Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 63


__ADS_3

Di kamar Faiz menghubungi Ridho. Dia menyuruh Ridho mencari tahu informasi tentang Pak Setiawan Kepala dinas Pendidikan yang sedang di hadapinya, Faiz teringat pada lembaga yang pernah di kelola pak Setiawan yang pernah masuk ke dalam ranah hukum.


Ridho pun langsung menyuruh beberapa anak buahnya buat mengungkap masalah yang pernah muncul ke permukaan lalu kembali tenggelam. Kemungkinan masalah itu sengaja di hapuskan dengan uang yang di miliki oleh setiawan.


Setelah itu, Faiz pun melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.


Tak berapa lama Faiz di kamar mandi, Zahra telah berada di kamar. Zahra memdengar gemercik air dari kamar mandi, dari situ dia tahu bahwa Faiz tengah berada di kamar mandi, Zahra pun mengambilkan pakaian santai untuk di kenakan Faiz.


Zahra berharap Faiz istirahat terlebih dahulu, karena mereka baru saja melakukan perjalanan jauh.


Sementara itu....


Hari ini Mawar baru saja keluar dari rumah sakit, Karena tak sabar Mawar meminta pada Fathiya agar langsung ke bungalow milik Hermawan untuk berjumpa dengan Zahra.


Fathiya mengikuti keinginan ibunya, Stella kini tengah melajukan mobilnya menuju bungalow milik Hermawan.


Saat telah berada di depan bungalow Hermawan, Mawar, Fathiya, dan Stella pun keluar dari mobil.


Mawar menekan tombol bel yang terdapat di pintu. Tak berapa lama seorang pelayan membukakan pintu.


"Pagi...nyonya..." sapa pelayan yang sudah sangat kenal dengan Mawar.


Mawar tersenyum pada pelayan itu.


"Zahra ada bi...??" tanya Mawar langsung.


"Silahkan masuk nyonya...saya panggilkan nyonya besar dulu..." ujarnya dia pun berlalu, sedangkan Mawar pun masuk dan duduk di ruang tamu bersama Fathiya dan Stella.


"Mawar..." Sapa nenek Faiz saat melihat Mawar yang tengah menunggu Zahra.


"Eh mbak...Zahra mana mbak...???" tqnya Mawar tak sabar ingin berjumpa dengan Zahra.


Nenek Faiz pun heran dengan tingkah Mawar, seolah ada sesuatu yang terjadi di antara mereka.


"Kamu udah sembuh...???" tanya nenek Faiz mengalihkan pembicaraan terlebih dahulu.


"Udah mbak...mhm...Zahra mana mbak..." Mawar kembali mempertanyakan Zahra.


Kaki ini nenek Faiz menangkap ada raut kerinduan di diri Mawar terhadap Zahra.


"Mhm...Zahra dan Faiz sudah kembali ke Indonesia tadi malam...karena ada masalah yang tengah di hadapinya..." jelas nenek Faiz.


Mawar tampak kecewa mendengar penjelasan nenek Faiz. Fathiya berusaha menenangkan ibunya.


Melihat wajah nenek Faiz yang penasaran dengan kedatangan mereka mencari Zahra. Fathiya pun angkat bicara.


"Begini nek...nenek ingat kan adik yaya yang hilang...??" tanya Fathiya mengawali pembicaraan.

__ADS_1


Nenek Faiz mengangguk.


"Mama merasa Zahra adalah Azza yang pernah hilang nek...Mama merasa ada ikatan bathin di antara mereka nek...begitu juga Yaya...Saat kemarin Yaya berjumpa dengan Zahra...Yaya melihat tanda lahir yang di miliki Azza di pergelangan tangan Zahra..." Jelas Fathiya.


"Terlebih lagi...nama mereka sama nek... Azzahratul Humayra...hanya saja panggilannya yang berbeda..." ujar Fathiya lagi.


Sekarang Nenek Faiz mengerti alasan Mawar yang ingin sekali berjumpa dengan Zahra.


Nenek Faiz pun menceritakan asal usul Zahra yang di temukan oleh Siti dan Mang Uddin.


Namun nenek Faiz tak berani menceritakan detailnya. Nenek Faiz pun meminta Mawar untuk mencari tahu lebih jelasnya dari kedua orang tua angkat Zahra.


Keyakinan mereka pun semakin bertambah saat mendengar cerita bahwa Zahra merypakan anak angkat bukanlah anak kamdung dari Siti dan mang Uddin.


"Baiklah mbak...terima kasih atas informasinya mbak...kami akan mencari tahu siapa sesungguhnya Zahra..." uhar Mawar.


Setelah itu Mawar pun pamit menibggalkan bungalow milik Hermawan menuju rumah mereka.


Di perjalanan pulang.


"Stella...tolong kamu carikan pesawat ke Indonesia besok...kita harus berangkat ke Indonesia secepatnya..." pinta Mawar pada Stella membuat Fathiya terkejut, dia tak menyangka sekian tahun mamanya sangat membenci negara Indonesia, kini dia akan menginjakkan kakinya di Indonesia.


Fathiya berharap semoga saja Zahra adalah adik kandungnya yang sempat hilang karena cerobohnya dirinya serta Alita yang meninggalkan Azza bermain sendirian.


"Mama serius mau ke Indonesia???" tanya Fathiya pada mamamya masih belum percaya.


Fathiya tersenyum, dia berharap semoga saja Zahra memang adiknya.


Setelah sampai di rumah Mawar, Stella langsung memesan tiket keberangkatan mereka ke Indonesia esok hari.


*******


Ridho baru saja mendapatkan kabar, Lembaga pendidikan berupa kursus privat milik Setiawan yang telah lama di tutup pernah menjadi tempat aksi bejatnya melecehkan para peserta didik.


Namun semua informasi itu pun di tutupnya rapat-rapat dengan uang yang di milikinya.


Pemerintah tidak mengetahui hal ini sehingga dia dapat menjabat kepala dinas pendidikan dengan cara tidak bersih.


Ridho menyimpan laporan serta bukti tersebut, mereka akan menggunakannya untuk mengungkap kejahatan Setiawan dalam dunia pendidikan.


Ridho pun menghubungi Faiz, memberitahukan semua informasi yang di dapatnya kepada Faiz.


Faiz pun merasa lega mendapat kabar itu, dia akan menggunakan informasi itu untuk membungkam mulut Setiawan. Agar dia tak berani lagi mengancam sekolah.


Setelah mendapat panggilan dari Ridho, Faiz menghampiri mama dan papanya ke kamar mereka, sedangkan Zahra kini tampak sedang beristirahat.


Faiz melangkah keluar dari kamarnya menuju kamar papa dan mamanya.

__ADS_1


Di kamar orqng tuanya, terlihat Adrian sedang di suapi makan oleh Rahayu.


Faiz langsung masuk ke dalam kamar yang terbuka itu.


"Assalamu'alaikum ma...pa..." ucap Faiz pada mama dan papanya.


Dia menyalami tangan kedua orang tuanya, lalu Faiz yang merindukan mamanya pun memeluk tubuh wanita paruh baya itu.


"Wa'alaikumsalam sayang...mama kangen sama kamu..." ujar Rahayu membalas pelukan putra satu-satunya itu.


"Bagaimana keadaan papa???" tanya Faiz setelah melepaskan pelukkan mamanya.


"Darah tinggi papamu kambuh...papa hanya butuh istirahat..." ucap Rahayu pada Faiz.


"Syukurlah..." ujar Faiz.


"Ada masalah apa di sekolah Fa...???" tanya Adrian pada putranya.


Dia tahu betul, pasti ada masalah yang tengah di hadapi sekolah karena Faiz langsung terbang dari Paris menuju Indonesia, jika tidak ada masalah genting Faiz dan Zahra tidak mungkin pulang secepat ini.


"Mhm...memang ada sedikit masalah pa...tapi semua udah dapat di selesaikan..." jawab Faiz tersenyum meyakinkan Adrian, agar Papanya tidak banyak pikiran.


"Kamu gak bohongin papa...???" tanya Adrian curiga.


"Nggak pa...Semua sudah di seleaaikan Ridho...papa kan tahu Ridho adalah orang yang paling bisa di andalkan..." ujar Faiz sambil tersenyum.


Adrian pun merasa lega, dia merasa bangga pada putranya, akhirnya kini putranya benar-benar telah menuruni sifat dan wibawanya seorang Adrian Hermawan yang sama persis dengan Hermawan.


*******


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...


# dan hadiah...

__ADS_1


__ADS_2