Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 103


__ADS_3

Tak berapa lama mereka mengobrol, pesanan mereka pun datang. Mereka pun menikmati makanan yang telah ada di hadapan mereka.


Ridho memandang Fathiya yang menikmati makanannya dengan lahap, Fathiya selalu bersikap apa adanya di hadapan Ridho, Hal ini lah menjadi daya pikat bagi Ridho. Fathiya pun selesai menghabiskan makanan yang ada di piringnya. Lalu dia pun melihat Ridho yang masih asik menatapi dirinya dan belum menghabiskan makanannya.


“Dho...” panggil Fathiya sambil mengibas-ngibaskan tangannya di wajah Ridho.


Ridho yang tersadar dari khayalannya pun meminum cuci tangan yang ada di atas meja. Fathiya yang melihat itu langsung menghalangi tindakan Ridho.


“ Dho...itu kan air cuci tangan bukan air minum...” ujar Fathiya pada Ridho.


Ridho melihat air yang ada di tangannya, dia pun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, Ridho merasa malu ketahuan menatapi wajah calon istrinya.


“ Kamu kenapa Dho??” tanya Fathiya heran masih belum tanggap dengan sikap konyol Ridho karena telah jatuh cinta pada dirinya.


“ Mhm,...nggak apa-apa...” jawab Ridho.


“ Kok kamu nggak habisin makananmu??” tanya Fathiya lagi.


“ eh... iya...ini aku habiskan...” ujarnya, lalu dia pun mulai memasukkan makanannya ke dalam mulutnya hingga habis.


Akhirnya makanan yang ada di piring Ridho pun habis, tampak Ridho makan belepota, Fathiya tersenyum dengan penampilan Ridho yang berantakan, membuat Ridho heran.


“ Kenapa?? Apa ada yang salah??” tanya Ridho pada Fathiya.


Fathiya pun mengambil ponselnya lalu mengambil foto Ridho yang tampak berantakan lalu memperlihatkannya pada Ridho.


Ridho yang melihat dirinya belepotan akhirnya mengambil tisu lalu membersihkan wajahnya.


Fathiya hanya tersenyum melihat tingkah Ridho yang tampak lucu baginya.


"Udah makannya??" tanya Ridho mengalihkan perhatian Fathiya.


Fathiya mengangguk menjawab pertanyaan Ridho.


" kalau gitu kita pulang yuk..." ajak Ridho.


"Yuk..." sahut Fathiya.


Ridho pun memanggil pelayan untuk membayar tagihannya, setelah itu mereka pun pergo meninggalkan resto, Ridho langsung mengantarkan Fathiya ke rumahnya. Setelah itu dia pun langsung pulang ke rumahnya.


******


Hari yang di tunggu-tunggu keluarga besar pun datang. Yaitu acara pernikahan Ridho dan Fathiya. Semua keluarga telah berkumpul di rumah Fathiya untuk menghadiri acara akad nikah Fathiya dan Ridho.


Setelah akad nikah pesta pernikahan akan di adakan di sebiah hotel bintang lima yang terkenal sesuai permintaan Hermawan. Hermawan yang sudah menganggap Fathiya sebagi putrinya menyediakan ballroom hotel untuk acara pernikahan Fathiya.


Saat ini Fathiya berada di kamarnya sedang di make up oleh MUA terkenal. Sedangkan di luar penghulu dan Wali nikah sudah berada di ruang tamu, mereka tengah menunggu pengantin pria yang masih dalam perjalanan.

__ADS_1


Saat Fathiya di make up, Alita masuk ke dalam kamar Fathiya sambil menggendong Ferdy.


"Mbak...kamu serius mau nikah sama Ridho...??" tanya Alita yang masih penasaran apa alasan Fathiya menerima pernikahan uang mendadak ini.


Karena kesibukkannya baru kali ini dia sempat mempertanyakan hal ini.


"Iya lah dek...kalau nggak serius mana mungkin sekarang aku seperti ini..." Jawab Fathiya.


"Emangnya mbak Yaya cinta ya sama mas Ridho??" tanya Alita lagi.


"Mmmmhmmm...entahlah dek...hanya saja mbak merasa nyaman saat berada di dekatnya..." jawab Fathiya sambil membayangkan wajah calon suaminya.


"Berarti mbak Yaya cinta sama dia..." seru Alita.


"Tapi dek...aku nggak tahu perasaannya sama ku...aku takut berharap cinta darinya..." ucap Fathiya ragu.


"Lho...emangnya mas Ridho belum menyatakan cintanya sama mbak??" tanya Alita.


"Ya nggak lah...diaaja nikahin mbak karena perintah dari kedua orang tuanya..." ujar Fathiya sendu.


"Owh...ya udah kak...kalau kakak nggak mau nikah sama dia tinggal bilang, sebelum nanti mbak menyesal karena menikahi dengan pria yang tidak mencintai mbak...." ujar Alita.


" aku nggak mau mengecewakan orang tuanya dek...anggap aja kali ini mbak mau bantuin Ridho..." ujar Fathiya lagi.


" Ya udah terserah mbak aja deh...aku mah dukung aja apa pun pilihan mbak Yaya..." ujar Alita.


Tak berapa lama terdengar mobil masuk pekarangan rumah Fathiya.


"Iya mbak...mas Ridho udah datang..." ujar Alita bersemangat.


Rombongan pengantin pria telah berdiri di depan rumah Fathiya.


Hermawan dan Adrian mempersilahkan mereka masuk.


Rombongan mempelai pria pun masuk ke dalam rumah Fathiya Ridho langsung duduk di depan penghulu.


Buk Mawar masuk ke kamar Fathiya, dia memberitahukan Fathiya bahwa rombongan Ridho telah berada di ruang tamu yang di hias untuk acara akad nikah.


"Ya...rombongan mempelai pria sudah menunggu...apakah kamu sudah siap...???" tanya Buk Mawar pada Fathiya dan penata rias yang menghias Fathiya.


"Udah tan...mempelai wnaita sudah siap di bawa..." ujar penata rias.


Fathiya pun berdiri dan menghampiri buk Mawar, Lalu buk Mawar dan Alita pun menggandeng Fathiya turun menuju ruang tamu untuk bergabung dengan mempelai Pria.


Ridho mendongakkan kepalanya saat semua tamu melihat ke atas menatap kecantikan mempelai wanita, Ridho yang melihat calon istrinya tampak sangat cantik, dia pun semakin terpukau dengan aura kecantikan yang di miliki oleh Fathiya.


Faiz merekam aksi Ridho yang begitu terpana melihat kecantikan calon istrinya, aksi iseng Faiz pun di lihat oleh Zahra yang duduk di pinggir ruang tamu.

__ADS_1


Zahra tersenyum melihat kejahilan Faiz terhadap sahabatnya. Zahra tak menyangka kakaknya berjodoh dengan sahabat suaminya.


Fathiya pun sampai di riang tamu, dia pun di surih duduk di samping Ridho, Ridho masih menatap apda Fathiya, dia seakan terhipnotis dengan kecantikan Fathiya.


"Dho...Ridho..." panggil mama Ridho membuyarkan lamunannya terhadap calon istrinya.


"I...iya ma..." ucapnya gugup.


"Para tamu undangan...bisakah kita memulai acara akad nikah ini??" tanya penghulu pada seluruh tamu yang datang.


"Bisa..." jawab para tamu serentak.


Acara pun di mulai dari pembawa acara, mulai dari acara sungkeman kepada orang tua hingga acara inti yaitu ijab qobul.


Ridho mengucapkan ijab Qobul dengan lantang dan tegas yang di sambut kata SAH oleh para tamu yang hadir.


"Alhamdulillah..." ucap Penghulu kemudian di ikuti oleh para tamu yang hadir.


Setelah itu mereka pun saling memasangkan cincin pernikahan serta Ridho memberikan perangkat mahar kepada istrinya.


Fathiya menerima mahar dari Ridho, lalu dia menyalami tangan suaminya, lalu menciumi punggung tangan Ridho.


Reflek Ridho mencium puncak kepala Fathiya, Ridho sangat bahagia akhirnya bersatu dengan wanita yang di sukainya dalam waktu dekat ini.


Rasa cintanya pada Dahlia seakan terbang bagaikan debu yang di tiup angin.


"Mungkin inilah yang di namakan jodoh..." gumam Ridho di dalam hati.


Begitu juga dengan Fathiya, Fathiya juga bahagia dengan pernikahan ini, pria yang masuk ke hatinya secara perlahan dan kini telah merajai selurih hatinya.


Semua tamu pun bertepuk tangan ikut bahagia, dengan kebahagiaan yang di rasakan oleh kedua mempelai.


******


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...

__ADS_1


# Vote...


# dan hadiah


__ADS_2