
Faiz pun mengangkat tubuh Zahra ke atas ranjang, dia merebahkan tubuh Zahra disana. Dia menatap dalam pada istrinya. Zahra hanya bisa diam dengan perlakuan suaminya itu.
"Bolehkah aku membuka hijabmu...??" Tanya Faiz pada Zahra, yang di jawab sebuah anggukkan dari Zahra.
Faiz pun membuka hijab yang di kenakan Zahra, lalu dia membuka ikatan rambut Zahra hingga rambut indah Zahra terurai di hadapannya.
Hal ini membangkitkan hawa nafsunya, Faiz kembali menci** bibir Zahra, ci***n itu turun ke leher jenjang Zahra.
Zahra yang sadar saat ini suaminya menginginkan dirinya hanya pasrah walau ada rasa takut di hatinya. Sekian lama dia berstatus seorang istri, namun dia belum melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Ra...bolehkah mas melakukan kewajiban mas sebagai seorang suami...??" tanya Faiz di sela-sela nafasnya yang memburu. Faiz tak sanggup lagi menahan nafsunya.
Zahra hanya mengangguk pelan walau ada kecemasan di wajahnya.
Faiz pun mulai membuka piyama yang di kenakan Zahra, Faiz terdiam melihat tubuh seksi mungil milik istrinya, kini terlihat dua bu*** ke**** milik Zahra masih terbungkus pakaian dalamnya. Tak menunggu lama Faiz pun melepaskan semua yang menempel di tubuh istrinya hingga kini Zahra tak mengenakan sehelai benang pun.
Faiz mengambil selimut, lalu perlahan menutupi tubuh Po*** milik istrinya.
Dia pun melepaskan semua pakaiannya, Faiz melakukan Fore**** di bawah selimut agar istrinya tak merasa malu, setelah Faiz merasakan Zahra mulai menikmati permainan yang di lakukannya, dia pun mulai menyatukan m****nya dengan m**** istrinya.
"Aaaawww...." pekik Zahra menahan sakit, saat pertama kali Faiz melakukan penya****nya.
Mendengar teriakan istrinya, Dengan refleks Faiz melu*** bibir istrinya agar istrinya merasa rileks, Faiz melakukan tugasnya dengan pelan karena dia tak ingin menyakiti istrinya.
Setelah satu jam lebih mereka melakukan adegan pa*** itu, Akhirnya Faiz sampai pada puncak pelepasannya dia pun menembakkan Lahar panas miliknya di dalam rahim Zahra, berharap tumbuh benih-benih cinta mereka.
Walaupun pernyataan cinta mereka masih dalam hitungan hari, Faiz ingin memiliki keturunan secepatnya dari rahim wanita yang selama ini menjadi cintanya.
Tubuh Faiz ambruk di samping tubuh istrinya, Faiz memeluk tubuh istrinya.
"terima kasih istriku..." lirih Faiz di telinga Zahra.
Lalu dia pun memperat pelukkannya, Zahra pun membalas pelukkan itu, mereka pun tertidur dengan pulasnya dalam posisi saling berpelukkan.
Cinta yang terpendam lama, terungkap dalam sebuah perjodohan yang terpaksa. Walau awalnya banyak cobaan dalam rumah tangga mereka, kini mereka telah saling mencintai dan berharap menjadi lebih baik untuk ke depannya.
******
Jam 4.00 subuh....
Zahra terbangun dari tidurnya, dia masih berada di dalam pelukkan Faiz, matanya menangkap wajah sendu suaminya yang masih tertidur pulas.
Zahra pun mengelus pipi suaminya.
"Akhirnya pangeran hatiku yangbberhati lembut kembali seperti dulu...Aku mencintaimu mas..." bisik Zahra yang ternyata Faiz dapat mendengar hal itu karena dia telah bangun dari tidurnya. Namun saat ini dia hanya berpura-pura tidur.
Faiz sangat bahagia mendengar ucapan Zahra, Zahra membalikkan tubuhnya pelan.
__ADS_1
"Aaaawww..." pekik Zahra saat merasakan tubuhnya sakit semua.
Faiz yang mendengar itu langsung terduduk,
"Ada apa Ra...???" tanya Faiz cemas tanpa di sadarinya selimut yang mereka kenakan terlepas di tubuhnya sehingga memperlihatkan bagian sensitif milik Faiz.
"Aaahhhh..." Zahra yang tersadar dengan penampilan Faiz.
"Ada apa Ra...???" Faiz kembali bertanya heran melihat ekspresi.
"Mas...kamu..." Zahra menunjuk pada tubuh suaminya yang terbuka.
Faiz pun melirik pada yang tunjuk Zahra. Dia pun nerasa malu ulah kecerobohannya. dia menarik selimut milik Zahra hingga kini yang terbuka adalah tubuh istrinya.
Zahra yang menyadari hal itu menarik balik selimut yang di ambil Faiz karena dia merasa malu pada Faiz.
Terjadi tarik-menarik selimut, hingga akhirnya mereka saling berbagi selimut hingga tubuh mereka tertutup oleh selimut itu.
Walaupun mereka sudah melakukan hubungan intim, namun mereka masih malu memperlihatkan tubuh mereka masing-masing dalam keadaan sadar.
"Ra...kita telah melakukannya...tapi...kenapa kamu masih malu Ra...???" tanya Faiz pada Zahra yang kini menutup rapat tubuh polosnya dengan selimut.
Zahra hanya diam mendengar ucapan Faiz, mereka merasa konyol dengan tingkah mereka.
"Mas...Aku mau ke kamar mandi..." lirih Zahra pada Faiz.
Faiz yang mengerti maksud Zahra langsung mengambil celana boxernya yang tergeletak di lantai lalu menggunakannya.
Zahra berusaha bangun dari tempat tidur,saat dia ingin menggerakkan kakinya, dia merasakan sakit di area sensitif miliknya.
"Adduuuuh..." Zahra meringis kesakitan. Faiz yang melihat hal itu langsung mendekati Zahra.
"Ra...kamu kenapa???" Faiz semakin khawatir pada istrinya.
"Sakiit mas..." lirihnya menahan sakit.
"Apa yang sakit Ra...???" tanya Faiz.
"Ini mas..." lirih Zahra sambil menunjukkan bagian yang sakit.
"Ya udah mas bantuin kamu ya..." ucapnya pelan lalu mengangkat tubuh istrinya yang masih terbungkus selimut menuju kamar mandi.
Saat mereka telah berada di dalam kamar mandi, Faiz menurunkan Zahra dari gendongannya.
"Aaww..." Zahra masih merasakan sakit.
"Masih sakit ya...???" tanya Faiz yang tampak bingung harus bagaimana.
__ADS_1
"Ya udah kamu coba berendam di bathup dulu ya...mas sediakan air panasnya. Mana tahu dengan mandi air panas rasa sakit yang kamu rasakan bisa berkurang..." ucap Faiz lalu mempersiapkan air panas untuk istrinya.
Setelah air panas telah tersedia, Faiz mengangkat tubuh Zahra dan merebahkan tubuh Zahra di dalam bathup.
Faiz mengambil selimut yangbtadibdi kenakan Zahra, dan meletakkannya ke dalam pakaian kotor.
"Ya udah...kalau udahan kamu panggil mas ya...Mas tunggu kamu di luar ya..." ucap Faiz lalu meninggalkan Zahra yang mulai berendam di dalam bathup.
Saat Faiz keluar dari kamar mandi, Faiz kaget melihat bercakan darah di atas kasurnya.
"Darah apa ini...???" bathin Faiz uang bingung.
"Apakah aku telah menyakitinya???"
"Apakah dia merasakan sakitbkarena perbuatanku.???"
Berbagai pertanyaan menari-nari di benak Faiz, Faiz pun membuka alas kasur itu lalu menyatukannya ke dalam pakaian kotor.
Lalu Faiz menunggu Zahra sambil mengotak-atik ponselnya membaca berbagai pesan yang masuk.
Sedangkan Zahra merasa mulai enakkan, dia keluar dari bathup secara perlahan, dan ternyata benar, rasa sakit yang di rasakannya tadi mulai berkurang.
Zahra pun menyelesaikan mandinya, setelah selesai, Zahra teringat dia tidak membawa pakaian gantinya ke dalam kamar mandi.
Zahra mengambil bathrobe yang tergantung di sana lalu membungkus rambutnya yang basah dengan menggunakan handuk.
Zahra pun keluar dari kamar mandi, dia merasa tidak nyaman dengan tampilannya yang memperlihatkan kaki jenjang miliknya serta lehernya.
"Kamu udah selesai Ra????" tanya Faiz saat melihat Zahra keluar dari kamar mandi dia merasa takjub melihat kaki jenjang milik istrinya yang mulus.
"Aku lebih suka kamu keluar kamar mandi seperti ini..." bisik Faiz yang sudah berada di dekat Zahra.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
__ADS_1
# dan hadiah...
terimakasih pembaca setiaku...