
Saat mereka asyik mengobrol, Faiz baru saja datang dan langsung masuk ke dalam rumah, Faiz yang sudah menyelesaikan tugasnya di sekolah langsung ke rumah buk Siti karena dia tahu istrinya tengah berada di rumah mang Uddin.
Faiz kaget saat melihat pria yang pernah berusaha mendekati istrinya kini sedang asyik mengobrol dengan istrinya.
“ ZAHRA...” teriak Faiz menahan amarah dan menatap tajam pada Reynald.
Zahra kaget saat mendengar teriakan suaminya yang saat ini tampak sedang terbakar emosi. Zahra berdiri dan menghampiri Faiz.
“ i...i...ya...mas...” lirih Zahra gugup takut melihat mata suaminya yang penuh amarah, buk Siti yang di dapur pun kaget mendengar teriakan Faiz, dia langsung berlari menuju ruang keluarga melihat apa yang terjadi.
“ ayo pulang sekarang juga...!!! “ perintah Faiz pada istrinya.
Zahra yang takut melihat kemarahan suaminya langsung melangkah keluar dari rumah kedua orang tuanya. Faiz menghampiri Reynald. Lalu menunjuk wajah Reynald.
“ saya ingatkan pada kamu...jangan pernah dekati Zahra!!!” ancam Faiz pada Reynald membuat Alisya bingung dengan perkataan Faiz.
Setelah itu Faiz pun melangkah keluar dari rumah mang Uddin. Mengikuti langkah Zahra yang terburu-buru masuk ke dalam rumah. Rahayu yang melihat wajah Zahra yang ketakutan hendak menghentikan langkah Zahra namun niatnya di urungkannya saat melihat putranya juga menyusul Zahra dari belakang.
“ Apa yang sebenarnya terjadi???” bathin Rahayu khawatir dengan tingkah putra dan menantunya.
Di kamar...
Zahra duduk di atas ranjang bingung harus berbuat apa, dia membayangkan amarah Faizs yang pernah di lakukan Faiz saat baru-baru menikah dengannya.
Faiz baru saja masuk ke dalam kamar, dia melihat istrinya yang pucat ketakutan membuatnya menjadi kasihan dan merasa bersalah telah membentak istrinya.
Faiz pun menghampiri Zahra.
“ Maafkan Ara mas...maafkan Ara....” ucap Zahra bersimpuh di kaki Faiz.
Faiz semakin merasa bersalah pada istrinya, dia tak tahu bisa membentak Zahra saat melihat pria yang berusaha mendekati Zahra selama ini berada di dekat Zahra. Faiz tak ingin hati Zahra berpaling pada pria itu.
Faiz merunduk dan memegang lengan Zahra untuk mengajaknya berdiri, Zahra pun berdiri, dia menunduk takut tak berani menatap suaminya yang sangat marah padanya.
Faiz pun langsung memeluk tubuh istrinya.
“ Maafkan aku Ra...Maaf...” bisik Faiz pada Zahra.
Zahra bingung dengan perubahan sikap Faiz yang tadi jelas-jelas sangat marah padanya. Dia merenggangkan pelukan Faiz. Zahra menatap dalam pada bola mata Faiz. Saat ini dia tak lagi melihat mata tajam yang menyeramkan itu, Kini mata Faiz tampak sangat menyayanginya.
“ Ra...maafkan mas udah membentakmu...tapi mas nggak suka kamu dekat dengan pria itu...” jelas Faiz alasan dia marah saat berada di rumah mang Uddin.
__ADS_1
“ Jadi mas marah karena cemburu???” tanya Zahra
“ Aku hanya gak suka dia dekatin kamu,,,” jawab Faiz.
“ Mas...apakah mas nggak yakin dengan rasa sayang dan cinta yang sudah Ara berikan pada mas???”
“Ini adalah bukti cinta dan rasa sayang Ara sepenuhnya untuk mas...” ujar Zahra sambil mengelus perutnya yang membesar.
Faiz memandang pada perut Zahra, lalu dia merunduk dan berdiri bertumpu dengan lututnya, hingga saat ini wajahnya sejajar dengan perut Zahra.
“ Maafkan papa ya nak...” lirihnya pada anak-anaknya yang ada di dalam kandungan Zahra.
Akhirnya Zahra pun lega dengan sikap Faiz, dia tak menyangka Faiz langsung berubah dari emosi menjadi penuh kasih seperti biasanya.
“Papa yakin...mama kalian sangat menyayangi papa...tapi entah mengap papa merasa pria itu ingin merebut mama kalian dari papa...” ujarnya memberi alasan.
Zahra yang mendengar ucapan Faiz mengajak Faiz untuk duduk di ranjang.
“ Mas... dengarkan Ara ya...Reynald memang pernah suka sama Ara...tapi Ara sudah menolaknya... dan saat ini...Reynald telah menjalin kasih dengan sahabat Ara...yaitu alisya...” jelas Ara pada Faiz agar Faiz tak lagi salah paham pada dirinya dan Reynald.
“ mereka kdatang ke rumah karena mengkhawatirkan Ara yang tak pernah lagi datang ke kampus...”
“ Karena Hp Ara hilang saat kejadian penculikkan itu, jadi mereka tak bisa menghubungi Ara makanya mereka datang langsung menemui Ara di rumah buk Siti...” jeklas Zahra lagi.
Faiz hanya terdiam, dia merasa malu telah berbuat kasar pada Zahra di hadapan sahabatnya.
“ Ara harap mas nggak melarang Ara bergaul dengan mereka...karena selama ini merekalah sahabat terdekat Ara...” pimta Zahra pada Faiz.
“ mhm...boleh tapi...” Faiz belum menyelesaikan ucapannya Zahra memotong ucapannya.
“ Ara bisa jaga diri dan menjaga kehormatan mas sebagai suami Ara...” ucap Zahra.
Zahra tak ingin banyak berdebat dengan suaminya, lalu dia pun men-iya-kan apa yang di bilang oleh Faiz.
Sedamgkan di rumah mang Uddin, buk siti langsung menghampiri kedua sahabaf putrinya.
“Maaf ya Alisya...dan nak Reynald...!! mungkin Faiz lagi ada masalah...” berusaha mengajak sahabat putrinya agar tidak berfikiran yang buruk terhadap menantunya.
“ Maaf buk...apakah pak Faiz biasa memarahi Zahra??” tanya Alisya hti- hati.
“ Mhm... setahu ibuk...Faiz sangat menyayangi Zahra...saking sayngnya sama Zahra Faiz merenovasi rumah kami agar dia bisa nyaman disini saat Zahra ingin menginap disini...” jawab Siti jujur.
__ADS_1
“ Aku rasa semua ini terjadi karena kedatanganku kesini...” ujar Reynald penuh penyesalan. Reynald ingat betul saat Faiz marah pada Zahra saat dia menyatakan cintanya pada Zahra waktu itu.
“ Maaf ya nak Reynald...mungkin ini hanya kesalah pahaman yang terjadi di antara kalian...” buk Siti berusaha menghibur Reynald yang tampak sedih.
“ Gak apa-apa buk...sepertinya pak Faiz marah pada Zahra karena dia pikir aku akan mendekati Zahra...” ucap Reynald.
“ Sekali lagi ibuk minta maaf...suatu saat ibuk akan menasehati Faiz atas kesalah pahaman yang terjadi di antara kalian...” ujar Siti.
“ Oh iya ibuk udah bikinkan minuman...dan cemilan....ibuk ambilkan dulu ya...”ujar Siti mengalihkan pembicaraan.
Buk Ssiti pun berlalu menuju dapur untuk mengambilkan minuman serta cemilan yang telah di sediakannya tadi.
Tak berapa lama dia pun kembali dengan nampam yang berisi minuman dan makann di tangannya.
“ minum dulu ya nak Alisya dan nak Reynald...” Siti mempersilahkan meeka makan dan minum.
Alisya dan Reynald pun mengambil gelas minuman yang telah berisi teh yang tersedia di atas meja. Setelah menghabiskan minumannya, Alisya dan Reynald pun minta izin pamit meninggalkan rumah mang Uddin.
“ Jangan kapok datang kesini ya Sya...” ujar buk Siti tak enak hati.
“ Iya buk...kalau ada waktu Alisya usahakan main kesini buk...” ujar Alisya lalu dia pun masuk kedalam mobil.
Reynald pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia mengantarkan Alisya terlebih dahulu lalu dia pun pulang ke rumahnya sendiri.
*****/
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
__ADS_1
# dan hadiah