Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Dia putra Ku!!! 2


__ADS_3

"Mami, Kenapa sih mami marah marah gak jelas sama paman itu!"


"Roy, dia itu orang asing. Mami hanya tidak mau kamu kenapa kenapa" balas Raisa berusaha untuk menjelaskan pada putranya.


Mereka sudah tiba di rumah, rencana yang Raisa pikirkan tadi hilang seketika.


"Paman itu baik mi, dia selalu menemani Roy. Dia bersikap seolah Roy ini anak nya."


Raisa terdiam, jadi selama ini mereka sudah sangat dekat. Apa yoga sudah tahu jika Roy putranya? Gak, Raisa menggeleng kuat. Ia tidak mau jika Roy di ambil oleh pria itu.


"Apa salah, hiks...Hiks...Roy merasakan punya papa? seperti temen temen Roy. Mereka mengejek Roy, anak haram! tidak punya orang tua!"


"Hiks...Apa Roy salah ??? Roy juga pengen merasakan memiliki keluarga lengkap!"


"Mami jahat!!!!, mami jahat!! Mami gak sayang sama Roy!"


Roy berlari menaiki anak tangga, kemudian masuk ke dalam kamarnya.


"Roy, dengerin mami dulu. Bukan seperti itu maksud mami!"


Roy sudah masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamarnya dari dalam.


Dave melihat pertengkaran ibu dan anak itu, ia menghampiri Raisa


"Kak..."lirih Raisa memeluk Dave.


Dave menyambutnya, ia membalas pelukan adik sepupu nya itu. Dave tau bagaimana rasanya menjadi seorang Raisa. Semua pasti sulit baginya.


"Kak,, apa aku terlalu egois? apa aku ibu yang tidak baik untuk Roy?" tangis Raisa pecah dalam pelukan Dave.


"Sudah, jangan menangis, seiring berjalan nya waktu. Roy pasti akan mengerti. Sekarang dia masih kecil " ucap Dave menenangkan Raisa.


Setelah menangis puas puas, dan sekarang merasa lebih tenang. Raisa pamit masuk ke dalam kamar dan ingin beristirahat.


"Jaga kesehatan kamu, jangan banyak pikiran" ujar Dave memperingatkan adik nya.


"Iya kak, makasih udah nenangin aku"


"Itu tugas ku sebagai kakak" balas Dave tersenyum. Raisa ikut tersenyum, ia merasa sangat beruntung mendapat kakak seperti Dave dan Johan. Mereka sangat menjaga nya.


...----------------...


Yoga pergi ke sebuah rumah sakit, ia sudah mempersiapkan segalanya.


Saat duduk bersama Roy sebelum Raisa datang. Tanpa Roy sadari Yoga mengambil sehelai rambut Roy, lalu di simpan nya.


"Aku berharap semuanya seperti yang aku harapkan" ucap Yoga dalam hati penuh harap, ia menatap penuh arti sampel rambut Roy.


Yoga bertemu dengan seorang dokter, mereka membicarakan soal test DNA yang akan Yoga lakukan dengan Roy. Ia ingin tahu pasti siapa ayah Roy.

__ADS_1


"Kira kira berapa lama hasilnya akan keluar?"


"Satu Minggu Tuan, hasilnya akan keluar dalam satu Minggu "


"Baiklah, kabari aku segera" kata Yoga. Lalu ia pergi dari sana.


Saat keluar dari rumah sakit, Yoga bertemu dengan Niko.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Yoga heran melihat saudara angkatnya ada di rumah sakit.


"Kau sendiri?"


"Aku bertanya lebih dulu!" decak Yoga kesal. Bukan nya menjawab, Niko malah balik bertanya.


"huh,,, seperti nya aku harus menjadi CEO agar kau bisa mematuhi ku!" cibir Niko menghela nafas gusar.


"Cih. Katakan saja, apa yang kau lakukan di sini?"


Niko memberikan sebuah map coklat di tangan tangan nya pada Yoga.


"Apa ini?" Yoga segera membuka nya, ia mulai membaca isi dari kertas yang seperti nya sebuah hasil pemeriksaan.


"Jadi, kamu sudah melakukan test DNA ku dengan Roy?"


"Aku tak lamban seperti mu, aku lebih cerdas!" jawab Niko.


Duarrrr!!!!!


Bak di sambar petir, hasil nya sangat mengejutkan Yoga.


"Dia putra mu. Raisa memang belum meninggal " jelas Niko.


Yoga ambruk di tanah, ia tidak menyangka ternyata dugaan nya benar. Roy adalah putranya.


"Aku sudah tahu ini sejak awal, perasaan ku ternya memang benar" lirih Yoga setengah menangis.


Niko tersenyum, melihat Yoga bahagia adalah impian nya dan janji nya pada mendiang mama angkatnya.


"Aku tidak tahu apa alasan Raisa melakukan semua ini. Tapi, kau tidak boleh gegabah. Kau tidak boleh membuatnya pergi lagi"


"Tapi, aku harus bertemu dengan putra ku"


Yoga bergegas hendak pergi mencari Roy, tapi Niko menahan nya.


"Jika kau melakukan itu. Maka kau harus bersiap untuk kehilangan mereka untuk kedua kali nya lagi!"


Tap.


Langkah kaki Yoga terhenti, ia berbalik menatap Niko.

__ADS_1


"Aku ayah nya, aku berhak atas dirinya "


"Cih!" Niko tersenyum mengejek pada Yoga, ia melangkah mendekati pria itu lalu mengusap bahunya pelan.


"Kau pikir semudah itu? apa kau lupa dengan yang kau lakukan 4 tahun lalu? apa kau pikir Roy tidak akan tersakiti jika ia mengetahuinya?"


Yoga kembali kacau, apa yang Niko katakan mang benar.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Yoga frustasi.


"Tahan diri mu, jangan buat Raisa merasa kau ingin mengambil anak nya. Buat dia jatuh hati pada mu. Dengan begitu kau akan kembali bersama nya dan bahagia."


"Tapi, dia sangat membenci ku!"


"Tidak Yoga, aku yakin dia masih mencintai mu. Hanya saja rasa sakit yang pernah ia rasakan, membuat rasa cinta itu tertutup. Kau harus berusaha menghilangkan rasa sakit itu"


Yoga mengangguk mengerti, ia harus merebut hati Raisa lagi. Kehilangan untuk yang kedua kali nya merupakan hal yang tidak ia inginkan.


"Cih, CEO dingin ternyata mampu di bodoh kan oleh cinta" ledek Niko.


Wajah Yoga langsung berubah masam. Ia menatap tajam ke arah Niko.


"Kali ini kau ku ampuni, tidak lain waktu!" ancam Yoga sinis, kemudian pergi begitu saja.


"Cih, sudah dapat apa yang dia mau. Eh malah pergi begitu saja. Kasih bonus kek!" gerutu Niko, namun ia senang akhirnya Raisa sudah kembali dan Yoga akan bahagia.


Sebenarnya, Niko datang ke sini tidak hanya mengambil hasil test DNA Yoga dan Roy. Tapi hasil diagnosa tentang penyakit nya.


Beberapa bulan lalu, Niko merasa sangat sakit di sekujur tubuhnya, ia merasa ada yang aneh. Oleh karena itu, ia melakukan pemeriksaan.


Niko di kejutkan oleh hasil yang membuat dunia nya seakan hancur.


Di dalam otak nya, terdapat kanker ganas yang terus menggerogoti kesehatan nya. Menurut Dokter, masa hidupnya sudah tidak lama lagi.


Niko tersenyum, mengingat sebentar lagi Yoga akan bahagia dan dirinya akan ikut bahagia dan pergi dengan tenang.


"Mama, aku merindukan mu" lirih Niko.


...----------------...


Yoga kembali ke taman bermain, ia berharap bertemu dengan Roy.


"Putra ku" Yoga hendak menghampiri Roy saat melihat bocah itu tengah duduk di bangku taman yang sering mereka duduki.


Namun, langkah Yoga terhenti. Ia melihat beberapa bodyguard berdiri tak jauh dari Roy.


Yoga juga mengingat ucapan Niko tadi, ia tidak boleh gegabah.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2