
Kediaman Adrian....
Jam 4.00 sebelum subuh.
Zahra terbangun dari tidurnya, Zahra merasakan sangat lelah di karenakan semalam ini dia tak bisa tidur dengan nyenyak, karena perutnya yang semakin membessar membuatnya tidak bisa tidur dengan nyaman.
Zahra berusaha bangun dari tidurnya, karena kehamilannya sudah lebih 7 bulan maka berat badan dan perutnya semakin membuatnya susah dalam bergerak.
Zahra menatap suaminya yang masih tidur dengan nyenyak, Zahra ingin melangkah ke kamar mandi dia butuh bantuan untuk melangkah ke kamar mandi namun dia tak ingin mengganggu tidur suaminya yang masih lelap.
Dia pun berusaha dengan susah payah melangkah menuju kamar mandi dengan menggunakan dinding tumpuannya melangkah.
Faiz terbangun, dia melihat istrinya yang sedang susah payah melangkah menuju kamar mandi. Dia pun berdiri dan menghampiri istrinya lalu membantu Zahra menuju kamar mandi.
“ Sayang...kalau butuh bantuan...kamu kan bisa bangunin aku...” ujar Faiz pada istrinya yang selalu berusaha mandiri walau sebenarnya dia sangat membutuhkan bantuan suaminya.
“ nggak apa-apa mas...Ara bisa kok...” ucap Zahra tak ingin merepotkan Faiz.
“aku tahu siapa kamu...kamu takkan merepotkan siapa pun...tapi aku ini suamimu...aku takkan pernah merasa di repotkan...karena apa yang kamu rasakan saat ini adalah perjuangan seorang ibu... dan aku sebagai ayah mereka memiliki tanggung jawab atas dirimu.,...” ujar Faiz menasehati istrinya yang selalu keras kepala>
“ iya suamiku...” ucap Zahra mengalah.
Zahra pun kini telah berada di kamar mandi, dia pun mulai membersihkan tubuhnya, sedangkan Faiz menunggu Zahra duduk di pinggir ranjang. Zahra yang sudah selesai mandi membuka pintu kamar mandi, faiz langsung berdiri membantu istrinya melangkah mengambil mukenanya, Faiz membantu Zahra memakai mukenanya.
“ Mas...kamu mandi duluan ya sayang...aku tungguin mas sambil shalat tahajud dan mengaji...” ujar Zahra.
“ Iya...tapi aku bantuin kamu dulu pake mukenanyanya...” ujar Faiz.
“ aku bisa sendiri kok mas...” ujar Zahra tak ingin merepotkan suaminya.
Zahra tahu betul bagaimana Faiz terhadapnya sejak hamil, Faiz lebih memprioritaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan Zahra. Dia selalu berusah menjaga istrinya walau istrinya selalu berusaha untuk mandiri.
Setelah selesai memasangkan mukena Zahra Faiz pun melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Zahra pun melaksanakan shalat tahajud dan membaca Ayat-ayat suci al-qur’an sambil menunggu Faiz selesai mandi.
Faiz keluar dari kamar mandi, dia pun melangkah ke arah lemari lalu mengambil pakaian yang akan di kenakannya sendiri. Sejak kehamilan Zahra semakin berat. Faiz membiasakan diri untuk mencari dan mengenakan pakaiannya, walaupun Zahra masih tetap melakukan hal itu, dia tetap melarang istrinya karena dia tak ingin istrinya kelelahan.
Setelah Faiz selesai mengenakan Pakaian Azan subuh pun terdengar, mereka pun mendengarkan azan subuh dengan khidmat setelah itu mereka pun melaksanakan ibadah shalat subuh secara berjama’ah seperti yang biasa mereka lakukan.
Setelah selesai shalat subuh mereka pun melangkah keluar kamar untuk sarapan, saat ini kamar Faiz dan Zahra telah pindah ke lantai bawah. Faiz tak ingin mengambil resiko Zahra yang turun naik tangga dapat membahayakan dirinya serta anak-anak yang di dalam kandungannya.
Di ruang makan mama dan papa belum datang, Faiz dan Zahra pun duduk di meja makan.
__ADS_1
“ tumben mama sama papa belum di sini..?” tanya Zahra pada Faiz khawatir dengan kesehatan pak Adrian.
“ mungkin mama kesiangan...kita tunggu aja dulu...” jawab Faiz
“ mjm... iya...mas...” panggil Zahra.
“ ada apa sayang?” tanya Faiz pada Zahra.
“ Hari ini kan hari sabtu...Ara kangen sama mama...kita ke rumah mbak Yaya yuk...” ajak Zahra memohon pada Faiz.
“ owh...ya udah...nanti sore kita ke rumah mbak Yaya...” ujar Faiz pada Zahra mengabulkan permintaan istrinya
“ mama juga ikut ya...” ujar mama Rahayu yang baru saja masuk ke ruang makan bersama papa Adrian.
“ boleh ma...biar rame...” ujar Zahra sangat bahagia.
“ nenek juga ikut...” pinta nenek Faiz yang juga baru masuk ke dalam ruang makan.
“ Iya nek...Ara senang banget kalau mama sama nenek juga ikut...kan jadi rame di rumah mbak Yaya...mama Mawar pasti senang banget...” ucap Zahra dengan wajah berseri-seri.
“ ya udah nanti kita berangkatnya pake mobil kakek aja...” ujar kakek yang juga semangat untuk mengunjungi ibu kandung Zahra.
“ Iya ma...” jawab Zahra
“ Ya udah...kita sarapan dulu ya...nanti pak KepSek terlambat ke sekolah...” ujar Adrian mengahi pembicaraan mereka.
Mereka pun menikmati sarapan pagi mereka dengan lahap. Setelah selesai makan Faiz pun berdiri berpamitan untuk berangkat ke sekolah.
Zahra mengantarkan Faiz hingga teras.
“ mas berangkat dulu ya sayang...kamu hati-hati di rumah.... gak usah ngelakuin hal-hal yang membuat kamu merasa lelah...” ujar5 Faiz menasehati istrinya sebelum meninggalkannya di rumah.
Setelah itu dia pun berjalan-jalan di taman agar dia dapat melahirkan dengan normal walaupun dokter lebih menyarankan Zahra untuk operasi SC, namun Zahra masih bertekad untuk dapat melahirkan secara normal.
Pada sore hari semua keluarga telah siap untuk berangkat ke rumah Fathiya, rumah Fathiya memang memang agak terlalu jauh dari kediaman Adrian namun mereka sudah terbiasa datang berkunjung kesana paling tidak satu kali dua minggu. Bahkan setiap minggu jika Zahra sangat merindukan mamanya.
Setelah 40 menit perjalanan, mereka pun tiba di depan rumah Zahra, satpam yang sudah hapal dengan tamu yang datang langsung membukakan pintu gerbang untuk keluarga besar Zahra.
“ Assalamu’alaikum...” ucap Zahra saat telah berada di depan rumah kakaknya.
“ Wa’alaikumsalam....” jawab Alita yang saat ini juga berada di rumah Fathiya. Alita membukakan pintu rumah, Alita menyambut kedatangan keluarga besar adiknya.
__ADS_1
“ masuk kek...nek... papa...mama...” ujar Alita mengajak semua keluarga masuk ke dalam rumah.
Buk Mawar dan Fathiya juga menyambut kedatangan mereka, mereka mengajak seluruh keluarga masuk ke dalam ruang keluarga yang sengaja di desain lebih besar dari ruangan lainnya. Mereka pun berkumpul melepas Rindu sambil bercengkrema.
“ kebetulan semua keluarga sedang berkumpul...aku mau kasih kabar gembira pada semuanya...” ujar Mawar di sela-sela canda mereka.
“ kabar apa war?” tanya nenek penasaran
“ kabar gembira...dalam waktu dekat ini Fathiya akan menikah...” ujar Mawar memberitahukan seluruh anggota keluarga.
“ serius ma?mbak Yaya mau menikah??” tanya Alita meyakinkan pendengarannya tak salah dengar.
“ Iya...” jawab Mawar.
“ sama siapa ma?” tanya Zahra ikut penasaran dengan berita yang di sampaikan oleh mamanya.
“ mhm...sama asisten pribadi Faiz...” jawab mama Mawar tak ingin memberitahukan namanya secara langsung karena keluarga besar akan kaget jika mengetahui hal ini.
“ Kamu serius mbak?? Yaya mau nikah sama Ridho...?” tanya Rahayu semakin penasaran.
“ Iya...” jawab Mawar
“ Alhamdulillah...” ucap mereka ikut bahagia dengan berita pernikahan Fathiya.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
# dan hadiah
__ADS_1