Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Mempersatukan Mami dan Papi


__ADS_3

Yoga tiba di sebuah mall yang terlihat sangat ramai, ia melangkah menuju lift. Roy mengatakan jika dirinya ada di lantai atas.


Saat itu, Raisa juga tiba di sana. Ia kaget melihat Yoga juga ada di sini. Mereka sama sama ingin masuk ke lift yang sama.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Raisa sinis.


"Kenapa? ini tempat umum. Kenapa kamu melarang aku datang kesini!" balas Yoga ikut kesal.


"Alasan saja, aku yakin kau membuntuti aku kan!"


"Idih, kegeeran. Gilak aja aku ikutin wanita yang udah nolak aku!" ucap Yoga sok jual mahal, padahal dalam hati dia merasa sangat senang.


Yoga masuk ke dalam lift, menatap Raisa yang hanya berdiri saja.


"Gak mau masuk?" tawar Yoga.


"Ogah banget satu lift sama kamu!" tolak Raisa.


Clink~


My Son


Mami, jangan telat yah


Raisa menggigit bibirnya, ia tampak mulai ragu.


"Mau masuk gak ni? sebelum aku nekan tombol naik!" ujar Yoga.


"Cih, karena takut telat saja aku mau ikut!" gerutu Raisa. Ia masuk bersama Yoga di dalam lift


Pintu lift mulai tertutup, Raisa berdiri di sudut ruangan Lift, sedangkan Yoga berdiri di sudut satu lagi.


Awal nya semuanya baik baik saja, namun tiba-tiba lift terguncang. Raisa kaget dan ketakutan.


"Ada apa ini?" gumam Yoga.


Semakin berguncang, lalu pencahayaan menghilang.


"Arrrggg!!!!!!" Raisa berteriak kuat, ia berhambur memeluk Yoga.


Yoga kaget, bercampur senang.


"Aku takut banget...." lirih Raisa dengan nada suara bergetar.


"Tenang, tenang ....Sttt....Semuanya akan baik baik saja" ujar Yoga berusaha menenangkan Raisa.


"Gelap, aku takut....."


Yoga membalas pelukan Raisa, ia mengusap punggung wanita yang sangat ia cintai itu, agar ia merasa lebih tenang.


"Ternyata kamu masih sama yah" lirih Yoga tersenyum, meskipun Raisa tidak melihat nya.


"Jangan ungkit ungkit masa lalu, aku benci itu!" decih Raisa.


Yoga tidak peduli, ia malah menyukai masa lalunya.


"Sangat indah" sahut Yoga lagi.


"Aku membencinya!", bentak Raisa. Andai saja tidak gelap, mungkin Raisa tidak mau memeluk Yoga. Aroma parfum khas milik yoga menyeruak masuk ke dalam Indra penciuman nya.

__ADS_1


"Kenapa lama banget sih!!!", dengus Raisa kesal.


"Nanti juga bakalan normal lagi kok, sabar dong. Lagian ini juga nyaman"


Bug!


Raisa memukul dada Yoga, membuat si empunya meringis sembari tertawa kecil.


"Raisa, di situasi seperti ini. Aku ingin mengatakan sesuatu pada mu" ucap Yoga serius.


Raisa tidak menyahutinya, ia hanya diam saja. Namun jantung nya berdetak sangat cepat, hatinya sangat penasaran dengan apa yang akan Yoga katakan selanjutnya.


"Aku menyesal, aku menyesal menyakiti mu. Sejujurnya aku salah menilai mu. Aku termakan oleh hasutan wanita itu"


"Sudah lah, aku tidak mau membahas masa lalu. Aku sekarang ingin hidup tenang. Aku harap..." Raisa menjeda ucapan nya, ia meyakinkan dirinya untuk mengatakan hal ini.


"Kau bisa melupakan aku, jangan seperti ini lagi!"


Klik~


Lampu lift hidup, dan lift bekerja seperti semula. Raisa langsung melepaskan pelukan nya pada tubuh Yoga, memberi jarak diantara mereka.


Susana berubah menjadi sangat canggung.


Ting~


Raisa langsung keluar dari lift, di ikuti oleh Yoga yang masih diam setelah mendengar jawaban Raisa.


"Separah itu kah sakit yang aku berikan?" lirih Yoga dalam hati.


...----------------...


Raisa masih bingung, ruangan ini sangat gelap dan seperti tidak ada orang.


"Roy???" panggil Raisa.


Yoga memasuki ruangan yang sama, ia tidak tahu jika di dalamnya sudah ada Raisa.


"Kok gelap?" pikir Yoga masuk sedikit lebih dalam. Lalu tiba-tiba.


Blam!


"Siapa di sana!!!" Teriak Raisa histeris, ia berusaha mencapai pintu tapi ia malah menabrak seseorang.


"Raisa? kamu di sini?" kaget Yoga


"Loh, kamu kok di sini??? Kamu yah yang rencanain ini!!!" tuding Raisa.


"Kamu gila yah? mana mungkin aku melakukan ini bodoh!"


Mereka terus berdebat dalam kegelapan, tangan Raisa semakin memeluk erat tubuh Yoga. Ia sangat takut dan panik.


"Kenapa aku bisa se sial ini saat bertemu dengan mu! hidup ku hancur, semua kau hancurkan. Aku benci!!!


Aku benci kamu Yoga!!!"


Raisa berteriak dan memukul mukul dada bidang milik Yoga. Ia melampiaskan semuanya pada Yoga. Rasa yang selama ini ia pendam.


"Maafkan aku" hanya itu kata yang mampu Yoga ucapkan.

__ADS_1


"Kau pikir, dengan maaf saja cukup, kau pikir penderitaan ku semudah itu huh!!!!"


Raisa menatap wajah Yoga, meskipun dalam kegelapan, tapi ia seakan tahu kemana arah matanya melihat.


"Aku menerima semua hinaan, menanggung malu dan menghadapi semua situasi berat seorang diri. Sekarang, kau datang dan mengucapkan kata maaf saja!"


"Aku akan melakukan apapun demi mendapatkan maaf mu Raisa" balas Yoga bersungguh sungguh. Namun, Raisa tidak mau. Ia sudah lelah.


"Aku hanya ingin kau pergi dari kehidupan ku untuk selamanya, aku tidak mau kau mengganggu kehidupan ku dan putra ku!" tegas Raisa.


"Tidak Raisa aku tidak bisa, cukup 4 tahun aku kehilanganmu mu Raisa. Aku mohon!!"


"Huh, kau takut kehilangan ku?? apa kau bercanda??? Kau gila!!!!?!"


"Aku siap Raisa, aku siap menanggung semua amarah mu, aku siap! tapi aku mohon, jangan pergi lagi"


Raisa tak menjawab, ia menangis sejadi jadinya, rasa sesak kembali melanda hatinya.


Bruk~


Raisa terduduk di lantai, rasa takut akan kegelapan seolah terlupakan.


Tek...


Tiba-tiba lampu menyala dan Roy muncul.


"Mami!!!!"


"Roy?" kaget Raisa, ia menghapus air matanya, lalu berdiri seolah berpura-pura agar putranya tidak tahu.


Roy memeluk kaki Raisa, lalu ia meraih tangan Raisa dan meraih tangan Yoga.


Kedua tangan Roy menggenggam erat tangan papa dan mama nya. Ia tersenyum bahagia.


"Mami, Papa" panggil Roy menatap mereka satu persatu.


"Aku mohon, jangan berantem lagi. Roy ingin kalian bersama lagi, Roy mohon!!!" ujar Roy memohon.


Raisa dan Yoga kaget.


"Jadi, kamu sudah mengetahuinya sayang?" tanya Yoga.


"Kami memberitahu padanya" ucap Titi, mereka muncul di balik pintu. Julia juga ada di sana.


"Titi? Julia???" gumam Raisa heran.


"Aku bersyukur kau masih mengingat ku" sindir Titi. Ingatkan, terakhir kali Raisa bertemu dengan Titi? ia pura pura tidak mengenal Titi.


"Maafkan aku Titi"


"Aku sudah maafkan kamu kok, asalkan kamu bahagia" potong Titi.


Raisa tidak mengerti apa maksud dari semua ini, ia menatap mereka satu persatu.


"Jadi kalian merencanakan semua ini? " Kata Raisa.


"Kami sengaja melakukan semua ini, agar kamu sadar dengan perasaan kamu Raisa" jawab Julia.


"Tega kalian!"

__ADS_1


__ADS_2