Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Memberitahu Roy


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat cerah. Matahari bersinar sangat terik, bunga bunga terlihat menari nari di tiup angin di bawah panas nya sinar matahari.


Berbeda dengan suasana hati seorang anak laki-laki yang tengah memikirkan hal yang ia bicarakan bersama Yoga kemarin.


"Ternyata kau di sini pangeran" ucap Julia, ia sejak tadi mencari cari keberadaan Roy, tapi tidak ia temukan.


Roy terlihat acuh dengan kehadiran Julia, ia tetap menatap bunga bunga yang menari di bawah sana.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Julia penasaran.


"Jangan ganggu aku, aku sedang tidak ingin berbicara dengan orang lain" usir Roy.


Julia tidak menyerah, ia harus tahu apa yang Roy pikirkan.


"Aku tidak akan pergi sebelum kau memberitahuku. Apa yang sedang kau pikirkan Roy!"


Roy menghela nafas berat, ia menatap Julia, berpikir apa sebaiknya ia menceritakan pada Julia, dan menanyakan apa maksud dari pembicaraan mami nya dan Yoga.


"Kenapa menatapku seperti itu?" ujar Julia.


Roy menunduk, lalu kembali menatap Julia. Seakan seperti meyakinkan dirinya bahwa cerita pada Julia adalah pilihan terbaik.


"Aku kemarin bertemu dengan paman yang ku anggap sebagai papa, karena dia sudah membantu ku melawan anak anak yang meledek ku. Bahkan dia selalu menyisihkan waktunya untuk ku.


Dia pria yang baik, aku sempat memintanya menjadi suami mami. Tapi dia menolak, karena dia memiliki seorang kekasih yang sudah lama ia tunggu, dan sekarang kekasih sudah pulang.


Terus, setelah ia melihat foto mami. Dia berubah pikiran, dia mau menjadi papa ku!


Lalu..."


Ucapan Roy terhenti, air mata sudah menumpuk di pelupuk matanya.


"Lalu apa?" tanya Julia penasaran. Ia sudah menebak jika pria yang Roy maksud adalah Yoga.


"Mami mengetahuinya, setiap mami tahu aku dekat sama pria itu, mami akan selalu marah. Padahal dia sangat baik padaku, dia penyayang, aku sayang pada nya.


Tapi aku juga tidak tega melihatnya bertengkar dengan mami. Bahkan aku tidak mengerti, saat mami mengatakan pada pria itu, jangan ganggu hidup kami lagi, aku bisa menjaga putra ku. Dan pria itu juga mengatakan dia berhak.


Aku gak ngerti Julia, kenapa mereka bertengkar karena aku??"


Air mata Julia ikut menetes, melihat kerapuhan dan keputusasaan Roy.


Di rengkuh nya tubuh mungil Roy, lalu di bawanya masuk ke dalam pelukan nya.


"Jika boleh jujur, dia itu papa kandung mu Roy. Papa asli mu, papa yang selama ini kamu tunggu!!!" lirih Julia.


Roy terkejut, ia mendorong tubuh Julia agar pelukannya terlepas.


"Aunty, jangan bercanda!"


Julia menggeleng pelan " aku tidak bercanda Roy, dia benar benar papa mu. Bahkan aku datang kesini ingin mengajak mu bekerja sama agar papa dan mami mu bersatu kembali"


Roy terdiam, bagaimana mungkin Yoga adalah papa aslinya. Bocah seusia Roy terlalu dini untuk mengerti hal ini.


Julia meraih kedua tangan Roy, ia tahu bocah tampan ini masih bingung, karena memang belum saatnya dia memahami situasi ini.

__ADS_1


"Mereka itu dulu saling menyayangi Roy, bahkan selalu bersama. Hanya kesalahpahaman yang membuat mereka sama sama hancur, hingga terpisah" jelas Julia.


Roy masih terdiam, ia mencoba mencerna apa yang di maksud oleh Julia.


"Dia beneran papa aku?" ulang Roy memastikan. Matanya menatap wajah Julia, mencari titik kebohongan di sana.


Julia mengangguk dan tersenyum " mau kan,bantu aunty satukan mereka berdua?"


Roy mengangguk " tentu saja, aku sangat menyayangi keduanya"


"Tapi, kamu harus janji. Jangan Sampe mami kamu tahu kalau kamu sudah tahu siapa papa kamu sebenarnya "


Roy mengangguk lagi, ia akan merahasiakan semua ini agar mami dan papa nya bersatu kembali.


"Bagus,anak yang pintar" ujar Julia menoel pipi Roy.


...----------------...


Roy pergi ke kamar mami nya, ia melihat maminya tengah bersiap berangkat kerja.


Ingin sekali Roy menanyakan kebenaran yang Julia katakan kemarin, tapi ia juga ingat pesan aunty nya itu agar tidak memberitahu kepada maminya.


"Hei, sayang mami. Kamu udah bangun?" Raisa mendekati putranya lalu mengecup pipi kanan dan kiri milik Roy.


"Mami mau berangkat kerja yah?"


"Iya sayang, kenapa?"


"Gak papa, nanti sore mami mau gak main sama aku ke mall?"


"Mami usahakan yah sayang" jawab Raisa , ia takut mengecewakan putra nya lagi. Pekerjaan nya sekarang sangat membebani nya. Raisa berpikir harus meninggalkan pekerjaan ini dan memberikan nya kembali pada Julia.


"Yaudah, kalau begitu mami berangkat kerja dulu. Kamu jangan nakal nakal yah sama pengasuh" peringat Raisa.


Roy mengangguk, ia tidak akan nakal nakal lagi. Roy tahu siapa papa nya, dan dia sudah berjanji tidak akan nakal.


Roy mengantar Raisa hingga ke depan rumah.


"Hati hati yah mami"


"Iya sayang, mami berangkat dulu yah. Bye....."


Roy melambaikan tangan nya pada Raisa, lalu masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil Raisa tidak terlihat lagi.


"Saat nya beraksi!!" sorak Roy berlari ke dalam kamar untuk berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian, Roy menghubungi Julia. Ia sudah siap sekarang.


"Hallo Aunty, di mana?"


"Aunty di lokasinya sayang, kamu sini aja langsung. Aunty sudah kasih alamat nya ke supir nya"


"Baik aunty" balas Roy senang, ia tidak sabar melihat mami dan papa nya bersatu kembali.


Roy masuk ke dalam mobil, ia sengaja tidak membawa pengasuh ikut bersama nya.

__ADS_1


"Lebih cepat yah pak"titah Roy.


"Baik den"


...----------------...


Di sebuah mall, Julia dan Titi tengah menunggu kedatangan Roy. Sejak tadi mereka melihat ke arah pintu masuk.


"Bocah itu kemana sih" dengus Julia tidak sabaran.


"Gak tau, mungkin terjebak macet" sahut Titi.


"Aunty!!!!!!!"


Titi dan Julia menoleh, terlihat Roy berlari kearah mereka. Roy terlihat sangat bersemangat, Titi dan Julia senang melihat nya.


"Loh, bibi ini kok ada di sini?" kaget Roy melihat Titi tersenyum padanya.


"Kamu gak tahu yah?" sahut Julia. Roy menggeleng, bagaimana ia bisa tahu jika Julia tidak ngasih tahu.


"Sayang, kamu ingat yah sama bibi?" Titi mendekat, lalu berjongkok di depan Roy untuk mensejajarkan tinggi mereka.


"Aku masih ingat dong sama bibi, kenapa aku lupa sama bibi, bibi cantik banget" puji Roy.


"Kamu itu keponakan bibi loh, mami kamu itu adik suami bibi"


"Benarkah?"


"Iya sayang, nanti bibi ajak kerumah yah. Kita main sama anak bibi,dia cantik Lo" ucap Titi.


Roy merasa senang, ia tidak menyangka keluarga nya semanis ini. Apalagi jika nanti papa dan Mami nya sudah kembali bersama.


...----------------...


Clink~


Yoga mendapat sebuah pesan, sembari melihat dokumen, tangan Yoga terulur mengambil ponselnya.


"Pesan dari siapa?" gumam Yoga sembari melihat layar ponselnya. Senyum manis Yoga seketika terbit saat melihat nama Roy tertera di sana.


My Son


Pa, nanti kita ketemu di mall yah. Aku mau main sama papa, aku kangen papa.


Secepat kilat Yoga langsung membalas pesan dari putranya.


To My Son.


Iya sayang, nanti papa ke sana. Kirimkan saja alamat nya.


Yoga menatap pesan yang ia kirim. Hatinya terasa hangat saat membaca pesan dari Roy, panggilan papa sangat terkesan di hati Yoga.


"Tidak ku sangka saat ini aku sudah memiliki anak" gumam Yoga.


Pria itu kembali melanjutkan pekerjaannya, ia berusaha menyelesaikan lebih cepat agar bisa menemani putranya bermain.

__ADS_1


Sebaliknya, Raisa juga melakukan hal yang sama. Ia sangat terburu buru menyelesaikan semua pekerjaan nya. Kali ini ia tidak mau mengecewakan Roy lagi.


__ADS_2