
"Apakah kamu mengenal wanita itu...??" tanya Ridho penasaran.
Fathiya mengangguk pelan, dia sangat mengenal wanita yang terekam di video CCTV itu.
"Siapa???" tanya Ridho penasaran agar dia dapat menyelidiki lebih lanjut.
"Dia...dia adalah....."
Ponsel Fathiya berbunyi membiat dia tak menyambung ucapannya.
Fathiya mengambil ponselnya di dalam tas lalu nengangkat panggilan dari buk Mawar.
"Hallo...Assalamu'alaikum..." ucap Zahra.
"wa'alaikumsalam...Yaya...kenapa kamu belum pulang....??" tanya Mawar khawatir hingga saat ini putri sulungnya belum menjemputnya.
"Iya ma...Ya ada irusan sebentar...habis ini Ya pulang kok..." jawab Fathiya.
"Cepat ya nak...mama tungu..." ujar Mawar.
"Iya Ma..." Fathiya pun menutup ponselnya.
"Maaf...mama khawatir aku belum pulang... Yuk kita pulang..." ajak Fathiya dia tak ingin mamanya menunggunya lebih lama lagi.
"Tapi...ya udahlah...lain kali kita bicarakan..." ujar Ridho kecewa. Dia mulai penasaran siapa wanita yang tertangkap kamera itu.
"Nanti aku kabari lewat pesan..." Fathiya menyodorkan hpnya. Mengisyaratkan pada Ridho untuk menulis no. ponselnya di hp Fathiya.
Ridho yang paham maksud Fathiya langsung memgambil ponsel Fathiya. Dia pun menekan no. ponselnya lalu menyimpan kontaknya di ponsel Fathiya.
"Ridho..." ujar Ridho memberitahukan nama kontak yang di tuliskannya di hp Fathiya.
"Oke...Aku duluan ya..." ujar Fathiya lalu Fathiya berlari kecil keluar cafe melangkah menuju mobilnya.
Setelah itu dia pun mengemudikan mobilnya pulang ke rumah Alita terlebih dahulu untuk menjemput Mawar.
Ridho hanya bisa menatap kepergian Zahra dengan kecewa karena Ridho ingin mengetahui siapa wanita itu, Dia menghela nafasnya berat lali dia pun memanggil pelayan untuk membayar tagihannya.
Setelah membayar tagihan dia pun pergi meninggalkan cafe dan menghubungi seseorang untuk mencari tahu siapa wanita itu.
Di sore hari...
Zahra dan Faiz sedang bersantai di tamam belakang Villa.
Taman ini memjadi tempat favorit Zahra selama dia tak bersua dengan suaminya.
Kakek Faiz menghampiri cucunya yang tengah berbincang dengan istrinya.
"Fa...kamu tidak bisa tinggal lebih lama disini...kakek takut ada yang mengetahui keberadaan Zahra disini... " ujarnya saat telah berada tepat di belakang cucunya.
Faiz menoleh ke belakang melihat kakeknya yang tiba-tiba datang menghampirinya.
"Iya kek..." jawab Faiz. "tapi aku masih boleh tinggal 1 atau 2 hari lagi ya kek..." pinta Faiz pada kakeknya.
"Boleh...tapi kakek harap kamu tetap merahasiakan keberadaan Zahra... dan berpura-puralah untuk terus mencari Zahra..." ujar kakek Hermawan pada cucu satu-satubya itu.
__ADS_1
"Baik kek..." ucap Faiz.
Hermawan pun meninggalkan Zahra dan Faiz yang kembali melanjutkan obrolannya.
Faiz menarik tubuh Zahra mendekat padanya hingga tak ada lagi jarak di antara mereka.
Faiz pun melingkarkan tangannya di pinggang Zahra.
"Ra..." lirih Faiz.
"Mhm..." gumam Zahra lali menoleh menatap wajah tampan suaminya.
"Maafin mas ya...nggak bisa jagain kamu dengan baik..." ujar Faiz penuh penyesalan.
"Ini bukan salah mas Faiz...tapi orang di luar sana yang ingin mencelakai aku...." ucap Zahra.
"Entahlah...Ridho telah berusaha mencari tahu siapa dalangnya, namun sampai saat ini belum mendapatkan titik terangnya..." Jelas Faiz.
"Sabar ya sayang semoga kakek bisa menyelesaikan permasalahan ini..." pinta Faiz pada Zahra.
Zahra mengangguk, lalu dia pun melingkarkan tangannya di pinggang Faiz. Mereka menikmati Sun Set petang nenjelang magrib.
******
"Tuan...kami sudah menemukan siapa dalang dari semua ini..." Lapor seorang pria yang menghubungi Hermawan lewat ponselnya.
"Pastikan semuanya benar dan eksekusi secepatnya..." Perintah Hermawan.
"Baik tuan...kami akan kirimkan berkas-berkasnya lewat email..." ujarnya lagi.
Hermawan membuja pesan email yang di kirim anak buahnya.
"Wanita ini...wajahnya tak asing bagiku... siapa dia???" Gumam Hermawan di dalam hati.
Dia merasa pernah berjumpa dengan wanita yang di perkirakan sebagai tersangka sebagai dalang di balik peristiwa-peristiwa yang menimpa Zahra.
"Tapi apa motif wanita ini ingin membunuh Zahra??? pasti ada seseorang di balik dirinya..." Hermawan terus bermonolog dengan dirinya.
"Besok aku akan mendapatkan jawaban dari semua ini..." ujar Hermawan. Dia pun menutup tabletnya.
******
Ridho yang masih penasaran dengan wanita yang ada di dalam video rekaman itu, Dia pun mengambil ponselnya lalu menghubungi no. Fathiya yang baru saja di dapatnya.
Dia mencoba menghubungi Fathiya, namun entah mengapa panggilan dari Ridho tak di jawab oleh Fathiya.
Rasa penasaran semakin membuncah di hati Ridho. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa.
Dia terus mencoba mencari teka-teki di balik ini semua.
Ridho yang berprasangka pelakunya di antara Pak Setiawan dan Dahlia tak menyangka dia menukan sosok lain di balik semua ini.
Ridho semakin pusing karena wanita ini tak ada sangkut pautnya dengan Faiz maupun keluarga Adrian.
Namun wanita itu ada hubungannya dengan Fathiya, itu artinya kemungkinan besar pelakunya berkaitan dengan keluarga kandung Zahra yaitu buk Mawar.
__ADS_1
Karena pikiran Ridho yang penuh dan pusing memikirkan ini namun dia belum juga dapat menghubungi Fathiya, akhirnya Ridho pun memilih untuk beristirahat.
Ridho memutup tabletnya, lalu dia pun mencoba memejamkan matanya.
Saat Ridho baru saja terbang ke alam bawah sadarnya, ponselnya berdering membiatnya terbangun lagi.
Dia pun meraih ponsel yang di letakkannya di atas nakas. Ridho langsung duduk saat melihat panggilan masuk dari Fathiya.
"Hallo...Assalamu'alaikum..." ucap Ridho.
"Hallo...wa'alaikumsalam..." jawab Fathiya di seberang sana.
"Maaf jika panggilanku tadi mengganggu..." ujar Ridho.
"Mhm...tak apa-apa...justru aku yang minta maaf tak menjawab panggilanmu... Ponselku ketinggalan di kamar...dan notifikasinya silent...." jelas Fathiya.
"Owh...gak apa-apa... aku hanya penasaran dengan wanita tadi..." tanya Ridho tanpa basa-basi.
"O..iya...aku lupa...wanita itu adalah Stella... pengasuh sekaligus pengawal mama... Stella telah bekerja sama keluarga kami sekitar 4 tahun...2 tahun bersamaku dan 2 tahun lagi bersama mama di Paris... Dan saat ini Stella minta izin pergi ke rumah temannya" jelas Fathiya.
"Apaaa???" Ridho seakan tak percaya dengan penjelasan dari Fathiya.
"Tapi apa hubungan wanita itu dengan Zahra... ??" Tanya Ridho heran.
Setahu Ridho, Zahra berjumpa dengan keluarga kandungnya sekitar 3 minggu yang lalu. Dan kemungkinan besar wanita itu baru saja kenal dengan Zahra. Apa sebenarnya motif wanita itu ingin mencelakai Zahra.
Ridho bermonolog dengan dirinya sendiri. Hingga ia lupa panggilan dari Fathiya.
"Hallo...Hallo..." panggil Fathiya karena Ridho tak menjawab panggilannya.
"Eh...i...ya...Maaf..." lirih Ridho.
"Aku juga ingin menyelidiki semua ini... bisakah kau bekerja sama denganku untuk mencari adikku...???" tanya Fathiya
"Tentu...karena semua ini adalah tugasku... dan aku juga butuh bantuanmu untuk menghubunginya dan menyuruhnya untuk kembali bekerja..." ujar Ridho tegas.
"Baiklah...akan ku coba..." ucap Fathiya.
Mereka pun mengakhiri panggilan tersebut. Mereka berharap dapat menemukan jawaban dari semua ini.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
__ADS_1
# dan hadiah