
Raisa dan Johan tiba di perusahaan Yoga, mereka berjalan beriringan melewati lobi.
Setiap pegawai yang bertemu dengan nya dan Johan. Mereka langsung memberikan hormat dan ucapan selamat datang.
"Sangat ramah" bisik Raisa pada kakak nya.
"Tentu saja, lihat dengan siapa kau berjalan" balas Johan narsis.
"Cih, aku pergi sendiri pun mereka juga bersikap seperti itu" cibir Raisa tak mau kalah.
Mereka masuk ke dalam lift pegawai. Sebenarnya bisa saja Johan membawa Raisa menaiki lift khusus untuk Yoga. Tapi, gadis itu menolak dan ingin berbaur dengan pegawai lainnya saja.
Ting~<
Pintu lift terbuka, terlihat banyak pegawai yang ada di dalamnya.
"Selamat siang Nona"sapa mereka memberi hormat.
Raisa dan Johan tersenyum, lalu masuk ke dalam lift.
Mereka yang ada di sana semakin gugup, kekasih boss mereka bergabung di dalam lift.
Raisa merasakan kecanggungan di sana, ia berbalik dan tersenyum pada semua pegawai.
"Tolong bersikaplah yang normal. Tidak perlu canggung dan takut" ujar Raisa.
"Mana mungkin nona, kita tahu siapa diri mu. Kami tidak bisa bersikap biasa saja" sahut salah satu nya.
"Kau dan aku sama. Sam sama manusia" kekeh Raisa di ujung Kalimat nya.
Johan menggeleng melihat tingkah adiknya, ia beruntung mempunyai adik seperti Raisa. Ramah, baik hati, tidak meninggi meskipun ia sudah kaya sekarang.
"Pantas saja Boss berubah 100° dari biasanya. Ternyata nona muda sangat baik hati seperti ini" gumam mereka.
Raisa yang sudah kembali menghadap ke depan, malah kembali berbalik ke belakang.
"Memangnya tuan bersikap seperti apa?" tanya Raisa penasaran.
Para pegawai itu saling melempar pandangan.
"Boss berubah menjadi baik, murah senyum. Bahkan kami dengar dengar boss dengan sengaja mendatangi ruangan pegawainya hanya untuk memberi semangat " jelas salah satu pegawai wanita yang ada di sana. Ia tampak senang menceritakan betapa baik nya Yoga sekarang.
Glek~
Johan menelan Saliva nya, ia merasakan aurah yang berbeda dari adik nya.
"Mati lah kau Yoga, seperti nya singa betina sudah bangun" batin Johan.
"Oh, begitu yah?? wahh baik sekali boss kalian" ujar Raisa tertawa yang di buat buat.
Ting~
Pintu lift terbuka, cepat cepat Raisa melangkah keluar dari lift yang mendadak terasa pengap.
Langkah kaki mungil itu melaju menuju ke ruangan Yoga.
Brak~
Hempasan pintu yang terbuka lebar. Terlihat Yoga tenga menjelaskan pada pegawainya tentang kesalahan mereka dengan lembut, tidak ada kekasaran dan ucapan tajam lagi.
Yoga kaget, ia menoleh ke arah pintu terbuka. Lalu senyum nya mengembang.
__ADS_1
"Kita akan bahas nanti" ucap Yoga menyuruh 2 wanita yang sedang melaporkan tentang proposal yang baru saja ia buat.
Raisa menatap tajam kedua wanita yang berjalan cepat keluar dari sana.
"Semakin panas" pikir Johan.
"Sayang" panggil Yoga berjalan menghampiri Raisa.
"Kamu membawa makan siang??" tanya Yoga manja.
Raisa tidak menjawab, ia hanya menatap yoga datar.
"Ada apa?" tanya Yoga heran, mengapa kekasihnya ini tidak merespon seperti biasanya. Bahkan Yoga melirik Johan untuk mencari jawaban nya.
Namun, Johan malah mengangkat bahu pertanda tidak tahu.
Yoga kembali menatap Raisa, menarik gadis itu menuju ke sofa.
"Sayang, ada apa?" tanya Yoga panik. Raisa masih diam membisu dengan tatapan datarnya.
"Seperti nya aku harus pergi" gumam Johan berlalu. Tak lupa ia menutup pintu dan memberitahu pada wanita di luar agar tidak ada yang boleh masuk ke dalam ruangan Yoga.
Wanita resepsionis di depan mengerut bingung, kenapa tidak boleh masuk.
"Memangnya ada apa di dalam sana?" tanya nya heran.
"Ada singa betina sedang mengamuk" jawab Johan enteng. Lalu pergi begitu saja.
"Aneh" gumam wanita resepsionis khusus depan ruangan Yoga.
Yoga pusing sendiri, Raisa tidak menjawab setiap pertanyaan nya.
"Sayang, bicaralah, agar aku tahu apa yang salah" tanya Yoga dengan nada memelas.
"Aku tidak akan makan jika kau tidak ikut makan"
"Aku tidak mau makan sama laki laki yang senyum pada semua wanita!"
"Huh?"
"Jadi kau marah pada ku karena aku senyum pada semua orang ?" tanya Yoga.
"Bukan semua orang, hanya wanita saja!" koreksi Raisa.
"Biasa nya kau paling anti jika karyawan wanita memasuki ruangan mu. Apalagi jika tidak ada asisten mu atau Niko!"
"Tapi sekarang, lihat lah. Mereka yang berpakaian seksi enak enak saja berlenggak lenggok di hadapan mu!"
Raisa sampai sesak nafas mengatakan semua isi hatinya.
"Jadi kau cemburu?"
Deg!
"Tentu Sa-ja Tidak" sangkal Raisa. Ia memalingkan wajahnya ketika Yoga menatap nya.
"Hahahaha....."
Yoga malah tertawa lepas, entah apa yang membuat pria itu tertawa.
"Kau gila" decak Raisa.
__ADS_1
Yoga menggeleng. Ia berusaha untuk mengendalikan dirinya.
"Aku hanya senang honey, kau cemburu pada ku. Untuk artinya kau sangat mencintai ku" ucap Yoga.
Raisa sangat malu, pipi nya memerah.
"Tidak, aku tidak cemburu. Aku hanya aneh aja, kenapa kau malah berubah sekarang"
Yoga tersenyum lebar, menarik Raisa masuk ke dalam pelukan nya.
"Sayang, dengarkan lah detak jantung ku. Dia hanya memanggil dan berteriak nama mu" bisik Yoga.
"Benarkah?" Raisa menggerakkan tangannya meraba raba dada Yoga.
Deg deg deg....
Benar saja, Raisa merasakan detak jantung Yoga yang berdetak kencang.
"Tidak memanggil nama ku. Bunyi nya malah deg dug deg dug.. Gitu" ucap Raisa polos.
"Hahaha....Kau ini benar benar polos dan lugu yah baby" gemas Yoga memeluk Raisa semakin erat.
"Apa kau ingin membunuh ku?" protes Raisa merasa sesak.
"Hahha...Sudah lah, aku sudah sangat lapar."
Yoga melepaskan pelukan nya pada Raisa, lalu membiarkan gadis itu menghidangkan makanan yang ia bawa tadi
"Wahh....Wanginya saja sudah sangat enak" ucap Yoga menghirup aroma masakan Raisa dalam dalam.
"Ayo, silahkan di makan. Aku yakin kau pasti sangat lapar"
Raisa mengambil sendok, lalu mulai menyuapi Yoga.
"Aaaa....." ucap Raisa membuka mulutnya agar yoga ikut meniru nya. Dengan cepat Yoga langsung melahap suapan penuh cinta dari Raisa.
"Makanan ini adalah makanan terenak di muka bumi" puji Yoga.
"Benarkah? maka makanlah yang banyak " ucap Raisa kembali menyuapi pria itu lagi.
Melihat Yoga makan dengan lahap, membuat Raisa tersenyum manis. Jauh di lubuk hatinya, merasa sangat ketakutan.
Takut hal manis ini akan berakhir begitu saja, atau malah menusuk rasa yang sangat menyakitkan di hatinya.
"Kamu jangan bengong aja, ikut makan dong"
Yoga merebut sendok dari tangan Raisa, kemudian bergantian menyuapi gadis itu.
"gimana?? enak gak???" tanya menirukan suara Raisa ketika menanyakan rasa padanya tadi.
"Hahaha....Kamu lucu banget"
Nasi yang ada di dalam mulut Raisa menyembur mengenai wajah Yoga. Pria itu tiba-tiba terdiam.
"Maaf sayang, aku gak sengaja" sesal Raisa. Ia takut Yoga yang paling bersih itu marah.
Cup~
"Itu hukuman nya" ucap Yoga setelah mengecup singkat bibir Raisa.
"Ihhh Curang!! dasar tuan Mesum!!!"
__ADS_1
...----------------...