Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 104


__ADS_3

Acara akad Nikah telah usai, semua tamu di jamu makan oleh tuan rumah, sedangkan resepsi pernikahannya akan di laksanakan nanti malam.


Semua keluar berfoto ria guna mengabadikan kenangan penting acara pernikahan Fathiya dan Ridho, Setelah puas berfoto ria bersama keluarga, mama Ridho meminta Ftahiya dan Ridho berfoto berdua di kamar pengantin dengan panduan fotografer.


Ridho yang memang sudah mencintai Fathiya dengan mudah menyesuaikan panduan dari sang fotografer, begitu juga dengan Ftahiya walau dia sedikit ragu namun tampak di mata mereka, mereka telah saling mencintai.


Setelah melakukan berbagai pose akhirnya acara berfoto pun selesai, sang fotografer pun keluar dari kamar Fathiya meninggalkan Fathiya dan Ridho.


Mereka pun terdiam canggung berada satu kamar, Ridho menatap Fathiya yang kini menunduk malu.


“ Ya...” panggil Ridho.


Fathiya pun mengangkat kepalanya menoleh pada Ridho.


“ Mhm....” gumam Fathiya


“ Maafkan aku....” lirih Ridho


“ Maaf buat apa??” tanya Fathiya heran dengan perkataan maaf yang di lontarkan Ridho.


“ Maaf telah membuatmu terjebak di dalam pernikahan ini...” ijar Ridho pada Fathiya.


“ sudahlah jangan di bahas lagi...aku ikhlas kok membantumu...” ucap Fathiya.


“ tapi...” Ridho sengaja menggantungkan ucapannya menunggu reaksi dari Ftahiya.


“ Tapi apa?”


“ Tapi...a...a...ku...mulai mencintaimu..” ujar Ridho jujur menyatakan cintanyapada Fathiya.


Fathiya mendengar pernyataan cinta dari Ridho langsung menatap Ridho dalam mencari kebohon di mata Ridho, namun tampak jelas di manik Ridho ada cinta untuk dirinya.


“ Aku juga sudah mencintaimu...” ucap Fathiya jujur dengan perasaannya.


Ridho tak percaya dengan ucapan Fathiya.


“ Apa kau bilang...?” tanya Ridho sekali lagi memastikan ucapa Fathiya.


“ Aku mencintaimu...” ucap Fathiya lagi.


Ridho sangat bahagia mendengar itu, dia pun langsung memeluk tubuh wanita yang kini telah SAH menjadi istrinya,


Ridho pun menc*** bibir Fathiya dengan lembut, yang di balas lembut oleh Fathiya., mereka tenggelam dalam ci**** yang semakin panas.


Tok...Tok...Tok...


Buk Mawar mengetuk pintu kamar Fathiya, sehingga mereka pun menghentikan adegan panas mereka.


Fathiya pun membuka pintu dengan mulut yang belepotan dengan lipstik.

__ADS_1


“ Ada apa ma??” tanya Fathiya saat melihat mamanya berdiri di depan pintu.


“ mama mau bilang...kita berangkat ke hotel jam 4 habis ashar ya...” ujar buk Mawar.


“ Iya ma...” ucap Fathiya.


“ trus kamu makan siang disin atau makan siang di ruang makan, semua keluarga sudah makan siang...kalau mau makan siang disini...biar mama suruh pelayan mengantarkan makanan kalian...” ujar buk Mawar lagi.


“ kami makan siang disini aja ma...” jawab Fathiya.


“ Ya udah...kalau gitu nanti mama suruh pelayan anterin makanannya....tapi...nanti kamu keluar jangan belepotan kayak gini...” ujar buk Mawar lalu pergi meninggalkan Ftahiya dengan kebingungan mendengar ucapan mamanya.


Dia pun masuk dan tak lupa menutup pintu kamarnya, Fathiya langsung menuju cermin di meja riasnya.


“ Ya Ampuuun...” ujar Fathiya menepuk jidatnya.


Ridho yang melihat Fathiya, heran apa yang terjadi pada Istrinya Ridho pun menghampiri Fathiya.


“ Ada Apa Ya??” tanya Ridho heran.


Fathiya pun membalikkan badannya dan dia pun melihat wajah suaminya juga belepotan dengan lipstik miliknya.


“ Ada apa??” Ridho semakin heran.


“ Nih coba kamu lihat....” ucap Fathiya sambil menunjukkan bekas liptik Fathiya yang menempel di bibir Ridho.


“ Haahaha...” mereka pun tertawa melihat wajah mereka berantakan karena kasi ci**** yang mereka lakukan tadi.


Fathiya mengambil makanan itu dan mereka pun makan dengan lahap. Mereka bahagia karena saat ini mereka telah mengetahui isi hati mereka masing-masing. Walaupun pernikahan ini terjadi dengan terpaksa namun cinta itu datang dengan sendirinya.


******


Sebuah ballroom hotel bintang lima telah di hias dengan hiasan yang sangat mewah dan indah. Hiasan bunga yang terpasang di pelaminan membuat elegan acara pernikahan mereka, kedua mempelai telah bersanding di pelaminan menatap ke seluruh ruangan yang telah di hadiri oleh beberapa tamu penting keluarga.


Sesekali beberapa tamu naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai. Seorang wnaita yang ikkut hadir di acara itu tampak kesal melihat kebnahgiaan yang terpancar di wajah Fathiya dan Ridho.


Dia yang sedari dulu menjadi prioritas bagi Ridho, kini dia pun di tinggal oleh Ridho. Namun dia menyadari semua ini terjadi karena kesalahan dirinya sendiri. Karena kebodohannya yang terus mengejar-ngejar Faiz dan mengabaikan cinta yang besar yang di berikan Ridho padanya.


Di sisi lain, Mawar Laita dan Sakti duduk di sebuah meja bercengkrama menyaksikan kebahagiaan Fathiya.


“Ma...mama tahu nggak sebenarnya pernikahna mbak Yaya ini terpaksa...” Alita memberitahukan mamanya.


“ Maksud kamu Apa Ta??” tanya Buk Mawar pada putri keduanya,


Akhirnya Alita pun menceritakan kejadian yang sebnarnya sehingga pernikahan antara Fathiya dan Ridho terjadi, Alita tahu hal ini dari mama Ridho yang sempat berjumpa di mall waktu itu.


“Tapi setelah aku perhatikan, kayaknya mbak Yaya dan Mas Ridho saling mencintai ma...” tutur Alita menutup ceritanya.


“ Kalau mereka nggak saling mencintai nggak mungkin tadi mereka melakukan ci...” Buk Mawar menghentikan ucapannya. Membuat Alita dan Sakti heran.

__ADS_1


“ Apa ma...??” tanya Alita dan Sakti serentak.


“ eh...nggak jadi... kita do’akan saja semoga pernikahan mereka membawa kebahagiaan bagi keduanya...aamiin...” ucap Mawar yang hampir keceplosan menceritakan aksi yang sempat kepergok olehnya tadi siang saat dai datang ke kamar Fathiya.


Zahra dan Faiz juga sibuk menyambut tamu undangannya, Zahra juga mengundang Alisya dan Reynald untuk datang ke acara pernikahan kakaknya, Awalnya Reynald enggan untuk datang ke acara pernikahan kakak Zahra namun berkat bujukan Alisya, akhirnya Reynald mau datang ke acara pernikahan Fathiya.


Alisya dan Reynald menghampiri Zahra dan Faiz yang tengah duduk di sebuah meja yang tersedia, Zahra yang mulai lelah berdiri dia pun mengajak Faiz untuk duduk.


“ Hai Ra...Apa kabar...?” sapa Alisya.


“ ‘Alisya...kabar baik...kamu apa kabar Sya...?” tanya Zahra pada sahabatnya itu.


“ Baik juga Ra....” jawab Alisya, Reynald berdiri di belakang Alisya, dia masih takut untuk berjumpa dengan Faiz.


“ Hei bung...apa kabar??” tanya Faiz pada Reynald ramah.


Reynald kaget dengan sikap ramah Faiz.


“ Ba...ba...ik pak...” ucap Reynald gugup.


“ Saya minta maaf atas sikap saya tempo hari...” ucap Faiz tulus.


Faiz mulai mengerti persahabatan yang terjadi antara Zahra, Reynald dan Alisya. Untuk itu dia menghilangkan rasa cemburu yang ada di hatinya, lagian dia juga sudah yakin dengan cinta yang di berikan Zahra pada dirinya.


“ Saya juga minta maaf pak...atas kesalah pahaman yang telah terjadi...” ucap Reynald dengan tersenyum.


“ Syukurlah...” seru Zahra dan Alisya tersenyum.


“ Kalian Sudah makan??” tanya Faiz ramah.


“ udah pak...” jawab Alisya.


Mereka pun mengobrol ringan mengisi malam yang panjang sambil menikmati hiburan yang di tampilkan oleh artis-artis ibu kota.


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...

__ADS_1


# dan hadiah


__ADS_2