Terpikat Pesona Gadis Lugu

Terpikat Pesona Gadis Lugu
Mungkin Kah???


__ADS_3

Yoga mengemudi mobil nya sendiri, senyum manis tak luntur dari wajah nya. Yoga bertekad ingin membuat Raisa tertawa hari ini.


"Eh, itu Raisa kan?" tanya Yoga pada dirinya sendiri. Ia menepikan mobilnya, lalu keluar dari mobil.


Benar itu Raisa, pikir Yoga membenarkan dugaan nya, ketika Raisa menoleh kearah mobilnya.


"Sayang, apa yang kau lakukan di sini?"


Raisa berjalan cepat, lalu menggandeng tangan Yoga.


"Tidak ngapa ngapain. Ayo pergi" ajak Raisa.


Yoga kaget, ia menoleh kearah pria yang berdiri bersama Raisa tadi.


Raisa sadar, ia mengikuti arah pandangan Yoga.


"Dia hanya pria asing yang bertanya alamat" jawab Raisa asal, kemudian menarik Yoga pergi dari sana.


Yoga merasa ada yang aneh, mengapa Raisa terlihat tegang begitu. Siapa pria itu?.


"Ayo masuk mobil, aku sudah sangat lelah hari ini" kata Raisa lagi, ia segera masuk dan ikuti oleh Yoga dengan perasaan bingung.


Sementara di sana Dave hanya diam menatap kepergian Raisa dan juga pria yang tidak asing di matanya.


"Kita akan bertemu lagi nona" gumam Dave tersenyum miring.


Di dalam mobil, suasana nya sangat tegang. Raisa sangat takut jika Yoga salah paham padanya. Apalagi sejak tadi Yoga hanya diam dan bahkan tidak menoleh padanya.


"Sayang,,, kamu-"


"Diam lah, aku sedang mencoba untuk mengerti dan percaya" potong Yoga dengan suara datar.


"Kenapa ngomong begitu?" tanya Raisa ikut marah. Ia berpikir Yoga mengira dirinya selingkuh.


"Aku bilang diam yah diam!!! aku tidak mau berdebat sekarang!!" teriak Yoga membentak.


Seketika Raisa terdiam, jantung nya berdetak kencang. Yoga tega membentaknya begitu. Tanpa sadar air mata mengalir di sudut mata Raisa.


"Maaf kan aku" sesak Yoga tersadar dengan apa yang baru ia lakukan.


"Tidak Maslaah" lirih Raisa menghapus air matanya. Ia menatap ke luar kaca mobil.


...----------------...


Sesampainya di rumah nya, Raisa langsung turun dari mobil tanpa menoleh pada Yoga.


Sedangkan Yoga juga melakukan hal itu, ia tetap diam di dalam mobil. Tidak berniat unt mengejar Raisa keluar.


Setelah cukup lama berdiam diri di dalam, akhirnya Yoga memutuskan untuk pergi.

__ADS_1


Mungkin hari ini tidak baik untuk mereka berbicara. Yoga pikir dirinya harus menangkan diri dulu, sebelum menemui Raisa lagi.


"Loh, kok udah pulang aja. Gak jadi jumpa Raisa?" heran Niko melihat Yoga masuk kembali ke dalam kamar. Ia melirik jam tangan nya, baru 40, menit yang lalu pria ini pergi. Selama waktu itu, di perkirakan hanya habis di jalan pergi dan balik. Niko bisa menebak jika Yoga belum bertemu dengan Raisa.


"Apa Raisa tidak ada di rumah?" tanya Niko penasaran.


"Dia ada" jawab Yoga singkat.


Niko semakin penasaran, apa sebenarnya yang terjadi.


"Kalian bertengkar lagi? apa dia menolak bertemu dengan mu??"


Niko benar benar di buat penasaran oleh Yoga, sejak tadi ia bertanya tapi pria itu malah diam dan tidak mau menjawab pertanyaan nya.


"Oh ayolah, aku penasaran Yoga!!!" erang Niko menggoyang goyangkan lengan Yoga.


"Kami bertengkar" jawab singkat Yoga.


"Kenapa? apa penyebabnya? apa mood gadis itu berubah lagi??? huh, seperti orang hamil saja" dengus Niko asal.


Emosi Yoga langsung Naik, bagaimana mungkin Raisa bisa hamil. Mereka saja belum pernah melakukan nya. Pikir Yoga


"Jangan asal ngomong!" sentak Yoga tajam.


"Eitttss.... Kenapa kamu marah, kan seperti aja. Bukan beneran. Memangnya kalian belum pernah melakukan nya?"tanya Niko penasaran.


Lagi pula, kejadian itu sudah lama. Kenapa Raisa baru hamil Sekarang?.


"Astaga, ternyata kalian memang gadis lugu dan pria kaku yah" decak Niko tidak percaya. Dengan diamnya Yoga, memberikan jawaban pada Niko bahwa mereka belum pernah melakukan nya.


"Diam kau!" umpat Yoga melempar bantal kearah Niko.


...----------------...


Ceklek~


Raisa keluar dari kamar mandi, ia baru saja selesai mandi dan bersiap ingin istirahat.


Tiba-tiba Raisa teringat dengan Yoga. Pria yang tadi ia tinggalkan begitu saja di mobil.


"Apa dia marah?" pikir Raisa mulai merasa bersalah. Sebenarnya ada apa dengan dirinya. Tiba-tiba Raisa merasa ingin dekat dan ingin jauh dengan Yoga.


"Apa yang terjadi, kenapa perasaan ku berubah ubah" gumam Raisa bingung.


"Ada apa?" tanya Titi.


Raisa menoleh, menatap Titi berjalan kearah nya.


"Apa ada sesuatu yang mengganggu nona?" tanya Titi lagi.

__ADS_1


Raisa menggeleng pelan, kemudian memeluk Titi. Hanya Titi yang bisa ia ajak bicara saat ini.


"Akhir akhir ini aku merasa sedikit aneh dengan diri ku. Aku merasa sering pusing, mood ku juga berubah ubah. Aku takut Titi" lirih Raisa dalam pelukan Titi.


"Wajar kok nona, wanita memang seperti itu" ujar Titi menenangkan Raisa.


"Apa kamu juga pernah merasakannya?" Raisa melepas pelukannya pada Titi, kemudian menatap wajah polos calon kakak iparnya itu.


Titi menggeleng, ia belum pernah merasa seperti uang Raisa rasakan. Tapi ia pernah mendengar teman nya bercerita soal perubahan sikap kakaknya. Persis seperti yang Raisa rasakan.


"Aku memang tidak pernah mengalaminya nona, tapi aku pernah mendengar cerita tentang kakak teman ku" jelas Titi.


Raisa sangat antusias, ia tertarik dengan cerita yang akan Titi ceritakan.


"Bagaimana yang kakak teman mu rasakan?" tanya Raisa penasaran.


Titi memperbaiki posisi duduknya menjadi menghadap pada Raisa.


"Kata teman ku, kakaknya terlihat aneh, sikapnya berubah ubah Kadang marah dan kadang sedih secara tiba-tiba. Bahkan kakaknya melakukan sesuatu yang bukan kebiasaannya sendiri, Tapi..." ucap Titi menggantung ucapan nya.


"Tapi apa?" tanya Raisa sangat penasaran.


Titi terlihat ragu untuk melanjutkan, karena tidak mungkin Raisa mengalami hal yang sama.


"Kakak teman ku itu sudah menikah. Dan ternyata perubahan yang di alaminya di sebabkan oleh janin yang sedang ia kandung " lanjut Titi.


Deg.


Tubuh Raisa seakan kaku, penjelasan Titi membuat nya teringat akan kejadian Yoga mabuk itu.


tidak. Raisa menggeleng kuat, berusaha menghalau pemikiran yang mulai menghantui nya.


"Nona mana mungkin Hamil, tuan pasti belum melakukan nya kan?" tebak Titi tertawa renyah.


Raisa tidak menjawab, ia masih betah diam. Membuat tawa Titi terhenti dan menatap Raisa penuh ragu.


"Kenapa diam aja? jangan bilang, kalau nona dan tuan...."


"Jangan asal bicara!" serga Raisa memotong tebakan Titi.


Raut wajah Titi langsung berubah senang, namun hatinya masih bertanya-tanya.


"Aku sudah tahu itu, nona ku tidak mungkin hamil." ungkap Titi senang.


Sementara Raisa di rundung kebingungan dan ke khawatiran.


...----------------...


Menurut kalian Raisa udah hamil belom??

__ADS_1


__ADS_2