Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam

Terpaksa Menikahi Kepsek Kejam
Eps 45


__ADS_3

Hari ini Faiz berencana akan membawa Zahra ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya.


"Sayang...bangun..." ujar Faiz mengelus kepala istrinya.


Zahra setelah shalat subuh merasakan pusing dan kepalanya sangat berat, maka Faiz pun menyuruh Zahra untuk tidur kembali.


Selama Zahra tidur, Faiz berolah raga di ruang olah raga yang tersedia di bungalow itu, Faiz sengaja mencari kegiatan lain agar istrinya tak terganggu dan dapat beristirahat dengan tenang.


"Mas...udah jam berapa???" tanya Zahra saat membuka matanya, dia mengerjapkan matanya dan langsung melihat pangeran cintanya telah berada di hadapannya.


"Udah jam sembilan Ra...kamu ingat kan hari ini kita ke dokter kandungan dulu..." Faiz mengingatkan istrinya.


"Iya mas...Ara ingat..." lirih Zahra.


"Ya udah kamu mandi dulu ya...mas tingguin kamu..." titah Faiz pada istrinya.


Zahra pun berusaha bangkit dari posisi berbaringnya, dia duduk di ranjang dan berusaha berdiri lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah Zahra selesai mandi Faiz melihat istrinya, dia semakin sayang pada istrinya terlebih jika istrinya positif hamil.


Dia menghampiri istrinya, lalu langsung memeluk tubuh mungil istrinya yang terlihat lebih berisi.


"Aku...semakin mencintaimu..." bisik Faiz di telinga istrinya.


Zahra yang setiap hari menerima ucapan cinta dari suaminya semakin berbunga-bunga dan bahagia. Pangeran cinta impiannya kini telah menjadi nyata.


"Mas...bolehkah aku mengenakan pakaianku...???" tanya Zahra menggoda suaminya yang masih saja memeluk tubuhnya yang masih mengenakan bathrobe.


"Bolehkah aku yang memakaikannya...???" Faiz menaik turunkan alisnya membalas menggoda istrinya.


"Mas ini nakal..." Zahra mencubit pelan pinggang istrinya hingga pelukannya terlepas.


"Aw..." Faiz meringis kesakitan. Lalu tersenyum melihat bidadari kecilnya yang selalu bersikap menggemaskan.


Zahra berlari menuju lemari menghindar dari suaminya yang selalu menggodanya.


Lalu dia pun mengenakan pakaiannya. Saat ini Zahra tak lagi malu pada suaminya karena suaminya pun sudah melihat setiap lekuk tubuhnya.


Setelah selesai mengenakan pakaiannya, Zahra mendekati Faiz.


"Mas...Ara lapaaaar..." ucap Zahra memelas sambil memegang perutnya.


Faiz tersenyum, gaya istrinya semakin membuatnya terkikik geli gemes melihatnya.


"Ya udah yuk kita ke ruang makan..." ajak Faiz menggandeng mesra tangan istrinya.


Mereka keluar dari kamar, dan tyrun tangga dengan hati-hati. Faiz menjaga istrinya dengan baik.

__ADS_1


Sesampai di ruang makan, nenek dan kakek baru saja selesai sarapan mereka hendak beranjak dari ruang makan.


"Kok baru turun Fa???" tanya nenek pada Faiz yang melihat cucunya baru saja masuk ruang makan.


"Tadi habis subuh Ara pusing nek...jadi Fa suruh dia tidur dulu...dan dia baru bangun sekarang..." jawab Faiz.


"Bangun tidur malah dia langsung kelaparan... " Lapor Faiz pada neneknya.


Nenek Faiz tersenyum.


"Begitulah wanita hamil itu Fa...ada yang pengennya makan terus...dan bawaannya lapar..." jelas nenek Faiz pada cucunya.


Faiz jadi teringat porsi makan istrinya dalam satu bulan tetakhir ini.


"Pantesan nek...dalam satu bulan ini Ara hobinya makan terus... semoga saja Ara benaran hamil nek...Fa jadi gak sabar mau periksa ke dokter kandungan...untuk memastikannya..." ujar Faiz semangat.


"Semoga aja ya nak... nenek juga gak sabar punya cicit..." ujar nenek.


"Mas...Ara lapar..." Zahra memelas memotong pembicaraan nenek dan cucunya.


Hermawan tertawa melihat cucu menantunya yang manja pada cucunya. Hermawan teringat pada istrinya waktu hamil Adrian juga manja padanya.


"Ha..ha..ha...Ya udah Fa...kalian makan aja...kami ke ruang keluarga mau nonton TV melihat berita terkini..." ucap Hermawan.


"Iya kek..." ujar Faiz, nenek dan kakeknya pun meninggalkan Zahra dan Faiz di ruang makan.


Para pelayan pun menyediakan hidangan untuk Faiz dan Zahra.


Zahra terhipnotis dengan seluruh masakan yang terhidang dia ingin sekali mencicipi semua masakan.


Mulai dari ayam goreng, rendang padang, opor ayam, sayur asem, tumis kangkung dan masih banyak yang lainnya.


Setelah Zahra mengambilkan makanan untuk suaminya dia pun mengambil makan untuk dirinya.


Faiz hanya melongo melihat porsi makan yang di ambil istrinya.


Zahra melahap semua makanan yang ada di piringnya, terlihat di wajahnya dia benar-benar menikmati seluruh makanan yang di ambilnya.


Faiz hanya terpana melihat istrinya yang anggun berubah menjadi wanita yang rakus, walaupun Zahra makannya banyak namun tubuhnya tetap seksi.


Faiz telah selesai makan, namun Zahra masih saja ingin menambah porsi makannya.


"Ra...belum kenyang???" tanya Faiz heran.


"Mhm...Ara masih lapar Mas..." ucap Zahra.


"Ya udah...kamu makan aja...yang penting kamu sehat..." ucap Faiz dengan susah payah menelan salivanya melihat istrinya makan di luar batas normal.

__ADS_1


Faiz hanya bisa geleng-geleng kepala sambil menunggu istrinya menuntaskan makannya.


Setelah selesai makan, Zahra meminum susu yang telah di sediakan pelayan. Nenek sengaja menyuruh pelayan untuk membuatkan susu untuk cucunya agar dia tetap sehat.


"Alhamdulillah...kenyang..." ujar Zahra.


"udah kenyamg sayang...??? kamu makannya banyak banget...!!" protws Faiz.


"Mas gak suka ya kalau aku makan banyak...?" Zahra pun malah bertanya pada suaminya yang protes.


"Suka sayang...apa lagi yang ikut makan sama kamu itu adalah anak kita..." jawab Faiz membuat Zahra tersenyum.


"Yuukk kita berangkat aku udah gak sabar pengen tahu kondisi rahim kamu..." ujar Faiz lalu dia pun berdiri dari duduknya.


"Yukkk..." sahut Zahra ikut berdir.


Faiz melangkah sambil melingkarkan tangannya di pinggang Zahra seakan dia tak ingin Zahr terlepas dari penjagaannya.


"Nek...kek...kami berangkat dulu ya..." ujar Fqiz pamit saat melewati ruang keluarga.


"Hati-hati sayang..." Ucap Nenek Faiz.


Zahra dan Faiz pun meyalami kakek dan nenek, lalu mereka pun keluar, di depan bungalow telah berdiri seorang sopir dan mobil di sampingnya.


Sopir itu membukakan pintu mobil untuk Faiz dan Zahra. Setelah mastikan Faiz dan Zahra masuk mobil, dia pun masuk mobil di pintu kemudi. Lalu dia pun melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit.


Di sepanjang jalan Faiz dan Zahra tak banyak bicara karena Zahra sibuk dengan cemilan yang di mintanya tadi saat melihat makanan yang di rasanya enak di pinggir jalan.


Walaupun dia telah makan banyak, namun dia masih berselera dengan makanan yang di lihatnya di pinggir jalan.l


Faiz selalu mengabulkan permintaan istrinya, karena dia yakin saat ini istrinya tengah mengandung.


Bersambung....


.


.


.


w^jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...


# like...


# koment...


# Vote...

__ADS_1


# dan hadiah...


terimakasih pembaca setiaku...


__ADS_2