Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 78


__ADS_3

Kediaman Adrian...


Jam 4.00


Faiz terbangun dari tidurnya. Dia mendapati pesan dari seorang yang tak di kenal.


"Jika kamu ingin berjumpa dengan istrimu...ikuti perintah kami..."


"Keluarlah dari rumah dan naiki mobil hitam yang telah berada di depan rumahmu..."


Faiz pun bangkit dari tidurnya, tanpa menunggu lama dia pun langsung keluar rumah di saat belum ada seorang pun yang keluar dari kamarnya.


Faiz membuka gerbang rumahnya, dia melihat sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya, Faiz langsung menghampiri mobil tersebut.


Saat Faiz telah berada di dekat mobil, pintu mobil langsung terbuka.


Faiz pun masuk ke dalam mobil itu, seorang pria yang berada di balik kemudi langsung melajukan mobil, Faiz menatap pada pria yang kini sedang fokus mengemudikan mobilnya.


"Tuan...kirimkanlah pesan pada keluarga tuan...katakan tuan saat ini pergi ke suatu tempat untuk mencari istri tuan...tapi sampaikan pada tuan Adrian agar memberitahukan orang-orang bahwa tuan tengah sakit dan tak bisa keluar dari kamar..." ujarnya.


Faiz mengernyitkan dahi menatap heran pada pria yang sibuk dengan kemudinya.


"Siapa kau sebenarnya...?" tanya Faiz.


"Anda akan tahu nanti...ikuti saja saran kami...ini perintah..." ujar pria itu membuat Faiz semakin penasaran dengan siapa pria itu.


Namun Faiz tak ingin banyak bicara, dia pun diam menatap keluar jendela memperhatikan jalanan yang di tempuh pria itu.


Faiz semakin penasaran saat pria itu membawa dirinya keluar kota Jakarta. Faiz ingin bertanya namun sia-sia karena jawabannya akan sama.


Pria itu tak akan memberitahukan tujuan mereka.


*****


Setelah shalat subuh, Rahayu membuka ponselnya, dia melihat pesan dari Faiz.


Rahayu pun langsung memperlihatkan pesan itu pada Adrian.


"untuk sementara waktu kita ikuti saja perintah mereka..." ujar Adrian pada istrinya.


"Tapi pa...mama khawatir dengan keselamatan Faiz..." Rahayu terlihat sangat cemas.


"Tenanglah sayang...kita tunggu kabar dari Faiz selanjutnya..." ujar Adrian menenangkan istrinya.


Rahayu pun melangkah menuju kamar Faiz dia pun merapikan kamar Faiz sebelum, pelayan masuk untuk membersihkan kamar Faiz.


Setelah membersihkan kamar Faiz, Rahayu pun keluar dari kamar dan mengunci pintu kamar Faiz.


*****


Pada jam 8 pagi, mereka telah berada di luar kota, Si pria menghentikan mobilnya di sebuah rumah makan.


"Tuan...kita sarapan terlebih dahulu, tuan pasti sudah lapar..." ujar pria itu.


Faiz hanya mengangguk, melihat perlakuan pria itu yang sangat sopan dan baik pada Faiz, Faiz merasa nyaman dan mengikuti ajakan pria itu.


Mereka masuk ke dalam rumah makan, lalu sarapan. Setelah sarapan mereka pun kembali melanjutkan perjalanannya.


"Siapa kau sebenarnya???" tanya Faiz pada pria itu karena dia semakin penasaran pada pria yang membawanya.

__ADS_1


"Maaf tuan...sebentar lagi tuan pasti tahu... bersabarlah..." ucapnya.


Lagi-lagi Faiz tak mendapatkan jawaban, dia pun kembali terdiam.


pada jam 11 siang mobil itu masuk ke pekarangan sebuah Villa di pinggir pantai.


"Silahkan masuk tuan..." ujarnya ramah.


Faiz melangkahkan kakinya masuk ke dalam Villa.


Pria itu berbicara pada seorang pelayan, lalu mengajak Faiz untuk mengikutinya.


Pria itu melangkah ke taman belakang Villa, di sana tampak duduk seorang wanita berhijab, Faiz sangat mengenali postur tubuh wanita itu.


"Araa...???" panggil Faiz.


Wanita yang mendengar suara yang sangat di rindukannya langsung membalikkan tubuhnya ke belakang.


"Mas Faiz..." pekiknya.


Zahra dan Faiz berlari untuk menghampiri orang yang sangat mereka rindukan.


"Ara...kamu baik-baik saja kan sayang...??" tanya Faiz.


"Dia akan aman berada di sini...!!" ucqp seorang pria uang menghampiri mereka.


"Kakek...??" ucap Faiz heran. Begitu juga dengan Zahra.


Faiz dan Zahra memghampiri kakek Hermawan, lalu menyalami kakek Jermawan.


Hermawan mengajak keduanya duduk di gazebo pinggir kolam berenang di samping taman.


"Kapan kakek sampai Indonesia???" tanya Faiz heran.


"Kakek baru saja sampai di Indo..." jawab Hermawan.


" Lalu...???" Faiz belum puas dengan jawaban Hermawan.


"Setelah kalian pulang ke Indo, kakek menyuruh orang kepercayaan kakek untuk menjaga kalian..."


"saat seseorang hendak membunuh Zahra... Orang kepercayaan kakek langsung menyelidikinya...dan ternyata kalian semua dalam bahaya..."


"Oleh sebab itu kakek menyembunyikan Zahra...agar mereka keluar dari persembunyian mereka untuk mencari Zahra..."


"Fa...untuk sementara waktu, kamu harus sabar berpisah dengan Zahra... kakek teringat saat kamu yang sakit karena berpisah dengan Zahra makanya kakek sengaja membawa kamu secara diam-diam ke villa ini...." jelas Hermawan panjang lebar.


Zahra dan Faiz pun mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Dalang di balik semua ini sudah di ketahui...Kakek hanya ingin membuktikan lebih jelasnya..." ujar Hermawan lagi.


"Siapa kek???" tanya Faiz penasaran.


"Saat ini belum waktunya kamu tahu..." ujar Hermawan tegas.


Faiz hanya terdiam mendengar ucapan Hermawan.


"Kau beristirahatlah terlebih dahulu... Ra...bawa Faiz ke kamarmu...." perintah Hermawan pada cucu menantunya.


Zahra pun mengikuti perintah, kakek Hermawan. Hermawan tahu, Zahra dan Faiz butuh waktu berdua untuk melepas kerinduannya.

__ADS_1


Zahra dan Faiz pun nelangkah menuju kamar yang biasa di tempati oleh Zahra. Baru saja mereka masuk ke dalam kamar, Zahra langsung memeluk erat tubuh Faiz.


Dia meluapkan rasa rindunya selama ini di tahannya.


Begitu juga Faiz, dia memeluk Zahra penuh penyesalan.


"Maafkan aku sayang...aku tak bisa menjaga mu dengan baik..." Lirih Faiz.


Zahra melepaskan pelukannya, dia menatap dalam pada suaminya. lalu dia pun mencium bibir Faiz.


"Jangan pernah berkata seperti itu lagi... Kamu adalah suami terbaik buat aku...dan ayah terbaik untuk anak-anak kita..." Ujar Zahra.


Faiz yang mendapat ciuman mendadak, fia pun memulai mencium istrinya.


Zahra yang juga merindukan sentuhan suaminya, dia pun membalas tindakan Faiz.


Mereka menikmati pagutan satu sama lain, dan mereka pun terbuai, Faiz nenggiring Zahra menuju tempat tidur lalu merebahkan Zahra pelan-pelan di atas ranjang.


Faiz pun mulai mengerayangi setiap senti tubuh Zahra.


Zahra mengeluarkan desahan demi desahan membuat Faiz pun tak dapat menahan hasratnya.


Faiz pun mulai membuka pakaian Zahra satu persatu, setelah Zahra tak lagi mengenakan sehelai benang pun, dia menutupi tubuh p***s istrinya dengan selimut, lalu dia pun membuka pakaiannya satu persatu hingga sama p***snya dengan iatrinya dia pun masuk ke dalam selimut.


Faiz kembali melanjutkan aksinya, dia menyentuh tubuh istrinya dari bawah selimut.


Faiz mulai aksinya meluapkan semua hasrat yang telah memuncak, Zahra menikmati setiap sentuhan yang di berikan suaminya.


Sebelum Faiz menumpahkan lahar panasnya, dia mencium perut Zahra yang mulai membesar.


Setelah itu..."Aaaaahhhhh..." lenguh Faiz puas.


Zahra pun tersenyum memeluk kepala Faiz,


"Love you..." bisik Zahra.


Faiz mendongakkan kepalanya lalu mencium kening istrinya.


"Love you too..." bisik Faiz sambil mengelus perut Zahra.


Mereka pun tertidur dengan nyenyaknya setelah penyatuan cinta mereka yang terpisah selama satu minggu.


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...


# dan hadiah

__ADS_1


__ADS_2