Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 98


__ADS_3

“ Alhamdulillah...” ucap mereka ikut bahagia dengan berita pernikahan Fathiya.


Alita mencubit pinggangt Sakti, dan berbisik “ ternyata do’a kita terkabul...hehe...” kekeh Alita sambil tersenyum melihat kakaknya yang tampak malu.


“ Ya Ampun...Dho... kamu menyembunyikan hal penting ini dariku....” gumam Faiz di dalam hati tersenyum juga ikut bahagia dengan pernikahan sahabatnya.


“ Selamat ya mbak...” goda Alita menghampiri kakaknya, dia memeluk kakaknya itu.


Zahra pun ikut bediri dan melangkah berat menghampiri kakanya.


“ Iya mbak... selamat ya...semoga mbak bahagia bersama mas Ridho...” ucap Zahra ikut memeluk kakaknya.


Semua keluarga terharu melihat keakraban kakak beradik itu. Tak berapa lama mereka pun menghentikan kebersamaan mereka sejenak untuk bersiap-siap shalat maghrib berjama’ah.


Faiz membimbing Zahra melangkah ke kamar yang biasa di tempatinya. Di rumah Fathiya mereka memiliki kamar tertentu karena mereka telah biasa bertandang ke rumah ini. Dengan langkah yang pelan, Zahra terus berjalan. Sesampai di kamar Zahra langsung duduk di atas ranjang sambil menghela nafasnya.


“ Huuuuffft...” dengus Zahra.


Faiz merasa kasihan melihat istrinya yang kesusahan melangkah karena mengandung buah hatinya, perut Zahra yang tampak sangat besar melebihi wanita hamil biasanya karena janin yang di kandung Zahra tak hanya satu orang namun 3 orang.


“ kamu capek ya sayang...” tanya Faiz sambil menghapus keringat Zahra di dahi Zahra.


“ he...nggak kok sayang...” Zahra berusaha menutupi kelelahannya.


“ Sayang...kamu adalah wanita hebat yang ku miliki...” tutur Faiz jujur.


“ dan mas Faiz adalah pria hebat yang Ara miliki...” ucap Zahra.


“ kamu mau berwudhu’ duluan atau aku duluan...” tanya Faiz.


“ mas aja yang duluan ya...” ujar Zahra. Zahra masih ingin beristirahat sejenak.


Setelah Faiz selesai berwudhu’, Zahra pun berdiri melangkah menuju kamar mandi untuk berwudhu, dan Faiz tak lupa membantu istrinya melangkah. Saat ini tubuh Zahra memang tampak lebih berisi dari pada biasanya, sehingga dia memang kesusahan membawa tubuhnya itu.


Dengan setia Faiz selalu menggandeng istrinya hingga berkumpul di mushola untuk melaksanakan shalat maghrib.


Setelah shalat maghrib berjama’ah mereka pun makan malam bersama di ruang makan, Fathiya telah menyiapkan semuanya untuk makan malam bersama dengan keluarga besar adiknya.


Semua keluarga menikmati kebersamaan, hal ini sering mereka lakukan tak hanya di rumah Fathiya, terkadang mereka berkumpul di kediaman Adrian. Kebersamaan yang harmonis setelah mereka yang terpisah dalam waktu dekat maupun lama.

__ADS_1


Seperti Mawar, Fathiya, dan Alita yang telah terpisah bertahun-tahun dengan si bungsu Zahra. Daan Zahra yang harus menghilang karena musuh yang mengincarnya.


Sekarang mereka telah berkumpul, dan selalu di selimuti oleh kebahagiaan.


****


Stella sedang asik memasak dengan ibunya Frank untuk persiapan makan siang, tiba-tiba Frank datang ke dapur memanggil Stella karena ada seseorang ingin berjumpa dengannya.


“Stell...sini...ada yang mau bertemu sama kamu...” panggil Frank.


Stella mengernyitkan dahinya, dia heran di rumah Frank ada yang ingin berjumpa dengannya.


“ Siapa??” tanya Stella.


“ Sini aja dulu...” panggil Frank lagi, dia tampak enggan memberitahukan siapa yang datang menemui Stella.


Stella pun ke luar dari dapur dan berjalan menuju ruang tamu. Stella melihat seorang pria paruh baya yang masih berbadan tegap, terlihat dari usianya dia masih sehat. Stella kaget saat menyadari pria tua yang mengunjunginya itu adalah kakek Hermawan.


“ Tu...Tu....an...” ucapnya gugup. Takut kakek Hermawan akan memarahinya atau akan memenjarakan dirinya setelah apa yang dia lakukan terhadap Zahra.


“ bagaimana kabar mu nak?” tanya kakek Hermawan dengan Arif.


Stella kaget melihat respon kakek Hermawan yang begitu ramah padanya.


Hermawan memperhatikan seluruh tubuh Stella dari atas hingga bawah, bekas luka bakar di tubuhnya masih terlihat begitu jelas sehingga membuatnya tampak sangat mengerikan.


“ silahkan duduk nak...” ajak Hermawan menyuruh Stella untuk duduk di hadapannya.


Stella tak menyangka Hermawan akan memperlakukannya sebaik ini. Dia pun duduk tepat di hadapan Hermawan.


“ Kakek sudah mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan operasimu...besok kamu akan berangkat ke Singapura untuk melaksanakan operasi plastik...Frank akan mengantarmu ke Singapur, dia akan menemanimu selama kamu berobat...” ujar Hermawan membuat Stella merasa terharu dnegan kebaikan Hermawan setelah apa yang telah di lakukannya.


“ te...te...ri...ma...ka..sih tu...an...” ucap Stella gugup, dia baru menyadari di dunia ini masih banyak orang-orang baik.


“ tidak usah berterima kasih padaku...setelah ini kamu harus kembali ke keluarga Fathiya dan minta maaflah pada mereka...!!” perintah Hermawan.


“ Ba...baik tuan...” ucap Stella.


Hermawan pun berdiri dan pamit untuk pergi meninggalkan mereka, sebelum pergi dia berbicara serius dengan Frank lalu dia pun pergi.

__ADS_1


Frank adalah kaki tangan Hermawan di Indonesia, Frank telah lama bekerja dengan Hermawan. Hermawan mengenal Frank saat Frank bekerja mencuci mobil di lampu merah saat dia masih berumur 10 tahun, setelah itu Hermawan pun membiayai sekolah Frank hingga dia lulus s2 di Universitas Indonesia.


Walaupun Frank berpendidikan tinggi, Hermawan meminta Frank untuk menjadi kaki tangannya dan selalu melindungi keluarganya dari jauh tanpa sepengetahuan keluarganya.


Frank yang merupakan pria baik hati dan bertanggung jawab sangat setia pada tuan Hermawan sehingga Hermawan sudah menganggapnya sebagai putranya sendiri.


Hermawan juga mengetahui perasaan Frank pada Stella sehingga Hermawan dengan senang hati membantu Stella untuk mengobati bekas lukanya saat ini.


Frank selalu mengabarkan hal apa pun tentang Stella mulai sejak Frank menyelamatkan Stella di Laut hingga Stella saat ini tinggal di rumahnya.


Setelah Hermawan pergi, Stella menghampiri Frank.


“ Kamu yang memberitahukan keberadaanku disini pada tuan Hermawan??” tanya Stella penasaran.


Frank hanya mengangguk lalu dia mengelus puncak kepala Stella.


“ Segala sesuatu yang berkaitan denganmu selalu di pantau tuan Hermawan...” ujar Frank lalu meninggalkan Stella yang berdiri mematung di tempatnya. Frank membalikkan tubuhnya melihat Stella masih diam mematung di sana, Frank pun menarik tangan Stella.


“ yuk kita makan siang...aku udah lapar...” ajak Frank pada Stella.


Akhirnya Stella pun melangkahkan kakinya mengikuti Frank ke dapur, di dapur semua makanan telah terhidang. Ibu Frank menyelesaikan memasak saat Stella berjumpa dnegan kakek Hermawan.


“ Yuk Stell kita makan siang dulu...” ajak Ibu Frank.


Ibu Frank sangat menyayangi Stella, dia telah menganggap Stella sebagai putrinya sendiri, sejak keberadaan Stella di rumah Frank, dia tidak lagi merasa kesepian, karena Frank sering pergi meninggalkannya dengan tugas-tugas yang ibu Frank sendiri tak tahu apa sebenarnya pekerjaan putranya. Yang dia tahu adalah Frank bekerja dengan keluarga Hermawan yang telang membiayai sekolah Frank hingga Frank tamat S2 di Universitas terkenal di Indonesia.


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...

__ADS_1


# Vote...


# dan hadiah


__ADS_2