
Di kediaman Ridho....
Setelah makan malam Ridho dan kedua orang tuanya duduk di ruang keluarga membahas pernikahan Ridho.
“ Bagaimana Dho...?? kamu siap menikahi kekasihmu itu...??” tanya papa Ridho langsung, mereka sudah lama ingin Ridho menikah, namun Ridho selalu saja menolak karena dia belum memiliki kekasih.
“ Pa...ma... ada yang harus papa dan mama tahu sebelum mama dan papa memutuskan pernikahanku..” tutur Ridho.
“ Apa yang harus mama dan papa tahu Dho??” tanya mama Ridho.
“ Sebenarnya aku sama Fathiya tak ada hubungan apa-apa ma...pa... aku hanya bersandiwara di depan Dahlia...” ujar Ridho jujur pada mama dan papanya,
“ mama sama papa nggak mau tau...kamu harus menikahi wanita itu...” perintah papa Ridho.
‘ tapi pa...papa sama mama belum kenal sama Fathiya...” bantah Ridho.
“ mama yakin Fathiya itu wanita baik-baik...Dia kakak kandung Zahra kan???” tanya mama Ridho menyakinkan informasi yang dia dapat tentang fathiya.
“ Tapi ma...pa...” Ridho masih saja membantah perintah mama dan papanya.
“ tidak ada tapi-tapian...besok kita akan melamar Fathiya di rumahnya...” Papa Ridho memutuskan tanpa mendengarkan penjelasan lain dari Ridho.
Ridho hanya bisa terdiam, dia bingung harus ngomong apa dengan Fathiya. Ridho pun berdiri dan melangkah menuju kamarnya meninggalkan kedua orang tuanya.
Di kamarnya Ridho mondar- mandir bingung tak tahu harus melakukan apa. Dia tak ingin Fathiya terjebak di pernikahan tanpa cinta di antara mereka, walau sebenarnya Ridho mulai tertarik dengan wanita ceroboh dan selalu bersikap apa adanya di depan dirinya.
Ridho pun mencoba membuka ponselnya dia, mencoba menghubungi Fathiya lewat chat wa.
Hai...
P
P
Terus nge ping Fathiya karna belum ada balasan dari Fathiya.
^^^Hai juga...^^^
^^^Ada apa??? ^^^
Tanya Fathiya saat melihat pesan masuk dari Ridho.
Mhm....
Mhmm????
Lagi apa??
^^^Baru selesai ngobrol sama mama di bawah....^^^
^^^Ini mau siap-siap tidur^^^
Aku ganggu???
Nggak....
__ADS_1
???
Mhm...aku mau bilang sesuatu....
Tapi...
^^^Bilang apa???^^^
^^^Langsung aja kali...kenapa pake tapi segala??^^^
Mama...sama papa...besok akan datang ke rumah kamu
^^^Datang ke rumah ku???^^^
^^^Ngapain???^^^
Mhm....
Mereka mau melamar kamu...
^^^APAAAAA???^^^
Iya,.....mama sama papa nggak mau mendengarkan penjelasanku...
Fathiya yang mendapat kabar dari Ridho bingung harus bagaimana, walaupun jauh di lubuk hatinya ada rasa bahagia namun dia takut Ridho tak bisa mencintainya dengan sepenuhnya, Fathiya takut kegagalan pernikahan kembali hadir dalam kehidupannya.
Fathiya tak lagi membalas chat wa dari Ridho, dia pun mulai memikirkan apa yang harus dia lakukan.
Begitu juga Ridho, dia tak tahu harus bagaimana, dia merasa tak enak hati pada Fathiya yang menjadi korban ulah sandiwara yang dibuatnya.
Ridho mengirimkan pesan pada Fathiya, lalu dia pun mulai mencoba memajamkan matanya agar dia dapat berfikir jernih dalam menghadapi masalah yang ada di hadapannya saat ini. Hingga akhirnya dia pun tertidur.
Fathiya membaca pesan dari Ridho, dia hanya membaca dan tak membalas pesan itu, kini dia mulai sibuk memikirkan apa yang harus dia lakukan untuk menanggapi kedatangan orang tua Ridho besok, hingga dia baru dapat tertidur di tengah malam.
Keesokan harinya....
Sore hari Fathiya telah pulang dari rumah sakit, dia langsung membersihkan badannya lalu mengganti pakaian rumah. Sambil menunggu petang Fathiya dan Mawar duduk di taman belakang. Sedang asyik mengobrol dengan mamanya, seorang pelayan datang menghampiri mereka.
“ Non...” panggil si pelayan
Fathiya menoleh pada pelayan yang memanggilnya.
“ apa Apa bi???” tanya Fathiya.
“ non... ada tamu mencari nona dan nyonya...” ucap si pelayan.
“ Siapa bi...? “ tanya Fathiya.
“ mhm...kurang tahu non...” jawab si pelayan karena tamu yang datang baru kali ini datang bertamu ke rumah Fathiya.
“ owh...ya udah...bibi tolong bikinkan minuman dan bilang sama mereka untuk menunggu sebentar ya bi...” perintah Fathiya pada pelayan.
‘yuk ma...” ajak Fathiya pada buk Mawar.
Mawar pun berdiri melangkah mengikuti Fathiya menuju ruang tamu. Fathiya kaget saat melihat Ridho dan kedua orang tuanya telah duduk di ruang tamu rumahnya.
__ADS_1
Seketika fathiya teringat dengan ucapan Ridho, Fathiya mengira kedua orang tua Ridho tak akan datang, Fathiya mulai cemas dan bingung dengan jawaban yang akan di berikannya pada kedua orang tua Ridho nantinya.
Buk mawar heran melihat kedatangan sahabat Faiz bersama kedua orang tuanya di rumah Fathiya.
Mawar menyalami tamunya lalu duduk di kursi tamu, di ikuti oleh Fathiya di sampingnya. Setelah duduk Mawar pun membuka suaranya.
“ma...af...???” lirih Mawar yang tampak bingung.
Papa Ridho yang melihat buk Mawar kebingungan langsung memotong ucapan Mawar.
“ Maaf buk...kami adalah kedua orang tua Ridho...kedatangan kami kesini....” Papa Ridho menghela nafasnya sejenak.
“ kedatangan kami kesini hendak melamar putri ibuk Fathiya untuk putra kami Ridho...” tutur papa Ridho langsung tanpa basa-basi.
Mawar berusaha mencerna ucapan papa Ridho, dia berusaha menyakinkan dirinya bahwa dia tak salah mendengar.
“ maaf... bapak dan ibuk ingin melamar putri saya??? “ Tanya Mawar memperjelas maksud dari kedua orang tua Ridho.
“ Iya buk...kami ingin melamar putri ibuk...” ujar mama Ridho meyakinkan Mawar yang merasa bingung dengan penuturan dari papa Faiz.
“ tapi...putri saya...” Mawar ragu harus berbicara apa dia menoleh pada Fathiya dan Ridho, keduanya saat ini tampak menunduk.
“ begini pak...sebelum bapak dan ibuk melamar putri saya...apakah bapak dan ibuk sudah mengenal putri saya Fathiya “ tanya Mawar terlebih dahulu sebelum mengungkapkan kebenaran tentang diri Fathiya.
“ maaf buk...kami tahu mungkin kami terlalu cepat mengambil keputusan tapi kami yakin Fathiya adalah wanita yang baik” tutur papa Ridho penuh keyakinan.
“ mhm...tapi sebelum kami menerima atau menolak lamaran ini...ada kebenaran yang harus bapak dan ibuk ketahui...” ujar Mawar berusaha menguatkan dirinya untuk mengungkap status putrinya yang tidak lagi seorang gadis.
“ apa itu...?” tanya mama Ridho penasaran.
“ begini pak...buk... Fathiya saat ini memang sendiri...namun statusnya saat ini adalah seorang janda...” tutur buk Mawar dengan jujur, dia tak ingin kedua orang tua Ridho kecewa di kemudian hari.
“mhm...untuk hal ini kami sudah mengetahuinya buk...” jawab papa Ridho membuat Fathiya dan Ridho langsung mengangkat kepalanya heran, darimana kedua orang tua Ridho mengetahui tentang status Fathiya yang seorang janda.
Saat pulang dari rumah Fathiya saat acara syukuran Zahra, kedua orang tua Ridho menghubungi Adrian mencari tahu tentang berbagai hal yang berhubungan dengan Zahra.
Adrian yang juga setuju dengan hubungan Ridho dan Fathiya, membuat kedua orang tua Ridho yakin bahwa Fathiya adalah wanita yang cocok buat putranya.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
# dan hadiah
__ADS_1