Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Part 55


__ADS_3

Hai Readers...author mohon maaf ya baru nongol lagi...beberapa hari ini author kurang sehat, jadinya gak fokus buat lanjutin ceritanya karena author harus istirahat...


Hari ini author coba nulis lagi...


semoga Readers suka dengan karya author...


\=\=\=\=\=\=\=>>>>>


Jam 11.00 pagi menjelang siang.


Zahra da Faiz telah siap untuk pergi jalan-jalan. Hermawan sengaja menyuruh 2 mobil mengikuti perjalanan mereka, Hermawan tak ingin kejadian sebelumnya terulang lagi.


Hermawan menyuruh 2 tim pengawal untuk mengikuti perjalanan mereka, masing-masing pengawal memiliki tugasnya masing-masing.


Awalnya Zahra merasa risih dengan 8 orang pengawal yang di perintahkan Hermawan untuk mendampingi mereka.


"Mas...kita kok jadi seperti anak presiden aja...di kawal dengan begitu ketat..." protes Zahra pada Faiz yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan pengawal yang sejak tadi mengikuti perjalanan mereka.


"Itu karena kakek sangat sayang sama kamu, Beliau tak ingin terjadi apa-apa pada cucu menantu satu-satunya ini..." ujar Faiz cuek.


"Ya udah kamu gak usah sibuk memperhatikan mereka, biarkan mereka bekerja sesuai yigas mereka, yang jelas kita menikmati perjalanan kita hari ini..." tambah Faiz.


Faiz sudah terbiasa dengan pengawalan ketat seperti saat ini. Karena sewaktu Faiz kuliah di Paris, Hermawan menjaga Faiz dengan sebaik-baiknya. Hingga setiap hari dia selalu di ikuti 4 orang pengawal yang akan mengikuti gerak-geriknya.


Sama dengan Zahra, awalnya dia merasa risih, namun lama kelamaan dia pun terbiasa dengan sikap over protektif kakeknya.


Dia menganggap hal itu bukti rasa sayang kakeknya padanya, hingga dia pun menikmati keberadaan para pengawal yang di utus Hermawan untuk menjaga dan memantau pergaulannya selama di Paris.


Tempat pertama kali di kunjungi Faiz dan Zahra adalah Museum Orsay.


Museum Orsay merupakan Destinasi wisata bersejarah di Perancis, Museum Orsay adalah Objek wisata Perancis yang terkenal akan jam besar yang berada di salah satu ruang utamanya ini awalnya merupakan sebuah stasiun kereta api yang beroperasi sejak 1900. Namun, stasiun kereta api ini berhenti beroperasi pada 1939 dan menjadi monumen  bersejarah hingga ditetapkan menjadi museum untuk umum pada 1986.


Museum Orsay ini memamerkan berbagai karya seni Perancis sejak masa 1848 hingga 1914 mulai dari Lukisa , Patung, dan karya fotografi, dan artefak seni lainnya yang merupakan buah karya para seniman Perancis.


Zahta sangat kagum melihat berbagai hasil seni yang terdapat dalam museum Orsay.


Di saat dia merasa lelah, Faiz mengajak Zahra duduk di bangku yangbtersedia di dalam museum.


Saat ini mereka tengah berhenti sejenak melepas lelah.


" Capek ya sayang...???" tanya Faiz saat melihat wajah Zahra yang penuh dengan keringat.


Zahra mengangguk, Faiz mengambil tisu yang ada di dalam Tas Zahra dia me lap keringat Zahra yang bercucuran.

__ADS_1


"Kalau kamu capek, kita bisa langsung pulang kok..." ujar Faiz khawatir Zahra kelelahan.


"Nggak kok Mas...Ara masih mau jalan-jalan..." rengek Zahra.


" Ya udah...mas dengan setia akan menemanimu...tapi kalau udah capek bilang ya..." ujar Faiz tak ingin terjadi apa-apa pada istrinya dan anak-anaknya yang ada di dalam kandungan Zahra.


" Iya Masku sayang..." ujar Zahra sambil merebahkan kepalanya di pundak Faiz.


Faiz sengaja membawa Zahra terlebih dahulu ke museum Orsay karena di menara Eifell pada siang hari seperti hari ini akan terasa terik matahari, oleh karena itu Dia akan membawa Zahra ke Menara Eifell di sore hari menjelang malam.


Zahra mengeluarkan ponselnya, dia pun mengambil foto mereka berdua dan sesekali Zahra minta di fotokan sendiri.


Setelah puas berfoto-foto, Zahra pun kembali duduk beristirahat sambil melihat-lihat hasil photo yang di ambilnya tadi.


Di dalam Foto terlihat Zahra nulai tampak berisi, dan peritnya pun terlihat sedikit membuncit.


"Mas...coba deh lihat..." ucap Zahra sambil menunjuk pada foto dirinya yang berdiri sendiri.


"Cantik..." puji Faiz pada Zahra.


"Mas ini bohong..." Zahra cemberut oleh pujian yang di lontarkan oleh Faiz.


"Lho kok bohong...mas udah ngomong jujur kok..." Faiz hetan melihat reaksi Zahra yang tampak kesal.


"Sayang...di mata Mas...walau pun kamu gendut...kamu tetap cantik kok....apa lagi ini...tambah sexy..." bisik Faiz di telinga Zahra membuat Zahra reflek mencubit pelan pinggang Faiz.


"Mas gombal..." ujarnya tersipu malu.


"Mas ngomong sesungguhnya sayang... karena bagi mas kamulah wanita yang paling cantik dan paling berharga dalam hidup mas..." ujarnya lagi, membuat Zahra memeluk mesra tubuh suaminya.


"Love you mas..." lirihnya.


Faiz menatap dalam istrinya.


"Love you too sayang...." balas Faiz dan membalas pelukkan istrinya


Setelah merasa puas menikmati karya seni di Museum Orsay, mereka pun berpindah ke sebuah resto Le Petit Gourmet.


Restoran Le Petit Gourmet merupakan salah satu pilihan dari restoran halal yang menghidangkan makanan khas Perancis. Rasa makanan yang disediakan di sini halal dan dengan kelezatan yang memanjakan lidah.


Menu masakan Perancis yang disediakan di restoran ini menggunakan bahan dasar berupa ikan, dan aneka sayuran untuk saladnya, serta daging untuk diolah menjadi steak dan berbagai jenis masakan lainnya.


Zahra memesan semua makanan yang di rasanya sangat Lezat, Faiz hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat porsi makan istrinya.

__ADS_1


Namun dia tak mencegah keinginan istrinya itu. Toh...semua makanan yang di pesan istrinya selalu di habiskannya.


Mereka menyantap makanan yang telah di sediakan oleh pelayan, Faiz menghabiskan nakanannya terlebih dahulu, lalu dia membuka ponselnya dan merekam gaya istrinya yang menyantap makanan itu dengan lahapnya.


Lalu ia pun mengirimkan video itu pada mamanya Rahayu di Indonesia memberi kabar bahwa Zahra dan anak-anaknya yang ada dalam rahim Zahra baik-baik saja.


Tak berapa lama Rahayu yang mendapat kiriman video dari Faiz langsung menghubungi Faiz dan Zahra via video call.


"Hallo ma..." jawab Faiz saat tahu mamanya langsung menghubunginya.


"Hallo sayang..." sapa Rahayu.


Faiz menghadapkan ponselnya pada Zahra yang masih sibuk dengan makanannya.


"Hallo cantik....enak banget makannya..." ujar Rahayu menyapa menantu tersayangnya.


"Mama...apa kabar???" Sapa Zahra masih sibuk dengan makanannya.


"Baik sayang..." jawab Rahayu.


"Makan yang banyak ya nak..." ujar Rahayu lagi.


"Ini mah gak banyak lagi ma...super banyak...Soalnya enak semua...di tambah perut Ara selalu merasa lapar..." ujar Zahra malu.


"Gak apa-apa sayang...yang penting kamu selalu makan makanan yang sehat ya nak... mama suka liat kamu makan banyak...masa-masa sekarang kamu harus makan yang banyak agar anak-anak kamu tumbuh dengan sempurna..." nasehat Rahayu pada menantunya


"Iya ma..." jawab Zahra lalu memberikan ponsel kembali oada Faiz.


Bersambung....


.


.


.


w^jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...

__ADS_1


# dan hadiah...


__ADS_2