Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 41


__ADS_3

"Aku mandi dulu ya mas..." teriak Zahra saat dia telah berada di depan pintu kamar mandi.


Setelah Zahra selesai mandi, Faiz pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena keringat.


Saat Faiz mandi, Zahra membuka lemari yang terdapat di dalam kamar. Zahra kaget saat melihat iai lemari itu di penuhi dengan pakaian miliknya serta suaminya.


Faiz sengaja membawa pakaian mereka ke rumah mang Uddin agar saat mereka ingin menginap di rumah mang Uddin tidak perlu repot-repot membawa pakaian ganti.


Zahra mengambil pakaian santai yang akan di pakai oleh Faiz, Zahra meletakkan pakaian itu di pinggir tempat tidur.


Lalu Zahra pun mengenakan pakaiannya. Semenjak Zahra telah melakukan hubungan suami istri bersama suaminya, Zahra tak lagi mengenakan pakaian di kamar mandi. Faiz menyurihnya untuk mengenakan pakaian di dalam kamar saja walaupun Faiz tengah berada di kamar itu juga.


Setelah mereka menyatu saling memiliki, kini tak ada rasa malu di antara mereka, karena mereka telah sama-sama memperlihatkan semuanya pada pasangan mereka.


Faiz selesai mandi, dia keluar kamar mandi mengenakan handuk di pinggang. Melihat suaminya yang telah keluar dari kamar mandi Zahra langsung mengambil pakaian Faiz lalu mengahampiri suaminya, dan membantu suaminya memakai pakaiannya.


Zahra yang hanya mengenakan daster yukensi sampai paha membuat suaminya tergoda, Faiz pun memulai aksinya menyerang istrinya.


Mereka pun menikmati Syurga dunia dengan di temani desahan-desahan panas yang keluar begitu saja dari mulut Zahra.


Setelah mereka puas, akhirnya mereka pun tertidur pulas.


Di tengah malam, Zahra merasakan perutnya keroncongan karena lapar. Seingat Zahra sebelum tidur dia makan banyak makanan yang masih tersisa saat acara.


Zahra heran dengan perutnya yang minta di isi, Zahra pun bangun dia mengambil gamis yang ada di dalam lemari, lalu memakai hijab langsung miliknya.


Saat Zahra melangkah keluar kamar.


"Mau kemana Ra....??" tanya Faiz saat terbangun dan melihat istrinya hendak keluar kamar.


Mendengar Faiz bertanya Zahra mendekati Faiz.


"Mas...Ara lapar...Ara mau cari makanan di dapur..." jawab Zahra.


Faiz pun bangkit dari tidurnya.


"Mas temani ya.." tawar Faiz karena dia tak ingin Zahra ke dapur sendirian.


Mwrwka pun melangkah menuju dapur, Zahra membuka lemari pendingin mencari beberapa makanan yang bisa langsung di makan.


Tapi karena dingin, membuat Zahra tak berselera, Zahra melihat ada beberapa mi instan di lemari.


"Ara bikin mie rebus aja...Mas mau???" tawar Zahra pada suaminya.


Sebenarnya Faiz tidak merasa lapar, tapi untuk menemani istrinya dia pun menerima tawaran Zahra.


"Boleh..." jawabnya.

__ADS_1


Zahra pun mengambil 2 bungkus mie instan lalu mulai memasaknya.


Tak berapa lama mie instan pun siap di santap.


Zahra memberikan semangkuk mie instan yang uapnya masih mengepul karena baru saja masak.


"Hati-hati mas panas.." Zahra mengingatkan.


Zahra dan Faiz pun menyantap mie instan buatan Zahra, setelah menghabiskan mie instan buatannya Zahra masih merasa lapar, Akhirnya Zahra mengambil beberapa kue yang ada di lemari pendingin tadi lalu melahapnya.


Faiz heran melihat nafsu makan istrinya sangat meningkat dari pada biasanya.


"Kamu lapar banget Ra...???" tanya Faiz pada Zahra heran.


"Iya mas..." jawabnya tanpa menoleh pada Faiz dan masih asyik dengan kue-kue yang ada di hadapannya.


Zahra makan dengan banyaknya, setelah merasa perutnya kenyang, mereka pun kembali ke kamar untuk melanjutkan todur mereka yang terganggu.


*****


Hari ini ujian Semester di mulai, Zahra pun menyiapkan diri untuk ujian. Faiz yang tahu istrinya dalam masa-masa ujian, membiarkan Zahra sibuk dengan buku-buku pelajaran.


Selama ujian Zahra di antar dan di jemput oleh sopir keliarga Hermawan.


Faiz ingin Zahra fokus dalam ujiannya tanpa ada gangguan dari Faiz, oleh karena itu Faiz menyibukkan diri pula di sekolah.


2 minggu masa ujian tibalah saatnya masa liburan. Masa yang di tunggu-tunggu Faiz dan Zahra.


"Kamu siap Sayang...???" tanya Faiz sambil memeluk tubuh istrinya sebelum tidur.


"Siap buat apa??" tanya Zahra tidak mengerti dengan pertanyaan Faiz.


"Kamu siap buat liburan ke paris??? 2 hari lagi kita akan berangkat..." ucap Faiz membuat Zahra kaget.


"Kok mendadak mas...??" tanya Zahra heran karena Faiz tidak membicarakan hal ini sebelumnya padanya.


"Kita kan udah berencana 2 bulan yang lalu..." ujar Faiz mengingatkan Zahra.


"Iya sich...tapi mas gak bilang-bilang kita berangkatnya 2 hari lagi..." ujar Zahra.


"Yang jelas kamu cukup menyiapkan diri kamu,...semua keperluan kamu biar pelayan yang menyiapkannya...." jelas Faiz.


"Mhm...oke...makasih ya mas..." ucap Zahra senang.


"aku akan lakukan apa pun agar kamu bahagia...." ucap Faiz lalu mendaratkan sebuah ciuman singkat di bibir Zahra membuat Zahra tersipu malu.


"Mas nakal..." gerutu Faiz.

__ADS_1


"Nakal sama istri...." belum selesai Faiz berkata Zahra langsung memotong ucapannya.


"Ibadah..." pekik Zahra membuat Faiz langsung tertawa.


Zahra memang wanita yang unik, dia bisa menempatkan dirinya dimana pun dia berada, namun jika dia berada di samping Faiz seolah-olah dia berubah menjadi gadis kecil yang sangat manja, hal itu membuat Faiz semakin mencintainya.


Zahra dan Faiz pun menghabiskan malam dengan bercerita dan bercanda ringan, hingga akhirnya mereka terlelap dengan posisi saling memeluk.


Kini kebahagiaan telah menyelimuti rumah tangga mereka.


******


Di pagi hari seperti biasa Faiz dan Zahra shalat subuh berjama'ah lalu keluar kamar dan bergabung dengan Adroan dan Rahayu untuk sarapan.


"Pagi ma...pa..." sapa Faiz dan Zahra pada Adrian dan Rahayu yang telah duduk di meja makan.


"Pagi sayang..." balas Rahayu.


"Fa...kapan jadinya berangkat...???" tanya Rahayu pada Faiz yang tahu rencana putranya akan membawa istrinya berlibur.


"Rencananya besok ma...Hari ini kami mau membeli beberapa perlengkapan yang di butuhkan..." jawab Faiz.


"Mama ikut...???" tanya Zahra polos pada ibu mertuanya.


"Kalau mama ikut...nanti malah gangguin kalian..." jawab Rahayu sambil tersenyum melirik suaminya.


Rahayu sengaja menyuruh Faiz mengajak istrinya berlibur sekalian berbulan madu, agar keinginan Adrian untuk memiliki cucu terwujud dengan segera.


Karena hampir satu tahun Faiz dan Zahra menikah namun belum ada tanda-tanda Zahra hamil.


Rahayu berharap dengan perginya Faiz dan Zahra berbulan madu maka Zahra dapat rileks dan pikirannya tenang sehingga dia dapat mengandung keturunan Hermawan.


Bersambung....


.


.


.


w^jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...

__ADS_1


# dan hadiah...


terimakasih pembaca setiaku...


__ADS_2