
Laura memerintahkan pada para perawat mulai membuka perban yang di tubuh Stella dengan cara perlahan. Perlahan namun pasti satu persatu perban mulai di buka. Mulai dari bagian kepala, tangan kaki dan badan.
Setelah selesai membuka perban, Stella di bawa ke dalam kamar mandi. Di sana terdapat cermin yang besar. Setelah itu perawat meninggalkan Stella.
Stella takjub saat melihat tubuhnya telah kembali seperti semula. Dia tak menyangka tubuhnya yang melepuh bekas luka bakar pun hilang begitu saja. Saat ini dia tak lagi minder saat berjumpa dengan orang-orang.
Stella sangat bersyukur atas kesempatan yang telah di berikan Tuhan padanya untuk memiliki tubuh seperti sedia kala, dia berjanji akan berubah, dan akan meminta maaf semua kesalahannya pada seluruh keluarga Faiz dan Zahra.
Stella mengenakan pakaian yang telah di berikan perawat saat masuk ke dalam kamar mandi dan dia pun keluar dari kamar mandi. Stella mendekati dokter Laura dan langsung memeluk tubuh Laura.
“ Terima kasih dokter...” ucapnya menitikkan air matanya.
Laura tersenyum lalu menggiring Stella menuju brangkar, lalu menyruh Stella untuk berbaring.
“ berterima kasihlah pada Frank...dia yang telah membawa mu kesini...” ucap Laura dengan senyum manisnya.
Laura memerintahkan perawat yang mendampinginya untuk kembali ke ruangannya lalu meminta perawat untuk memperbolehkan Frank masuk ke dalam ruang rawat Stella.
Perawat itu pun keluar lalu memberitahu Frank bahwa dia telah di perbolehkan untuk masuk. Frank pun langsung masuk ke dalam ruang rawat Stella dia tak sabar ingin melihat hasil dari operasi yang telah di jalani Stella.
Frank terpukau saat melihat Stella berubah cantik seperti semula, luka bakarnya pun telah hilang tak bersisa. Dia merasa mimpi saat melihat wanita pujaannya telah kembali seperti semula.
Dia melangkah perlahan menghampiri Stella, Stella yang melihat Frank sangat terpesona pada dirinya langsung menghampiri Frank. Stella langsung memeluk Frank.
“ I love you Frank...” ucapnya yang jelas di demgar langsung oleh Frank dan Laura yang berada di ruangan itu.
Laura tersenyum mebdengar pernyataan cinta Stella pada sahabatnya.
Frank melepaskan pelukan Stella dia memegani lengan Stella.
“ apa yang baru saja kau katakan???” tanya Frank meminta Stella mengulangi ucapannya tadi.
“ Aku mencintaimu Frank...” ucap Stella, kali ini Frank langsung merengkuh tubuh Stella dnegan sangat erat.
“ hem...ehem...” Laura berdehem, karena merasa di cuekin oleh dua insan yang saling meluapkan rasa cinta yang ada di hati mereka.
Frank dan Stella pun menghentikan aksinya saat menyadari Laura masih berada di ruangan itu.
“ Selamat ya Frank...aku tunggu undangan dari kalain...” ucap Laura ikut bahagia.
“ Selamat juga buat kamu Stella...akhirnya kamu pun sembuh total...dan kemungkinan besok kamu sudah di perbolehkan untuk pulang...”
“ Oh... iya.... aku minta bantuanmu untuk menjaga cinta Frank...karena setahuku...kau lah wanita yang pertama kali di cintainya...” ucap Laura.
“ mhm...makasih dokter...” ucap Stella lagi yang sejak tadi tak berhenti mengucapkan terima kasih pada Laura.
__ADS_1
“ sama-sama... kalau begit... aku keluar dulu...” Laura Pamit untuk keluar dari ruangan itu
“ terima kasih banyak Ra...kamu adalah sahabat terbaikku...” ucap Frank.
Laura tersenyum lalu dia pun melangkah keluar dari ruangan itu, dia ikut bahagia atas kebahagiaan yang menyelimutinya sahabatnya.
Keesokan harinya Stella pun di perbolehkan keluar dari rumah sakit, di sore harinya Frank langsung memesan tiket kepulangan mereka ke Indonesia.
******
Tiga hari lagi merupakan hari pernikahan Fathiya dan Ridho, walaupun ini merupakan pernikahan Fathiya yang kedua, namun kedua orang tua Ridho bersikeras tetap melaksanakan pernikahan Fathiya dengan meriah. Karena mereka berpendapat Ridho merupakan putra tunggal yang ada di keluarga mereka, untuk itu harus merayakan pestanya dengan penuh kemewahan.
Untuk itu mama Ridho menyuruh Ridho untuk pergi fitting gaun pengantin di sebuah butik terkenal milik sahabat mama Ridho.
Ridho yang saat ini merasakan rindu ingin berjumpa dengan Fathiya menggunakan kesempatan itu dengan sebaik mungkin. Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi Fathiya lewat Chat Wa.
Hai...
P...
Kamu lagi apa??
^^^Hai juga...^^^
^^^Kebetulan aku sudah ambil cuti...^^^
^^^Ada apa??^^^
Mhm...mau ngajakin kamu Fitting baju...
Kamu bisa??
^^^Oh...ya udah...jam berapa??^^^
Mhm... jam 12 setelah shalat dzhuhur ya...
^^^Oke...ketemu dimana??^^^
Aku akan jemput kamu langsung
^^^Ok...^^^
Ok..
Ridho pun tersenyum bahagia, dia meletakkan ponselnya di atas kasur.
__ADS_1
Fathiya yang juga merasakan rindu pada Ridho tersenyum bahagia karena akan berjumpa dengan Ridho.
Rasa cinta Ridho pada Fathiya dan sebaliknya Rasa cinta Fathiya pada Ridho telah tumbuh di hati mereka, namun mereka hanya menyimpan Rasa itu di dalam hati mereka masing-masing.
Walaupun hari pernikahan mereka tinggal tiga hari lagi, mereka belum mengungkapkan rasa yang ada di hatinya. Ynag mereka tahu saat ini pernikahan yang akan mereka jalani hanya karena keterpaksaan.
Keesokan harinya Ridho telah bersiap-siap akan menjemput Fathiya untuk pergi ke butik sahabat mama Ridho. Saat ini Ridho telah berada di perjalanan menuju rumah Fathiya. Tak berapa lama perjalanan Ridho pun sampai di depan rumah Fathiya.
Ridho membunyikan klakson memberi tanda pada Fathiya bahwa dia telah berada di depan rumah Fathiya. Fathiya yang mendengar klakson mobil Ridho langsung keluar dari rumah menuju depan rumah. Ridho pun keluar dari mobilnya saat melihat calon istrinya keluar dari rumah. Dia membukakan pintu mobil untuk Fathiya lalu masuk mobil di pintu kemudi, Ridho pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Saat mobil terus melaju tiba-tiba seekor kucing melintas di depan mobil Ridho, dengan cekatan Ridho pun me-rem mobilnya secara mendadak yang membuat kening Fathiya kejedot di dashboard mobil
“ Aauuuww,,...” pekik Fathiya sambil mengelus jidatnya yang sakit.
Ridho pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dia deleng-geleng kepala melihat Fathiya yang selalu ceroboh lupa memasangkan sabuk pengaman pada dririnya.
Ridho mendekati Fathiya lalu menarik tali Seat-belt yang ada di bangku Fathiya hingga membuat mereka bertada di posisi yang berjarak hanya beberapa inci. Ridho dapat melihat keindahan bola mata Fathiya yang memancarkan suatu aura yang menarik baginya.
Ridho masih saja menatap dalam pada dua bola mata indah Fathiya sedangkan Fathiya juga menatap bola mata Ridho hingga saat ini mereka saling pandang sehingga mereka terbuai tanpa mereka sadari bibir mereka telah bersentuhan, Ridho yang belum pernah mencium bibir wanita mana pun mulai ingin mencoba rasanya berc****n dia pun meraih bi*** manis Fathiya.
Tiiiit...tiiit...
Klaksion mobil yang ada di belakang mobil mereka, membuat mereka tersadar dengan apa yang baru saja mereka lakukan.
Ridho kembali ke posisinya semula, dan merapikan penampilannya yang sedikit berantakan lalu dia pun kembali melajukan mobilnya.
“ Maaf...” lirih Ridho tanpa menatap pada Fathiya yang kini merasa malu, karena Dia yang telah mau menerima ci***n dari Ridho.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
# dan hadiah
__ADS_1