Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Terjebak Dalam Cumbuan


__ADS_3

Raisa membawa Yoga masuk ke dalam mobil nya dengan di bantu oleh pelayan laki laki tadi.


Sekarang ia bingung akan bawa kemana pria ini.


"Kemana aku harus membawa nya?" pikir Raisa.


Ia tidak mungkin membawa ke rumah Yoga, terlalu jauh dan Raisa juga sedikit tidak hafal jalan nya.


"Huh, menyusahkan saja" dumel Raisa. Ia mulai menjalankan mobilnya meninggalkan Klub.


Sepanjang perjalanan, Raisa terus berpikir akan membawa pria itu kemana. Ia tidak mungkin membawa pulang kerumah. Harkat dan martabatnya akan jatuh jika hal itu sampai ia lakukan.


Yoga tampak nyaman di bangku penumpang samping kemudi.


Tak jauh di depan sana, Raisa melihat palang nama Hotel bintang 6.


"Apa aku bawa ke sana saja?" pikir Raisa langsung membelokkan mobilnya.


Raisa turun dari mobil, ia membopong Yoga masuk ke dalam hotel.


"Permisi, apa saya bisa memesan satu kamar?" tanya Raisa pada pria resepsionis.


"Tentu saja nona, jika anda menginginkan nya" balas pria itu genit.


Ia pikir Raisa adalah seorang wanita bayaran dengan memanfaatkan pria kaya yang sedang mabuk.


"Bukan untuk saya, tapi untuk dia. Karena dia mabuk jadi saya pikir memesan kamar untuk nya" jelas Raisa agar pria itu tidak salah paham.


Pria resepsionis itu tersenyum canggung, ia merasa salah ketika mendengar penjelasan Raisa.


"Baiklah nona, mohon berikan kartu identitas anda"


Raisa tampak berpikir, ia tidak mungkin memberikan kartu identitas nya. Karena ini adalah untuk Yoga.


"Sebentar" sahut Raisa. Ia memeriksa saku jas Yoga untuk mencari dompetnya.


Sedikit kesusahan, namun pada akhirnya Raisa menemukan dompet Yoga dan mengambil kartu identitas pria itu dari sana.


"Ini, sesuai dengan itu yah" kata Raisa memberikan kartu identitas Yoga.


Pria itu menerima kartu identitas yang Raisa berikan. Ia sedikit kaget melihat siapa nama yang ada di kartu itu.


Melihat pria itu sedikit tercengang melihat kartu identitas Yoga, Raisa pun bertanya.


"Bagaimana? apa sudah bisa di tempati?" desak Raisa, ia sudah tidak tahan menahan tubuh berat Yoga.


Pria resepsionis itu menatap Raisa tidak percaya.


"Nona, anda siapa nya tuan ini?" tanya pria itu gemetaran. Ia tahu pasti siapa Yoga ini, namanya terkenal di mana mana.


Raisa terdiam, ia bingung ingin menjawab apa. Lagi pula, apa hubungannya memesan kamar dengan hubungan dirinya dan Yoga.

__ADS_1


"Calon istri" rancau Yoga asal, kemudian kembali tertunduk di bahu Raisa.


Raisa kaget, tapi di abaikan nya. Yang penting ia bisa segera membebaskan diri dari Yoga.


"Nah kau dengar" ucap Raisa meluruskan apa yang Yoga katakan.


Pria itu langsung menyelesaikan proses check in Raisa, lalu meminta pelayan untuk membantu Raisa membawa Yoga ke kamar yang mereka pesan.


"Terimakasih" ucap Raisa pada pelayan yang membantunya menuju ke kamar.


"Sama sama nona" balas pelayan itu sopan, kemudian pergi meninggalkan Raisa dan Yoga setelah memberikan kunci kamar.


Dengan susah payah, Raisa membopong tubuh berat Yoga masuk ke dalam kamar, lalu menghempaskan nya di atas ranjang.


"Huh! dasar pria menyebalkan. Tau nya menyusahkan orang saja!" gerutu Raisa sembari mengatur nafasnya yang terengah.


Yoga tergolek, sebenarnya ia sudah sadar sejak di mobil tadi. Melihat dan mendengar Raisa terus mengatainya membuat pria itu terus berpura pura. Meskipun sebenarnya ia masih dalam keadaan mabuk.


Raisa memperbaiki posisi tidur yoga, menarik selimut dan menyelimuti tubuh pria itu.


Tak lupa sebelumnya Raisa sudah membukakan sepatu dan juga kaos kaki Yoga.


"Pria jahat!" maki Raisa menatap wajah damai Yoga.


Raisa menghembuskan nafas lega, ia bersiap ingin pergi dari sana.


Namun, tiba tiba.


"Ehh ...."


Raisa jatuh di atas ranjang. Yoga dengan sengaja menarik tangannya dan langsung memeluk erat ketika Raisa sudah berada di samping nya.


"Aku mohon, jangan tinggalkan aku" lirih Yoga di samping telinga Raisa .


Gadis itu masih berpikir jika Yoga masih tidak sadar. Ia berusaha untuk melepaskan diri dari nya, namun pelukan itu semakin mengerat. Membuat Raisa kesulitan untuk melepaskan diri.


Yoga membuka matanya, mengecup puncak kepala Raisa yang berada di dadanya.


"Kau sudah sadar?" decak Raisa. Sekuat tenaga gadis itu mengangkat kepalanya yang di tahan oleh Yoga


Ia menatap Yoga kesal, ternyata dirinya di kerjai oleh pria ini.


"Kau memang brengsek!!" maki Raisa berusaha bangkit.


Sletss.... brakss...


Sekali putar, Yoga berhasil merubah posisi mereka sekarang. Awalnya Yoga yang di bawah menjadi Raisa yang berada di bawah.


"Aku benar-benar tidak bisa tanpa mu Raisa" lirih Yoga tulus. Matanya menatap lurus ke manik mata Raisa.


"Lepaskan aku bodoh!! aku ingin pergi!" berontak Raisa berusaha mendorong dada Yoga.

__ADS_1


Namun, karena efek minuman itu masih ada. Membuat Yoga tidak bisa berpikir jernih.


"Aku akan membuatmu menjadi milik ku seutuhnya" gumam Yoga.


Raisa menggeleng kuat, ia tidak akan membiarkan ini terjadi.


Yoga mulai mendekati wajah Raisa, ia berusaha untuk mencium bibir gadis itu.


Raisa mulai panik, kilasan kejadian buruk itu kembali menimpa nya. Jantung nya berdetak kencang, ia mulai ketakutan.


Ingin rasanya Raisa berteriak kencang, namun Yoga dengan sigap membekap mulut Raisa dengan bibir tipisnya.


"Mmmppppp......Mppmm...."


Raisa mulai menangis, kakinya menendang nendang ke sembarang arah.


"Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya inginkan diri mu" lirih Yoga lembut, di kecup nya lembut kening Raisa, kemudian mata Raisa secara bergantian.


Yoga terdiam sejenak, ia menatap mata Raisa yang mulai meneteskan air mata.


Kabut nafsu mulai menguasai Yoga, ia tidak bisa mengendalikan dirinya. Apalagi efek dari minuman itu membuat dirinya tidak berpikir jernih.


"Aku mohon, lepaskan aku" lirih Raisa memohon.


Yoga tidak mendengarnya, gairah nafsu sudah menguasai akal sehat nya.


Raisa terus melawan, ia menghindari dan mendorong Yoga yang jauh lebih kuat dari nya. Membuat Yoga semakin bernafsu dan menginginkan Raisa.


Cumbuan demi cumbuan yang Yoga berikan, lama kelamaan membuat Raisa terbuai. Tangannya kini tak lagi melawan, bahkan malah mengalung erat pada leher Yoga.


"Ahh .." lenguh Raisa ketika Yoga menciumi leher jenjangnya. Tangan Yoga juga tak tinggal diam. Mencari cari titik kelemahan Raisa.


Entah bagaimana ceritanya, mereka berdua sudah tidak mengenakan apa apa lagi.


Yoga melepaskan ciumannya di bibir Raisa, ia menatap wajah pasrah gadis itu dengan penuh nafsu.


"Aku sangat mencintaimu" lirih Yoga.


"Aku tidak percaya" balas Raisa ketus. Ia mulai tersadar, lalu mendorong tubuh Yoga agar menjauh darinya.


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi dari sisi ku lagi!" tekat Yoga. Ia menarik Raisa dan langsung menerkam gadis itu.


Mencumbunya dan Jlebs....


Raisa terpekik kuat, air matanya mengalir deras menahan sakit di titik surga nya.


Ini adalah pengalaman pertama baginya, Yoga juga melakukan nya secara tiba-tiba.


"Hiks...Hiks... Breksek... Pria brengsek!!" tangis Raisa.


Yoga tak mendengar, ia terus melancarkan aksinya yang lama kelamaan membuat Raisa kembali terbuai.

__ADS_1


Malam itu, mereka melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan. Rasa ingin memiliki membuat Yoga buta dan melakukan apapun untuk memiliki Raisa.


...----------------...


__ADS_2