
Hari ini Zahra mulai masuk kuliah, Setelah Faiz merapikan segala sesuatunya di sekolah dan para siswa pun telah mulai belajar di dalam kelasnya, Faiz pun kembali ke rumah dan mengantarkan Zahra ke kampus .
Karena Zahra hari ini akan kuliah, maka malam tadi mereka telah kembali tinggal di rumah pak Adrian.
"Ma...pa...Ara pamit dulu ya...mas Faiz udah nungguin Ara di luar..." ujar Zahra berpamitan dengan Adrian dan Rahayu.
"Iya sayang...kamu hati-hati ya nak..." ujar Rahayu yang masih khawatir menantunya ini keluar rumah.
Faiz sengaja menyuruh Zahra kuliah agar dia juga dapat menemukan orang yang ingin berbuat jahat pada keluarganya.
Di perjalanan, Faiz tak banyak bicara sesekali dia menoleh pada istrinya yang terus menatapnya.
"Ada apa sayang...kok liatin aku seperti itu...??" tanya Faiz heran mendapat tatapan istrinya.
"Gak apa-apa mas...Ara cuma bahagia bisa menjadi istri mas..." jawab Zahra jujur.
"Aku juga bahagia menjadi suami kamu Ra..." ucap Faiz sambil mengelus lembut pipi istrinya.
Mereka telah sampai di kampus, Faiz menghentikan mobilnya.
Zahra pun mencium pipi Faiz.
"Ara berangkat ya mas..." ucapnya lalu menyalami suaminya.
"Hati-hati ya sayang...jaga buah cinta kita..." ujar Faiz sebelum Zahra keluar dari mobil.
Zahra mengangguk sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.
Zahra melangkah masuk ke dalam kampus, pengawal Zahra pun mengikuti langkah kemana Zahra pergi.
Mereka sengaja menyamar seperti mahasiswa agar dapat leluasa berada di dekat Zahra.
Di dalam kelas Zagra mendapati Alisya dan Reynald sedang asyik mengobrol.
Zahra menghampiri mereka.
"Asyyik bangeylt ngobrolnya sampe nggak ngeliat kehadiranku..." ujar Zahra saat berada di samping Alisya.
Alisya menoleh pada Zahra.
"Araaaa...kangeenn..." pekik Alisya saat menyadari sahabatnya telah mulai masuk kuliah. Lalu dia pun memeluk sahabatnya itu.
"Aku juga kangen..." ucap Zahra membalas erat pelukkan sahabatnya.
Reynald yang melihat Zahra dan Alisya berpelukkan, dia pun berdehem.
"Ehem...aku jadi di cuekin..." gerutu Reynald.
Zahra dan Alisya pun melepaskan pelukkan mereka.
"Hai Reyn...apa kabar...?" sapa Zahra.
" baik Ra...kamu pa kabar???" tanya Reynald pula.
__ADS_1
"Aku baik Reyn..." jawab Zahra.
Tak berapa lama Zahra, Alisya dan Reynald melepas rindu karena telah lama tak berjumpa. Dosen pun masyk kelas dan memulai pelajaran hari ini.
Zahra yang sempat mengalami masalah di Paris dan peristiwa penusukkan yang terjadi beberapa hari yang lalu membuat dirinya tak dapat masuk kuliah selama 3 minggu.
Karena bantuan Ridho yang meminta dispensasi untuk Zahra, Zahra pun di perbolehkan mengikuti perkuliahan dengan syarat dia menyelesaikan beberapa tugas-tugas yang belum di kerjakannya.
Do waktu kuliah kosong, Zagra nenemui satu persatu dosen yang akan memberinya tugas, Saat Zahra hendak masuk ke ruang dosen, dia berpapasan dengan Dahlia.
Dahlia menatap tajam penuh kebencian pada Zahra. Namun Zahra tidak mengacuhkan tatapan Dahlia tersebut dia menganggap Dahlia masih membencinya karena Zahra telah menikah dengan pria yang di cintainya.
"Ra...kamu lihat kakak Senior yang tadi gak...?? kok gitu amat lihatin kamu..." tany Alisya heran melihat Dahlia yang menatap Zahra penuh kebencian.
"Dia itu masih sodaranya mas Faiz Sya...dia suka sama mas Faiz..." jawab Zahra jujur.
"Owh...pantesan...kamu hari hati-hati sama dia Ra..." Alisya merasa khawatir.
"Kamu tenang aja Sya...kalau terjadi apa-apa sama aku...pasti sahabatku ini akan setia membantuku..." ucap Zahra berusaha menutupi beberapa peristiwa yang telah di alaminya semenjak menikah dengan Faiz.
"Kamu bisa aja..." ucap Alisya. Mereka telah berada di depan ruang dosen. Zahra pun masuk ke dalam ruang dosen menemui beneraa dosen. Sedangkan Alisya memunggu Zahra di luar ruang dosen.
Di saat menunggu Zahra, ponsel Alisya berdering panggilan dari Reynald.
"Hallo Reyn..." ucap Alisya saat panggilan tersambung.
"Kamu dimana??" tanya Reynald yang kehilangan jejak Alisya yang menghilang meninggalkan dirinya saat masih sibuk menyelesaikam tugas di kelas tadi.
"Aku sama Zahra sedang di ruang dosen... menemani Zahra menayakan beberapa tugasnya yang ketinggalan..." jelas Alisya.
"Miss you too..." balas Alisya yang di dengar oleh Zahra yang kini telah berada trpat di belakang Alisya.
"Siapa Sya...???" Tanya Zahra penadaran dengan kata-kata yang tadi di lontarkan sahabatnya.
"Mhm....i..i..tu..." Alisya kaget saat memdapati Zahra telah berada di dekatnya.
"Siapa Sya....? kamu rahasiain sesuatu yang nggak aku tahu..." desak Zahra mulai memasang wajah cemberut.
"Mhm...i...itu tadi yang menelponku adalah...Reynald..." jawab Alisya jujur.
"Jadi...kamu sama Reynald udah jadian??" tanya Zahra kaget.
"Iya Ra..." jawab Alisya dengan rona wajah yang memerah karena malu.
"Kamu jahat...nggak cerita sama aku..." Zahra cemberut kesal.
"Bagaimana mau cerita...kalau kamunya susah di hubungi..." Ujar Alisya memberi alasan.
"Ya udah....sekarang ceritain...!!!"pinta Zahra.
Alisya pun menceritakan kisah cintanya dengan Reynald, di saat Reynald patah hati menghadapi kenyataan bahwa wanita yang selalu di kaguminya telah bersuami.
Reynald pun dekat dengan Alisya hingga saat Reynald menyadari Alisya menyukai Reynald sejak dulu. Reynald pun memutuskan menjalin hubungan dengan Alisya.
__ADS_1
Zahra ikut senang atas kebahagiaan yang di dapat sahabatnya, rasa bersalahnya pada Reynald pun bisa terobati dengan hal ini.
Mereka pun sampai di kantin, menemui Reynald yang setia berada di tempat merka biasa nongkrong.
Zahra dan Alisya duduk di depan Reynald.
"Mau pesan apa?" tany Reynald pada Zahra dan Alisya.
"Aku mau soto ayam aja deh..." jawab Alisya.
"Aku ayam geprek nasi uduk..." jawab Zahra.
"Tunggu bentar ya...biar aku yang pesankan..." Reynald pun melangkah menuju kasir tempat memesan makanannya.
Di saat itu Dahlia datang menghampiri meja tempat Zahra dan Alisya duduk.
"Hey...wanita jalang..." teriak Dahlia pada Zahra. Membuat seisi kantin menatap pada Zahra.
"Lihatlah wanita ini...tampangnya aja yang sok alim...masih kuliah udah bunting..." Dahlia mengatai Zahra wanita murahan.
Seorang pengawal Zahra berdiri memdekati Dahlia.
"Maaf nona...bisakah anda menjaga mulut anda...???" tanya salah seorang pengawal itu dengan tajam takbterima tuannya di hina di depan umum.
"Siapa kau...??? atau kaulah pria yang telah menghamili dia...??" lagi-lagi kata-kata Dahlia terdengar begitu menyakitkan.
" Lebih jalang siapa yang masih berharap pada suami orang...???" bentak pengawal Zahra.
Dahlia sangat kesal mendengar ucapan pengawal Zahra.
"Eh...dengarin ya...Zahra saat ini hamil bukan karena dia murahan..tapi karena dia telah memiliki suami yang Sah...."Timpal Alisya tak terima sahabatnya di hina begitu saja.
"Karena dia kegenitan makanya nikah muda..." balas Dahlia semakin memojokkan Zahra.
Zahra hanya diam melihat perdebatan yang ada di hadapannya.
Dia sangat sedih mendengar ocehan Dahlia, Zahra pun meninggalkan kantin dengan hati yang iba.
Bersambung....
.
.
.
jangan lupa tinggalkan jejak ya readers yang baik hati...
# like...
# koment...
# Vote...
__ADS_1
# dan hadiah