Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 68


__ADS_3

Setelah Alita pulang, Siti pun bersiap-siap untuk ikut dengan putrinya ke mall bersama Rahayu besannya.


Siti sebenarnya telah terbhiasa untuk perfi ke mall atau ke salon bersama Rahayu, namun kali ini suasananya dia ikut ke mall sebagai seorang besan dari seorang Rahayu, sebelumnya Siti sering menemani Rahayu ke mall atau salon sebagai seorang pelayan yang menemani majikannya, hanya sekedar membantu membawakan barang-barang Rahayu.


Semenjak Zahra menjadi istri Faiz, Rahayu pun menghormati Siti sebagai besannya bukan sebagai bawahannya lagi.


Di perjalanan Siti tak banyak bicara, Siti masih sibuk dengan pikirannya mengenai status Zahra dan Alita.


Jika memang Alita saudara Zahra maka Zahra akan kembali pada keluarganya. Entah bagaimana reaksi Zahra jika mengetahui kenyataannya nanti.


"Buk Siti lagi ada masalah?" tanya Rahayu yang melihat wajah Siti yang tampak berfikir.


Mengusik lamunan Siti yang telah sampai kemana-mana.


"Eh...Iya nyonya..." ujarnya yangbtersentak dari lamunannya.


"Tampaknya buk Siti banyak pikiran..." ujar Rahayu memancing Siti.


"Nggak buk...hanya teringat sesuatu aja..." jawab Siti.


Rahayu yang tahu Siti tak ingin menceritakan apa yang tengah di pikirkannya tak lagi bertanya pada Siti, mereka pun terdiam di dalam mobil hingga mereka saat ini berada di mall.


Di dalam mall mereka masuk satu toko dan keluar toko silih berganti, mereka memilih beebrapa pakaian atau yang lainnya yang mereka suka, Zahra pun membelikan beberapa barang-barang yang di sukai ibunya.


Seorang pengawal selalu berada tak jauh dari mereka membawakan barang belanjaan mereka.


Mereka beristirahat di sebuah food court untuk makan siang di saat itu pengawal pun pergi ke mobil untuk meletakkan barang belanjaan mereka.


Saat mereka hendak masuk ke dalam food court seorang pria menggunakan hoodie hitam dan masker hendak melintasi mereka, Siti yang berjalan fi belakang Zahra melihat pria itu mengeluarkan sebuah pisau dari balik hodie yang di gunakannya untuk menusuk Zahra langsung mendorong Zahra hingga Zahra terjatuh ke depan dan pisau itu menusuk perut Siti.


Setelah itu pria yang berhodie hitam pun berlari menjauhi mereka.


Siti pun tergeletak berlumuran darah di sana. Rahayu berteriak meminta bantuan. Zahra yang melihat ibunya berlumuran darah tak kuat hingga akhirnya dia pun pingsan.


Pengawal yang melihat kejadian itu langsung menghubungi temannya yang berada di mobil.


Setelah itu dia meminta bantuan pada pengunjung lainnya membawa Zahra dan Siti ke dalam mobil mereka.


Di perjalanan menuju rumah sakit Rahayu langsung menghubungi Faiz.


Faiz yang mendapat kabar buruk dari Rahayu, dia pun langsung mengajak Ridho ke rumah sakit menyusul Zahra dan ibu mertuanya.


Di perjalanan Faiz tampak cemas, walaupun Rahayu memberitahukan Zahra hanya pingsan namun dia masih saja khawatir dengan keadaan istri serta bayi di dalam kandungan istrinya.

__ADS_1


Di rumah sakit Siti langsung di bawa ke ruang pemeriksaan, karena kondisi Siti yang terluka dokter langsung meminta keluarga mengurus administrasi untuk operasi.


Rahayu yang berada di sana langsung mengambil kuasa sebagai keluarga, sehingga operasi pun langsung di laksanakan.


Sedangkan Zahra masih terbaring di atas brangkar, dokter jaga IGD memeriksa kondisi Zahra.


"Bagaimana keadaan istri saya dok...??" tanya Faiz saat dia baru saja melihat dokter keluar dari ruang pemeriksaan Zahra.


"Nona Zahra baik, dan kandungannya juga baik-baik saja...hanya karena syok yang membuat dia jatuh pingsan...Saat ini dia masih istirahat..." jelas dokter pada Faiz.


"Boleh saya melihat kondisi istri saya dok???" tanya Faiz lagi.


"Silahkan..." ujar dokter.


Faiz pun langsung masuk ke dalam ruangan Zahra di ikuti oleh Rahayu dan Ridho.


Faiz menghampiri Zahra dia duduk di kursi yang berada di samping brangkar.


Faiz menggenggam tangan Zahra, Zahra pun terbangun.


"Ibuuuukkk..." pekik Zahra histeris dia teringat dengan kondisi yang sedang kritis.


Faiz langsung memeluk istrinya yang histeris.


"Ara...kamu tenang ya..." ujar Faiz.


"Ibuk sedang di tangani oleh dokter...kita semua berdo'a semoga ibuk Siti selamat dan baik-baik saja..." Ujar Faiz lagi menenangkan istrinya.


" ini semua salah aku mas...Ibuk terluka karrna mau menyelamatkan aku..." jelas Zahra.


"Iya Fa...buk Siti memdorong Zahra saat dia melihat seseorang hendak menusuk Zahra dengan pisau..." jelas Rahayu yang mendengar ucapan menantunya.


Faiz mengernyitkan dahinya, dia menatap pada Ridho.


Ridho mengerti dengan tatapan yang di berikan Faiz, dia pun langsung mengambil ponselnya lalu menyuruh beberapa anak buahnya untuk menyelidiki kejadian yang baru saja menimpa Siti dan Zahra.


"Mama liat orang yang nusuk buk Siti??" tanya Faiz pada mamanya.


Rahayu hanya menggeleng, karena saat itu dia sedang fokus memilih menu dengan Zahra.


"Dho...masalah ini secepatnya harus di ketahui...kalau tidak ini akan membahayakan bagi Zahra...jelas saat ini tujuan mereka adalah menyakiti Zahra..." ujar Faiz pada Ridho menganalisa kejadian yang menimpa istrinya.


"Tapi mas...aku kan nggak punya musuh..." jawab Zahra polos.

__ADS_1


Karena selama ini dia merasa tak banyak bergaul dengan siapa pun, dia lebih sering menghabiskan waktu di rumah.


"Walaupun kamu tak punya musuh...bisa jadi ini ulah seseorang yang tak suka denganku..." jelas Faiz lagi dia berprasangka bahwa yang melakukan hal ini adalah keluarga Setiawan yang tak suka dengan apa yang telah di lakukan Faiz pada keluarga mereka.


Ridho pun berfikiran sama dengan Faiz, hanya saja Ridho tak ingin gegabah, dia ingin menyelesaikan masalah ini dengan tenang dan mencari tahu siapa dalang dari kejadian ini.


"Keluarga buk Siti...!!" panggil seorang perawat yang masuk ke dalam ruangan Zahra.


" Saya sus..." ujar Rahayu lalu dia menghampiri perawat tersebut.


"Ibuk bisa ikut saya...!!" pinta perawat tersebut Rahayu pun mengikuti langkah perawat menuju ruang dokter yang menangani Siti.


Tak berapa lama setelah itu, Adrian dan mang Uddin masuk ke dalam ruangan Zahra.


Mang Uddin tampak sangat khawatir saat mendengar apa yang terjadi pada istrinya.


"Mana ibukmu Ra???" tanya mang Uddin seketika saat masuk ke dalam ruangan Zahra.


Zahra hanya diam, karena dia sendiri tidak tahu bagaimana kondisi ibunya.


"Ibuk Siti sudah di tangani oleh dokter mang...saat ini mama sedang menemui dokter untuk mencari tahu keadaan buk Siti..." jelas Faiz pada mang Uddin.


Adrian menepuk pundak mang Uddin memberi semangat agar dia tidak terpuruk dan bersedih dengan apa yang terjadi.


Walaupun mang Uddin bersedih, dia berusaha tetap tegar di hadapan semuanya.


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...


# dan hadiah...

__ADS_1


__ADS_2