
Tuk!! Tuk!!
"Masuk!" teriak Raisa dari dalam. Suara nya terdengar lemah dan tidak bersemangat.
Ceklek.
Johan muncul di balik pintu, ia melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Raisa.
"Sibuk kah?" tanya Johan.
Raisa mengangkat pandangannya, ia menatap Johan yang tersenyum hangat kepadanya.
Lalu, Raisa menggeleng, ia tidak sibuk, hanya saja menyibukkan diri.
Johan menarik nafas, ia berjalan mengitari meja kerja Raisa, laku berdiri di samping adik nya.
"Aku tahu, semua ini berat. Tapi penderitaan mu sudah cukup berat selama ini sayang, kamu pantas bahagia " ucap Johan, tangannya meraih tubuh Raisa dan memeluk nya.
Raisa tidak tahan lagi, ia memang butuh sandaran saat ini.
"Kakak...."lirih nya, seketika tangis Raisa pecah.
Johan menepuk nepuk punggung Raisa, seolah memberikan kenyamanan untuk adik nya.
"Keluarkan semuanya, jangan sampai ada sisa" ujar Johan.
Tangis Raisa semakin menjadi, hatinya semakin sesak. Mengingat semua kenangan pahit yang selama ini ia jalani.
Setelah beberapa menit menangis, Raisa akhirnya mulai tenang.
"Makasih kak" lirih nya. Mereka sekarang sudah berpindah duduk di sofa ruangan kerja Raisa.
Johan menatap adik kesayangannya lekat, ia sangat berharap Raisa hidup bahagia.
"Yoga juga menjalani kehidupan sama seperti mu, dia setiap hari kacau. Mengabaikan tugasnya sebagai CEO, bahkan lebih parah nya dia hampir bunuh diri setelah kamu mendapatkan kabar dirimu meninggal.
Hufff..... Aku tidak bisa memahami sesakit apa yang kau rasakan, Tapi, bukan Yoga orang yang harus nya bertanggung jawab atas semua yang kalian alami!" jelas Johan panjang lebar, memberi pengertian pada adiknya agar membuka hatinya kembali untuk Yoga.
"Aku mulai berpikir untuk berdamai dengan masa lalu" lirih Raisa.
Yoga tersenyum mendengar perkataan adiknya.
"Demi Roy, aku akan berusaha berdamai. Tapi, aku tidak bisa kembali padanya. Aku hanya akan menjadi mami yang baik untuk Roy, tapi bukan untuk menjadi wanita nya kembali."
Jleb~
Tubuh seseorang mematuk di balik tembok, sejak tadi ia berdiri mendengar pembicaraan kakak dan adik itu.
"Sebegitu sakit kah hati mu?" lirih Yoga dalam hati. Yah, dialah yang sedang menguping pembicaraan Raisa dan Johan.
Yoga berniat mengantar Roy pulang ke rumah, kata Roy dia merindukan mami nya.
"Papa ngapain?" tanya Roy. Yoga langsung meletakkan jari telunjuknya, ke bibir.
Roy mengangguk, lalu mengikuti papa nya yang membawa nya menjauh dari ruangan kerja Raisa.
__ADS_1
"Kenapa papa gak masuk aja?" tanya Roy heran.
"Tidak sayang,papa tidak bisa masuk.Mami kamu sedang bersama kakak nya"
"Benarkah?? siapa?? om Johan yah?" tebak Roy.
Yoga mengangguk, ia tersenyum lalu memeluk putranya.
Masih sulit di percaya oleh Yoga bahwa putranya sudah besar dan berada di sisi nya.
Ceklek~
Pintu ruangan Raisa terbuka, Johan dan wanita itu keluar dan mendapati Roy sudah duduk bersama Yoga di ruang tamu.
"Sayang!!!"
Raisa berlari menghampiri putranya, ia sangat rindu sekali dengan Roy.
"Miss you my Son"
"me too mami"
Mereka saling berpelukan erat, seakan sudah bertahun tahun tidak bertemu.
Sementara Yoga hanya tersenyum melihat keakraban mami dan anak.
"Bisa bicara berdua?" tanya Johan pada Yoga.
"Tentu!" balas Yoga.
"Yoga? Johan?" ucap Dave.
Johan tersenyum, Yoga malah mengerut. Ia merasa tidak asing dengan wajah Dave.
Melihat Yoga mengerut bingung, Dave tersenyum kecut.
"Aku pria yang ada di foto fitnah itu!" ujar Dave.
Rahang Yoga seketika mengeras, ia tidak menyangka akan bertemu dengan pria yang menghancurkan hubungan nya dengan Raisa.
"Dia kakak sepupu ku Yoga, anak paman ku yang di kabarkan telah meninggal ketika masih kecil" jelas Johan sebelum amarah Yoga meluap.
"Apa?" kaget Yoga.
"Cih, kau pasti terkejut, dan aku yakin kau juga mau menyerang ku kan?" ledek Dave. Julia memukul lengan suaminya.
"Aku sudah menyelidiki semua permasalahan kalian, hanya sebuah masalah kecil, tapi sangat besar bagi hidup Raisa.Banyak yang sudah ia jalani 4 tahun yang telah lewat" jelas Dave.
Yoga masih setia mendengarkan.
"Tidak perlu bahas masa lalu, aku tidak suka menjelaskan betapa menderitanya adik ku. Langsung saja ke intinya" gumam Dave, ia tampak menghela nafas berat.
"Kami semua tidak keberatan jika kau kembali bersama dengan Raisa, kamu akan mendukung mu. Tapi, kau harus meyakinkan Raisa, bahwa dirimu sangat mencintainya!" jelas Dave.
Johan mengangguk setuju, begitu juga dengan Julia.
__ADS_1
"Demi Roy, kalian harus bahagia bersama" sahut Julia.
"Tapi, Raisa tidak mau menerima ku lagi!" lirih Yoga.
"Kau hanya perlu berusaha, aku tahu sifat adik ku seperti apa. Sahabat ku, kau juga pantas mendapatkan cinta mu kembali!" ucap Johan memberi semangat.
"Kami akan mendoakan mu tuan Yoga" ucap Julia.
Yoga merasa senang, semua orang mendukung nya.
"Yah, pasti. Aku akan berusaha mendapatkan lagi cinta Raisa" ujar Yoga semangat.
"Eh eh, ada apa ini? kok aku gak di ajak sih!!"gerutu seseorang.
Yoga dan yang lain menoleh.
Terlihat Niko sedang membawa 2 kantong plastik besar yang berisi dengan berbagai macam makanan.
"Wah kebetulan nih, kita lagi laper" sorak Julia.
...----------------...
Di dalam rumah, Raisa memeluk hangat putranya. Di dala otaknya, masih berputar bagaimana cara agar terlepas dari semua ini. Raisa tidak ingin hidup nya bersedih seperti ini terus.
"Mami, kenapa gak mau maafin Papa? papa salah besar yah sama mami?" tanya Roy.
Raisa menggeleng pelan, ia tidak mungkin mengatakan hal yang jelek pada putranya.
"Mami hanya ada sedikit masa dengan papa mu nak"Jawab Raisa.
"Mami, aku mau mami sama papi nikah aja. Aku gak mau menjadi anak yang di Katai sebagai anak haram terus" lirih Roy menunduk.
Raisa yang mendengar lirihan hati putranya, merasa relung hatinya teriris mendengar nya.
"Iya sayang, kamu gak akan di panggil seperti itu lagi kok.Kamu kan dah tahu siapa papa kamu yang sebenernya, jadi jangan malu lagi" ujar Raisa.
Roy mengangguk, ia memeluk Raisa semakin erat.
"Roy sayang mami"
"Mami juga sayang Roy kok, selama nya!!!" sorak Roy.
Semua orang tampak bahagia, melihat Raisa sudah mulai tenang dan tidak marah pada Yoga setiap pria itu ada di sana.
Raisa sudah mulai membiasakan diri dan membagi waktu bersama Roy.
...----------------...
Hari ini, Raisa dan Roy akan pergi ke taman bermain, namun Roy tidak mau kalau papa nya tidak ikut bersama mereka.
Terpaksa lah Raisa menghubungi papa nya agar segera pergi ke taman bermain untuk menemaninya.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Bagi yang mau baca cerita terbaru othor, silahkan yah. Ini udah mau tamat nih😘😘😘