
Selama Frank pergi ke rumah sakit, Stella membersihkan dirinya, dia merasa badannya lengket karena telah melakukan perjalanan jauh.
Setelah selesai mandi Stella pun membaringkan tubuhnya di ranjang, hingga akhirnya dia pun tertidur. Pada sore hari, Frank baru saja selesai mengurus persiapan operasi Stella, dia baru saja sampai di kamar hotel miliknya.
Frank langsung membersihkan dirinya di kamar mandi,agar dia merasa segar setelah lelah seharian mengurus urusan Stella. Setelah itu dia pun melihat Stella di kamarnya yang berada tepat di samping kamar Frank.
Tok...tok...tok...
( Frank mengetuk pintu kamar Stella)
Stella terbangun dari tidurnya saat mendengar ketukan dari pintu kamarnya. Stella pun bangkit dan melangkah menuju pintu kamarnya, lalu membukakan pintu kamar, dia melihat Frank telah rapi mengenakan pakaian casual.
Dengan penampilannya yang santai membuatnya terlihat semakin tampan.
“ Kau sudah pulang??” tanya Stella pada Frank.
“ Iya...besok kamu akan melaksanakan operasi pada jam 9 pagi...”
“ Bagaimana sore ini kita jalan-jalan dulu...” ajak Frank untuk mengisi waktu mereka saat berada di Singapura.
“Mhm...kemana?? A...aku,,,” Stella tak percaya diri berkeliling Singapura dengan keadaannya saat ini, dia hanya keluar rumah hanya untuk hal-hal yang penting.
“ Kita pergi taman-taman aja...dimana tempat itu tidak rame di kunjungi orang...” ujar Frank karena dia tahu alasan Stella merasa malas keluar walaupun hanya sekedar berkeliling.
“ Baiklah...aku ganti baju dulu...” ujar Stella lalu dia pun mengambil pakaiannya di koper dan membawanya ke kamar mandi, dia akan mengganti pakaiannya di kamar mandi karena saat ini telah duduk di shofa yang ada di kamar Stella.
Setelah mengganti pakaiannya, Dia pun keluar dari kamar mandi, Stella mengenakan gamis hitam dan membalut kepalanya dengan selendang merah, dengan itu dia dapat menutupi bekas luka bakar yang ada di tubuhnya, dia tak ingin Frank mendapat cemooh dari orang – orang karena jalan bersamanya.
“ Yukkk...” Ajak Stella.
Frank menututp tabletnya dan menatap pada wanita yang sangat di cintainya. Walaupun saat ini Stella tak secantik saat awal mereka berjumpa, Frank tetap mencintai Stella.
Mereka pun keluar dari kamar Stella dan berkeliling kota Jaya Pura. Mereka berhenti di sebuah taman yang disana terdapat sebuah danau buatan. Mereka pun menghabiskan waktu hingga petang bersantai disana.
Saat langit mulai gelap, Frank mengajak Stella makan malam terlebih dahulu sebelum mereka kembali ke hotel. Frank memberikan perhatian penuh pada Stella hal itu membuat Stella merasa semakin nyaman berada di dekat Frank.
*****
Singapura jam 9.00
Stella telah berada di ruangan persiapan operasi, Dia terbaring menunggu perawat membawanya ke ruangan operasi, Frank menggenggam erat tangan Stella.
“ Apa kau sudah siap??” tanya Frank pada Stella.
__ADS_1
Stella hanya mengangguk dia membalas genggaman Frank dengan Erat seakan dia tak ingin terpisah dari pria yang telah menyelamatkannya selama ini.
“ Aku akan menunggumu disini...dan Aku akan selalu menjagamu disini...” ucap Frank dengan tulus dan penuh keyakinan.
“ terima kasih Frank...” ucap Stella dan dia pun mengangkat tubuhnya lalu mencium pipi kanan Frank.
“ Aku banyak berhutang budi padamu...” lirih Stella lau dia pun kembali berbaring.
Seorang perawat masuk ke dalam ruangan tempat Stella berada.
“ Are you ready??” tanya si perawat pada Stella.
Stella hanya mengangguk dan menatap pada Frank memberikan sebuah anggukan untuk menguatkan Stella agar Stella tak takut dalam melaksanakan operasi nantinya.
Perawat pun membawa Stella masuk ke dalam ruangan operasi, sedangka Frank menunggu di luar ruangan operasi, Laura melangkah hendak masuk ke dalam ruangan operasi.
“ Ra...tolong lakukan yang terbaik untuk Stella...!!” [inta Frank pada sahabatnya itu.
“ Aku akan melakukan yang terbaik buat calon kekasih sahabatku...” goda Laura pada sahabatnya yang tampak tegang.
“ terima kasih...” ucapnya.
Laura pun masuk ke dalam ruangan operasi dan memulai pekerjaan yang biasa di lakukannya. Dengan sangat hati- hati dan bantuan beberapa oranga perawat dia pun dapat menyelesaikan operasi selama 4 jam lamanya.
Setelah empat jam lamanya, Laura keluar dari ruangan operasi, Frank yang melihat sahabatnya keluar dari ruangan operasi dia langsung berdiri menghampiri Laura.
“ Bagaimana Ra??” tanya Frank pada Laura. Tampak raut wajahnya sangat mencemaskan wanita yang sangat di cintainya.
“ Operasi berhasil...tapi dia masih butuh perawatan... kami berharap Stella bisa sabar dalam menjalaninya...sebentar lagi perawat akan membawa Stella ke ruang rawat...” jelas Laura dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Dia tersenyum melihat Frank yang sangat mencintai Stella, selama ini yang dia tahu. Frank hanya fokus dengan kuliahnya dan tak pernah memikirkan seorang wanita.
“ terima kasih Ra... aku yakin kamu akan melakukan yang terbaik untuknya...” ujar Frank pada Laura.
"Sama-sama...kamu jangan khawatir lagi... dalam seminggu ini perbannya akan di buka..." jelas Laura lagi.
Tak berapa lama perawat mendorong brangkar Stella yang terbaring di atasnya menuju ruang rawat, Frank yang melihat itu langsung mengikuti langkah para perawat itu.
"Aku ikutin Stella dulu ya Ra..." Pamit Frank pada Laura sebelum mengikuti Stella.
Laura memgangguk dan menatap Frank yang begitu perhatian pada Stella.
Di ruang rawat Stella masih belum sadarkan diri. Frank menunggu Stella dengan setia di ruangan Stella.
__ADS_1
Seminggu telah berlalu, Hari ini waktu Stella akan membuka perban yang ada di tubuhnya. Hari ini dia akan melihat bagaimana hasil dari operasi plastik yang telah di lewatinya.
Laura masuk ke dalam ruang rawat Stella. Frank berdiri saat melihat Laura masuk.
"Frank...kami akan membuka perban yang ada di tubuh Stella, bisakah kau keluar sebentar..." ujar Laura menghampiri Frank.
"Baik..." ucap Frank.
"O..iya Frank...apakah kau sudah membawa pakaian untuk Stella..??" tanya Laura sebelum Frank keluar dari ruangan Stella.
Frank membuka lemari yang ada di samping brangkar Stella, lalu mengeluarkan pakaian milik Stella yang sengaja di bawanya tadi pagi, sesuai pesan dari perawat.
"Oh...ini..." ucap Frank sambil menyodorkan pakaian milik Stella.
"Terima kasih..." ucap Laura lalu Frank pun keluar dari ruang rawat Stella.
Laura pun mendekati Stella
"Pagi Stell..." sapa Laura pada Stella sebelum memulai membuka perban yang ada di tubuh Stella.
"Pagi dokter..." sapa Stella dengan susah payah untuk bicara karena mulutnya sedikit tertutup perban.
"Kamu siap...?? kita akan coba membuka perban yang ada di tubuh kamu...dan kita akan melihat hasil dari operasi yang telah kita jalani.
Stella mengangguk, Laura dan perawat memulai membuka perban. Hati Stella deg-degan menunggu hasil operasinya.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
# dan hadiah
__ADS_1