Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 56


__ADS_3

"Iya ma..." jawab Zahra lalu memberikan ponsel kembali pada Faiz.


"Kapan kamu pulang nak...???" tanya Rahayu yang sudah merindukan putra dan menantunya.


"Seminggu lagi ma...Zahra masih mau jalan-jalan disini..." jawab Faiz pada ibunya.


"Ya udah...hati-hati ya nak...jaga Zahra dengan baik..." pesan Rahayu yang di jawab anggukan oleh Faiz, lalu Rahayu pun menutup panggilannya.


Setelah selesai menelpon dengan Rahayu, Zahra pun selesai menghabiskan makanannya.


Faiz memperlihatkan video Zahra yang di rekamnya tanpa sepengetahuan Zahra pada Zahra.


Zahra melotot melihat rekaman itu, dia merasa malu dengan cara dia makan seperti orang kelaparan.


"kapan mas ngambil video ini...kok aku gak tau...??" tanya Zahra malu.


"saat kamu asyikk menikmati makananmu..." jawab Faiz tersenyum melihat wajah istrinya yang jesal bercampur malu.


"Hapus ya mas..." pinta Zahra memelas.


"Jangan sayang...ini kenang-kenangan buat anak-anak kita..." Jawab Faiz enteng.


Zahra berusaha merebut ponsel Faiz, namun usahanya sia-sia. Faiz semakin tertawa melihat ekspressi Zahra yang berubah-ubah.


"Ih....mas Faiz usil...nyebelin..." Zahra cemberut.


Faiz pun beralih tempat duduk yang awalnya duduk di depan Zahra kini dia telah berpindah duduk di samping Zahra.


Dia menarik tubuh Zahra hingga jatuh ke dalam pelukkannya.


"Kamu tuh jelek banget kalau cemberut gitu..." goda Faiz.


"Lagian mas Faiz usil..." masih dengan gaya cemberut.


Faiz pun mencuri sebuah ciu*** singkat di bibir Zahra yang manyun membuat Zahra menjadi tersipu malu karena adegan yang di lakukan oleh Faiz di lihat beberapa pengunjung Resto.


Mereka tersenyuma menyaksikan aksi jahil Faiz yang menggoda istrinya.


"Udah ah...yukk jalan..." ajak Zahra pada Faiz.


Akhirnya Faiz pun memanggil pelayan meminta tagihan makanannya.

__ADS_1


Pelayan pun datang membawa secarik kertas berisi bon tagihan makanan mereka, Faiz pun mengeluarkan uangnya lalu memberikannya pada pelayan.


" Prenez le changement comme un conseil pour vous (Ambil kembaliannya sebagai tip untukmu) " ujar Faiz pada pelayan itu lalu meninggalkan Resto tersebut sambil menggandeng mesra istrinya.


" Puissiez-vous toujours être heureux jusqu'à ce que vieux (Semoga kalian selalu bahagia hingga tua) " ujar seorang wanita salah saru pengunjung yang tadi ikut menyaksikan ulah Faiz yang mengerjai istrinya.


" Mercy (Terima kasih) " ucap Faiz membalas ucapan wanita itu sambil tersenyum.


"Manis banget senyumnya sama wanita asing itu..." gerutu Zahra yang berjalan kesal melihat Faiz yang teraenyum pada wanita asing tersenyum.


Zahra yang tak mengerti apa yang di bicarakannya merasa sangat cemburu.


Faiz mendengar gerutuan Zahra, dia merasa bahagia melihat istrinya cemburu, ini kali pertamanya Zahra menunjukkan rasa cemburunya secara terang-terangan.


Faiz nengikuti langkah Zahra yang masuk ke dalam mobil sambil menggerutu kesal. Di dalam mobil Faiz langsung menarik tubuh Zahra, dan lagi-lagi dia menggoda istrinya yang sedang cemberut.


Memang hormon kehamilan Zahra membuat emosi Zahra naik turun dengan mudah Faiz dapat membujuk istrinya dan kembali tersenyum padanya. Seakan rasa kesalnya tadi terbang begitu saja.


Mereka pin melanjutkan perjalanan menuju Menara Eifell, hari sudah menunjukkan jam 4.00 Sebelum sampai di menara Eifell mereka berhenti di Mosque Grande de Paros untuk Shalat Ashar.


Grande Mosquee de Paris merupakan masjid terbesar di Prancis dan terbesar nomor 3 di Eropa. Lokasinya dekat dengan stasiun metro Place Morge.


Menara masjidnya yang setinggi 33 meter terlihat dari pinggir jalan.


Gaya bangunan Grande Mosquee de Paris, membuat Zahra dangat terpesona. Saat mereka memasuki bagian masjidnya, ada taman, kolam dan air mancur yang elok dipandang.


Disana juga terdapat Aneka bunga dan pohon palem menambah kesejukan yang membuat Zajra dan Faiz sangat betah berada di sana.


Setelah itu, mereka pun masuk ke dalam lorong-lorong ke berbagai ruangan, seperti perpustakaan, madrasah dan kantor pengurus masjid untuk sekedar melihat-lihat sebelum shalat.


Mereka beranjak lebih ke dalam menuju bagian utama Grande Mosquee de Paris yakni masjid untuk tempat salat bagi jamaah pria dan wanita.


Zahra dan Gaiz juga kagum saat memginjak karpet di dalam masjid yang merupakan pemberian dari Raja Iran, Shah Reza Pahlevi.


Serta mata mereka tertuju pada Kaligrafi yang menghiasi dinding-dinding di dalam masjidnya.


Grande Mosquee de Paris benar-benar mesjid yang sangat bersih dan rapi.


Zahra pun Shalat disana, dia merasa sangat khusyuk saat menjalani ibadah shalat disana di sana, karena suasannya yang tenang dan asri. Jauh berbeda dengan suasana Kota Paris sendiri yang selalu ramai oleh turis.


Setelah selesai sholat Faiz mengajak Zahra terus ke dalam Grande Mosquee de Paris disana terdapat restoran dan salon.

__ADS_1


Hal itu bertujuan untuk membuat jamaah makin dan wisatawan yang bukan bergama Islam makin nyaman. Masjid ini memang boleh didatangi siapa saja, tapi khusus wisatawan Muslim, masjidnya boleh didatangi tiap saat.


"Amazing....benar-benar mesjid yang indah ya mas..." puji Zahra setelah mereka berada di luar mesjid.


"Iya Ra...dulu mas sering main kesini sama teman-teman sesama muslim..." ujar Faiz mengenang masa lalunya.


"Makasih ya mas udah bawa Ara kesini..." ujar zahra oada Faiz sambil merangkul lengan Faiz.


"Yuk...kita terus ke menara Eifell" ajak Faiz.


Mereka pun kembali masuk mobil. Tak berapa lama mereka pun sampai di Icon kota Paris yang paling terkenal se dunia.


Mereka turun dari mobil, lalu berjalan santai mengelilingi menara Eifell.


Zahra sangat takjub melihat menara yang selama ini hanya di lihatnya di TV dan saat ini menara itu tengah berada di hadapannya.


Setelah Zahra merasa lelah berjalan, mereka pun duduk di bangku yang tersedia di pinggir menara Eifell tersebut, setelah istirahat sebentar, Zahra memulai aksinya berselfie ria, mulai dari photo berdua dengan Faiz hingga fotonya sendiri yang di ambil oleh Faiz.


Zahra tampak riang, Dia benar-benar bahagia dengan perjalanan yanh di tempuhnya hari ini.


Di saat mereka sedang duduk beristirahat menikmati es krim, Zahra mencium mesra pipi suaminya.


"Terima kasih suamiku sayang..." ucap Zahra dengan wajah yang berseri-seri.


Faiz pun bahagia mendapatkan kecupan tiba-tiba dari istrinya, karena saat ini istrinya tanpa malu-malu meluapkan rasa yang ada di hatinya.


Bersambung....


.


.


.


w^jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...

__ADS_1


# dan hadiah...


__ADS_2