
"Sayang..." panggil Alex tiba-tiba datang menghampiri Stella.
Stella dan Fathiya kaget saat kedatangan Alex yang dengan mesra memanggil Stella dengam kata sayang.
Wajah Stella berubah pucat pasi, sedangkan Fathiya menatap tajam pada Stella dan Alex secara bergantian.
"Stell...bisa kamu jelaskan semua ini...???" tanya Fathiya penuh amarah pada Stella.
"Ma...maafkan aku kak...a..ku...aku akan jelaskan semua ini..." ujar Stella terbata-bata.
"Tak perlu minta maaf sayang...katakan padanya bahwa kita telah lama saling mencintai..." ujar Alex santai.
"Owh...baguslah...dengan ini perceraian kita akan semakin mudah..." ujar Fathiya sinis, sambil menatap tajam pada Stella.
Fathiya yang merasa sakit hati ulah perlakuan suaminya, dia pun langsung meninggalkan Stella dan Alex.
Setelah kepergian Fathiya, Stella memukul dada Alex.
"Apa yang kau lakukan...??" bentak Stella kesal pada Alex.
"Biarkan sayang...aku sudah muak padanya...Dia hanyalah wanita yang tak bisa membahagiakan suaminya..." ujar Alex santai.
"Tapi mas...kesempatan aku buat mencari tahu keberadaan Zahra akan semakin sulit..." ujar Stella kesal.
"Biarkan saja...Yang aku inginkan melihat Faiz menderita..." ujar Alex.
"Terserah...tapi kau menghancurkan peluangku untuk menjadi putri buk Mawar..." gerutu Stella.
"Tenanglah sayang...kamu akan menjadi istriku satu-satunya..." bujuk Alex.
Stella tersenyum sinis.
"Terima kasih sayang..." ucapnya.
Lalu mereka pun keluar dari cafe, Alex membawa Stella menuju kediaman Alex dan Fathiya.
Fathiya sengaja membiarkan Alex tinggal di rumah miliknya. namun Fathiya akan merebut semua hartanya setelah perceraian mereka selesai.
Sesampai di kediaman Alex, Alex mengajak Stella masuk ke dalam rumah itu, Alex menggandeng tangan Stella dengan mesra.
"Sayang...aku mau minum teh...tolong bikinin teh buatku ya..." pinta Alex pada Stella.
"Baiklah..." Stella pun melangkah menuju dapur.
Di dapur Stella memanaskan air di kompor gas. Saat Stella menghidupkan kompor.
Dduuuuaaarrr....
Tiba-tiba kompor itu meledak menyemburkan api yang besar, membuat Stella terbakar.
Alex yang mendengarkan ledakan langsung tersenyum bahagia.
__ADS_1
Alex sengaja membocorkan tali gas, sehingga di saat api menyala tali gas yang bocor langsung menyambar api hingga gasnya pun meledak.
Di saat Stella terbakar dia berlari keluar meminta bantuan, namun Alex yang melihat itu hanya membiarkan Stella tersiksa kepanasan.
Stella sempat melihat saat Alex tersenyum bahagia dalam penderitaan yang di rasakannya.
Stella pun jatuh di lantai, Alex yang melihat Stella tak lagi berdaya dia pun melangkah menuju dapur mengambil tank pemadam kebakaran.
Alex memadamkan api yang masih berkobar di dapur, lalu dia pun menghampiri tubuh Stella yang tak nerdaya dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.
Dia melajukan mobilnya, melintasi perbatasan kota. Di pinggiran jurang yang langsung di bawahnya terdapat lautan yang dalam, Alex mengikat tubuh Stella dengan batu yang besar lalu mendorongnya ke dalam jurang hingga Stella pun masuk ke dalam lautan dan tenggelam.
Setelah itu Alex masuk ke dalam mobilnya. tiba-tiba seseorang menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh Alex dari bangku belakang mobil.
Alex pun roboh tak sadarkan diri, pria itu pun menghidupkan mobil lalu melajukan mobil hingga mobil pun masuk ke dalam jurang dan tenggelam di lautan.
Sedangkan tubuh Stella yang tenggelam dalam lautan di selamatkan oleh Frank, Frank memeriksa detak nadi Stella dan ternyata Stella masih hidup. Frank pun membawa tubuh Stella ke rumahnya.
Stella hanya butuh perawatan. Frank pun merawat Stella dengan baik. Frank pun menyewa seorang perawat untuk mengontrol kesehatan Stella.
*****
Keesokan harinya...
Fathiya mendapatkan kabar dari polisi bahwa suaminya Alex di temukan tewas dalam lautan.
Menurut polisi, hal ini di sebabkan oleh obat depressi yang berlebihan di minum oleh Alex hingga membuatnya tak sadarkan diri di saat mengendarai mobilnya hingga dia pun tak sadar masuk ke dalam jurang yang di bawahnya terdapat lautan yang dalam.
Fathiya kaget mendapatkan berita dari polisi tersebut, awalnya Fathiya tak peduli dengan hal itu, namun Fathiya pun merasakan kesdihan yang mendalam saat mengenang masa lalu yang mereka lewati.
Fathiya datang ke rumah sakit melihat jenazah Alex untuk memastikan apakah benar pria yang di beritahukan polisi adalah jenazah suaminya.
Sesampai di rumah sakit, hatinya terasa di sayat-sayat melihat mayat suaminya yang tak berbentuk.
Walaupun Alex telah mengkhianati cintanya, namun kebersamaan mereka penuh kenangan.
Fathiya mengusap air matanya, Dia berusaha mengikhlaskan kepergian suaminya.
Saat Fathiya hendak keliar dari rumah sakit, Setiawan dan istrinya baru saja sampai di rumah sakit.
Mereka menatap Fathiya dengan tajam, Istri Setiawan menghampiri Fathiya.
"Hei...wanita bodoh...!!! ini semua karena dirimu...!!" bentaknya kasar.
"Maaf...anda salah orang!!!" ketus Fathiya lalu dia pun pergi meninggalkan kedua mertuanya itu.
"Berani sekali dia pa...!!!" gerutu Istri Setiawan pada suaminya.
"Biarkanlah ma...!!!" ujar Setiawan.
Mereka pun menghampiri mayat putra mereka, Polisi telah memutuskan kematian Alex murni karena kecelakaan.
__ADS_1
Istri Setiawan memeluk tubuh putranya yang tak bernyawa lagi. Dia menangisi kepergian putranya. Setiawan berusaha menenangkan istrinya.
Lalu Setiawan pun mengurus prosedur membawa jenazah ke kediamannya.
Mereka pun memyelenggarakan jenazah Alex sebagaimana mestinya.
*****
Di pagi hari...
Zahra baru saja selesai sarapan, selama Zahra jauh dari keluarganya Kakek Hermawan selalu menjaga kesehatan Zahra, kakek Hermawan selalu memantau gizi yang di makan oleh cucu menantunya yang kini sedang mengandung cicitnya.
Kakek menghampiri Zahra.
"Ra...kamu mau ikut kakek???" tanya Hermawan pada Zahra.
"Kemana kek???" tanya Zahra lagi.
"Lihat saja nanti..." ujar Hermawan.
"Tapi...kata kakek Ara gak boleh kemana-mana..." ujar Zahra.
Zahra mengangguk gembira, karena kalau boleh jujur Zahra merasa bosan selama berkurung di villa.
"Makasih kek..." ucap Zahra.
Zahra memeluk kakek Hermawan.
"Terima kasih kek...kalian hadir dalam hidup Ara, dan menjadikan Ara bagian dalam kehidupan kalian...kalian begitu menyayngi Ara sehingga Ara sama sekali tak merasa kekurangan kasih sayang dari keluarga walau Ara sempat nerpisah dengan keluarga Ara..." gumam Zahra di dalam hati bahagia.
"Ya udah...kamu siap-siap ya...!!" perintah kakek melepaskan pelukan Zahra.
"Iya kek..." Zahra pun melangkah menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya bersiap-siap pergi entah kemana akan di bawa oleh kakek Hermawan.
Hermawan telah mendapat semua laporan mengenai Stella dan Alex dari Frank. oleh karena itu Hermawan sudah merasa tenang.
Hermawan akan mengajak Zahra kembali pulang dan berkumpul bersama keluarganya.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
__ADS_1
# Vote...
# dan hadiah