
Jam 23.00 malam acara pernikahan pun usai, para tamu sudah kembali pulang ke rumah masing-masing. Semua keluarga snegaja menginap di hotel, Hermawan telah menyediakan kamar hotel untuk seluruh keluarga. Dan kamar VVIP untuk pasangan pengantin.
Setelah acara mereka pun mberanjak ke kamar masing-masing, begitu juga dengan Fathiya dan Ridho. Mereka pun melangkah menuju kamar yang telah di sediakan untuk pengantin baru yang terdapat di lantai paling atas.
Seorang pelayan mengantarkan mereka ke ruang VVIP yang telah di pesankan untuk mereka. Saat mereka sampai di kamar, pelayan pun meninggalkan mereka, Ridho menutup pintu lalu mengangkat tubuh Fathiya ke dalam kamar dan meletakkan tubuh Fathiya di atas Ranjang.
Ridho menghimpit tubuh Fathiya, mereka saling menatap dalam lalu Ridho pun memulai aksinya mel***t bi*** seksi milik Fathiya. Mereka saling mengecap, wlaupun Fathiya sudah pernah menikah sebelumnya namun dia sudah lama tak berhubungan dengan suaminya. Sehingga getaran hebat di tubuhnya pun meminta lebih dari sekedar ci**** tapi mereka ingat bahwa mereka masih mengenakan pakaian pengantin.
Fathiya berusaha mendorong tubuh Faiz, namun Faiz yang sudah sangat bergairah dia mengukung Fathiya hingga Fathiya pun mengeluarkan des**** yang membuat Ridho semakin buas, kini tangan Ridho pun mulai bermain menelusuri setiap inci tubuh Fathiya. Maka malam ini menjadi malam yang panjang bagi mereka dalam memadu kasih. Adegan panas mereka lakukan berkali-kali hingga mereka pun terkapar di atas ranjang. Sebelum subuh semua aksi Ridho pun telah selesai dan mereka kini terlelap lelah.
******
Satu bulan sesudah pernikahan Ridho dan Fathiya, keluarga besar pun berkumpul di kediaman Adrian. Malam ini mereka berencana akan mengadakan acara barbeque.
Mama Rahayu, Buk Mawar dan Buk Siti telah menyiapkan bumbu-bumbu barbeque. Mereka menyiapkan segala bahan-bahan acara barbeque tanpa bantuan dari pelayan, ternyata Fathiya dan Alita sangat jago memasak, sedangkan Sakti, Ridho dan Faiz membakar tempurung mempersiapkan api untuk bakar-bakar Ayam, Daging dan Ikan.
Sedangkan Kaekek Hermawan, Papa Adrian dan mang Uddin asik berdiskusi sambil menikmati keharmonisan keluarganya.
Setelah menyiapkan bumbu-bumbu mereka pun siap membakar Ayam, daging dan ikan yang telah tersedia. Sakti mengipas-ngipas bara api sedangkan Alita mengoleskan bumbu pada danging, Ayam dan Ikan yang sedang di bakar.
Fathiya dan Ridho sibuk mendokumentasi keharmonisan keluarga yang mereka miliki. Semua orang di selimuti dalam kebahagiaan.
Tiba-tiba....
“Aaawwww...” pekik Zahra merasakan sakit yang dahsyat di perutnya.
“ Ada apa Ra??” Tanya Faiz khawatir dengan istrinya.
“ Mas sakiiiit...” teriak Zahra tak tahan merasakan sakit dari perutnya.
Menurut jadwal dari dokter, Zahra akan melahirkan sekitar 2 minggu lagi, namun ini tampak lebih awal dari perkiraan dokter.
“ Fa...mungkin Zahra mau melhirkan,,,ayo kita bawa ke rumah sakit...” seru rahayu yang ikut panik dengan erangan sakit yang di rasakan Zahra.
Faiz pun langsung menggendong istrinya, membawanya langsung ke dalam mobil. Ridho yang selalu cekatan telah memarkirkan mobilnya di depan teras rumah. Fathiya membantu membukakan pintu. Lalu mereka pun langsung membawa Zahra ke rumah sakit.
Sesampai doi rumah sakit, Fathiya langsung turun dan memanggil perawat, perawat jaga pun langsung mendorong brangkar untukmembawa Zahra menuju ruang bersalin.
Dokter kandungan telah berada di ruangannya karena Faiz telah menghubungi dokter saat mereka berada di jalan menuju rumah sakit.
Saat berada di ruang bersalin, Zahra memegang erat tangan Faiz meminta dukungan agar dia kuat melahirkan anak-anak mereka secara normal.
Dokter pun memeriksa Zahra, dan terlihat Bayi akan keluar.
__ADS_1
“ Tidak mungkin di lakukan operasi...kita coba secara normal dulu... kepala anak sudah tampak...” Ucap sang dokter.
“ AAAA.....” pekik Zahra semakin sakit.
“ tahan ya sayang...” lirih Faiz.
“ Nona siap??? “ tanya dokter.
“ Iya dok...” jawab Zahra merasa tak kuat lagi menahan rasa sakitnya.
“ baiklah...tarik nafas dalam-dalam....” aba-aba dari dokter.
“ satu....dua...dorong....” perintah dokter.
“ aaaaahhhhhhh...” pekik Zahra.
“ Oek,...Oek....” suara tangis bayi laki-laki pun pecah di ruangan itu.
“ Masih ada ya nona....sekali nlagi... tarik nafas...” perintah dokter lagi.
“Satu...dua....dorong...” aba-aba dokter lagi.
Zahra mengikuti aba-aba dokter dengan cermat.
“ Aaaaahhhh...” teriak Zahra lagi.
“ Masih ada satu lagi ya nona....” ujar Dokter lalu dokter pun kembali memberi aba-aba.
“ Oeekk,...oek....” bayi ketiga pun lahir dengan selamat, nmaun bayi ketiga nbukanlah seorang bayi laki-laki melainkan bayi perempuan.
Zahra tak sadarkan diri setelah melahirkan ketiga anaknya. Melihat hal itu Faiz langsung panik.
“ dok...apa yang terjadi dengan istri saya...??” tanya Faiz panik.
Dokter pun langsung memeriksa keadaan Zahra.
“ Tolong sus...bawa tuan ini keluar dulu...” pierintah dokter pada perawat yang membantu dokter.
“ Tuan....kita keluar sebentar ya,...agar dokter bisa fokus memeriksa nona...” ujar seorang perawat lalu menarik tangan Faiz keluar ruangan. Faiz semakin panik dengan hal itu dia tetap bertahan ingin mengetahui keadaan istrinya.
Faiz telah berada di luar ruangan, seluruh keluarga yang melihat Faiz hanya terdiam, merasa penasaran apa yang terjadi dengan Zahra. Mereka yang langsung menyusul Zahra setelah Zahra di bawa ke rumah sakit menjadi panik dengan keadaan Zahra saat ini.
Awalnya mereka bahagia saat mendengar suara tangisan ketiga bayi Zahra, namun saat ini mereka merasa khawatir dengan keadaan Zahra.
__ADS_1
“ ada apa Fa??” tanya mama Rahayu pada Faiz yang tampak seperti orang yang bingung.
“ Ara ma...” lirihnya lalu dia pun terduduk di lantai, semua orang menjadi cemas.
Tak berapa lama perawat pun membawa ketiga bayi kembar Zahra keluar dan memberikannya kepada keluarga.
Mama Rahayu, buk Mawar dan buk Siti mengambil ketiga bayi tersebut lalu menggendongnya.
“ Bagaimana keadaan putri saya sus?” tanya Buk Mawar pada Perawat.
“ HB nona turun secara drastis...saat ini dokter sedang berusaha menstabilkan HB nona Zahra...” jelas perawat.
“ Semoga nona Zahra baik-baik saja....” ucap perawat lagi.
Faiz masih cemas walaupun sudah mendapat berita tentang Zahra dari perawat.
Setelah itu dokter pun keluar dari ruangan bersalin, saat melihat dokter Faiz langsung berdiri menghampiri dokter.
“ Bagaimana keadaan istri saya dok...??” tanya Faiz.
“ Nona Zahra hanya kelelahan, dia butuh istirahat, sebentar lagi nona Zahra Akan di pindahkan ke ruang rawat inap...” jelas dokter.
“ Saya boleh menemuinya dok...?” tanya Faiz lagi.
“ Untuk saat ini jangan dulu...lebih baik keluarga membiarkannya istirahat dulu...nanti setelah di ruang rawat inap. Keluarga boleh menemui Zahra...” jelas dokter lagi.
“ Alhamdulillah...” gumam mereka mendengar keadaan Zahra.
Faiz bersyukur istrinya masih bisa di selamatkan.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
__ADS_1
# Vote...
# dan hadiah