Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 93


__ADS_3

Hari ini acara syukuran tujuh bulanan Zahra, semua keluarga telah berada di kediaman Fathiya, begitu juga dengan beberapa undangan penting dari keluarga Adrian dan Hermawan serta undangan keluarga Mawar.


Para tamu pun mulai berdatangan, Zahra dan Faiz menyambut kedatangan para tamu dengan suka cita, tiba saat Dahlia dan kedua orang tua memberi selamat pada Zahra dan Faiz. Faiz memasang wajah datarnya karena dia masih mengingat perlakuan Dahlia pada Zahra saat di kampus.


“ Selamat ya mas...!!” ucapnya tanpa tahu malu. Faiz hanya diam tak menggubris Dahlia. Dahlia pun menghampiri Zahra, dia menatap Zahra dengan tajam dari atas ke bawah.


“ jangan senag dulu wanita jalang...!!” bisik Dahlia pada Zahra yang dapat di dengar oleh Faiz.


Faiz yang mendengar istrinya di katai jalang oleh Dahlia, Dia langsung mencekal lengan Dahlia membuat langkah Dahlia terhenti.


“ DAHLIA!! “ bentak Faiz.


“ Sekali lagi kau mengatai istriku, aku takkan tinggal diam...” seru Faiz membuat para tamu yang melihat kejadian itu bertanya-tanya.


“Dia adalah istriku dan wanita yang paling ku cintai...jauh sebelum kami di jodohkan cintaku telah ada untuknya!!” jelas Faiz pada Dahlia agar Dahlia berhenti mengganggu Zahra dan agar Dahlia melupakan cintanya pada Faiz.


Dahlia hanya diam terpaku, sorot mata penuh kebencian tersirat di mata pria yang sangat di cintainya, dan sorotan mata itu tertuju pada dirinya.


Faiz pun memalingkan wajahnya kembali menyapa tamu yang menghampirinya untuk mengucapkan selamat. Berusaha melupakan apa yang terjadi di antara dirinya dan Dahlia agar acara syukuran istrinya tak terganggu.


Sedangkan Zahra tak menyangka Faiz yang biasanya ramah dengan keluarga kini memperlihatkan kebenciannya.


Kedua orang tua Dahlia yang melihat putrinya di perlakukan seperti itu oleh Faiz merasa malu nmaun mereka tak menyalahkan Faiz karena mereka sendiri sadar Faiz berbuat seperti karena kesalahan putri mereka sendiri.


Dalam acara itu Fathiya tampak sibuk melayani para tamu dan mengatur berbagai halnya, Ridho yang sedari tadi memperhatikan Fathiya yang tampak sibuk merasa kasihan lalu dia pun menghampiri Fathiya.


“ Kamu... tampak sangat sibuk...” sapa Ridho saat berada di belakang Fathiya, Fathya membalikkan tubuhnya, di saat bersamaan seorang pelayan mendorong tubuh Fathiya hingga membuat Fathiya jatuh ke dalam pelukan Ridho.


Ridho langsung menyambut tubuh seksi Fathiya yang ambruk, dengan bantuan Ridho Fathiya pun tak sempat jatuh ke lantai, Ridho perlahan membantu Fathiya berdiri dengan tegap namun tangan Ridho masih memegangi lengan Fathiya, mereka beradu pandang dengan waktu yang lumayan lama.


“ Ya Tuhan...ternyata wanita ini begitu cantik, dalam sikapnya yang sedikit ceroboh dan blak-blakkan dia menyimpan aura yang membuatku terpesona...” gumam Ridho di dalam hati.


“ Ini semua gara-gara ocehan Aloita dan Sakti aku jadi mengkhayal bisa di peluk oleh pria tampan yang sejak kemarin mengisi benakku...” gumam Fathiya di dalam hati merasa kejadian ini hanyalah khayalan dirinya semata.


“ Mas Ridho...” panggil Dahlia saat melihat Ridho menatap kagum pada wanita yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Dahlia merasa tak suka saat Ridho berada di dekat wanita lain, karena yang dia tahu Ridho sangat mencintai dirinya.


Ridho dan Fathiya tersadar dari lamunan mereka saat mendengar suara Dahlia. Ridho yang tahu Dahlia memanggil dirinya langsung menarik tangan Fathiya untuk meninggalkan wanita yang telah berbuat di luar akal sehat. Perbuatan Dahlia pada Zahra waktu itu membuat Ridho muak padanya dan tak ingin lagi berhubungan dengan Dahlia.


Fathiya yang di tarik hanya bisa melangkah mengikuti langkah Ridho. Walau di hatinya ingin bertanya siapa wanita yang baru saja memanggil Ridho.


Ridho menghentikan langkahnya saat mereka telah berada di tempat yang agak sepi jauh dari kerumunan para tamu.


“ Siapa Dia” tanya Fathiya yang sedari memang ingin bertanya.


“ Dahlia sepupu Faiz...”jawab Ridho tak senang.


“ ada apa dengannya???” tanya Fathiya semakin penasaran.


“ mhm...aku Cuma malas berjumpa dengannya....” jawab Ridho tampak kesal.


Fathiya yang sudah tahu, Ridho tak menyukai wanita yang baru saja di kenalnya. Dia pun mengalihkan pembicaraan.


“Dho...bagaimana dengan ustadnya...sudah datang kah...??” tanya Fathiya mengalihkan pembicaraan.


“ oh...iya gak apa-apa...” ucap Fathiya.


Lalu mereka pun hening tak ada pembicaraan yang terjadi di antara mereka, entah mengapa Ridho merasa jantungnya berdegup kencang saat berada di dekat Fathiya, begitu juga dengan Fathiya, dia ingin sekali memegang jantungnya agar berdegup secara normal, karena saat ini mungkin saja detak jantungnya terdengar oleh Ridho.


Di saat keduanya terdiam, Alita datang menghampiri Fathiya.


“ Mbak Yaya...mbak disini??? Dari tadi aku nyari-nyari mbak...” ucapnya, dia ingin menari tangan kakaknya namun langkahnya terhenti saat melihat Ridho juga berada di tempat itu.


“ Maaf mbak...aku kira tadi mbak Yaya sendiri...mhm... ya udah lanjutin aja dulu...” ujarnya merasa bersalah hendak membawa kakanya meninggalkan Ridho.


“ Eh...nggak apa-apa kok dek...kami udah selesai kok ngobrolnya...” seru Fathiya dan langsung menggandeng lengan Alita meninggalkan Ridho masih terpaku di tempat itu.


Fathiya kembali melanjutkan pekerjaannya. Dan tibalah saatnya acara intinya. Hampir semua tamu telah datang pembawa acara pun mulai membacakan beberapa rentetan acara, sebelum acara do’a selamat ada beberapa kata-kata terima kasih dari kakek Hermawan.


Adrian sengaja meminta Hermawan untuk berbicara di podium untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena Hermawanlah yang paling di tuakan dalam keluarga besarnya.

__ADS_1


Hermawan menggandeng tangan istrinya untuk naik ke podium, lalu dia pun mulai berbicara.


“ Assalamu’alaikum...warrahmatullahi wabarakatuh...” ucap Hermawan memulai kata-katanya.


“ Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarrakatuh...” jawab para tamu undangan.


“ kami selaku orang tua dari Adrian dan kakek serta nenek dari cucu kami Al-Faiz Hermawan, mengucapkan kata terima kasih atas kehadiran para tamu undangan yang telah memenuhi undangan kami untuk hadir di acara selamatan cucu kami yang tengah mengandung, yang mana usia kandungannya telah masuk 7 bulan.....”


"Sebagai ucapan syukur kami atas kehadiran calon calon cucu atau cicit bagi kami, kami berniat hendak mewakafkan sedikit tanah perkebunan teh yang kami miliki di bandung untuk panti asuhan, agar pendapatan panti asuhan bisa di ambilkan dari penghasilan perkebunan...” ujar Hermawan yang di sambut tepuk tangan yang meriah oleh para tamu.


“ Kami berharap semua para tamu undangan yang hadir hari ini dapat memberikan do’a-do’a terbaik untuk cucu kami Azzahratul Humayra yang biasa kami panggil Zahra.


“ dan terakhir, sebagai ucapan terima kasih, kami menyiapkan jamuan untuk semua yang hadir di sini...kami harap para tamu menikmati makanan yang kami sediakan...” ujar Hermawan.


“ Dengan ini kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya...wassalamu’alaikum.” ujar Hermawan yang di jawab oleh para tamu dengan salam dan tepuk tangan.


Hermawan pun turun dari podium masih tetap menggandeng tangan istrinya.


****


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...

__ADS_1


# dan hadiah


__ADS_2