
Dia sangat sedih mendengar ocehan Dahlia, Zahra pun meninggalkan kantin dengan hati yang iba.
Dua orang pengawal mengikuti langkah Zahra menuju kamar mandi, Zahra pun neluapkan kesedihannya di sana.
Alisya juga ikut mengejar Zahra, Alisya melihat dua orang pria berpenampilan seperti mahasiswa, namun dari umurnya tak cocok sebagai mahasiswa.
Alisya merasa curiga pada dua orang yang berdiri di depan toilet wanita.
Kini Dahlia mengoceh menjelek-jelekkan Zahra, pengawal pun tidak sanggup melawan kata'kata Dahlia yang begitu tajam.
Akhirnya pengawal yang satu lagi pun mengambil ponselnya lalu merekam semua ucapan Dahlia yang menjelek-jelekkan Zahra.
Setelah itu, pengawal itu pun mengirimkannya pada Faiz.
Faiz yang sedang menanda tangani beberapa berkas-berkas penting di atas mejanya. Membuka hpnya saat mendengar notifikasi Wa masuk.
Faiz yang melihat video itu langsung naik pitam, dia pun menelpon Ridho untuk masuk ke ruangannya.
Ridho heran saat mendengar nada suara Faiz yang penih amarah, dia pun melangkah menuju ruangan Faiz.
Dia mengetuk pintu, lalu dia pun masuk ke dalam ruangan Faiz.
Ridho yang menangkap wajah Faiz yang merah padam dapat mengerti suasana hatinya.
Ridho hanya berdiri di depan Faiz, dia menatap Faiz, Faiz pun memberikan hp nya pada Ridho memperlihatkan video yang baru saja di kirimkan oleh pengawalnya.
Ridho pun melihat video itu, dia pun menghela nafasnya mrlihat tingkah Dahlia. Setelah melihat video itu, Ridho pun langsung pergi ke kampus untuk menemui Dahlia.
Setelah Ridho pergi, Faiz pun menghubungi Zahra, dia khawatir dengan perasaan istrinya.
Zahra yang masih di toilet mendengar ponselnya yang berdering. Dia melihat panggilan dari Faiz.
Zahra pun menenangkan dirinya, dia berusaha menutupi rasa sedihnya.
"Hallo...Assalamu'alaikum..." ucap Zahra
"Wa'alaikumsalam...lagi apa Ra...???" tanya Faiz.
"Ara mau sholat dzuhur mas...Kamu lagi apa sayang...? Mas udah makan???" ujar Zahra dengan nada biasa saja.
"Ra...kamu baik-baik saja kan??" tanya Faiz tanpa menghiraukan pertanyaan Zahra.
"Baik mas...emangnya kenapa...?? "tanya Zahra heran mendengar pertanyaan Faiz yang tampak khawatir.
"Nggak apa-apa...nanti kamu pulang jam berapa??" tanya Faiz.
"Jam 4 mas..." jawab Zahra.
"Baiklah...nanti mas yang jemput kamu..." ujar Faiz.
"Iya mas...mas jangan lupa makan ya..." ucap Zahra.
"Iya sayang..." Faiz pun menutup sambungan telponnya.
__ADS_1
"Kamu memang wanita hebat...menutupi semua luka mu dariku...aku takkan membiarkanmu terluka..." bayhin Faiz yang tahu Zahra menutupi kesedihannya karena ulah sepupunya yang telah berbuat di luar batas.
*****
Dahlia baru saja hendak masuk ke dalam mobilnya, namun Ridho datang menghalanginya dengan tiba-tiba.
Dahlia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Ada apa mas...??" tanya Dahlia heran dengan kehadiran Ridho menghampirinya di kampus.
"Dahlia...aku ingin bicara..." ujar Ridho lalu menarik tangan Dahlia menuju bangku taman kampus.
"Ada apa mas..." tanya Dahlia heran.
Ridho pun memperlihatkan video yang yang di berikan Faiz padanya.
"Apa yang kamu lakukan ini...???" tqnya Ridho meminta penjelasan Dahlia.
"A...a...ku tidak suka dengan wanita munafik seperti dia...Dia sengaja menjebak mas Faiz agar mau menikah dengannya..." ujar Dahlia adal mencoba membela diri.
"Apa kamu nggak sadar dengan ucapan kamu...???"
"Zahra dan Faiz menikah karena di jodohkan..." Ridho menekankan perjodohan Zahra dan Faiz.
"walau pun di jodogkan, jika dia bukan wanita jalang...dia pasti menolak pernikahan itu..." balas Dahlia tak terima.
"Dahlia...aku harus ngomong apa lagi agar kamu tak terobsesi dengan cinta kamu yang salah ini..." Ridho pun menghela nafasnya berat melihat tingkah Dahlia yang sangat keras kepala.
"Mulai saat ini aku takkan peduli lagi dengan apa yang terjadi pada dirimu..." ujar Ridho lalu meninggalkan Dahlia.
Ridho kecewa dengan Dahlia, selama ini dia selalu mengikuti semua nasehat dari Ridho. Namun kali ini dia tak bisa berbuat apa-apa.
Mulai saat itu, Ridho pun berusaha melupakan cintanya pada Dahlia, bagi Ridho tak ada gunanya dia memperjuangkan cintanya pada Dahlia.
******
Sebelum jam 4...
Faiz telah berada di depan kampus Zahra. Zahra yang melihat mobil suaminya di depan kampus langsung berpamitan dengan Alisya dan Reynald.
"Sya...Reyn...aku duluan ya...mas Faiz udah nungguin aku..." ucap Zahra lalu meninggalkan Alisya dan Reynald.
Alisya pun melangkah menuju parkiran, di saat itu tiba-tiba sebuah sepeda motor berkecepatan tinggi datang dari arah yang berlawanan hendak menabrak Zahra.
"Aaaaa...." pekik Zahra tak tahu harus bagaimana saat melihat sepeda motor hendak menabraknya.
Beruntung pengawal Zahra yang melihat kejadian itu langsung menarik tangan Zahra. Hingga Zahra dapat terselamatkan.
Salah satu pengawal pun langsung mengambil sepeda motor yang di gunakan oleh mahasiswa untuk mengejar sepeda motor yang hendak menabrak Zahra tadi.
Zahra terjatuh di jalanan, Alisya langsung berlari menghampiri Zahra melihat kejadian itu.
"Araaaaa...." teriaknya mendekati Zahra.
__ADS_1
Faiz yang mendengar nama istrinya di panggil dan sudah banyak para mahasiswa berkerumundi sekeliling Zahra merasa tak tenang. Dia pun keluar dari mobil melihat kerumunan itu.
Faiz berusaha menyelinap untuk melihat apa yang terjadi.
"Ara...!!" sahut Faiz dia kaget saat melihat istrinya terduduk lemas di jalanan.
"Apa yang terjadi...???" bentak Faiz pada pengawalnya.
Pengawal Faiz pun menceritakan kejadian yang baru saja terjadi pada istri tuannya.
"kami melihat ada sepeda motor yang hendak menabrak nona, tapi Syamsul sedang mengejar sepeda motor itu..." jelas salah satu pengawal Zahra.
Faiz pun mengangkat tubuh Zahra yang masih lemas karena Syok. Faiz menggendong tubuh istrinya menuju parkiran mobil lalu memasukkan Zahra ke dalam mobil. Kerumunan pun bubar beriringan saat perginya Faiz dan Zahra.
Faiz mengambil botol air minelral yang ada di saku mobilnya, lalu memberikannya pada Zahra.
Zahra mengambil air mineral yang di berikan suaminya lalu meminum air mineral itu, setelah itu dia pun merasa lebih tenang.
"Bagaimana Ra...??" tanya Faiz memeluk tubuh istrinya khawatir.
"Ara takut mas..." lirih Zahra.
Dia pun memeluk tubuh Zahra dengan erat, berusaha memberi kekuatan pada istrinya.
"Kamu tenang ya sayang...Mas udah ada di sampingmu..." ujar Faiz mengelus kepala Zahra.
Setelah Zahra mulai tenang Faiz, Faiz pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Dia menggenggam tangan istrinya menenangkan istrinya yang masih tampak cemas.
Pengawal yang telah mengurus urusan sepeda motor yang di bawa Syamsul pun ijut mengiringi mobil tuannya dari belakang.
Mereka memperhatikan setiap sudut di sekeliling tuannya berjaga-jaga agar tak terjadi hal-hal yang tak di inginkan lagi.
Kali ini mereka harus selalu berjaga-jaga karena musuh tuannya bisa datang secara tiba-tiba.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
# dan hadiah
__ADS_1