
Zahra telah berada di ruang rawat inap pasien, ruangan Zahra sengaja di pilih ruang VVIP agar keluarga bebas keluar masuk ruangan itu. Bagi Hermawan akan melakukan apapun untuk keluarganya.
Zahra tengah bersandar di kepala tempat tidur dan Faiz duduk di samping Zahra. Ketiga bayinya tidur di dalam box bayi.
“ Alhamdulillah sayang...kamu adalah wanita terhebat bagiku...” ujar Faiz pada istrinya.
“ terima kasih sudah memberikanku dua putra dan seorang putri, hidupku saat ini telah sempurna dengan kehadiran mereka...” ujar Faiz lagi.
Zahra hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya.
“ Ra...mau kasih nama apa anak-anak kalian...?” tanya mam Rahayu yang mulai bingung memanggil ketiga bayi kembar itu.
“ Mhm...siapa mas...? “ tanya Zahra pada suaminya.
Mereka memang belum memikirkan nama untuk anak-anak mereka, karena mereka yakin keluarga besar pasti punya nama yang bagus buat mereka.
“ menurut mama nama apa yang bagus??” Zahra malah balik tanya pada mama Rahayu.
“ memangnya kalian belum memikirkan nama untuk anak-anak kalian??” tanya mama Rahayu.
Faiz dan Zahra pun menggelengkan kepalanya.
“ Ya ampun...” mama Rahayu tepuk jidat,.
“ kami sengaj belum cari nama buat mereka karena keluarga besar pasti punya nama yang bagus-bagus buat mereka.
“ bagaimana kalau Rafa dan Rafi...??” seru Alita yang berfikir memikirkan nama buat keponakannya itu.
“ Bagus...!” sahut Rahayu.
“ Lalu buat yang ceweknya siapa??” tanya Zahra.
“ Siapa ya...?” tanya Zahra.
“ Rana aja...” sahut Fathiya yang langusng di setujui oleh seluruh keluarga.
“ Rafa...Rafi...dan Rana...nama yang bagus...” ucap Hermawan
__ADS_1
Mereka pun mengangguk sambil tersenyum bahagia dnegan nama yang di usulkan Alita, saat mereka sedang asik berbincang di shofa yang terdapart di ruangan Zahra.
Mereka duduk berdampingan dengan pasangan masing-masing. Begitu juga dengan Fathiya dan Ridho, karena mereka masih pengantin baru mereka terlihat selalu menempel seperti perangko. Saat asik mengobrol seseorang mengetuk pintu ruangan Zahra.
Alita berdiri membukakan pintu ruangan, semua orang kaget saat melihat Stella dan Frank berada di depan pintu. Fathiya langsung emosi saat melihat wajah si pengkhianat yang telah menghancurkan kehidupan rumah tangganya yang telah berlalu.
“Stella...” panggil buk Mawar yang merasa sangat merindukan Stella karena telah lama tak berjumpa dengan Stella.
Fathiya sengaja tak menceritakan kebusukkan Stella pada keluarganya, begitu juga dengan Hermawan. Hermawan tidak menceritakan apa pun tentang Zahra sehingga semua orang masih menerima Stella dengan tangan terbuka.
Buk Mawar menghampiri Stella.
“ Masuk nak...kamu kemana aja??” tanya Mawar pada Stella.
“ mhm...a..aku...” Stella bingung dengan sikap ramah buk Mawar padanya, padahal dia telah berbuat buruk pada Zahra dan juga Fathiya.
“ Stella mencari pekerjaan ke kampungku...dan bukan pekerjaan yang di dapatnya malah jodoh yang di dapatkannya...” ujar Frank menengahi kegugupan Stella di tengah-tengah keluarga besar Faiz dan Zahra.
“ Frank...kamu apa kabar??” Sapa Faiz dan Ridho yang mengenali Frank sewaktu mereka kuliah, Frank lah yang selalu menjaga mereka.
“ Baik...!” jawab Frank.
“ Iya...” Jawab Frank.
“ Selamat ya nak...” Ucap nenek Faiz yang kenal betul siap[a Frank dalam keluarga Hermawan.
Frank dan Stella pun bergabung dengan mereka, bercengkrama penuh kehangatan, namun terlihat di wajah Fathiya yang tidak suka dengan keberadaan Zahra di sana.
“ Sayang...kita keluar sebentar yuk...” ajak Fathiya pada suaminya.
“ Yuk...” ucap Ridho lalu mereka pun keluar dari ruangan itu.
Saat Fathiya telah berada di luar, Stella pun keluar mengikuti Fathiya. Dia sadar bahwa Fathiya menyembunyikan kebuskkannya di depan seluruh ke;luarga begitu juga dengan kakek Hermawan.
“ Mbak Yaya...” panggil Stella saat berada telah jauh dari ruangan Zahra.
Fathiya membalikkan tubuhnya saat mendengar namanya di panggil, Stella pun menghampiri Fathiya.
__ADS_1
“ Maafkan aku mbak...maafkan atas kesalahanku selama ini...aku telah berbuat salah sama mbak...” Stella memohon pada Fathiya.
Fathiya menoleh pada Ridho, Ridho pun mengangguk menyuruh Fathiya untuk memaafkan Stella. Dia masih ragu untuk memaafkan Stella namun dari belakang Frank menghampiri mereka.
“ maafkanlah dia mbak...dia sudah mendapatkan hukuman atas perbuatannya...” ujar Frank, lalu Frank pun menceritakan semua yang telah terjadi pada Stella.
Fathiya merasa kasihan dengan hal yang telah di alami Stella, akhirnya Fathiya pun mau memaafkan Stella. Setelah itu mereka pun kembali ke ruangan rawat Zahra untuk berkumpul dengan seluruh keluarga.
Semua keluarga Faiz dan Zahra pun di selimuti kebahagiaan semenjak kehadira ketiga bayi yang menghiasi hari-hari mereka.
TAMAT
Hai readers...
Terpaksa menikahi Kepsek Kejam telah berakhir sampai disini. Author mohon Maaf jika karya author ini tak sesuai dengan keinginan para pembaca setia. Author masih dalam masa belajar dalam menulis Novel.
Author juga mengucapkan beribu terima kasih kepada pembaca setia karya author atas dukungan dan support yang raders berikan pada Author...
Mhm...setelah ini Author akan menulis karya baru yang berjudul ‘PUDARNYA CINTA..” jangan lupa mampir di karya author selanjutnya ya Readers yang baik Hati.
Terima kasih.
Wassalam...
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
__ADS_1
# Vote...
# dan hadiah