Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Permintaan Niko


__ADS_3

Siang itu, Niko mencari Raisa di kantor. Namun Raisa sudah tidak pergi kekantor lagi.


Niko meminta no ponsel Raisa pada Julia, lalu menghubungi Raisa dan membuat pertemuan di sebuah cafe yang belum pernah Yoga datangi, ataupun Raisa datangi.


Raisa tiba di sebuah Cafe, ia celingak celinguk mencari keberadaan Niko.


"Permisi Mbak,apakah anda nona Raisa?" tanya seorang pelayan yang menghampiri Raisa.


"Iya betul" jawab Raisa mengangguk.


"Mari ikut saya,tamu yang anda cari sedang menunggu anda di ruangan privat di cafe kami" jelas pelayan itu.


Raisa mengangguk pelan, ia mengikuti kemana arah pelayan itu berjalan.


"silahkan masuk nona, anda sudah ditunggu"


Pelayan itu membukakan pintu untuk Raisa, kemudian menutupnya kembali setelah Raisa masuk.


Raisa mengerut, menatap Niko yang duduk santai sembari tersenyum hangat padanya.


"Apa yang terjadi? kenapa kamu meminta ku bertemu di sini?" tanya Raisa heran.


"Duduk lah dulu, aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu" ujar Niko.


"Jika masalah Yoga, aku tidak mau. Lebih baik aku pergi saja" tolak Raisa seakan tahu apa tujuan Niko memanggilnya.


"Eh tidak tidak, aku hanya rindu mengobrol dengan mu" alasan Niko agar Raisa tidak pergi.


Niko hendak berdiri, tapi kepalanya mendadak pusing. Dengan sekuat tenaga ia menahan rasa sakit itu, dan bersikap seolah olah tidak terasa apapun di kepalanya.


Raisa duduk dengan wajah jutek di depan Niko.


"Cepat katakan, apa yang ingin kau bicara!" dengus Raisa.


Tangan Niko mencengkram erat celananya, rasa sakit semakin menggerogoti tubuhnya.


Ketidak tahuan Raisa, membuat gadis itu merasa kesal karena Niko masih tetap diam.


"Hei,apa yang kau pikirkan.!" teriak Raisa kesal.


"Maafkan aku Raisa, aku membuat mu merasa kesal" lirih Niko.


"Tidak masalah, Sekarang katakan pada ku, apa yang membuat mu ingin bertemu dengan ku!"

__ADS_1


"Sebelumnya, aku ingin kau berjanji tidak akan memotong pembicaraan ku nanti"


"Aku mulai curiga" sela Raisa.


"Aku serius, aku ingin kau tahu segalanya" ucap Niko meyakinkan, ia berbicara pun sambil menahan sakit.


"Cepat lah!"ketus Raisa seakan tak rela, tapi ia juga merasa penasaran.


"Seumur hidup aku sudah menjadi Yoga, aku sangat berambisi menjaganya dan melihat nya bahagia. Namun, Sekarang sudah waktunya aku membuat dia dewasa dan bahagia dengan caranya sendiri.


Tapi, aku masih tidak yakin dia bisa bahagia sendiri, Karena itu aku meminta mu bertemu dengan ku!" ucapan Niko ter jeda, Raisa masih setia mendengar dan menanti kelanjutan cerita Niko.


"Raisa, hanya dengan mu Yoga bahagia, selain mama kau adalah wanita yang membuat Yoga merasa seperti hidup kembali. Aku mohon kembali lah padanya"


"Tidak Niko, aku tidak bisa. Aku masih trauma dengan kenangan pahit yang terjadi di mas lalu. Aku tersakiti 2 kali, dan aku tidak mau merasakan sakit itu lagi untuk yang ketiga kalinya" tolak Raisa.


"Tapi, Yoga juga tidak bersalah Raisa. Dia adalah korban juga. Meskipun terlihat sangat kuat, tegas dan menakutkan. Yoga tak berbeda dengan anak remaja. Sejak kecil dia sudah di manja oleh mama, dia itu sangat lemah Raisa.


Bahkan ketika mengetahui diri mu sudah tidak ada di dunia ini lagi, Yoga sering mencoba untuk mengakhiri hidup nya.


Jika kau merasa kehidupan mu sulit 4 tahun belakangan ini, Yoga juga merasakan hal yang sama. Dia benar benar gila di buat oleh mu Raisa!" jelas Niko panjang kali tinggi kali lebar.


"Maaf Niko, permintaan mu kali ini sangat tidak masuk akal dan aku tidak bisa mengabulkan nya!" tolak Raisa lembut, ia berdiri dan hendak meninggalkan Niko sendiri.


"Eh" Raisa kaget, ia menatap Niko yang berlutut sembari memegangi kakinya.


"Aku mohon Raisa, mungkin ini permintaan terakhir ku. Aku tidak mau melihat Yoga menderita lagi, aku ingin melihat nya bahagia, please"


"Kamu gila yah? sampai segitunya mohon demi Yoga, aneh aneh aja!" gerutu Raisa.


"Kamu tidak akan mengerti Raisa, tapi suatu saat kamu akan mengerti" lirih Niko.


"Tetap saja, kamu gak bisa paksa diri aku buat Nerima Yoga lagi"


Niko menghela nafas berat, kepalanya mulai terasa pusing. Ia tidak bisa berbuat banyak untuk Yoga, ini satu satunya cara tercepat buat menyatukan Rais dan Yoga


"Aku yakin kamu masih mencintai Yoga, kamu hanya sedang menipu diri mu sendiri!" lirih Niko.


Raisa tidak peduli, ia memilih pergi meninggalkan Niko dengan perasaan bingung, heran, kaget, pokoknya kacau semua.


"Gila aja, mohon sampai berlutut gitu demi pria brengsek seperti Yoga!" gerutu Rais masuk ke dalam mobilnya, ia masih syok dengan perlakuan Niko.


...----------------...

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Raisa dikagetkan dengan kehadiran Yoga di rumah nya.


"Kok kamu di sini?" tanya Raisa ketus.


"Kenapa? aku mau jumpa anak aku gak boleh?" balas Yoga juga dengan nada sinis.


"Eh pak tua! ini rumah saya, harusnya anda ijin dulu!" ucap Raisa makin sinis dan emosi. Yoga semakin hari semakin menjadi jadi.


"Aku gak peduli, jangan kan rumah ini. Kamu saja milik ku!" ucap Yoga santai, ia malah memainkan ponsel nya, dan mengabaikan Raisa yang semakin emosi di buatnya.


"Kau mengungkit masa lalu? apa kau lupa siapa dirimu huh!"


"Cih, tentu saja aku tidak lupa. Kau peliharaan ku, dan kau menghilang selama 4 tahun. Di saat kau kembali maka kau akan tetap menjadi peliharaan ku lagi!" ucap Yoga tersenyum sinis.


Pria itu berdiri dan menatap Raisa lekat.


"Kau milik ku, apapun yang terjadi kau tetap milik ku"


"Tidak akan!"bentak Raisa.


"Kenapa? apa kau lupa jika mantan papa mu itu sudah menjual mu pada ku?" Yoga tersenyum licik.


"Aku akan membayar uang mu itu!"


"Wah, benarkah? apa Raisa yang kaya raya mampu membayar kembali uang itu?" cibir Yoga.


Seakan mempermainkan, Raisa semakin emosi melihat tingkah Yoga.


"Kau benar-benar membuat ku muak!" ucap Raisa, setelah itu ia berlari dan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


"Maafkan aku Raisa, tapi ini jalan agar aku bisa mendekati mu lagi. Aku tidak mau kau pergi lagi dari sisi ku" lirih Yoga dalam hati, ia menarik nafas dalam, kemudian menghembuskan nya secara perlahan.


Yoga duduk di sofa, menunggu kedatangan Roy yang tadi nya pergi mandi.


Yoga semakin resah, sejak tadi ia menunggu Roy mandi. Tapi anak nya itu tidak muncul muncul.


"Roy kemana sih!" gumam Yoga. Sudah 1 jam Roy tidak muncul.


Cling~


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Yoga.


My Son

__ADS_1


Pa, aku sebenarnya tidak di rumah. Aku pergi bersama aunty Julia. Silahkan papa habiskan waktu bersama mama, dan rebut hati mama


"Cih, putra ku memang sangat pintar" decak Yoga tersenyum manis. Begini enak nya jika anak sudah pro bapak nya.


__ADS_2