Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 47


__ADS_3

Faiz kaget dan cemas saat tak lagi melihat istrinya berada di tempat tadi dia berdiri.


"Dimana Zahra...???" bathin Faiz cemas.


"Ara...Zahraaa..." panggil Faiz.


Faiz melangkah berkeliling pisat perbelanjaan iti sambil memanggil-manggil Zahra. Dia berkeliling mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut lantai tersebut.


Namun Faiz tak dapat menemukan istrinya. Faiz yang panik tak kehabisan akal dia pun langsung menuju pusat informasi untuk melihat CCTV yang terpasang di setiap sudut Faubourg Saint-Honore.


Faiz meminta tolong pada petugas,


"Bonjour monsieur ... Pouvons-nous vous aider ??? (Selamat siang tuan.... Ada yang bisa kami bantu???) " Sapa seorang petugas.


" oui monsieur ... je veux demander de l'aide pour vérifier où se trouve ma femme qui a disparu au deuxième étage (iya tuan... Saya mau minta tolong mencek keberadaan istri saya yang hilang di lantai dua)" ujar Faiz pada petugas itu.


"Pourquoi est-ce arrivé ??? (kenapa bisa terjadi???)" Tanua petugas itu.


Faiz pun menceritakan kronologi dia bisa kehilangan istrinya.


Yang membuat Faiz cemas adalah Zahra belum pernah ke Paris, Dan dia juga belum bisa berbahasa Prancis.


Petugas pun memutar rekaman CCTV beberapa menit sebelumnya.


Di dalam rekaman itu terlihat Zahra berbicara dengan seorang wanita paruh baya, dan ikut bersama wanita itu.


Mereka turun ke lantai satu, di lantai satu mereka tak lagi nenemukan Zahra karena Zahra nenghilang di kerumunan para pengunjung yang rame melihat barang diskon besar-besaran.


Mereka kembali mencek CCTV yang lainnya namun Zahra tak lagi dapat di temukan.


Faiz semakin panik, dia tidak tahu harus bagaimana rasa khawatir dan cemasnya semakin menjadi-jadi hingga dia terfikir untuk memanggil Zahra dari mikrofon panggilan di ruang informasi.


"puis-je appeler ma femme au micro ...? (bolehkah saya memanggil istri saya lewat mikrofon...?)" tanya Faiz.


"S'il vous plait, Monsieur ... ( Silahkan Tuan...) " ujar perugas memberikan microfon pada Faiz.


"Zahra...Ara...ini aku Ra...kamu dimana??? Aku Faiz Ra...aku kehilangan kamu...kamu dimana Ra???" ujar Faiz.


"Ra...kalau kamu dengar panggilan aku... aku harap kamu bisa tunggu aku di lantai satu di depan pintu..."


"Aku tunggu kamu di depan pintu lantai satu ya Ra...aku tunggu..." Ujar Faiz.


Pengunjung yang mendengar informasi menggunakan bahasa Indonesia kebingungan mendengarnya, mereka saling berpandangan bertanya apa yang di maksud dengan pengumuman yang baru saja mereka dengar.


Faiz pun mengembalikan mikrofon pada petugas informasi.


"Merci pour l'aide.... ( Terima kasih atas bantuannya.....) ujar Faiz lalu dia pun melangkah menuju pintu utama Faubourg Saint-Honore.

__ADS_1


Faiz berharap Zahra mendengarkan panggilannya tadi dan datang menghampirinya.


Faiz sangat khawatir dengan keadaan Zahra, terlebih saat ini Zahra tengah mengandung buah cinta mereka.


Faiz mondar-mandir di depan pintu utama Faubourg Saint-Honore. Dia tak sabar ingin melihat istrinya.


Satu jam berlalu, namun Zahra juga belum muncul datang nenghampirinya, Faiz semakin cemas.


Dia pun menghubungi neneknya.


"Nek...hiks...hiks..." tangis Faiz pecah, dia tak bisa membayangkan terjadi hal-hal yang tak di inginkan pada istrinya.


Nenek Faiz pun khawatir nendengar cucunya yang menangis, Selama ini nenek Faiz tak pernah melihat atau mendengar cucunya menangis.


"Ada apa Fa...kamu kenapa nak???" Tanya nenek panik


"Nek...Zahra nek...Zahra...hiks...hiks..." Faiz tak sanggup menyampaikan apa yang terjadi pada Zahra.


Nenek semakin panik mendengarkan ucapan Zahra.


"Ada apa dengan Zahra Fa...??? kenapa dengan Zahra...???" Nenek ikut panik dan cemas dia mulai memikirkan terjadi hal-hal yang tak di inginkan.


"Zahra hilang nek...hiks...hiks..." Faiz masih saja memangis sambil mengedarkan pandangannya pada seluruh sudut Faubourg Saint-Honore masih berharap Zahra akan datang menghampirinya.


"Hilang bagaimana Fa...??? kenapa bisa hilang...???" taanya nenek yang semakin tak tentu harus bagaimana.


"Tadi Fa tinggal sebentar ke toilet nek hiks...pas Faiz udah balik dari toilet hiks...Zahra udah gak ada di situ...hiks" Faiz menjelaskan kejadiannya pada neneknya.


"Kamu dimana sekarang???" tanya Nenek berusaha tenang walaupun hatinya sangat cemas mengingat cucu menantunya belum pernah datang ke Paris.


"Aku...hiks...aku lagi di Faubourg Saint-Honore nek...hiks..." Faiz masih saja menangis tak menghiraukan benerapa pengunjung melihat padanya heran dengan tingkahnya yang tak karuan.


"Kenapa bisa sampe kesana Fa...???" nenek Faiz heran, karena tujuan mereka dari rumah adalah ke rumah sakit dan sekarang mereka telah berada di Faubourg Saint-Honore.


"Tadi habis dari rumah sakit, Zahra pengen makan jadi Fa bawa dia kesini nek..." jelas Faiz.


" Ya udah...kamu tenang dulu ya..." Nenek beruaaha menenangkan cucunya.


Hermawan menghampiri nenek Faiz, dia yang dari tadi sibuk di taman langsung berlari kecil mendekati nenek Faiz.


"Ada apa nek...???" tanya Hermawan heran pada istrinya.


"Ya udah kamu tenang ya...coba kamu laporkan polisi..." Nenek Faiz memberi usul.


"Iya nek...tapi harus tunggu 2 x 24 jam nek..." jelas Faiz.


"Ya udah...kamu coba cari lagi di sana...Nenek akan bilang sama kakekmu...biar anak buah kakek kamu yang berusaha mencari Zahra..." Nenek Faiz menenangkan Faiz.

__ADS_1


Faiz pun mematikan panggilannya, dia pun kembali berusaha mencari-cari Zahra.


Nenek Faiz lalu menceritakan kejadian yang di ceritakan Faiz pada suaminya Hermawan.


Hermawan pun ikut panik dan Cemas, bagi mereka Zahra adalah bidadari yang ada di dalam rumah mereka. Apalagi mereka tahu cucunya Faiz sangatlah menciñtai Zahra istrinya.


Hermawan pun langsung menghubungi orang kepercayaannya, dia menyuruh anak buahnya itu untuk datang ke rumahnya.


Hermawan dan istrinya pun panik dengan keadaan Zahra, dan mereka berharap tidak terjadi apa-apa pada Zahra.


Tak beberapa lama empat orang berbaju hitam dan berbadan tegap datang ke bungalow milik Hermawan.


"Siang tuan..." sapa salah satu dari pria yang berbadan tegap itu.


Hermawan menjelaskan kejadian yang di beritakan Faiz pada ke empat orang kepercayaannya.


Keempat pria itu paham dengan u\="ng di jelaskan Hermawan dan Mereka pun paham apa yang harus mereka lakukan.


"Baiklah tuan...kami akan berusaha menemukan nona Zahra.


Jam 4 sore...Faiz mulai lelah mencari zahra, dia terdusuk lemas di depan Faubourg Saint-Honore.


Dia tak tahu harus bagaimana, saat ini nyawanya tak lagi berada di tubuhnya.


Faiz sangat bingung dan khawatir dengan keadaan Zahra.


Faiz membayangkan Zahra di culik orang lalu di aniaya oleh penculiknya. Dia tak tahu harus bagaimana.


Bersambung....


.


.


.


w^jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...


# dan hadiah...


terimakasih pembaca setiaku...

__ADS_1


__ADS_2