
Mawar tampak melihat pada putrinya dan Ridho, dia tak bisa mengambil keputusan sepihak. Walau bagaimana pun Mawar harus membicarakan hal ini dengan Fathiya, paling tidak Mawar memberikan kebebasan pada Fathiya dalam menentukan pilihannya.
“ Maaf pak... dan ibuk...saya sebagai mama Fathiya tak bisa menjawab lamaran ini sendiri...saya hanya bisa menyerahkan semua ini kepada Fathiya karena dialah yang akan menjalaninya...” ujar Mawar memberikan kesempatan pada Fathiya menentukan pilihan jalan hidupnya.
Fathiya pun menoleh pada mamanya bingung harus bagaimana,
“ ikuti kata hatimu...” bisik buk Mawar pada Fathiya.
Kedua orang tua Ridho terlihat sangat memohon pada Fathiya, sehingga Fathiya merasa tak sanggup menolak permintaan kedua orang tua Ridho.
“ maaf pak...ibuk...aku kembalikan jawaban ini pada Ridho...” ujar Fathiya berharap Ridho akan menolak dan mempertimbangkan permintaan kedua orang tuanya.
“ bagaimana Dho??” tanya papa Ridho tegas setengah mengancam.
“ ba...baiklah pa...Ridho akan menikahi Fathiya...” ujar Ridho gugup.
Fathiya langsung mengangkat wajahnya dan menatap dalam pada Ridho tak menyangka Ridho akan menerima perintah kedua orang tuanya.
“ Alhamdulillah...” ucap papa dan mama Ridho bahagia.
“ kalau begitu buk...kita harus membahas acara pernikahan mereka...kami berharap pernikahan mereka di adakan secepatnya...” ujar papa Ridho memohon pada Mawar.
“ kalau saya terserah mereka saja pak...buk...karena mereka yang akan menjalaninya...” balas buk Mawar.
“ Dho...ajaklah Fathiya mengobrol sebentar...papa dan mama akan membahas hari pernikahanmu dengan buk Mawar...” perintah papa Ridho agar Ridho dan Fathiya pergi dari ruang tamu agar para orang tua leluasa membahas pernikahan anak-anak mereka.
“ baik pa...” ucap Ridho lalu mengajak Fathiya ke dalam rumah, Fathiya pun berdiri dan melangkah mengajak Ridho ke taman belakang di pinggir kolam.
Mereka saat ini telah duduk di bangku panjang pinggir kolam berenang. Mereka masih diam seribu bahasa sibuk bermonolog dengan pikiran masing-masing.
“ Dho...? “ panggil Fathiya.
“ mhm...” gumam Ridho.
“ maaf aku tak sanggup menolaknya...makanya aku kembalikan padamu...” ujar Fathiya jujur.
Ridho menatap dalam pada Fathiya.
“ Apakah kamu siap menikah denganku??” tanya Ridhomeyakinkan dirinya agar dia tak salah langkah.
“ mhm...a...a...aku tak tahu...” jawab Fathiya bingung.
“ jika kamu tak sanggup menikah denganku katakan...!” pinta Ridho.
__ADS_1
“ A...aku...” ingin rasanya Fathiya mengatakan tidak namun hatinya ingin berkata iya. Akhirnya Fathiya hanya dapat menunduk tak tahu harus menjawab apa.
“ jika kamu siap menikah denganku...aku berjanji takkan menyentuhmu jika di antara kita belum tumbuh rasa cinta...” ujar Ridho.
“ aku tak sanggup menolak permintaan kedua orang tuaku...dan saat ini aku mohon padamu untuk melanjutkan rencana mereka...jika suatu hari nanti kamu menemukan seseorang yang kamu cintai...aku janji akan melepaskanmu...” ujar Ridho memohon pada Fathiya.
“ baiklah...” Fathiya mengangguk ada rasa bahagia terselip di hatinya, namu juga ada kekhawatiran Ridho tak sanggup mencintai dirinya nanti.
Setelah kedua orang tua Ridho dan buk Mawar selesai berbincang, akhirnya mereka pun mengundurkan diri izin pamit untuk pulang, mawar menawarkan mereka untuk makan malam di rumah, namun mereka merasa segan dan berusaha menolaknya dengan halus agar ibuk Mawar tak berkecil hati.
“ kami pamit dulu ya buk...Fathiya...” ujar mama Ridho sopan, dia sangat bahagia akhirnya putranya menemukan jodohnya.
“ iya buk...terima kasih...” ucap Mawar.
Ridho dan kedua orang tuanya pun keluar dari rumah Fathiya lalu masuk ke dalam mobil lalu Ridho pun melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Fathiya.
Fathiya dan buk Mawar pun masuk ke dalam rumah, karena sudah petang mereka pun langsung bersiap- siap untuk melaksanakan ibadah shalat maghrib.
Setelah shalat maghrib mereka pun makan malam, di saat itu Mawar menatap putrinya intens. Fathiya merasa mamanya menatapnya tak seperti biasanya menghentikan kegiatannya menyuap makanan ke dalam mulutnya.
“ ada apa ma...? “ tanya Fathiya pada mamanya.
“ apa kamu yakin akan menikah dengan Ridho??” tanya mama Fathiya masih khawatir dengan keputusan putrinya.
“ apakah kamu mencintai Ridho???” tanya buk Mawar.
“ mhm... Yaya akan berusaha mencintainya...” jawab Fathiya penuh keyakinan. Karena rasa kagum telah tumbuh di hatinya untuk Ridho.
“ kalau begitu... mereka ingin bulan depan kalian menikah...” ujar Buk Mawar memberitahukan keputusan perbincangan mereka.
“ Apa...huk...uhuk...” Fathiya terbatuk mendengar ucapan mamanya.
“ cepat kali ma...” bantah Fathiyia.
“ tak ada pilihan lagi Ya...jika di perlambat... mama juga khawatir nanti mama tak fokus memikirkan pernikahanmu...karena adikmu akan melahirkan...” ucap Mawar menjelaskan alasan pernikahan Ridho akan di laksanakan satu bulan lagi.
Fathiya tak menyangka, mereka bisa memutuskan pernikahan Fathiya dan Ridho dalam waktu dekat. Akhirnya Fathiya pun hanya bisa terdiam menyetujui keputusan para orang tua.
******
Hari ini Stella telah di nyatakan pulih, namun dia harus melakukan operasi plastik untuk menghilangkan luka bakar yang ada di tubuhnya.
Frank menyarankan untuk melakukan operasi plastik secepatnya, namun Stella menolaknya dnegan alasan, dia tak memiliki uang untuk membiayai operasi serta dia juga tak ingin berjumpa dengan keluarga Buk Mawar dengan kondisi seperti ini.
__ADS_1
Stella merasa malu dan bersalah pada keluarga buk Mawar yang telah berniat mel;ukai Zahra serta mengkhianati kepercayaan Fathiya dnegan selingkuh dengan Alex suami Fathiya.
Frank memahami alasan Stella dia pun memberikan waktu untuk Stella agar menenangkan dirinya terlebih dahulu. Frank pun mengajak Stella tinggal di rumahnya bersama ibu Frank.
“ Frank....” ucap Stella saat mereka di dalam mobil menuju rumah ibunya Frank.
“ mhm...” jawab Frank.
“ apa alasanmu membantuku...?” tanya Stella yang merasa telah menyusahkan dan merepotkan Frank selama ini.
“ aku hanyalah manusia biasa yang memiliki hati nurani, hatiku tak tega membiarkanmu menderita seorang diri...apalagi kamu sudah menyesali semua kesalahan yang telah kamu lakukan...” jawab Frank berusaha menutupi rasa kagumnya pada Stella.
Frank yang mulai kagum pada Stella saat Stella mengfakui semua kesalahannya, di saat itu Frank dapat melihat sisi baik yang ada di diri Stella. Sehingga dia selalu ingin membantu dan berada di dekat Stella.
“ aku takut tak sanggup membalas semua kebaikanmu...” tutur Stella.
Mendengar ucapan Stella, Frank pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu dia menatap Stella intens, Frank meraih tangan Stella dan menggenggam tangan Stella.
“ kamu tak perlu memabalas kebaikanku sedikitpun...yang kamu harus lakukan adalah membalas cintaku...” ucap frank terus terang dengan perasaan yang di pendamnya selama dia berada di dekat Stella.
Stella kaget mendengar kejujuran Frank tentang perasaannya, namun saat ini Stell belum sanggup menjawab permintaan Frank.
“ Ma...maaf...aku belum bisa menjawab permintaanmu...” lirih Stella dan melepaskan genggaman tangan Frank.
“ tak masalah Stell...aku akan menunggu jawabanmu...saat ini janganlah berfikir yang aneh-aneh... kita akan fokus dengan kesehatanmu dan operasi yang akan kamu lakukan...” ujar frank lalu dia pun kembali mengemudikan mobilnya menuju rumahnya.
******
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
__ADS_1
# dan hadiah