Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 51


__ADS_3

Zahra pun masuk ke dalam kamar yang di tunjukkan Stella, di dalam kamar Zahra langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu dia pun tertidur karena lelah.


*****


Di sore hari yang indah...


Zahra di ajak ibu Mawar duduk santai di pinggir danau, Zahra bercerita tentang kehidupannya selama di Indonesia, begitu juga dengan Ibu Mawar dia bercerita tentang kedua putrinya yang memilih hidup di Indonesia bersama suami mereka.


"Ibu tak ingin kembali ke Indonesia...??" tanya Zahra.


"Tidak...bagi ibu Indonesia bagaikan neraka..." ujarnya sendu.


Zahra tak ingin membuat bu Mawar semakin bersedih.


Zahra mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain.


Stella juga ikut mendampingi Zahra dan Bu Mawar. Stella selalu ada dimana pun Bu Mawar berada.


Stella adalah seorang yatim piatu yang berjumpa dengan Fathiya putri pertama bu Mawar di Indonesia.


Saat itu Fathiya di jambret di sebuah pasar tradisional, Stella menyelamatkan barang-barang Fathiya yang di jambret itu, sejak itu Fathiya mengajak Stella bekerja di rumahnya.


Stella wanita hebat yang sangat cekatan, dia wanita segala bisa di berbagai bidang.


Setahun Stella bekerja sebagai sopir sekaligus pengawal pribadi Fathiya, Stella tak hanya jago bela diro, Stella juga jago memasak dan membersihkan rumah.


Mungkin karena kehidupannya yang keras membuat dia menjadi pribadi yang hebat.


Setelah setahun Stella bekerja dengan Fathiya, Ibu Mawar jatuh sakit. Ibu Mawar meminta salah satu putrinya untuk tinggal di Paris, namun karena tugas dan kontrak yang tengah di jalaninya, dia tidak bisa kembali ke Paris.


Fathiya dan Alita (putri kedua Ibu Mawar) meminta ibu Mawar untuk tinggal di Indonesia, agar mereka bisa mengurus ibu Mawar sepulang mereka bekerja, namun ibu Mawar tak ingin mengenang masa lalunya yang menyakitkan jika dia menginjah tanah air.


"Bu...Stella ambil hp Stella dulu yang ketinggalan di mobil..." ujar Stella saat tetingat ponselnya ketinggalan di mobil.


"Iya...ibu sama Zahra jalan-jalan di sana ya..." ucap Mawar sambil menunjuk ke arah pinggir danau.


"Iya buk..." Stella pun melangkah menuju mobil untuk mengambil ponselnya. Sedangkan Mawar dan Zahra terus berjalan menyusuri pinghiran danau menikmati angin sore yang menyejukkan.


Saat mereka asyik berjalan santai, tiba-tiba seorang pemuda berlari mendorong tubuh Zahra hingga Zahra jatuh masuk ke dalam danau yang tepiannya sangat dalam.


Zahra yang tidak bisa berenang langsung tenggelam, sesekali ia berusaha melonjak ke permukaan namun semua usahanya sia-sia.


Hingga dia pun lelah dan pingsan tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Tolong...tolong..." Ibu Mawar yang panik berusaha berteriak mencari pertolongan, sedangkan pemuda tadi langsung pergi tak bertanggung jawab.


Stella yang mendengar teriakan Ibu Mawar berlari menghampiri Ibu Mawar, Stella melihat tubuh Zahra yang tenggelam, dia langsung melompat berenang meraih tubuh Zahra dan membawanya ke tepian danau.


"Ayo Stell...tolongin Zahra..." pinta bu Mawar histeris takut terjadi apa-apa pada Zahra.


Stella langsung menekan dada Zahra untuk mengeluarkan air dari paru-parunya.


Zahra masih saja belum merespon tindakkan Stella, akhirnya Stella menyingsing lengan baju Zahra untuk memeriksa denyut nadi Zahra.


Saat itu Ibu Mawar melihat tanda lahir berwarna hitam di pergelangan tangan Zahra. Dia mengingat putri bungsunya yang hilang memiliki tanda lahir yang sama dengan tanda lahir yang di miliki oleh Zahra.


"Azza..." Bathin Ibu Mawar, semakin panik dia ingin Zahra cepat bangun dan mempertanyakan kehidupannya yang sesungguhnya.


"Zahra...bangun nak...!!!" pinta bu Mawar.


Stella yang telah memeriksa denyut nadi Zahra berusaha memberikan nafas buatan untuk Zahra.


Selang tak berapa lama Zahra pun terbangun dengan memuntahkan banyak air dari mulutnya.


Ibu Mawar yang tadinya panik, akhirnya lega melihat Zahra yang telah sadarkan diri.


"Zahra...." lirih mawar langsungbmemeluk Zahra, ibu Mawar seakan merindukan putrinya yang telah hilang.


Flash back On...


Mawar bersama keluarga kecilnya tengah bermain di taman.


Saat itu Fathiya dan Alita yang telah berumur 10 tahun dan 8 tahun bermain bersama adiknya Azza.


Sedang asyik bermain Fathiya melihat pedagang es krim, dia pun menghampiri penjual es krim dan membeli es krim yang di ikuti Alita dari belakang.


Karena menunggu antrian membeli es krim saat itu yang banyak anak-anak yang menunggu giliran di samping gerobak es krim tersebut mereka lupa dengan keberadaan adiknya Azza, saat itu Mawar mengambil sesuatu di mobilnya.


Saat dia kembali, dia rak lagi mendapati putri-putrinya di tempat dia meninggalkan mereka tadi, Mawar pun berkeliling taman mencari ketiga putrinya, Mawar melihat Fathiya dan Alita sedang membeli eskrim, namun dia tak mekihat putri bungsunya Azza.


"Fathiya...Alita....dimana adik kalian...???" tanya Mawar marah pada kedua putrinya.


Fathiya dan Alita menunjuk ke tempat dia tadi meninggalkan Azza namun mereka tak lagi melihat Azza bermain disana.


Mereka berusaha mencari di sekeliling taman dan sekitarnya namun tak juga menemukan Azza.


Mawar yang panik langsung menghubungi suaminya. Mereka pun mencari Azza seharian itu.

__ADS_1


Namun mereka tak menemukan jejak keberadaan Zahra, setahun lebih mereka mencari Zahra namun semua usaha mereka tak berbuah hasil yang memuaskan.


Mawar yang merasa terpuruk dengan kehilangan putrinya dia pun memutuskan untuk pindah ke Paris. Pusat perusahaan yang di kelola suaminya. Sejak dia pindah ke Paris dia tak ingin lagi menginjakkan kakinya di tanah air.


Flash back Off....


*****


Satu bulan telah berlalu, segala usaha yang di lakukan Hermawan dan Faiz belum membuahkan hasil.


Akhirnya Faiz mempunyai ide untuk menyebarkan Foto Zahra di seluruh pelosok Paris. Dan memasang no. ponselnya dan posel Hermawan di selebaran itu.


Faiz pun menyuruh orang suruhan Hermawan untuk memperbanyak Foto Zahra yang ada di dalam ponselnya. Lalu menyuruh mereka untuk menyebarkannya di seluruh kota Paris.


Faiz berharap dengan usahanya kali ini, dia mememukan Zahra.


Orang suruhan Hermawan pun mengambil foto Zahra yang ada di dalam ponsel Faiz.


Mereka pun melangkah keluar rumah, dan kembali melaksanakan perintah tuannya.


"Ra...bagaimana keadaanmu sekarang...??? kamu pasti merindukanku...aku juga merindukanmu Ra..." gumam Faiz di dalam hati mengenang istrinya yang hingga saat ini juga belum di temukan..


Sementara itu di tempat lain, Zahra tengah berada di taman belakang rumah Mawar.


Zahra sangat merindukann suaminya saat ini, terlebih dari bawaan orok yang selalu ingin berada di dekat ayahnya.


Bersambung....


.


.


.


w^jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...


# dan hadiah...

__ADS_1


terimakasih pembaca setiaku...


__ADS_2