Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Menjenguk Niko


__ADS_3

Tanpa terasa, sudah 2 bulan Niko pergi meninggalkan mereka semua untuk selama nya.


Dalam keadaan bahagia, dan ekspresi tersenyum. Pria lajang itu menghembuskan nafas terakhirnya.


"Sekarang, apa kamu bahagia?. Aku sudah memenuhi permintaan terakhir mu. Aku sudah menikah dan kembali bersama dengan Yoga.


Kamu benar Niko, aku membohongi diriku sendiri demi keegoisan ku sendiri.


Makasih.... Makasih udah membuat ku sadar".


Raisa menghapus air mata nya kasar, setiap kali datang menjenguk kuburan Niko, wanita satu anak ini tidak pernah tak mengeluarkan air mata.


"Sudah sayang, niko pasti marah jika kamu menangis seperti ini" ucap Yoga mengusap bahu istri nya.


Dalam hati Yoga juga mengungkapkan rasa syukur dan rasa sayangnya pada saudara angkatnya.


"Maaf jika selama ini aku sudah membuat mu sulit, Aku tidak tahu seberat ini yang kau alami. Tapi dalam semua itu, kau masih memikirkan aku!" batin Yoga.


"Ayo sayang, kita pulang, sebentar lagi hujan turun"


Raisa mengangguk, lalu mengikuti suaminya meninggalkan pemakaman itu.


"Selamat tinggal Niko" ucap mereka bersamaan di dalam hati sebelum meninggal makam Niko .


...----------------...


Setelah tiba di rumah, Raisa dan Yoga beristirahat di balkon kamar.


Meskipun sudah menikah, keadaan keduanya masih sangat canggung. Raisa yang bersikap biasa saja,dan Yoga yang masih merasa berduka.


"Apa kamu lapar?" tanya Yoga.


Raisa menjawab dengan gelengan, nafsu makan nya hilang. Bayangan Niko berlutut di hadapan nya masih terlihat jelas di ingatan.


Hufff....


Yoga menarik nafas dalam, lalu duduk di samping istri nya.


"Kamu masih memikirkan Niko? "tanya Yoga lembut.


Raisa menoleh, menatap balik wajah Yoga.


"Aku masih belum bisa mempercayai ini Yoga. Dia pergi setelah melihat kita bersama" lirih Raisa.


"Sejak dia bersama keluarga ku, dia selalu mengutamakan kebahagiaan ku, aku tidak tahu mengapa dia melakukan itu" jelas Yoga, dari nadanya bicara sudah terdengar jelas bahwa ia sangat bersyukur dengan kehadiran Niko.


"Dia orang yang baik, selam ini dia selalu saja baik padaku" lirih Rais lagi.


Setelah terlibat sedikit percakapan, lalu keduanya sama sama terdiam. Sibuk dengan pemikiran masing masing.


"Raisa!" panggil Yoga pelan.


Perlahan Raisa kembali menoleh pada pria yang dulu adalah mantan kekasihnya, dan kini menjadi suami nya.


Mata mereka bertemu, dengan posisi duduk yang sangat dekat, membuat suara detak jantung masing masing terdengar, meskipun samar.

__ADS_1


"Apa kau masih mencintai ku?"


Deg.


Wajah Raisa mulai menegang, antara bingung dan tidak tahu. Intinya dia sedang ragu dengan hatinya Sekarang.


"Kenapa kamu diam?" tanya Yoga penasaran.


"Sejujurnya aku tidak tahu, bagaimana perasaan ku pada mu Yoga. Tapi aku rasa..."


"Mami!!!!!" teriak Roy, menghentikan ucapan Raisa.


"Roy?" gumam Raisa menoleh kearah pintu. Di sana putranya berdiri dengan wajah cemberut.


Sedangkan Yoga malah mendesah kesal, putranya datang di saat yang tidak tepat.


"Kau kenapa ke sini???" tanya Yoga sinis.


"Kenapa? aku ingin menjaga mami ku dari pria mesum seperti mu!" dengus Roy sembari berlari kearah Raisa dan Yoga. Lalu, Roy duduk di antara mereka berdua.


"Geser!!!" ucap Roy mendorong tubuh Yoga agar menjauh dari mami nya.


"Hei, dia istri ku!!", sungut Yoga tidak terima.


Namun, Roy tetap mendorong nya hingga terjungkal di lantai.


"Aku tidak akan membiarkan mami ku berdekatan dengan pria mesum seperti mu!" sungut Roy memeluk erat mami nya.


Yoga tak kehabisan akal, ia kembali mendekati anak dan istrinya. Lalu menarik paksa Roy dan menggendongnya.


"Hei apa yang papa lakukan!! Turunkan aku!!!" teriak Roy meronta rontah minta di lepaskan. Namun,Yoga tidak peduli, ia malah tetap menggendong Roy, lalu menaruh nya di luar kamar.


Brak!!!! Brak!!!


"Papa buka!!!"


"Buka pria mesum!!!!"


Roy terus berteriak sembari memukul mukul pintu kamar orang tuanya.


"Cih, dasar pengganggu!" dengus Yoga, ia kembali ke balkon dan duduk di samping Raisa.


"Sekarang aman" ujar Yoga tersenyum manis. "Lanjutkan yang sempat tertunda"


Raisa menatap lekat mata Yoga, membuat pria itu jadi salah tingkah.


"Ken-pp..." ucapan Yoga terhenti karena bekapan bibir Raisa.


Cup~


Tidak tahu apa yang harus di katakan, hanya ini yang Raisa pikirkan.


Yoga terkejut dengan tindakan cepat istri nya, bukan nya melepas ia malah tidak mensia siakan kesempatan ini.


Perlahan Yoga menggerakan bibirnya menikmati lembutnya bibir Raisa.

__ADS_1


Yoga menekan tengkuk Raisa untuk memperdalam ciuman mereka. Keduanya saling menutup mata, menikmati apa yang selama ini mereka rindukan. Memadu kasih yang selama ini sempat tersimpan dalam .


"I love you Raisa...."


"I love you Raisa..." lirih Yoga di sela sela aktivitas nya.


Raisa tak membalas, ia hanya menikmati dengan pasrah kenikmatan yang Yoga berikan.


Ceklek~


"Mami!!!!! Papa!!!!" teriak Roy, ia berlari masuk ke balkon, lalu menghentikan aksi Yoga yang sudah berada di atas maminya.


"Roy!!" kaget Raisa mendorong Yoga dari atas tubuhnya.


"Bagaimana kau bisa masuk?" tanya Yoga heran, ia sudah mengunci pintu dari dalam. Bagaimana mungkin Roy bisa masuk.


"Dia meminta kunci cadangan pada ku!" jawab Julia santai.


Yoga dan Raisa menatap Julia serempak. Sejak kapan wanita itu berada di kamarnya.


"Aku hanya penasaran, mengapa Roy meminta kunci cadangan pada ku, aku pikir terjadi sesuatu pada kalian" jelas Julia seakan mengerti apa yang Raisa dan Yoga pikirkan.


"Huh! mengganggu saja!" dengus Yoga berjalan meninggalkan mereka semua. Langkahnya terlihat tidak berarti.


"Roy, kenapa begini?" tanya Raisa mengusap punggung putranya yang memeluk dirinya.


"Mami tenang aja, gak akan terjadi lagi!" ucap Roy sambil tangan nya mengusap kedua pipi Raisa.


Raisa menarik nafas dalam, ternyata putra nya begini karena takut Raisa dan Yoga kembali membuat kesalahan. Padahal mereka itu sudah menikah, astaga Raisa harus memberikan putranya pengertian.


...----------------...


Yoga cemberut, ia duduk di ruang tengah rumahnya dengan sembarangan saja.


Johan yang sedang membaca buku di sana menjadi terganggu.


"Ada apa?" tanya Johan.


"Ah, keponakan mu itu yah, selalu saja mengganggu!" gerutu Yoga.


"Keponakan?" awal nya Johan bingung, lalu lama lama ia tertawa mengerti apa yang Yoga maksud


"Memangnya kau lagi apa?" tanya Johan penasaran.


"Masa aku sedang memadu kasih dengan istri ku, dia malah melarang nya, mana tadi nanggung banget!" geram Yoga.


"Hahahha...." Johan tertawa keras, wajah Yoga benar benar terlihat lucu.


"Kenapa kau tertawa huh? apa kau menertawai aku?"


Johan menggeleng, lalu mengontrol tawa nya.


"Maafkan aku Yoga, tapi kau ini sangat lucu"


"Kau memang selalu begitu, bahagia di atas penderitaan ku!" Rajuk Yoga.

__ADS_1


"Andai kau di sini Niko, kau pasti juga akan menertawai aku. Huhh.....Aku merindukan mu kak"


...----------------...


__ADS_2