Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 37


__ADS_3

"Apa sebenarnya yang terjadi???" tanya Alisya meminta penjelasan.


"Mhm...gini Sya...sebelum aku sakit, Reynald ngomong kalau dia suka sama aku..." Zahra mulai bercerita.


"Aku belum jawab apa-apa...Mas Faiz udah datang jemput aku..."


"Jadi aku belum sempat jawab apa-apa sama dia..." jelas Zahra jujur pada Alisya.


"Owh...gitu..." Ucap Alisya merasa sesak di dadanya mendengar Pria yang selama ini di kaguminya mencintai wanita lain dan wanita itu adalah sahabatnya sendiri.


Alisya telah mulai mengagumi Reynald sejak mereka mulai bersahabat. Alisya hanya bisa menyukai Reynald dalam diam karena dia tak ingin keakraban yang ada di antara mereka sirna karena cinta.


Tapi ada rasa syukur di hatinya karena Zahra telah menikah dengan Faiz, itu artinya Alisya masih punya kesempatan untuk mendapatkan Reynald.


"Ra... nanti pulangnya di jemput pak Faiz ya...???" Alisya mengalihkan pembicaraan karena dia tak ingin lagi membahas Reynald yang membuatnya bersedih.


"Iya Sya...selagi dia punya waktu, Dia akan jemput aku..." jawab Zahra bahagia mengingat suaminya yang mencintai dirinya.


"Mhm..." gumam Alisya.


"Kamu bahagia bersamanya...???" tanya Alisya hati-hati takut Zahra tersinggung, yang dia tahu selama ini Faiz selalu menghukum Zahra sesuka hatinya. Sebagai sahabat Alisya mengkhawatirkan sahabatnya itu.


"Mhm...do'akan aku selalu bahagia bersama dia..." pinta Zahra dengan sebuah senyuman.


"Aku pasti ngedo'ain yang terbaik buat kamu Ra..." ucap Alisya. Alisya dapat mengartikan ada kebahagiaan dalam hidup Zahra dari senyuman yang merekah di bibirnya.


"makasih ya Sya..." ucap Zahra.


*****


Di tempat lain...


"Kenapa dek???" tanya Ridho pada wanita yang kini telah duduk di hadapannya dengan kepala tertunduk.


"Mas kecewa sama kamu..." lirih Ridho pada wanita yang selalu menuruti kata-katanya hanya saja karena kesibukkannya dia jadi jarang untuk memantau gadis pujaannya itu.


"Aku kesal sama wanita itu...dia telah merebut Faiz dariku...seharusnya yang menjadi istrinya adalah aku..." ujar Dahlia kesal penuh emosi mengingat kejadian tadi pagi, dia yang tertangkap basah menjahili istri dari Alfaiz Hermawan.


"Lia...ini semua bukan salah Zahra...mungkin Zahra juga gak mau menikah dengan Faiz..." ungkap Ridho dengan jujur.


"Namun...hanya untuk berbakti pada om Adrian dan tante Rahayu dia rela mengorbankan hidupnya dengan menikahi Faiz..."


"Jangan tambah lagi penderitaannya dek...!!!" Ridho menasehati Dahlia, Sedangkan Dahlia hanya tertunduk tak berkata apa-apa.


"Mas...aku mencintai mas Faiz..." lirih Dahlia.


Ridho menghela nafasnya Mendengar kata-kata Dahlia, Dia mendekati Dahlia, lalu dusuk di sampingnya. Ridho meraih dagu Dahlia agar Dahlia dapat menatap wajahnya.


"Lia...apa kamu sudah gila karena cintamu...???" lirih Ridho, yang sebenarnya sakit mendengar perkataan itu namun hal inilah yang di jalaninya selama ini.

__ADS_1


Ridho tahu Dahlia menyukai Faiz, namun dia yakin Suatu saat nanti Dahlia akan mencintainya seperti dirinya memcintai Dahlia. Ridho terus bersabar memberikan perhatian pada Dahlia.


"Lia...kamu harus melupakannya...masih ada pria yang akan tulus mencintaimu..." ucap Ridho lalu merebahkan tubuh Dahlia pada pundaknya.


"Bukalah mata hatimu...lupakan Faiz, karena Faiz sangat mencintai Zahra jadi tak ada alasan Faiz akan meninggalkan Zahra..." ujar Ridho, Dahlia mengangkat wajahnya menatap dalam manik Ridho mencari kejujuran seakan-akan Dahlia tak terima dengan ucapan Ridho.


"walau bagaimana pun kamu menepis kenyataan ini, semua akan sia-sia..."


Dahlia hanya terdiam memikirkan setiap ucapan Ridho.


*****


Di pinggir jalan, Alisya menendang ban mobil mobilnya yang bocor.


"Shiit...kenapa pake bocor sich...!!!" umpat Alisya.


Alisya mengotak-atik ponselnya mencari no. kontak bengkel yang di milikinya. Dia mencoba menghubungi beberapabkontak yang ada namun tak satu pun yang mengangkat panggilannya.


Satu jam Alisya hanya bisa menghubungi beberapa bengkel dan mengulanginya namun tak satu pun yang bisa datang membantunya.


Akhirnya Alisya berdiri bersandar di mobilnya mencari bantuan orang lewat.


Sebuah motor gede melintas di tempat Alisya yang dalam kesulitan.


Dengan berani, Alisya menghentikan motor gede itu.


Pengendara motor gede itu pun berhenti, lalu membuka helmnya. Alisya tak menyangka pemilik motor gede itu seorang pria tampab yang selama ini di kaguminya.


"Reyn...kamu???" Tanya Alisya heran. Dia tak menyangka Reynald memiliki motor gede yang keren, karena selama ini Reynald datang ke sekolah dan kampus hanya menggunakan sepeda.


"Alisya...Ada apa kamu disini Sya...?" Tanya Reynald.


"ini...mobilku bocor...Aku gak bisa ganti ban cadangannya..." jawab Alisya sambil menunjuk pada bannya yang tengah kempes.


"Owh..." Reynald memarkirkan motornya, dan turun dari motornya.


"Kamu bawa ban serepnya kan???" Tanya Reynald.


"Iya...ada di bagasi..." jawab Alisya lalu membuka bgasi mobilnya. Di dalam mobil Alisya juga terdapat dongkrak dan beberapa kunci-kunci.


"Ya udah biar aku bantu..." ucap Reynald.


Reynald pun mengganti ban mobil milik Alisya yang bocor.


Tak betapa lama pekerjaan Reynald pun selesai. Penampilan Reynald yang tadi rapi, sekarang telah berubah jadi berantakan.


"Udah selesai Sya..." ujar Reynald sambil memasukkan ban yang bocor serta donkrak dan beberapa kunci-kunci ke dalam bagasi mobil.


"Thanks ya Reyn...kamu mau kemana???" Tanya Alisya pada sahabatnya sekaligus pria pujaannya.

__ADS_1


"Aku...mhm...aku mau ketemu teman-teman...ada acara reunian..." jawab Reynald.


"Mhm...tapi gara-gara aku...kamu jadi berantakan begini..." ujar Alisya tak enak hati.


"Eh...tunggu sebentar ya..." Alisya mengambil tissu dari dalam mobil, dia pun memberikannya pada Reynald untuk membersihkan wajah Reynald yang jotor karena oli, karena Reynald membersihkannya tanpa melihat pantulan dirinya di kaca, jadi dia tak dapat membersihkan wajahnya dengan benar.


"Kamu ini...sini...biar aku yang bersihkan..." Alisya neraih tissu dari tangan Reynald, lalu dia membersihkan wajah Reynald dengan telaten.


Pada saat itu jantung Alisya berdetak sangat cepat, ini untuk pertama kalinya Alisya dapat melihat wajah pujaan hatinya secara dekat, matanya yang coklat terus menatap Alisya, membuat Alisya semakin gugup.


Degh...Reynald merasakan jantungnya tiba-tiba berdetak tak karuan.


"Udah..." ucap Alisya yang berusaha bersikap biasa saj agar Reynald tak mencurigai perasaannya. Semakin lama berada di dekat Reynald jantungnya tak dapat di kendalikan lagi.


"Makasih..." ucap Reynald dengan senyuman khasnya.


"Sama-sama...besok aku traktir deh di kantin...sebagai tanda terima kasih..." ujar Alisya.


"Boleh juga tuh...tapi...jangan ajak Zahra..." ucap Reynald.


Seketika Alisya terdiam.


"Sya...kamu baik-baik saja...???" Reynald bertanya pada Alisya karena Alisya hanya diam.


"Kamu masih marah ya sama Zahra???" Tanya Alisya mengingat kejadian di kampus tadi pagi.


"Sya...besok kita bahas ya...aku udah terlambat..." ujar Reynald lalu dia pun menaiki motor gedenya dan berlalu.


Alisya pun masuk mobil dan langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...


# dan hadiah...


terimakasih pembaca setiaku...

__ADS_1


__ADS_2