Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 46


__ADS_3

Faiz selalu mengabulkan permintaan istrinya, karena dia yakin saat ini istrinya tengah mengandung.


Mereka pun sampai di rumah sakit.


Faiz dan Zahra turun dari mobil, sopir pun menunggu mereka di parkiran.


Mereka masuk ke dalam rumah sakit, Faiz langsung menuju resepsionis. Wanita yang berada di resepsionis menyapa Faiz.


"Bonjour je peux vous aider ??? (Selamat pagi...ada yang bisa saya bantu???)" tanya seorang petugas resepsionis.


"Bonjour aussi ... Je veux rencontrer un gynécologue nommé docteur Anita ... (Selamat pagi juga.... Saya mau bertemu dengan dokter spesialis kandungan yang bernama dokter Anita...)" Tanya Faiz ramah.


"Avez-vous pris rendez-vous avec le docteur Anita ... ( Apakah tuan telah membuat janji dengan dokter anita...???)" tanya resepsionis tersebut.


" Nous avons déjà contacté le docteur Anita avant de venir dans cet hôpital ... ( Sudah kami telah menghubungi dokter Anita sebelum datang ke rumah sakit ini...)" jawab Faiz ramah.


"OK, attendez une minute ... (baiklah...tunggu sebentar...)" ujar Resepsionis itu.


Dia pun mengambil telpon lalu menghubungi ruangan dokter Anita.


Tak berapa lama...


" monsieur ... s'il vous plaît suivez cette religieuse ... (Tuan...silahkan ikuti suster ini...) "


"Il emmènera les dames et messieurs au cabinet du médecin d'Anita (dia akan mengantarkan tuan dan nyonya ke ruangan dokter Anita)" jelas Petugas Resepsionis tersebut.


" D'accord merci...(Oke...terima kasih...)" ucap Faiz lalu mengikuti langkag seorang perawat yang melangkah menuju ruangan dokter anita.


Dokter Anita merupakan spesialis terkenal di paris, dia berasal dari Indonesia. Setelah menyeleaaikan pendidikannya di Paris akhirnya dia mendapat kontrak kerja di rumah sakit ini.


Tok...tok...tok...


Perawat itu mengetuk pintu ruangan dokter Anita. Asisten dokter Anita pun membuka pintu ruangan.


Saat asisten teraebut melihat Faiz dan Zahra dia langsung mepersilahkan Faiz dan Zahra untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Silahkan masuk tuan dan nyonya..." ucapnya Ramah. Asisten dokter Anita juga berasal dari Indonesia.


"Selamat pagi tuan Alfaiz Hermawan..." ujar dokter Anita mengulurkan tangannya menyapa Faiz.


Keluarga Hermawan sangat terkenal di Paris. Apalagi bagi warga Indonesia yang berdomisili di Paris.


"Pagi dokter... Tuan Hermawan telah menghubungi saya... Ini...istri tuan...???" tanya dokter Anita pada Faiz, sambil mengulurkan tangannya pada Zahra yang di sambut Zahra dengan sopan.


"Iya dok..." jawab Faiz sambil mengelus kepala Zahra.


"Wanita yang Anggun...anda beruntung punya istri yang cantik dan anggun seperti dia.." puji dokter Anita yang baru saja berjumpa dengan Zahra.


Zahra memang memiliki aura kharosmatik yang berasal dari hatinya, memancarkan aura kecantikan dan keangunan seorang wanita. Di tambah dengan hijab yang menutupi auratnya membuat dirinya semakin menarik.

__ADS_1


" Terima kasih dokter..." ucap Faiz bersyukur dengan nikmat Allah yang telah memberikannya seorang istri yang sholehah.


" Mhm...Silahkan nona naik ke atas tempat tidur agar di periksa..." perintah dokter sambil menunjuk ke atas tempat tidur yang ada di dalam ruangan itu, disana telah berdiri asisten dokter Anita.


Zahra melangkah menuju tempat tidur dan berusaha naik ke atasnya di bantu oleh Asisten dokter Anita.


Faiz mengamatinya di samping tempat tidur. Asisten dokter Anita meminta Zahra untuk membuka perutnya.


"Maaf ya nona..." ucapnya sambil mengangkat baju Zahra sedikit ke atas. Dia pun mengolesi perut Zahra dengan gel.


"Sudah dok..." ucapnya pada dokter Anita, Dokter Anita pun mendekat pada Zahra dan memasangkan alat usg di perut Zahra memutar alat itu ke kiri dan ke kanan hingga dia menemukan 3 bongkah janin yang tumbuh di rahim Zahra.


"What Amazing...!!! selamat Tuan...istri anda hamil kembar 3..." sahutdokter Anita takjub.


"Apa???Benarkah dok???" Faiz tak percaya dengan yang di katakan dokter.


"Iya..." dokter Anita mengangguk dengan senyuman.


Faiz sangat bahagia, bidadari kecilnya tengah mengandung buah hatinya sekaligus 3 janin yang tumbuh di dalam rahimnya.


"Alhamdulillah..." seru Zahra yang di ikuti oleh Faiz.


Setelah selesai pemeriksaan, dokter Anita pun jembali dusuk di kursinya.


Zagra pun turun dari tempat tidur di bantu oleh Asisten dokter Anita.


Lalu Faiz dan Zahra pun duduk di kursi pasien di hadapan meja dokter Anita.


"Karena nyonya mengandung kembar 3, Nyonya tidak di izinkan mengangkat yang berat-berat..


" nyonya di harapkan jangan lelah, harus mengatur pola makan dengan gizi yang seimbanh agar janin yang berada di rahim nyonya tumbuh dengan sehat dan sempurna..." jelas dokter Anita pada Faiz dan Zahra.


"Baik dok...saya kan menjadi suami siaga untuk istri dan anak-anak saya dok..." ujar Faiz bersemangat.


"Terima kasih dok..." ucap Zahra.


Awalnya Zahra merasa syok dengan tumbuhnya 3 janin di dalam rahimnya, pasalnya dia masih berumur 19 tahun, terlalu muda baginua untuk menjadi seorang ibu sekaligus 3 orang anak.


Namun dia yakin, Faiz dan keluarganya takkan membiarkannya menjalani ini semua sendiri.


Seluruh keluarga Faiz akan menjaga dirinya, mereka akan memberikan perhatian khusus pada dirinya nanti.


"Ini saya berikan resep vitamin yang harus di konsumsi oleh istri tuan... Saya harap nyonya meminumnya dengan rutin..." ujar Dokter Anita dengan memberikan selembar kertas berisikan resep kepada Faiz. Faiz mengambil resep itu.


"Terima kasih banyak dok..." ucap Faiz. Mereka pun bangkit dari duduk mereka dan pamit pada dokter Anita sebelum mereka keluar dari ruangan pemeriksaan dokter Anita.


Faiz sangat bahagia atas kehamilan istrinya, dia melingkarkan tangannya di pinggang Zahra.


"Aku akan menjadi suami dan ayah siaga buat anak-anak kita..." bisik Faiz pada Zahra.

__ADS_1


"Makasih mas..." lirih Zahra sambil mengelus perutnya yang masih rata. Ada rasa haru yang terselip di hatinya.


Zahra tak menyangka di umurnya yang masih muda telah merasakan hamil dan akan menjadi seorang ibu.


Mereka terus melangkah menuju keluar rumah sakit, Saat mereka berada di depan rumah sakit, Sopir pun datang nenghampiri mereka.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, Faiz membantu Zahra untuk masuk ke dalam mobil.


Di dalam mobil.


"Mas...Ara mau main ke mall-mall disini boleh gak....sebelum pulang ke rumah..??" pinta Zahra.


"Ya udah... pak... kita terus ke Faubourg Saint-Honore..." perintah Faiz pada sopir.


"Baiklah tuan..." ujar sopir lalu dia pun melajukan mobilnya menuju Faubourg Saint-Honore.


Sesampai di Faubourg Saint-Honore, Zahra terlihat sangat kagum. Dia tak sabar ongin masuk dan melihat-lihat apa saja yang ada di pusat belanja yang terkenal di Paris.


Faiz menggandeng Zahra masuk ke dalam Faubourg Saint-Honore. Zahra sangat terpukau dengan pusat perbelanjaan ini. Namun Zahra masuk ke dalam pusat benja ini hanya mencari makanan.


Zahra merasa sangat lapar, dia pun mengajak Faiz untuk masuk ke dalam salah satu resto yang terdapat di sana.


Sebelum masuk ke dalam resto itu, Faiz kebelet msu ke toilet.


"Ra...mas mau ke toilet...kamu tunggu sebentar disini ya...!!" ucap Faiz pada Zahra.


Lalu Faiz melangkah menuju toilet, setelah dia selesai dari toilet di kembali ke tempat dia meninggalkan Zahra.


Faiz kaget dan cemas saat tak lagi melihat istrinya berada di tempat tadi dia berdiri.


"Dimana Zahra...???" bathin Faiz cemas


Bersambung....


.


.


.


w^jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...


# dan hadiah...

__ADS_1


terimakasih pembaca setiaku...


__ADS_2