Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 38


__ADS_3

Di penghujung petang, Zahra dan Faiz tengah menikmati pemandangan sun set di pantaibtempat mereka biasa kunjungibsemasa kecil, Faiz sengaja mengajak Zahra jalan-jalan agar hubungannya dengan Zahra semakin dekat.


"Ra..." panggil Faiz


"Mhmmm..." gumam Zahra.


"Bentar lagi kan liburan kuliah...kamu mau liburan kemana???" tanya Faiz. Dia berencana ingin membawa Zahra jalan-jalan ke liar negeri sekaligus berbulan madu.


"Mhm...gak tau mas...Biasanya kalau liburan Ara juga ikut kemana mas pergi..." jawab Zahra polos.


"Mhm...iya...biasanya kan sama mama dan papa..." ujar Faiz.


"Trus...luar biasanya apa mas..." tanya Zahra.


"Mhm...mas mau ajak kamu jalan-jalan ke luar negeri mau gak???" Tanya Faiz.


Zahra bahagia dengan tawaran yang di berikan Faiz.


"Kemana mas...?? Ayah ibuk dan mama papa ikut gak???" tanya Zahra polos.


"Hehe...untuk kali ini kita akan pergi berdua aja..." ucap Faiz.


"Serius mas...???" tanya Zahra dengan mata berbinar karena bahagia.


Faiz mengangguk, Zahra langsung memeluk tubuh kekar Faiz.


"Makasih ya mas..." lirihnya.


"Mas akan lakukan apapun agar kamu bahagia Ra..." ujar Faiz.


Mereka pun memikmati sun set hingga petang berganti malam.


"Kita pulang yukk.." ajak Faiz hendak berdiri.


"iya mas..." Zahra pun ikut berdiri dan mengiringi setiap langkah suaminya dengan bergelayut manja di lengan Faiz.


*****


Kehidupan rumah tangga Zahra dan Faiz semakin bahagia, karena kini telah ada rasa cinta yang tumbuh di antara mereka.


Zahra pun kini mulai terbiasa membuka hijabnya saat berada di kamar bersama Faiz.


Setelah makan malam, Faiz dan Zahra memilih duduk santai di balkon rumah.


"Mas...Ara kangen ibuk sama bapak..." ucap Zahra mengungkap rasa rindunya kepada kedua orang tuanya.


"Ya udah besok kan hari minggu, kita main ke rumah ibuk ya.." ucap Faiz.


"Makasih ya mas...tapi Ara pengen makan masakan ibuk..."


"Ya udah besok habis subuh kita langsung joging, habis itu kita langsung ke rumah ibuk Fatimah...." ujar Faiz.


"Makasih ya mas..." ucap Zahra. Lalu memeluk tubuh suaminya.


"Aku akan berusaha menebus kesalahanku dengan memberikan kebahagiaan untukmu selamanya Ra..." bathin Faiz.


Setelah puas bercerita, mereka pun masuk ke dalam kamar karena hari semakin larut, Mereka pun melakukan rutinitas malam mereka, bagi Zahra saat in Faiz adalah suaminya dan orang yang di cintainya, maka dia pun melayani suaminya lahir bathin.

__ADS_1


Setelah melakukan aksi panas mereka pun tertidur pulas dengan posisi saling berpelukkan.


Keesokan harinya...


Jam 4.00 Zahra bangun dari tidurnya, dia langsung bersiri menuju kamar mandi untuk membeesihkan diri, setelah mandi Ara membangunkan suaminya untuk memberaihkan diri lalu sholat subuh berjamaah bersamanya.


"Mas...bangun...!!" bisik Zahra dengan memberikan sebuah kecupan di dahi suaminya.


Faiz mengerjapkan matanya, dia menatap wajah teduh milik istrinya, dia sangat bersyukur paginya di sambut oleh bidadari sholehah.


"Mhm...kamu udah mandi...??" tanya Faiz melihay Zahra yang memakai bathrobe dan handuk yang melilit rambut indahnya di kepala.


"Udah...Ara tunggu mas buat sholat jamaah ya..." ucap Zahra.


"Iya..." Faiz pun bangun lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di saat Faiz mandi, Zahra menyiapkan pakaian yang akan di kenakan Faiz lalu dia pun mulai membaca ayat-ayat suci Al-qur'an.


Setelah Faiz keluar dari kamar mandi, Zahra pun menyelesaikan bacaannya, lalu dia membantu Faiz mengenakan pakaiannya.


Lalu mereka pun shalat berjama'ah, Faiz membacakan bacaan shalat dengan suara yang merdu menambah kekhusyu'an Zahra dalam beribadah. Zahra bersyukur memiliki suami yang menyaynginya serta juga taat beribadah.


Setelah seleaai sholat mereka pun bersiap-siap untuk joging pagi, mereka akan joging di keliling komplek saja, karena setelah joging mereka akan singgah di rumah Fatimah.


Di sepanjang jalan, Zahra berlari kecil bagai anak kecil, dia tampak manja pada suaminya. Sesekali mereka bercanda menambah kemesraan sepasang suami istri itu.


Setelah lelah joging, mereka pun melangkah menuju rumah Fatimah dan mang Uddin.


Tok...tok...tok...


Fatimah yang tengah masak di dapur berlari kecil menuju pintu dan membuka pintu.


Dia kaget bercampur bahagia melihat putrinya yang datang.


"Wa'alaikumsalam...Ara..." ujarnya lalu memeluk tubuh putrinya. Begitu juga Zahra dia memeluk tubuh ibunya.


"Ara kangen ibuk..." lirih Ara yang memeluk erat tubuh ibunya.


Walaupun jarak rumah mereka berdekatan, Mereka jarang bertemu karena kesibukkan masing-masing. Di tambah Zahra tak berani keluar tanpa izin dari Faiz, karena setiap Zahra ingin ke rumah ibunya, Faiz selalu ingin menemaninya.


"Ayoo masuk dulu sayang..." ucap Fatimah.


Faiz dan Zahra masuk ke dalam rumah yang sederhana itu, Faiz duduk di ruang tamu sedangkan Zahra mengikuti langkah ibunya ke dapur.


"Bentar ya mas..." ucap Zahra berlalu.


Faiz pun mengangguk lalu membuka ponselnya.


Di dapur Fatimah menyiapkan minuman buat Faiz.


"Buk...Ara aja ya yang bikin minuman buat mas Faiz...ibuk masak apa???" tanya Zahra.


"Ibuk lagi masang goreng telur mix teri dan kentang...sayurnya tumis kangkung..." ucap Fatimah.


"Enak bangeet buk...Ara mau..." rengek Zahra.


"iya...kita sarapan disini ya nak..." ucap Fatimah mengelus rambut putrinya.

__ADS_1


Zahra masih saja manja walaupun dia telah menjadi seorang istri.


Zahra membuatkan teh hangat buat Faiz. Lalu mengantarkannya ke ruang tamu tempat Faiz berada.


"Minum dulu mas..." ucap Zahra menyodorkan secangkir teh untuk suaminya.


"Kita makan disini ya mas...Ibuk masak makanan kesukaan Ara..." ucap Zahra pada Faiz.


"Iya...oia bapak mana Ra...??" tanya Faiz karena sedari tadi belum melihat mang Uddin.


"Mhm...gak tahu mas...Ara juga belum tanya ibuk...mungkin ke taman sekolah..." jawab Zahra.


"Assalamu'alaikum..." ucap mang Uddin yang baru saja datang, dengan penampilan kotor karena tanah.


"Wa'alaikumsalam..." jawab Zahra dan Faiz serentak.


"Ara...Mas Faiz..." sahut mang Uddin kaget melihat kedatangan putri dan menantunya.


"Iya pak...bapak panjang umur...baru saja mas Faiz nanyain bapak..." uvap Zahra sambil meraih tangan mang Iddin lalu menyalaminya dan mencium pinghung tangan pria yang telah menjadi ayahnya selama ini.


"Pagi pak..." ucap Faiz lalu ikut menyalami ayah mertuanya itu.


"Pagi nak...lihatlah bapak masih kotor..." ucapnya.


"Gak pa-pa pak..." ucap Faiz.


"Bapak mandi dulu ya...Ara temani mas Faiz dulu biar kita bisa makan bareng...." perintah Mang Uddin pada putrinya.


"Iya pak..." ucap Zahra.


Tak berapa lama, masakan Fatimah telah masak, Fatimah memanggil Zahra dan Faiz untuk makan di ruang makan yangbkecil dan sempit jauh beda dengan rumah Faiz, walaupun begitu mereka menikmati makanan yang di hidangkan oleh Fatimah.


Zahra makan makananya dengan lahap, dia makan dengan sangat banyak hingga ibuk Fatimah, mang Uddin dan Faiz heran melihat nafsu makan Zahra yang tidak seperti biasanya.


"Ra...kamu benaran makan???" tanya Faiz yang merasa heran melihat Zahra yang makan dengan lahap dan banyak.


"iya mas...masakan ibuk enak banget...Ara tu paling suka makanan seperti ini..." ucap Zahra dengan mulut yang masih penuh.


Bersambung....


.


.


.


jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...


# dan hadiah...


terimakasih pembaca setiaku...

__ADS_1


__ADS_2