Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 26


__ADS_3

Pagi hari, seperti biasa Zahra bangun pagi-pagi sekali, dia sholat memunaikan shalat subuh dan mengaji, Faiz pun bangun di saat Zahra melantunkan ayat suci Al-qur'an.


Faiz langsung ke kamar mandi dan Zahra pun menyiapkan pakaian yang hendak di pakai Faiz.


Faiz keluar dari kamar mandi dengan handuk si pinggang, memamerkan bentuh tubuhnya yang six pack. Pemandangan itu telah biasa bagi Zahra karena aetiap Faiz selesai mandi selalu memakai handuk di pinggang.


Zahra menghampiri Faiz dan membantu Faiz mengenakan pakaiannya.


Saat Zahra memasangkan dasi Faiz. Faiz menatap dalam pada wajah anggun istrinya.


Zahra masih saja cuek dengan tatapan itu.


"Ra...hari ini kamu ke kampus di antar supir ya..." ucap Faiz yang tak sempat mengantarkan istrinya, karena kedatangan tamu dari Dina Pendidikan.


"Iya...gak pa-pa mas..." ucap Zahra.


Faiz melangkah menuju nakas yang berada di pinggir tempat tidur, dia membuka laci nakas itu dan mengambil sebuah tas, lalu memberikan tas itu pada Zahra.


"Mas minta maaf udah ngerusakin hp kamu...Ini mas belikan yang baru...disana udah ada no. ponsel mas, kalau ada apa-apa hubungi mas ya..." peaan Faiz pada Zahra.


Awalnya Zahra enggan untyk menerimanya, namun dia tak enak hati pada Faiz sehingga dia mengampil tas kecil itu.


"Makasih mas..." ucapnya menatap wajah suaminya.


Setiap hari, Zahra melihat mata suaminya semakin hari tatapan itu berubah, di awal pernikahannya sorotan tajam mata Faiz bak harimau hendak menerkam mangsanya, namun kini tatapan itu penuh kesejukkan hingga Zahra merasa nyaman.


Tiba-tiba Faiz memeluk tubuh mungil Zahra.


"Ra...maafkan Mas ya..." ucapnya lalu mengecup kening Zahra penuh kasih sayang.


Kali ini Zahra merasakan kasih sayang Faiz mengalir ke relung jiwanya.


Zahra menundukkan kepalanya, dia jadi salah tingkah ulah perlakuan Faiz.


Faiz yang melihat istrinya tersipu, dia langsung menarik tangan istrinya.


"Yuk kita sarapan..." ajak Faiz agar Zahra tak salah tingkah lagi.


Kali ini Faiz merangkul Zahra dan mengiringnya melangkah menuruni tangga.


*Apakah ini yang dinamakan Cinta?? Kamu memperlakukan jaih berbeda dari awal pernikahan kita...


Jika memang kau mulai mencintaiku...aku akan berusaha belajar mencintaimu*...


Bathin Zahra dengan senyuman yang menghiasi wajah anggunnya.


"Pagi ma...pagi pa..." sapa Faiz pada Papa dan mamanya.


"Pagi sayang..." jawab Rahayu, sedangkan Adrian menjawab dengan senyumannya.


"Pagi ini mama lihat ada yang beda..." goda Rahayu yang melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah menantunya.


"Fa...nanti jadi Dinas pendidikan mengunjungi sekolah??" tanya Rahayu.


"Iya ma..." jawab Faiz.


"trus Zahra siapa yang ngantar???" tanya Rahayu yang mengkhawatirkan menantunya.


"Pagi ini terpaksa Ara di antar supir dulu ma...nanti pulangnya biar Faiz yang jemput..." Jawab Faiz.


"Owh... ya udah...mama kirain kamu mengundurkan jadwal kunjungan Donas Pendidikan..."

__ADS_1


"Awalnya begitu ma...karena kunjungan mereka tidak hanya ke sekolah kita, pleh sebab itu mereka minta di sekolah kita lebih awal..." jelas Faiz.


"Kamu sudah siapkan semua berkas-berkas yang di butuhkan...??" Tanya Adrian pada pitranya.


"Udah pa..."


Setelah mereka berbincang-bincang sebentar, Mereka memulai sarapan mereka, Zahra mengambilkan makanan untuk Faiz.


Lalu mereka memyantap hidangan mereka.


"Ra...kamu belum terlambat ya Ra..???" Tanya Rahayu terus terang karena dia tidak sabar menantunya mengandung keturunan Hermawan


"uhuk...uhuk..." Zahra tersedak mendengarkan ucapan mertuanya.


Dengan sigap, Faiz mengambilkan air minum buat Zahra.


"Kalau makan pelan-pelan donk Ra..." ucap Faiz sambil mengelus pundak Zahra.


"Makasih mas..." ucapnya.


Karena Zahra tersedak, Rahayu menyimpan pertanyaannya kembali.


Setelah selesai makan, Zahra mengantarkan Faiz ke teras, Faiz berpamitan dengan istrinya.


Setelah Faiz menghilang di balik pagar, Zahra langsung menuju kamar mengambil tas dan perlengkapan kuliahnya.


Saat Zahra hendak keluar, Zahra teringat pada ponsel yang di berikan Faiz tadi, dia membuka tas kecil itu dan mengeluarkan Ponsel itu.


"Makasih mas..." Lirih Zahra lalu keluar kamar untuk berangkat ke kampus.


Sebelum berangkat Zahra berpamitan dengan Rahayu dan Adrian.


"Ma...pa...Zahra berangkat dulu ya..." ucap Zahra lalu menyalami kedua mertuanya.


"Wa'alaikumsalam..." jawab Rahayu dan Adrian secara bersamaan.


*******


Sesampai Zahra di kampus, Alisya dan Reynald menyambut kedatangannya.


"Pagi Ra..." ucap Alisya.


"Pagi Sya..." balas Zahra.


"Pagi Reyn..." celetuk Reynal yang merasa di cuekin.


"Ha....ha...ha..." Zahra dan Alisya tertawa melihat Reynald yang cemberut.


"Ra...aku mau nanya sesuatu boleh gak???" tanya Reynald.


"Tanya apa Reyn??? pake minta izin segala..." ucap Zahra.


"Mhm...kamu sama Pak kepSek Faiz...???" belum selesai pertanyaan Reynald dosen pun masuk kelas sehingga Reynald kehilangan kesempatan untuk mengetahui hubungan Zahra dan Faiz si kepsek kejam yang sering sekali menghukum Zahra saat Zahra duduk di bangku SMA.


"Pagi anak-anak..." Sapa buk Fitri dosen managemen.


"Hari ini ada beberapa materi yang harus kalian cari sumbernya, dan kalian akan Saya bagi per kelompok untuk mempresentasikannya di depan teman-teman kalian..."


"Baik buk..." jawab para mahasiswa menanggapi perkataan dari dosen mereka.


Buk Fitri menulis beberapa materi di papan tulis, dan para mahasiswa pun menulis materi-materi itu.

__ADS_1


Zahra, Alisya dan Reynald join menjadi satu kelompok. Pembagian kelompok boleh sesuai dengan teman yang cocok yang terdiri dari 3 atau 4 orang mahasiswa.


Saat istiraha makan siang, Zahra, Alisya dan Reynald beristirahat di kantin.


Saat mereka asyik mengobrol, ponsel Zahra berbunyi. Zahra langsung merogoh tas nya lalu mengeluarkan ponsel barunya dari dalam tas.


Zahra melihat layar ponselnya, yang jelas tertulis panggilan dari "Suamiku Sayang" Zahra membelalakkan matanya membaca nama yang tertulis di layar ponselnya.


Dia tak menyangka Faiz akan memberi nama dirinya dengan nama yang menurut Zahra terlalu berlebihan.


"Bentar ya..." Zahra minta izin dengan sahabtnya untuk mengangkat telpon.


"Hallo..."


"Lagi apa Ra...??"


"Istirahat mas..."


"kamu udah makan???"


"ini sedang makan mas..."


"Habis ini masih ada kuliah???"


"iya Mas...Zahra nanti keluarnya sekitar jam 3 mas..."


Owh...ya udah nanti mas yang jemput kamu ya..."


"Iya mas..."


Zahra mematikan panggilan dari Faiz.


"Kamu udah ada ponsel Ra..." tanya Alisya yang heran melihat ponsel Zahra yang sangat mahal.


"Iya Sya...tadi pagi mas Faiz kasih aku ponsel ini..."jawab Zahra jujur.


"Bagi nomor kamu dunkz biar aku bisa hubungi kamu kalau lagi butuh..."


"Aku misscall kamu ya..." ucap Zahra lalu mendial no Alisya yanh selalu ada di memory otaknya.


Karena selama ini hanya Alisya seorang, orang yang akan menghubungi karena Zahra kurang bergaul dengan teman-teman Lain di sekolahnya dulu.


Zahra yang bersekolah di sekolah Harapan bangsa yang terkenal dengan siswa-siswi dari holongan menengah ke atas selalu di bully dan di caci sehinga Zahra enggan untuk berteman dengan mereka.


Bersambung....


.


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...

__ADS_1


# dan hadiah...


terimakasih pembaca setiaku...


__ADS_2