
"Kamu disini...???" Ucap Faiz yang baru saja datang.
"Mhm..." gumam Zahra.
Faiz mendekati Zahra, "kamu udah siap???" tanya Faiz pada Zahra.
Zahra hanya memgangguk pelan. mengiyaka n pertanyaan Faiz.
"Ya udah kita berangkat sekarang..." ajak Faiz.
Zahra mengikuti langkah Faiz masih tanpa suara, Zahra seakan enggan untuk mengeluarkan suaranya berbicara dengan Faiz.
Faiz menggenggam tangan Zahra, saat di lantai satu mereka bertemu dengan Rahayu.
"Mau kemana Fa...???" tanya Rahayu pada putranya.
"Mau jalan-jalan aja ma...mumpung weekend..." jawab Faiz jujur.
"Gitu dunkz...sekali-sekali istri iti di bawa keluar rumah biar dia gak bosan..." ucap Rahayu yang di sambut senyuman oleh Zahra.
"kami berangkat dulu ya ma..." mereka berpamitan pada Rahayu lalu keluar rumah, Faiz telah memarkirkan mobilnya di teras.
Faiz membukakan pintu mobil untuk Zahra, setelah Zahra masuk mobil, dia pun mengitari mobil dan masuk mobil di pintu kemudi.
Sebelum melajukan mobilnya Faiz menoleh pada Zahra yang masih diam, melihat sikap Zahra yang semakin hari semakin pendiam membuat Faiz semakin merasa bersalah.
Hari ini dia mencoba menghibur Zahra dengan membawanya shooping ke mall atau kemana saja yang di inginkan Zahra, yang pasti tujuan mereka pertama adalah mall, karena Faiz ingin membelikan Zahra sesuatu.
20 menit perjalanan merwka sampai di mall.
setelah memarkirkan mobilnya dengan soempurna, mereka pun turun dari mobil.
Faiz menggenggam tangan Zahra dan membawa Zahra berkeliling mall, Faiz berhenti di sebuah toko ponsel.
"Kamu boleh pilih yang mana kamu suka..." ucap Faiz.
"Aku gak butuh ponsel..." jawab Zahra seketika dia mengingat kejadian yang sangat menyakitkan baginya.
Dan tanpa di sadarinya air matanya jatuh di pipi mulusnya, Faiz yang melihat itu bingung dan khawatir.
"Kamu kenapa???" tanya Faiz hati-hati.
Zahra hanya menggelengkan kepalanya. Akhirnya Faiz memilihkan satu ponsel keluaran terbaru dengan satu kartu.
Setelah membayar ponsel itu Faiz mengajak Zahra ke sebuah foodcourt untuk makan siang.
"Kamu mau makan apa...??" tanya Faiz.
"Terserah mas aja..." jawab Zahra singkat tak bersemangat.
"Ya udah kamu tunggu disini mas akan pesankan makanan untukmu..." ucap Faiz lalu dia pin berjalan menuju meja pemesanan makanan.
Saat Faiz masih mengorder makanan untuk mereka, tiba-tiba Alisya melihat Zahra yang tengah duduk sendiri di foodcourt itu.
"Ara..." teriak Alisya
__ADS_1
Zahra menoleh pada asal suara yabg memanggil dirinya.
"Alisya...!!" sahut Zahra tersenyum sumringah.
"Kangeen..." ucap Alisya memeluk tubuh sahabatnya itu.
"Ra...kamu kemana Aja..." tanya Reynald mengusik temu kangen dua sahabat itu.
"Mhm...aku di rumah aja..." jawab Zahra jujur.
Mereka pun duduk di bangku yang di duduki Zahra tadi.
"Akubtelpon kamu kok gak aktif Ra...??" tanya Alisya penasaran kemana sahabatnya menghilang.
"Hp ku rusak Sya..." jawab Zahra jujur. dan sudah pasti Alisya mengerti sahabatnya ini tak akan mudah mendapatkan ponsel baru.
"Mhmmm...kamu gak jadi kukiah Ra..." tanya Reynald pada Zahra.
"Mhm...jadi...minggu depan kita mulai kuliah kan???" ucap Zahra santai.
Alisya dan Reynald mengangguk, meski mereka heran bahwa di papan pengumuman nama Zahra tak terpampang.
Alisya, Zahra dan Reynald asyik bercerita, Zahra terlihat ceria bersama dengan Alisya dan Reynald.
"Ra...aku punya 2 ponsel, kebetulan aku lagi bawa dua-duanya...kamu boleh pakai..." tawar Reynald pada Zahra.
"gak usah...kalau uangku udah terkumpul aku akan beli ponsel baru..." jawab Zahra karena Alisya terus memaksa akhirnya Zahra pun menerima ponsel dari Reynald.
Zahra measukkan ponsel itu ke dalam tas sandang yang di pakainya. Dan saat itu Faiz melihat kejadian itu.
Dan lagi-lagi Faiz tidak bisa menahan emosinya. Dia sangat marah pada Zahra menerima barang bekas dari pria lain. Bahkan Zahra menolak pemberiannya saat Faiz menawarkan ponsel baru untuknya.
Tanpa sepatah kata pun, Faiz langsung menarik tangan Zahra dan meninggalkan Alisya yang bengong melihat sikap Faiz.
Faiz langsung membawa Zahra menuju apartemen miliknya. Yang di gunakannya saat dia benar-benar bituh istirahat.
Di apartemen itu, dia benar-benar sangat marah.
"Kau anggap aku ini apa???"
"Selama ini kau selalu mendiamkanku...tapi dengan pria itu kau bisa tersenyum dan tertawa..."
"Bahkan kau mau menerima pemberian darinya walaupun bekas..."
"Siapa pria itu???"
"kekasihmu???"
"Lihatlah...aku ini suamimu..." bentak Faiz tak karuan.
"agar kau sadar dengan statusmu aku harus menghukummu dan takkan memberi ampun padamu..."
Kali ini Faiz kembali membuka paksa hijab Zahra, dia menarik gamis yang di kenakan Zahra dengan sabar hingga robek, sehingga tubuh Zahra yang terbungkus pakaian dalam terpampang jelas di hadapannya.
Faiz mendorong Zahra ke ranjang hingga Zahra terbaring di ranjang, Faiz menindih tubuh Zahra.
__ADS_1
"Selam sebulan kita menikah, aku belum pernah meminta hakku...dan hari ini aku akan mendapatkan hakku....." teriak Faiz membiat Zahra sangat ketakutan.
Bagai kesurupan Setan, faiz membuka seluruh pakaian yang tersisa yang membungkus tu*** indah Zahra.
Faiz yang selama ini menahan hasrat bercinta berama istrinya untuk memjaga hatinya kini tak mampu lagi menahan dirinya.
Zahra benar-benar dalam ketakutan, Faiz melahap mulut Zahra, dia m***** habis bibir Zahra hingga Zahra kesulitan untuk bernafas.
Faiz meremas ***** ****** milik Zahra, dia menikmati menikmati ***** indah istrinya dengan buasnya.
Zahra mencoba untuk meronta namun kekuatan Faiz mengalahkan semua usaha Zahra.
Saat ini merasa dirinya tengah di perk*** oleh suaminya sendiri.
Ju**** Faiz semakin menegang, dia ingin memasukkan *****nya itu ke goa yang belum pernah di jamahnya.
Zahra sudah tak kuat lagi dengan kelakuan Faoz, akhirnya dia pingsan tak sadarkan diri dala kondisi tak mengenakan sehelai benang pun.
Faiz menghentikan tindakannya saat menyadari istrinya tak sadarkan diri.
"Ra....Ara...Zahra..." panggil Faiz ketakutan.
Faiz yang selalu marah dengan tiba-tiba tak dapat menahan emosinya di saat wanitanya berkomunikasi dengan pria lain. Sehingga dia gelap mata dan kembali membuay istrinya terluka.
Faiz yang tahu, Zahra hanya pingsan langsung menutupi tubuh po*** istrinya. Faiz pun meninggalkan Zahra yang masih pingsan, dia beranjak menuju kamar mamdi untuk melepaskan hasratnya yang terpendam.
Setelah Selesai bermain solo, Faiz pun mandi membersihkan dirinya. Setelah mandi Faiz mengenakan pakaiannya yang tersimpan di lemari.
Faiz menghubungi Ridho untuk memesankan pakaian ganti untuk istrinya. Dan memintanya mengantarkan Pakaian itu ke apartemennya.
Setelah menghubungi Ridho, Faiz Mengambil minyak kayu putih di kotak p3k. Dia mengolesi minyak kayu putih itu di hidung dan pelipis Zahra agar Zahra sadar dari pingsannya.
"Jaaanngaaann..." teriak Zahra saat Faiz mencoba mendekati Zahra. Zahra terlihat sangat pucat dia begitu ketakutan saat ini.
"Jangan lakukan itu...aku mohon...!!!" Zahra merintih pilu membuat Faiz merasa sangat-sangat bersalah.
"Jangan sentuh aku..." isakan Zahra semakin memilukan.
Bersambung....
.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
__ADS_1
# dan hadiah...
terimakasih pembaca setiaku...