
Di rumah tempat Stella berada, Stella duduk tanpa di ikat lagi.
Namun pintu kamar tetap di kunci para pengawal terus berjaga 24 jam.
Stella kini tengah duduk di atas tempat tidur, dia bosan berada di dalam kamar itu, sudah 2 hari dia di kurung di kamar itu.
Frank masuk ke dalam kamar itu, Frank memberikan ponsel milik Stella yang selama 2 hari ini di sitanya.
"Telponlah dia...katakan kamu ingin bertemu...!!" perintah Frank pada Stella.
Stella membuka ponselnya lalu menghubungi Alex, sesuai perintah Frank.
"Jangan lupa loudspeaker !!!" ujar Frank.
Stella pun mengaktifkan loud speakernya.
tuuuut....tuuuut...( suara memanggil)
"Hallo...Stell...dimana kau???" tanya Alex khawatir.
"Mhm...a...ku...aku sedang di luar kota...kemarin aku ketemu sama temanku dan minta di temani..." ucap Stella bingung harus menjawab apa.
"Dimana...??" tanya Alex lagi.
Frank pun memberi isyarat dengan kertas.
"Di Bali...." jawab Stella
"Kapan kau kembali...?" tanya Alex lagi.
"Besok aku akan kembali...Bisakah kau menjemputku di tempat biasa??" tanya Stella.
"Baiklah...jam berapa??" tanya Alex lagi.
"Jam 2 setelah makan siang..." jawab Stella sesuai dengan perintah yang di berikan oleh Frank.
Stella pun mematikan panggilannya, Frank kembali meminta ponsel milik Stella. Frank pun berdiri hendak keluar dari kamar tersebut.
"Mhm...hei..." panggil Stella pada Frank.
"Ada apa???" tanya Frank yang membalikkan badannya menghadap pada Stella.
"Mhm...aku bosan..." ucap Stella.
Frank menelisik wajah Stella, dari wajahnya tampaklah Stella bukanlah seorang yang jahat, namun Frank tak memyangka Stella ingin membunuh Zahra hanya ingin mendapatkan harta.
"Lalu...apa yang kau inginkan...???" tanya Frank pada Stella.
"Mhm...maukah kau menemaniku...???" tanya Stella takut mendapatlan penolakkan dari Frank.
"Maksudmu...???" Frank heran dengan Stella.
"Mhm...paling tidak aku ada teman di ruangan ini...untuk memghilangkan rasa bosanku..." ujar Stella jujur.
"Mhm...baiklah...Aku akan di sini untuk beberapa waktu..." ujar Frank.
"Terima kasih..." ucapnya tulus.
Mereka pun terdiam sejenak dengan pikiran mereka masing-masing.
"Ini semua karena kebodohanku yang mau saja di peralat oleh Alex..Sehingga aku berurusan dengan kakek Hermawan yang sangat baik padaku selama ini...." gumam Fathiya.
__ADS_1
"Wanita ini terlihat cantik dan sangat polos..." gumam Frank.
"Namamu...siapa???" tanya Stella takut.
"Mhm...aku Frank..." jawab Frank
" Maaf...membuatmu menemaniku di sini..." ujar Stella.
"Ngga apa-apa... Apakah kau benar-benar melakukan kejahatan ini demi harta???" tanya Frank penasaran.
"Mhm....sebenarnya...Aku...Aku...hanya ingin memdapatkan kasih sayang buk Mawar dan keluarganya...."
"Aku seorang gelandangan sejak kecil tak pernah merasakan kebahagian memiliki keluarga... Saat buk Mawar telah menemukan Zahra, dia tak lagi memerlukan diriku sehingga mereka pun tak merasa kehilangan di saat aku tak berada di dekat mereka..."
"Aku...aku juga terpaksa mengikuti semua kemauan Alex karena..." Stella bimbang untuk menyampaikan Alasannya yang sesungguhnya melakukan hal ini.
"Karena apa???" tanya Frank penasaran.
"Alex telah mengambil kehormatanku, dan dia juga berjanji akan menikahiku jika bisa mengambil harta milik Fathiya dan buk Mawar..." jujur Stella pada Frank.
Frank tak menyangka Stella akan memberitahukan semua ini pada dirinya, namun Frank tak mudah percaya dengan apa yang di ucapkan Stella.
"Apakah saat ini kau masih ingin menikahi Alex??" tanya Frank serius.
"Mhm...entahlah..." jawab Stella nanar.
Stella dan Frank pun bercerita lebih, mereka bertukar pikiran sehingga terjalin keakraban di antara mereka.
Mereka pun lupa waktu yang telah larut malam, Frank pun meninggalkan Stella setelah sadar bahwa jam menunjukkan jam 1 dini hari.
*******
Faiz sampai di kediaman Adrian. Sebelumnya Faiz telah meminta Rahayu mamanya untyk tidak mengunci rumah, agar dia bisa masuk tanpa membangunkan pelayan, agar mereka tak mengetahui kedatangan Faiz.
Faiz masuk ke dalam rumah dan melangkah menuju kamarnya.
Di dalam kamarnya, terlihat Adrian dan Rahayu tengah menunggu kedatangannya.
"Mama...Papa...kalian belum tidur...???" tanya Faiz heran.
"udah tadi sayang...tapi papamu gak bisa tidur dan ingin mengetahui apa sebenarnya yang tengah terjadi...??" ujar Rahayu menghampiri putranya yang kembali dalam keadaan selamat.
"Mhm....tapi berjanjilah tetap berpura-pura mencari Zahra...agar si pelaku mengira Zahra benar-benar hilang..." ujar Faiz.
"Maksud kamu....kamu sudah menemukan Zahra nak??" tanya Adrian penasaran.
Faiz mengangguk lalu dia duduk di shofa tepat di depan ayahnya duduk.
"Semua ini atas bantuan kakek pa...Kakek yang menculik Zahra dan menyembunyikannya..." jelas Faiz dengan nada yang pelan.
"Kakekmu??? maksud kamu papa??" tanya Adrian penasaran.
"Iya pa...Kakek Hermawan..."
"Kakek mengetahui tragedi penusukan yang hampir mengenai Zahra..."
"Sejak itu kakek langsung menyelidiki semua yang terjadi, kakek sengaja menyembunyikan Zahra agar pelakunya keluar mencari-cari Zahra..."
Jelas Faiz panjang lebar pada kedua orang tuanya.
Adrian tersenyum, dia sangat mengenali papanya, Hermawan orang sangat peduli dengan keluarganya. Walaupun dia tinggal jauh dari mereka, Hermawan tetap menjaga dan melindungi keluarganya dari jauh.
__ADS_1
Hermawan orang yang sangat handal, dan memiliki anak buah yang jenius.
Walaupun Adrian juga memiliki hal itu, namun dia tak mampu menyaingi kehebatan ayahnya.
"Syukurlah...lalu kamu berjumpa dengan kakekmu???" tanya Adrian lagi. Dia yang juga merindukan papanya.
"Iya pa..." jawab Faiz.
"Ya sudah...kamu beristirahatlah..." ujar Adrian lali dia pun bangun dari duduknya lalu menggandeng tangan Rahayu mengajaknya melangkah kembali ke kamar mereka.
Faiz pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket selama di perjalanan.
*******
Alex yang telah berjanji menjemput Stella, dia pun berangkat menuju tempat yang telah di janjikan.
Stella telah menunggu Alex di cafe, kebetulan pada saat itu Fathiya baru saja masuk ke dalam cafe dan mendapati Stella tengah duduk di salah satu meja di dalam cafe.
"Stella...kamu disini??" tanya Fathiya heran.
Stella kaget saat mendapati Fathiya juga berada di cafe yang sama.
"Eh....kakak...?" ujar Stella gugup.
"Kamu gak apa-apa Stell?? kemarin kamu kemana?? Siapa yang sudah menculiknu???" tanya Fathiya khawatir.
"Mhm...a...ku...aku gak tahu kak..." jawab Stella bingung harus menjawab apa.
"Trus....bagaimana kamu bisa lolos ???" tanya Fathiya semakin penasaran.
"Mhm...aku rasa mereka salah orang...mereka pun melepaskanku begiti saja..." jawab Stella berbohong.
"Owh...syukurlah kalau begitu...aku sangat mengkhawatirkanmu..." ujar Fathiya.
"Kamu sudah makan???" tanya Fathiya pada Stella.
Stella hanya menggelengkan kepalanya, Fathiya pun memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua.
Tampak di wajah Stella, dia panik takut Alex datang di saat Fathiya masih bersamanya.
Di saat pesanan mereka telah datang, mereka pun asyik menyantap makanan itu, Stella sesekali melihat ke pintu masuk memperhatikan kedatangan Alex namun.
"Sayang..." panggil Alex tiba-tiba datang menghampiri Stella.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
# dan hadiah
__ADS_1