
"Uwuekk....Uwueekkkk"
Sudah berkali kali, Raisa keluar masuk kamar mandi. Wajah nya pucat, tubuhnya basah oleh keringat dingin.
Sungguh ini sangat menyiksa bagi Raisa.
"Aku gak kuat lagi" lirihnya. Saat ini Raisa terduduk di lantai kamar mandi. Lututnya terasa goyah dan tidak bertenaga.
"Sayang, kamu kenapa?"
"Astaga!! badan kamu dingin banget, wajah mu juga pucat" ucap Yoga kaget melihat istrinya.
Tadi Yoga sedang berolahraga di bawah, ia tidak tahu jika istri seperti ini. Soalnya saat mereka bangun Raisa terlihat baik baik saja.
"Aku tidak tahu, tiba-tiba aku merasakan muntah yang tidak bisa aku tahan, walaupun hanya sebatas lendir, tapi ini sangat menguras tenaga ku" aduh Raisa lemah.
Yoga menggendong Raisa, lalu membawanya keluar dari kamar mandi.
Di baringkan nya istri tercinta nya di atas ranjang.
"Kamu istirahat dulu yah, aku akan memanggil dokter!"
"Iya" jawab Raisa lemah.
Yoga mengambil ponsel nya, lalu menghubungi dokter pribadi keluarga nya.
Sementara itu, Raisa kembali merasakan mual dan ingin cepat cepat memuntahkan semuanya.
"Uwuekk.."
Raisa menutup mulut nya, lalu buru buru berlari kearah kamar mandi.
Yoga kaget, ia cepat menyudahi panggilannya pada dokter, lalu mengejar istrinya.
"Uwueek....Uwueek......"
"Duh sayang, kamu masuk angin yah? kenapa jadi begini sih???"
",Uwuuekk....Uwueeek..."
Raisa terus memuntahkan cairan bening, ia tidak tahu mengapa dirinya mendadak seperti ini.
Ceklek~
Roy masuk ke dalam kamar mami nya. Bertepatan saat itu, Yoga keluar dari kamar mandi sembari menggendong istri nya.
__ADS_1
Roy kaget, apa yang terjadi pada mami nya.
"Pa, mami kenapa?? kok seperti sakit?" tanya Roy sambil berjalan cepat mendekat ke ranjang Raisa.
Dengan lemah Raisa menatap pada putranya, kemudian tersenyum lebar.
"Mami hanya masuk angin sayang, makanya kaya gini" lirih Raisa.
"Papa udah panggil dokter, kamu tunggu gih di bawah. Jika dokter sudah datang. Kamu bawa dia kesini" ucap Yoga.
Roy mengangguk mengerti, ia bergegas keluar dari kamar Raisa, kemudian berlari menuju ke pintu depan.
Sungguh anak yang baik, dalam situasi seperti ini, Roy sangat bisa di andalkan.
30 menit kemudian.
Roy membawa dokter pribadi keluarga naik ke atas masuk ke kamar mami dan papa nya.
"Mami, papa. Ini dokternya" ujar Roy.
Yoga langsung menyambut sang dokter, lalu meminta dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan istri nya.
"Tolong periksa keadaan istri saya dokter, sejak tadi dia tidak berhenti muntah muntah"jelas Yoga.
"Baik tuan, saya akan memeriksa nyonya dulu" jawab sang dokter. Yoga mengangguk, dan mempersilahkan dokter memeriksa istri nya.
...----------------...
"Selamat ya tuan, nyonya saat ini sedang hamil muda." jelas Dokter.
Yoga dan Raisa saling menatap, pancaran kedua mata itu terlihat bahagia.
"Beneran dokter? saya bakal punya anak lagi???" tanya Yoga memastikan.
"Iya tuan, selamat yah. Untuk lebih lanjutnya, tuan harus membawa nyonya ke dokter spesialis kandungan"
"Sayang, kamu hamil!!!. Kita akan punya anak lagi" ujar Yoga senang, ia menggenggam tangan istri nya yang tersenyum bahagia.
Sedangkan Roy hanya terdiam dengan raut wajah bingung.
"Kalau begitu, saya ijin undur diri tuan, nyonya" pamit sang dokter.
"Baik dok, terimakasih banyak. " ungkap Yoga. Dokter itu pun mengangguk.
Setelah dokter pergi, Roy menghampiri maminya.
__ADS_1
"Mami sakit apa? kenapa mami sangat senang. Terus, punya anak lagi itu maksudnya apa, maki ambil anak lain?" tanya Roy polos.
Yoga terkekeh mendengar ucapan polos putranya. Ia menggendong Roy, kemudian mendudukkan nya di samping Raisa.
"Di dalam sini, ada dedek bayi yang sedang tumbuh. Dia adalah adik Roy, adik yang harus Roy jaga" jelas Yoga sembari mengusap perut Raisa.
"Benarkah? Roy bakalan punya adik??"
"Iya sayang, apa kamu senang?" tanya Raisa.
"Tentu saja, Roy akan sangat menyayanginya dan melindungi nya!!" janji Roy.
Raisa dan Yoga tersenyum mendengar ucapan putra mereka.
...----------------...
Kehidupan yang awal nya buruk, dan terus buruk. Mungkin seseorang akan merasa putus asa dengan kehidupan tangan seperti itu.
Tapi, ketahui lah. Tak selama nya buruk akan menjadi buruk. Ada masa nya, hari yang kelam berubah menjadi indah.
Kehidupan Raisa yang berawal gelap bersama papa tirinya, lalu mulai berwarna ketika Yoga membeli nya.
Lalu, kehidupan yang berwarna itu di bumbui dengan rasa sakit yang di akibatkan oleh rasa yang tidak pernah jujur.
Karena kurangnya komunikasi yang menjelaskan tentang apa yang kita rasakan dan pikirkan.
Sehingga kedua nya karut dalam luka.
Raisa masuk ke dunia yang kelam, bahkan semua itu berimbas pada putranya yang masih kecil.
Roy mengalami pematangan mental yang sangat kuat. Di bully dan di ejek sebagai anak haram.
Anak yang harusnya menjalani kehidupan normal, memikirkan main dan main di usia nya yang masih kecil.
Tapi Roy kuat, ia tidak memikirkan bagaimana cara nya bermain, tapi dia malah memikirkan siapa ayah nya, bagaimana cara mencari ayah dan melindungi maminya.
Hingga kini, semua rasa sakit dan pahitnya kehidupan. Berubah menjadi buah yang manis.
Raisa hidup bahagia dengan Yoga yang sebenarnya juga sama sama merasakan sakit dan hilang arah ketika kehilangan Raisa.
Mereka kembali membuka lembaran baru dan hidup bahagia.
Kehamilan kedua, Raisa melahirkan seorang putri yang sangat cantik. Ia menamai nya Reysa.
Sejak kehadiran sang adik, Roy menjadi semakin pintar dan baik. Dia selalu menjaga adik nya.
__ADS_1
Dengan berakhir nya dunia kelam Raisa, maka berakhir pula kisah ini. Novel ini berujung dengan manis.
Terimakasih semuanya😘 event nya gak jadi yah. Karena seperti nya banyak yang tidak setuju. maafkan author yang memiliki banyak kesalahan pada kalian.😘