Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 39


__ADS_3

"iya mas...masakan ibuk enak banget...Ara tu paling suka makanan seperti ini..." ucap Zahra dengan mulut yang masih penuh.


Faiz hanya tersenyum melihat istrinya makan tak seperti biasanya.


"Ya udah...kamu makan yang banyak ya...besok kalau kamu mau masakan ibuk, kita bisa makan disini kok..." ucap Faiz.


"Boleh kan buk???" tanya Faiz pada mertuanya.


"Boleh sayanh...ibuk senang melihat Zahra makan banyak di rumah ibuk.." jawab Fatimah.


"Buk...makanan ibuk adalah makanan terlezat sedunia bagi Ara...karena tak ada yang lebih enak dari masakan siapa pun..." ujar Zahra masih dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"makan aja dulu nduk...kalau udah selesai makan, kamu baru boleh ngomong..." mang Uddin menasehati putrinya.


Zahra pun terdiam, lalu dia kembali fokus dengan makanannya. Faiz hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya yang masih saja kekanak-kanakan jika berada di dekat ayah dan ibunya.


Faiz terharu melihat keakraban Zahra dengan Ayah dan Ibunya walaupun mereka hidup dengan sederhana mereka bisa hidup harmonis dan saling menyayangi.


Setelah selesai makan Zahra dan Faiz serta Ayah dan Ibu Zahra duduk di ruang tamu mengobrol ringan sekedar melepas rindu.


"Mas...kita nginap disini ya..." pinta Zahra memelas, karena Zahra masih kangen sama Ayah dan ibunya.


"Ya udah...mas hubungi rumah dulu untuk mengantarkan pakaian ganti buat kita..." ucap Faiz menyetujui permintaan Zahra, sebenarnya Faiz sedikit keberatan harus menginap di rumah yang sederhana milik mang Iddin karena dia telah terbiasa tinggal di rumah yang besar.


"Ara...kamu gak kasihan sama Faiz harus menginap disini...??" tanya Fatimah merasa tidak enak hati.


"Gak apa-apa buk...rumah Zahra juga rumah aku buk...Faiz harus beradaptasi dengan kehidupan Zahra buk..." ucap Faiz. membuat Mang Uddin dan Fatimah terharu mendengarnya.


"Makasih ya mas..." ucap Zahra riang, saking riangnya tanpa segan-segan Zahra pun memeluk tubuh suaminya di depan kedua orang tuanya.


Fatimah dan mang Uddin saling berpandangan melihat tingkah putrinya yang masih kekanak-kanakan walaupun dia telah menjadi seorang istri.


Faiz hanya tersenyum dengan tingkah istrinya.


Setelah selesai mengobrol seorang pelayan dari kediaman Adrian datang membawakan beberapa perlengkapan yang di butuhkan oleh Faiz dan Zahra.


"Terima kasih bi..." ucap Faiz pada pelayan itu, dan pelayan tersebutpun berlalu.


"ya udah mas mandi dulu aja ya..." Zahra menyuruh Faiz untuk membersihkan dirinya karena amsih berkeringat setelah joging tadi.


"Iya..." ucap Faiz, Zahra pun mengantarkan Faiz ke sebuah kamar mandi kecil, dan sangat sederhana.


Faiz merasa risih dengan hal ini, namun demi membahagiakan istrinya dia pun melewatinya dengam berat hati.


Setelah Faiz selesai mandi, giliran Zahra untuk meberaihkan tubuhnya.

__ADS_1


Sambil Zahra mandi, Zahra menyuruh Faiz untuk menunggunya di kamar kecil milik Zahra.


Selagi Zahra mandi, Faiz melihat-lihat isi kamar Zahra yang sangat kecil, bisa di bilang sepersepuluh besarnya dari kamar milik Faiz.


Faiz melihat-lihat dinding yang penuh dengan beberapa Foto-foto milik Zahra. Disana Faiz menemukan 2 Foto yang menarik perhatiannya.


Satu Foto adalah, Foto Zahra yang merayakan ulang tahun, dan Faiz swdang menyuapi Zahra sepotong kue ulang tahun.


Satu Foto lagi, adalah Foto Faiz yang tengah menggendong Zahra di pundaknya, saat itu Zahra terjatuh dan kakinya keseleo.


Faiz tersenyum mengenang masa-masa kecil Zahra yang selalu di isi dengan dirinya. Faiz selalu ada di samping Zahra dan menjadi penolong bagi Zahra dalam berbagai Hal.


Dan saat ini takdir oun mempercayakan dirinya untuk menjaga Zahra seumur hodupnya lahir dan bathin.


Faiz akan menjaga Zahra dari segala bahaya, dan berusaha membahagiakan istrinya yang sangat di cintainya.


Sedang Asyik memperhatikan Foto-foto milik Zahra di dinding kini mata Faiz tertuju pada sebuah diary yang tersusun rapi di atas meja belajar Zahra.


Faiz mengambil buku diary itu lalu membukanya.


****Dear dy...****


Kamu tahu gak...??? mas Faiz jadi kepala sekolah...


Ara senang itu artinya mulai hari ini Ara akan selalu melihat wajah pangeran hati Ara...


Ara takut sama mas Faiz sekarang, karena dia tak lagi penyayang seperti dulu..


😭😭😭😭


****Dear dy****


Ya ampun...aku kesal dan benci sama kepsek kejam itu...


Masa iya aku di kasih hukuman sama mas Faiz si KepSek Kejam itu...


Ara gak nyangka satu hari ini menjadi hari yang sial buat Ara. Dasar KepSek Kejam...


😡😡😡😡😡


*****Dear dy...*****


Satu minggu penuh membersihkan ruangan si Kep Sek Kejam itu...tapi apa boleh buat...


tapi kok aneh...Ruangannya itu tiap hari ada aja yang kotor....Padahal Ara kan Capek...

__ADS_1


Ara benci Kep Sek kejam...


Setelah hukuman ini Ara akan berusaha agar gak kena hukum lagi...


💪💪💪💪💪


Faiz tersenyum membaca curhatan Zahra tentang dirinya.


"Mas...kamu ngapain???" Tanya Zahra yang tiba-tiba maauk kamar setelah dia mandi.


Faiz kaget, Faiz pun kembali meletakkan buku Harian milik Zahra sebelum Zahra mengetahui dirinya telah membaca buku harian miliknya.


"Nggak ada...mas cuma melihat-lihat foto kamu yang di dinding ini...." jawab Faiz berbohong.


"Mhm..." gumamnya lalu melangkah mendekati Faiz. Zahra melihat buku harian milinya masih berasa pada tempatnya.


Itu Artinya Faiz tidak membaca buku hariannya, karena di dalam buku harian itu sangat banyak cacian dan makian Zahra yang tertuju pada diri Faiz.


"Ra...besok Ajakin mang Uddin sama ibuk nginap di runah kita aja dulu..." ucap Faiz yang kini duduk di kursi belajar milik Zahra.


"Kenapa emanya mas...???" tanya Zahra heran.


"Besok mas akan menyuruh beberapa orang untuk merenovasi rumah ini..." ucap Faiz tanpa diskuso dengan Zahra.


Faiz ingin dia juga merasa nyaman jika Zahra mengajaknya menginap di rumah ini, sperti hari ini Faiz merasa badannya kembali lengket walaupun baru saja dia seleaai mandi.


"Mhm...terserah mas aja deh..." ujar Zahra hanya bisa mengikuti keinginan suaminya.


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...


# dan hadiah...

__ADS_1


terimakasih pembaca setiaku...


__ADS_2