
Setelah pembicaraan penting bersama kakek Hermawan, Faiz menarik tangan istrinya untuk melangkah di pinggiran pantai, mereka berjalan santai di pinggir pantai sambil bergenggaman tangan. Mereka menyisiri pantai memandang keindahan laut lepas, sesekali tampak Faiz mengambil foto Zahra yang tengah berjalan. Dan sesekali mereka pun berselfie ria, menyimpan kenangan indah mereka berdua. Pasangan yang tengah di anugrahi kebahagiaan setelah beberapa kali cobaan yang menghampiri rumah tangga mereka.
Kakek dan nenek Faiz serta kedua orang tuanya yang melihat kebahagiaan Faiz dan Zahra mereka berharap semoga kebahagiaan yang melyelimuti mereka abadi menyertai kehidupan rumah tangga mereka.
Faiz dan Zahra masih asyik di pinggir pantai, akhirnya kakek dan nenek pun melangkah menuju pantai bernostalgia masa-masa muda mereka begitu juga dengnan Adrian dan Rahayu mereka pun menikmati suasana pantai yang sangat romantis, walau mereka telah tergolong tua namun mereka kembali merasakan jiwa muda mereka.
Faiz dan Zahra sedang duduk di sebuah batu karang di pinggir laut, mereka melihat dua pasang paruh baya tengah menikmati kebahagiaan di hari tua mereka.
“ Ra....” panggil Faiz saat Zahra sedang memandang jauh pada sebuah sampan nelayan di tengah lautan.
“mhm...ada apa mas???” tanya Zahra.
“ Lihatlah mereka!! Mereka kembali menikmati kebahagiaan di masa muda mereka...” ujar Faiz sambil menunjuk pada dua pasang orang tua yang sangat berarti dalam hidup Faiz.
“ Iya mas...mereka masih salin menyayangi di usia tua mereka....” ujar Zahra menanggapi ucapan Faiz.
Faiz mendekatkan tubuhnya ke samping Zahra hingga saat ini tak ada jarak di antara mereka. Faiz melingkarkan tangannya ke bahu Zahra. Lalu dia meraih tangan Zahra dan menggenggam erat pada tangan istrinya itu.
“ berjanjilah sayang...kamu akan tetap menemaniku hingga kita tua nanti...!! dan tetaplah menjadi wanita yang sangat menyayangiku hingga maut menjemputku....” pinta Faiz pada istrinya.
Zahra merebahkan kepalanya di bahu Faiz.
“ Selagi Allah masih mengizinkan Ara bernafas di dunia ini... Ara akan selalu menjadi wanita yang paling mencintai dan menyayangi mas Faiz...” ucap Zahra penuh keyakinan.
“ terima kasih sayang.....” ucap Faiz.
Faiz pun menangkupkan wajah istrinya hingga kini mereka saling menatap p[enuh cinta. Faiz mendekatkan wajahnya dan ingin menyentuh b**** istrinya dengan b****nya.
“hem...ehem...” kakek Hermawan yang telah berada di dekat mereka berdehem. Mereka tak menyadari kini kakek dan neneknya telah berdiri tepat di belakang mereka.
“ eh... kakek....” lirih Faiz malu dia menggaruk-garuk kepalanya menahan rasa malu sedangkan Zahra menunduk malu ketahuan aksi mesum istrinya di luar kamar.
“ Udah sore...yuk kita pulang....” ajak kakek, dengan tersenyum jahil melihat tingkah cucunya.
Nenek Faiz juga tersenyum lucu melihat tingkah Faiz dan Zahra.
“ Dasar anak-anak...kalau udah di mabuk cinta yang lain mah pada ngontrak....” gumam nenek di dalam hati cekikikan.
“ Iya kek...” ujar Faiz.
Faiz pun berdiri lalu menggendong istrinya.
“Aaauuww....” pekik Zahra.
Kakek dan nenek hanya tersenyum melihat kelakuan Faiz.
__ADS_1
Faiz masih menggendong istrinya menyisiri pantai hingga sampai di parkiran.
Faiz menurunkan Zahra dari gendongannya.
“ Mas ini...apa-apaan sih...Ara kan malu sama mama papa dan kakek nenek...” bisik Zahra menunduk malu.
“ Jangan malu sayang...papa juga dulu seperti itu sama mama waktu hamil Faiz...” mama Rahayu menimpali saat mendenngar bisikan Zahra.
“Iya Ra...kakek juga gitu...” tambah nenek membuat semuanya tertawa.
Mereka pun masuk ke dalam mobil lalu, Faiz pun melajukan mobilnya menuju kediaman Adrian, hari ini mereka bersenang- senang melepaskan rasa lelah dan bosan dengan aktivitas mereka selama ini.
Walau hanya sekedar bertamasya ke pantai, mereka sangat bahagia dan rileks. Bagi mereka bertamasya cukup meringankan beban yang ada di dalam pikiran.
******
Sudah dua bulan Zahra tak masuk kuliah, Alisya dan Reynald merasa khawatir dengan keadaan sahabatnya terlebih saat terakhir mereka berjumpa, Ada seseorang yang hendak menyakiti Zahra.
Alisya berusaha menghubungi Zahra entah mengapa no. Kontak Zahra tak pernah aktif. Sehingga saat pulang kuliah, Alisya mengajak Reynald untuk mengunjungi Zahra ke rumah Faiz.
Reynald yang juga ingin tahu kabar sahabatnya itu menyetujui ajakan kekasihnya Alisya. Jam 3 sore mereka selesai kuliah.
Alisya dan Reynald pun langsung menuju kediaman mang Uddin, Alisya masih canggung menemui Zahra di rumah Faiz dan dia berencan minta bantuan ibuk Zahra untuk menemani mereka ke rumah Faiz.
Reynald memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah mang Uddin, Alisya kaget dan merasa ragu saat melihat perubahan rumah mang Uddin, yang terakhir dia kesana belum di renovasi.
Tok...tok...tok...
“ Assalamu’alaikum...” ucap Alisya sopan.
“Wa’alaikumsalam...” jawab Siti saat mendengar seseorang di luar.
Siti yang sedang asyik mengobrol dengan Zahra di ruang keluarga pun melangkah keluar melihat tamu yang datang. Zahra hanya menunggu di ruang keluarga.
Siti membukakan pintu dan dia melihat Alisya di depan rumah.
“ Alisya...tumben kamu kesini nak...” ucap Siti yang memang sudah lama tak pernah melihat Alisya datang ke rumahnya.
“ Ibuk...pa kabar...???” ucap alisya sambil menyalami buk Siti yang di ikuti oleh Reynald.
“Alhamdulillah ibuk baik nak...ini...kayaknya ibuk pernah kenal sama anak ini...kamu juga pernah kesini kan???” ujar Siti mempertanyakan siap Reynald.
“ Iya buk...aku Reynald...Aku juga siswa di Harapan Bangsa buk... teman Zahra...” jawab Reynald.
“ Iya...ibuk ingat...ya udah yuk masuk...kebetulan zahra lagi disini main...sejak dia mengandung Zahra lebih sering menghabiskan waktunya disini...” occeh Buk Siti.
__ADS_1
Mereka punmelangkah ke dalam rumah, buk Siti langsung membawa Alisya dan Reynald ke ruangan keluarga tempat Zahra berada.
“ Siapa yang datang buk???” tanya Zahra saat buk Isti sudah masuk ke dalam rumah. Belum sempat buk Siti menjawab.
“Araaa....” Pekik Alisya histeris dia pun berlari menghampiri sahabat yang telah lama tak berjumpa.
“ Allisya....” pekik Zahra juga karena dia sangat merindukan sahabatnya yang satu ini.
“ Apa kabar kamu Ra...?? kenapa gak pernah datang ke kampus lagi???” tanya Alisya panjang lebar.
“ Aku baik Sya...kamu apa kabar???” tanya Zahra.
“ Hem...” reynald berdehem karena dia merasa di cuekin. Zahra menoleh ke arah Reynald.
“ kamu Rey...??? apa kabar???” tanya Zahra surprise melihat kedua sahabat setianya kini berada di rumahnya.
“ Baik Ra...kami datang kesini karena khawatir gak ada kabar dari kamu...” jelas Reynald.
“ Mhm...maaf ya Sya... Rey... Hp ku hilang jadinya aku gak bisa menghubungi kalian lagi...” jawan Zahra merasa bersalah.
“ Mhm...trus...kenapa kamu gak pernah kuliah??” tanya Alisya penasaran
“ Owh itu...aku mau cuti dulu hingga umur anak-anakku 2 tahun...mhm...aku merasa gak nyaman ke kampus dengan kondisi seperti ini...” ujar Zahra sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.
“Owh....” Alisya dan Reynald hanya bisa ber-oh- ria.
Melihat putrinya dan teman-temannya asik mengobrol akhirnya Buk Siti berinisiatif untuk membuatkan minuman dan cemilan di dapur.
Mereka pun asyik mengobrol saling bercerita tentang apa yang terjadi selama mereka tak berjumpa.
******
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
__ADS_1
# Vote...
# dan hadiah