perjodohan yang di lakukannya berbuah manis, hingga putranya pun menyayangi Zahra sebagai istrinya.


"Jangan-jangan Zahra tengah mengandung..." gumam Fatimah di dalam hati. Dia merasa nafsu makan Zahra di pengaruhi oleh janin yang tumbuh di dalam rahim Zahra.


Keberangkatan Faiz sudah di depan mata, Karena Zahra tampak sehat-sehat saja tanpa ada masalah kesehatan yang di alami Zahra, tak seorang pun berfikiran bahwa Zahra tengah mengandung dan berinisiatif untuk memeriksakan kandungan Zahra.


"Ma...pa...buk...pak...kami berangkat dulu..." ucap Faiz pamit pada kedua orang tua dan mertuanya.


Faiz menyalami mereka satu per satu yang di ikuti oleh Zahra.


"Hati-hati ya Sayang...jaga Zahra baik-baik..." pesan Rahayu pada putranya sebelum berangkat.


"Iya ma..." jawab Faiz.


Zahra dan Faiz pun masuk ke dalam mobil, mereka hanya melepas kepergian Zahra dan Faiz dari rumah, Sopir keluarga yang mengantarkan sepasang suami istri itu menuju bandara.


Di mobil, Zahra merebahkan kepalanya di dada bidang milik suaminya. Selain nafsu makn Zahra yang meningkat sifat manja Zahra pada Faiz pun tidak seperti biasanya.


Faiz hanya menikmati sifat manja Zahra, dengan sikap Zahra yang manja dapat memberi kesempatan pada Faiz untuk menunjukkan kasih sayangnya pada istrinya.


Faiz mengelus lembut kepala Zahra yang terbungkus hijabnya. Zahra pun melingkarkan tangannya di tubuh kekar suaminya membuat mereka merasakan detak jantung masing-masing.


Sesampai bandara, mereka langsung chek in dan menantibpenerbangan di ruang tunggu. Semua administrasi keberangkatan telah di siapkan Faiz seminggu sebelum berangkat.


"Mas...Ara lapar..." rengek Zahra karena merasa perutnya minta di isi.


"Lapar???" Faiz heran melihat istrinya. Bari saja Zahra sarapan dengan porsi yang banyak sekarang dia masih merasakan lapar.


"Iya mas...Ara mau makan..." jawab Zahra manja.


"Ya udah tunggu di sini ya...mas beli makanan dulu ya..." ujar Faiz lalu meninggalkan Zahra duduk seorang diri.


Tak berapa lama Faiz membawa beberapa makanan untuk Zahra, Faiz pun sengaja membeli beberapa roti untuk cadangan di atas pesawat nanti agar dia tidak kebingungan mencari makanan untuk Zahra nantinya.

__ADS_1


"Kok banyak banget mas..."Tanya Zahra yang melihat Faiz membawa banyak makanan.


"Untyk cadangan...nanti kalau di atas pesawat kamu lapar lagi mas mau cari kemana...." jelas Faiz pada istrinya.


"Owh...iya juga ya...makasih ya mas..." ucap Zahra sambil nyengir malu.


"Buat kamu mas akan lakuin apa aja..." ujar Faiz menyentil hidung Zahra.


"Yee...gombal..." ujar Zahra.


"Sesekali aku gombal sama kamu gak apa-apa kan...? " Faiz


"Mas bisa aja..." Zahra.


Suara panggilan keberangkatan menuju Paris pun terdengar dari speaker anouncement.


"Udah ada panggilan...yuk kita masuk..." Ajak Faiz sambil memegang tangan Zahra, beberapa penumpang pun melangkah memasuki pesawat.


Zahra hanya bisa mengikuti langkah Faiz karena dia memang belum pernah naik pesawat. Jangankan naik pesawat, untuk naik mobil saja masih bisa di hitung berapa kalinya.


Di atas pesawat, Zahra duduk di samping jendela, Faiz membantu Zahra mengenakan sabuk pengaman dan alat-alat lainnya.


Setelah semuanua terpasang, Zahra menggenggam tangan Faiz. Dia merasa gugup untuk melakukan perjalanan ini.


Faiz yang paham dengan kegugupan Zahra, dia merebahkan kepala Zahra ke pundaknya agar Zahra merasakan rileks dan rasa gugpnya hilang.


Zahra mengangguk paham, Dia nerasa nyaman dengan perhatian yang di berikan oleh Faiz sehingga dia pun tertidur sebelum pesawat lepas landas.


Sepanjang perjalanan Faiz memandangi wajah istrinya yang teduh. Faiz merasa bahagia satu keinginan Zahra terwujud.


Flash Back On...


Setelah Faiz selesai mengambilkan Pesawat kertas milik Zahra, Faiz mengajak Zahra pulang ke rumah.


"Kenapa Ara main pesawatnya sendiri???" Tanya Faiz mengisi kekosongan perjalanan mereka.


"Lagian mas Faiz gak mau temani Ara..." jawab Zahra manja.


"jangankan temani Ara bermain pesawat, temani Ara naik pesawat mas mau..." balas Faiz.


"Benaran mas...???Ara mau jalan-jalan ke Paris mas..." rengek zahra.


"Iya Ra...suatu hari nanti mas akan bawa Ara jalan-jalan ke Paris..." ujar Faiz membuat Zahra berteriak riang.


"Horeeee...." teriak Zahra gembira.

__ADS_1


Flash back Off...


Faiz tersenyum, akhirnya Faiz dapat mewujudkan keinginan Zahra di masa kecilnya.


Meskipun banyak hal yang terjadi di antara mereka, namun cinta Faiz pada Zahra tak pernah pudar.


Walaupun sempat terjadi kesalah pahaman di antara mereka, namun kini cinta telah bersemi di antara mereka.


*****


17 jam perjalanan Akhirnya mereka pun sampai di kota Paris, Faiz membangunkan Zahra yang masih tertidur pulas, Sepanjang perjalanan Zahra hanya banyak tidur walaupun di sela dengan makan dan ngemil. Habis makan Zahra pun langsung kembali tidur.


Zahra tampak nyaman tidur di pundak Faiz.


"Ra...bangun...kita udah Sampai sayang..." Faiz membangunkan Zahra dengan pelan.


Zahra mengerjapkan matanya, dan mengumpulkan separuh nyawanya yang masih di alam bawah sadar.


"Mhm...kita udah dimana Mas...??" Tanya Zahra pada Faiz.


"Kita sudah sampai di Paris...." jawab Faiz.


"Benarkah...????" Zahra hendak berdiri namun tubuhnya masih terpasang sabuk pengaman.


"Sabar Sayang..." ucap Faiz terkekeh yang merasa lucu dengan sikap Zahra yang terkanang seperti anak kecil.


Faiz pun membukakan sabuk pengaman yang masih mengikat tubuh istrinya.


Setelah selesai membuka sabuk pengaman milik istrinya. mereka pun turun dari pesawat. Dan untuk pertama kalinya bagi Zahra menghirup udara kota Paris.


Bersambung....


.


.


.


w^jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...

__ADS_1


# dan hadiah...


terimakasih pembaca setiaku...


__ADS_2