
Setelah kepergian Dua orang pihak berwajib itu, Rahayu dan Zahra menatap Faiz meminta penjelasan dari semua ini.
Faiz menghela nafasnya mendapat sorotan mata yang tajam dari dua orang wanita yang di cintainya.
"Apa maksudnya ini Fa...???" tanya Rahayu pada putranya.
Sedangkan Zahra menatap tajam pada suaminya menanti jawaban dari suaminya.
"Begini ma...menurut analisa Faiz, kecelakaan yang menimpa Zahra bukan tidak sengaja namun yang di sengaja... Saat ini pelaku yang mendorong Zahra hingga jatuh sudah di tangkap..." jelas Faiz.
Zahra hanya bengong mendengarkan penjelasan suaminya selama ini dia merasa tak memiliki musuh, dan seandainya Dahlia yang melakukan itu, menurut Zahra itu sangat mustahil.
Rahayu mengangguk mengerti atas penjelasan dari putranya.
"Ya udah mama mau ganti baju dulu..." Ujar Rahayu dan berlalu menuju kamarnya.
Sedangkan Faiz mengajak Zahra ke kamar untuk mengganti pakaian mereka, Faiz menggandeng mesra tangan istrinya, dia semakin mencintai Zahra setelah tahu Zahra juga mempunyai yang sama padanya semenjak dia masih kecil.
Di kamar Zahra mengambil pakaian gantinya, dan hendak melangkah menuju kamar mandi untuk memgganti pakaian.
Namun di hadang oleh Faiz.
"Ra...kamu mau ngpapain...???" tanya Faiz pura-pura tak mengerti.
"Ya ganyi baju lah mas...katanya mau pergi ke kantor polisi..." jawab Zahra heran melihat tingkah suaminya.
Faiz memegang tangan Zahra, lalu mendekatkan tubuhnya ke tubuh Zahra, Zahra yang dari awal melangkah mundur kinibtak bisa bergerak lagi karena telah bersandar di tembok.
"Ra....." lirih Faiz dengan tatapan yang tak dapat di artikan.
Zahra yang tak mengerti dengan tingkah Faiz hanya bisa diam kebingungan.
"Mas...kena..." belum usai Zahra berkata-kata, bibir Faiz telah menyentuh lembut bibir istrinya, Faiz menikmati sentuhan bibir itu, walau Zahra hanya diam saja.
Zahra yang tak pernah merasakan ci**an, hanya membelalakkan matanya kaget dengan tingkah suaminya.
Zahra pun mendorong tubuh Faiz di saat dia tidak bisa lagi bernafas.
"I love you...aku benar-benar sangat mencintaimu..." lirih Faiz dengan nafas tersengal-sengal.
Zahra langsung memeluk tubuh Faiz, Dia sangat bersyukur pria angkuh dan kejam itu kini telah berubah kembali menjadi orang yang penuh menyayanginya.
"Mas...kita jadi pergi kan???" Tanya Zahra dengan polosnya karena Faiz masih memeluk erat tubuh Zahra.
Faiz tersenyum.
"Iya....ya udah kamu ganti baju gih..." titah Faiz pada Zahra tapi dia masih menggenggam tangan Zahra.
"Tapi mas...tolong lepaskan tanganku mas..." pinta Zahra melirik tangannya yang masih di genggam oleh Faiz.
__ADS_1
"He..he..he.." Faiz terkekeh.
"kamu ganti bajunya disini aja...kamu gak berdoaa kok memperlihatkan auratmu di depanku...karena aku adalah suamimu..." ujar Faiz.
Zahra yang masih malu langsung berlari ke kamar mandi, meninggalkan Faiz yang tersenyum melihat tingkah Zahra yang masih terlihat kekanak-kanakan.
Tak berapa lama Zahra pun keluar dari kamar mandi, debgan pakaian yang telah rapi, sedangkan Faiz menunggu Zahra untuk membantunya mengganti pakaian.
Zahra melangkah menuju lemari lalu mengambil pakaian casual untuk Faiz, Dia pun membantu Faiz mengenakan pakaiannya.
Saat Zahra membantu Faiz, Faiz terus menggida istrinya yang semakin hari tampak semakin cantik di matanya.
"geemeez..." bisik Faiz tiba-tiba sambil mencubit hidung Zahra.
"Mas faiz apaan sich..." ucap Zahra sambil cemberut.
membuat Faiz langsung melayangkan ciuman di pipi istrinya yang memerah karena tersipu malu ulah perlakuan Faiz.
Tok...tok...tok..
Rahayu mengetuk pintu kamar Faiz.
"Fa...jadi berangkat gak???" teriak Rahayu kesal dari luar kamar Faiz karna dia telah menunggu lama di bawah, namun anak dan menantunya belum juga keluar kamar hingga dia pun memutuskan untuk menyusul ke kamar putranya.
"Tuh kan...mama udah nungguin kita..." ujar Zahra pada Faiz, dia merasa tidak enak mendengar teriakan ibu mertuanya yang terlalu lama menunggu mereka.
"Cepatan...!!!" sahut Rahayu, lalu dia pun kembali turun ke bawah menunggu Faiz dan Zahra di ruang keluarga beraama suaminya.
"Yukk sayang..." ucap Faiz pada Zahra. Ini pertama kalinya Faiz memanggil Zahra dengan sebutan Sayang membuat Zahra menjadi tersipu malu. Namun jauh di lubuk hatinya dia sangat bahagia dengan panggilan itu.
Faiz menggandeng tangan istrinya turun ke lantai satu, saat melewati ruang keluarga.
"Yukk ma kita berangkat" ajak Faiz pada mamanya.
Rahayu berdiri, dan meminta izin pada suaminya.
"Papa gak ikut temani mama??" tanya Faiz pada Adrian karena biasanya papa akan menemani Rahayu kemana saja kecuali ke mall dan ke salon.
"Nggak...karena mama perginya sama kamu...papa di rumah aja..." jawab Adrian.
"Owh...ya udah kami berangkat dulu ya pa..." Faiz dan Zahra menyalami Adrian berpamitan.
Mereka pun keluar rumah lalu memasuki mobil, Faiz melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
Di perjalanan mereka tak banyak mengeluarkan kata-kata, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
20 menit perjalanan mereka sampai di kantor polisi, Zahra dan Rahayu di mintai keterangan oleh polisi, Setelah selesai di tanyai oleh polisi, Faiz meminta izin pada kepala polisi untuk berjumpa dengan pelaku.
Polisi pun mengantarkan Faiz ke dalam ruang temu dengan para tahanan.
__ADS_1
Disana Faiz geram melihat pelaku, ingin rasanya dia menghabisi pria yang telah membuat istrinya celaka.
Faiz menatap tajam pria itu. Pria yang kini telah duduk di hadapannya.
Sedangkan pelaku tersebut hanya menundukkan kepalanya.
"Apa urusanmu dengan istriku...???" Tanya Faiz pada pria itu dengan sinis.
Pelaku itu masih diam tak berkutik, Faiz semakin geram di buatnya.
"Apakah istriku pernah melukai dirimu??? hingga kau berani mencelakainya..." Faiz kembali bertanya namun sang pelaku masih saja diam.
"Jika kau tak ingin menjawab pertanyaanku... maka jangan harap kedua orang tuamu aman di rumah...!!!" ancam Faiz yang sudah menyelidiki kehidupan sang pelaku.
Pelaku langsung menatap tajam pada Faiz.
"Jangan coba-coba kau menyentuh keluargaku...!!!" bentaknya kesal karena Faiz mulai mengancamnya.
"Kalau kau tak ingin orang tuamu terluka, jelaskan padaku apa motifmu melukai istriku..." Faiz mencoba bernegosiasi dengan pelaku itu.
"Aa...ku...hanya di suruh orang..." jawabnya jujur.
"Siapa???" bentak Faiz pada Pria itu.
"Dahlia..." tak perlu waktu yang lama Faiz dapat mengetahui dalang di balik semua peristiwa yang menimpa Zahra.
Mengapa wanita iblis itu ingin melukai Zahra, padahal Zahra tak mengenal dirinya. Apakah semua ini ada sangkut pautnya dengan diriku...??? Bathin Faiz lalu pergi meninggalkan pelaku yang telah mencelakai Zahra.
Faiz takkan tinggal diam dengan hal ini, dia akan membuat perhitungan dengan wanita jalang yang telah berani menyakiti istrinya.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
# dan hadiah...
terimakasih pembaca setiaku...
__ADS_1